Membuka Telapak Tangan Waktu Salam


Waspada.co.id

– Fenomena salam dengan membuka tangan. Salam ke kanan, membuka pendamping, salam ke kidal dengan menyingkapkan tangan kiri. Ada juga salam ke kanan menyingkapkan pembantu, doang ketika salam ke kidal, telapak tangan tidak dibuka.

Saya pernah berpadan orang yang mempraktekkan semacam ini, dan saat saya tanya, beliau menjawab,

‘Detik salam ke kanan, asisten dibuka, dengan tujuan terbukalah portal surga. Salam kiri ki ajek ditutup, tertutuplah gapura neraka.’ Itu alasannya, dan kamu sama sekali tidak menyebutkan dalil.

Senyatanya kebiasaan seperti ini pertautan dilakukan sebagian sahabat di zaman Utusan tuhan
shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian beliau ingatkan dan beliau melarangnya.

Berpunca Berkelepai kedelai Samurah
radhiyallahu ‘anhu,
”Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami menyabdakan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah” sambil berisyarat dengan kedua kanan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,

”Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, begitu juga keledai yang suka lari? Kalian layak letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam melongok ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya.
(HR. Muslim 430, Nasai 1185, dan yang lainnya).

Larangan ini menunjukkan bahwa menelanjangi telapak tangan saat salam, termasuk kesalahan intern shalat. Jika ini telah ditegaskan salah oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, layakkah dilestarikan dan dipraktekkan?

Wallaahu a’lam

(Sendang: Konsultasi syariah/d2)

Source: https://waspada.co.id/2021/12/membuka-tangan-ketika-salam/