Contoh Teks Negosiasi Berbentuk Narasi

Artikel ini akan memberikan dan menjelaskan contoh referensi negosiasi.

Sebelumnya kita


udah


meributkan tentang pengertian teks negosiasi, ciri-ciri, struktur, hingga kepada anju-langkah membuat referensi negosiasi. Lakukan membuatmu kian paham mengenai teks negosiasi, aku cak hendak memasrahkan contoh teks negosiasi singkat kepadamu. Dengan sejenis itu, pemahamanmu mengenai bacaan negosiasi akan semakin luas.


Contoh Referensi Negosiasi di Sekolah

contoh teks negosiasi
Ilustrasi negosiasi nan terjadi antara guru dengan muridnya (sumber buram: unsplash.com/neonbrand)

Siang itu, bos OSIS berencana ingin mengadakan kegiatan di sekolah. Kemudian, ia membawa rencana tersebut ke ruang kepala sekolah untuk didiskusikan bersama.

Ketua OSIS: “Selamat siang, pak!”

Pemimpin Sekolah: “Siang, Andri!”

Ketua OSIS: “Saya ingin membahas akan halnya kegiatan sekolah, selongsong. Apakah buya memiliki waktu buat membahasnya sekarang?”

Pemimpin Sekolah: “Iya boleh saja, marilah apa yang ingin dibahas?”

Ketua OSIS: “Bulan depan sekolah kita ulang tahun, kemasan. Saya ingin terserah perlombaan, kelongsong”.

Majikan Sekolah: “Ide yang bagus, tapi bikin mengadakan perlombaan tentu membutuhkan dana. Padahal sekolahan kita tidak punya dana nan pas untuk kegiatan seperti itu, Andri. Apakah kamu punya pendapat bagaimana cara memperoleh dana lakukan kegiatannya?”.

Pemimpin OSIS: Saya sudah lalu terserah kerangka dengan anak asuh-momongan OSIS yang lain pak. Jadi, kita rencananya kita dana usaha begitu, pak. Kita menjual merchandise ke siswa dan masyarakat masyarakat, akan datang keuntungannya boleh digunakan untuk membeli karunia buat kejuaraan, pak”.

Kepala Sekolah: “Oke, setuju. Nanti bapak sampaikan ide kamu saat menempel bersama dengan guru-hawa yang lain ya, Andri. Terima rahmat atas usulannya”.

Pemimpin OSIS: “Iya, paket. Sejajar-sama”.


Contoh Referensi Negosiasi di Pasar

Perian Minggu, Ibu mengajak Ekstrak berbelanja ke pasar untuk membeli sayur-sayuran. Selepas bepergian cukup lama, akhirnya ibu berhenti juga di salah satu kios pelimbang sayur nan menawarkan sayuran segarnya.

Petualang: “Sayur sayur, masih segar-segar, bu, ayo dibeli!”

Ibu: “Pamit, selongsong. Sayur bangkong suatu kebat harganya berapa ya, pak?” (sederum menjawat sayur kangkung yang sedang ditanyakan harganya ke pedagang).

Pedagang: “Murah, bu, harganya hanya Rp5.000,00”.

Ibu: “

Ah

, harga segitu masih mahal, bungkusan. Umumnya harga kangkung juga Rp3.000,00


kok

, paket”.

Pedagang: “Tapi, kangkung ini afiat


banget,


bu. Bebas bersumber alamat kimia sekali lagi, ini kangkung organik, bu. Sehat buat ibu dan batih”.

Ibu: “

hmmm…


Kalau saya beli dua kebat kangkung, tapi harganya jadi Rp8.000,00 boleh lain, pak? Dua ribunya


‘kan


bisa buat bayar parkir lusa di depan”.

Pedagang: “Ya sudah bungkus, bu. Boleh sini bagi penglaris dagangan saya”.

Ibu: “Oke, paket. Tolong dibungkuskan ya!


Oh


iya, pak. Peroleh kasih banyak”.

Adv amat, pelimbang sayur tersebut membungkuskan kangkungnya kerjakan dibawa ibu pulang ke rumah.


Contoh Wacana Negosiasi di Keluarga

Hari ini Sabtu, biasanya anak bini akan berkumpul di ruang paruh untuk ceratai tentang liburan besok. Ternyata benar, ayah mengajak semua anggota keluarga kerjakan berkumpul di ulas paruh dan mengomongkan tentang destinasi nan akan dituju belakang hari.

contoh teks negosiasi dalam keluarga
Ilustrasi negosiasi nan berlangsung di dalam anak bini (sumber gambar: unsplash.com/nci)

Ayah: “Belakang hari pagi kita mau pergi kemana?”

Ibu: “Ke pantai sepertinya seru, yah”.

Indah: “Aku mau pergi ke tegal binatang, yah”.

Ayah: “Hmm.. Bagaimana kalau kita pergi ke rumah nenek saja di desa? refleks melihat situasi nenek di sana”.

Indah: “Yah, tapi aku ingin ke kebun binatang. Sudah lama tidak pergi ke sana”.

Ayah: “Bagaimana kalau besok pagi kita ke rumah nini. Kita pun kan sudah lama sekali tidak pergi ke desa. Pulangnya kita singgah ke pantai bikin bersantap ikan bakar. Ambillah, pekan depannya lagi baru kita pergi ke tegal hewan. Gimana?”.

Ibu dan Indah: “setuju!”.


Contoh Teks Negosiasi dalam Kerangka Kisah

Menjelang kenaikan kelas 10, Ani ingin membeli sepatu bau kencur, karena sepatu yang ketika ini beliau miliki sudah rusak. Ani ingin membeli sepatu yang sedang trend dan kuat. Kemudian, Ani memutuskan untuk mendatangi sebuah toko di ujung gang rumahnya nan terkenal cak memindahtangankan bermacam rupa merk sepatu.

Sesampainya di toko tersebut, Ani disambut oleh penjual sepatu dan menanyakan barang apa sepatu yang sedang ia cari. Kemudian, Ani menjelaskannya kepada penjual tersebut mengenai sepatu yang sedang ia inginkan, sebagai halnya merk sepatunya, dandan, dan modelnya. Setelah itu, penjual mengajak Ani berkiblat dalam toko untuk menunjuk-nunjukkan merk sepatu yang Ani sebutkan tadi beserta ciri-cirinya. Penjual mempersilakan Ani lakukan memilih sepatu sesuai dengan keinginannya.

Beberapa menit Ani menyibuk-melihat sepatu secara mendunia, namun ia justru bingung akan membeli sepatu nan mana. Semua sepatu di sana bagus-bagus. Sesudah lama memandangi berbagai sepatu, pandangan Ani tertuju kepada salah suatu sepatu berwarna biru. Ia sambil menanyakan harga sepatu tersebut ke penjualnya.

Ternyata harga sepatu tersebut terlalu mahal, merupakan Rp249.000,00. Uang yang dibawa Ani tidak bisa bikin membeli sepatu berwarna biru itu. Kemudian, pedagang menawarkan sepatu lain nan harganya lebih rendah dibandingkan sepatu sebelumnya.

Sepatu yang ditawarkan penjual juga bercat biru, modelnya pun akrab sama, hanya saja merk sepatu tersebut farik. Penjual memberikan harga Rp210.000,00 bikin sepatu yang yunior sahaja ditawarkan kepada Ani.

Sebenarnya, Ani ingin membeli sepatu yang ia inginkan tadi. Namun, persen Ani tidak memadai. Kemudian, Ani mencoba untuk mengerjakan ijab harga kepada penjual. Bolehkah sepatu berwarna biru yang Ani inginkan tadi boleh diturunkan harganya. Ternyata penjual enggak mengizinkannya. Karena, sepatu yang dijual di sana sudah merupakan harga pasti. Tidak boleh ada tawar menawar lagi.

Kemudian, penjual menjelaskan khasiat semenjak sepatu yang tadi ia tawarkan. Kebetulan, sepatu yang ditawarkan penjual tersebut sedang rabat 25%. Selain itu, keseluruhan sepatu tersebut tidak jauh berbeda dari sepatu nan diinginkan Ani. Akhirnya, Ani sepakat untuk membeli sepatu yang ditawarkan oleh penjual dan serta merta melakukan pembayaran di kasir.

Kesimpulan

teks negosiasi
Negosiasi berfokus untuk mencari jalan paruh yang menguntungkan kedua pihak (sumber bentuk: Pixabay).

Berpokok abstrak-contoh dialog negosiasi dan kisah di atas, kita bisa melihat bahwa teks tersebut termaktub internal teks negosiasi. Terdapat partisipan, berburu kronologi paruh atas persoalan, menjurus plong harapan praktis, memprioritaskan kepentingan bersama, dan menghasilkan kesepakatan yang ganti menguntungkan.

Kini, kamu


udah


paham


‘kan


contoh teks negosiasi itu begitu juga apa? Semoga acuan teks negosiasi singkat di atas dapat menjadi referensi dan berjasa untukmu ya,


guys

.
Kalau mau belajar selanjutnya soal teks negosiasi, kamu boleh tonton video pembahasan Zenius dengan klik banner di bawah ini!

belajar materi pelajaran bahasa indonesia di zenius

Baca Lagi Artikel Teks Bahasa Indonesia Lainnya

Contoh Teks Persuasi

Konseptual Referensi Eksposisi

Eksemplar Teks Deskripsi

Source: https://www.zenius.net/blog/4-contoh-teks-negosiasi