Kata Kata Dilema Cinta Segitiga



karya: Ahmad Mardianto Muthiullah

Adegan 1

Cak semau 3 insan sahabat nan tak terpisahkan. Adam, Lisa, dan Dimas adalah nama dari 3 sahabat tersebut.

Tapi Lisa sekarang berpacaran dengan lanang, dan dimas memendam rasa sukanya kepada lisa jauh ditanam privat hatinya. Lisa dan laki-laki tak mengetahui rasa nyeri dan perihnya hati dimas.

Pada satu pagi…..

Dimas : (melihat jam yang ada ditanganya) kok lama sih mereka??

Masuklah Maskulin dan lisa.

Adam : lihatlah pemandangan ini (menunjukm pemandangan sekeliling) sungguh sangat indah nan cantik.

Lisa : iya (sambil tersenyum)

Adam : Tapi…(menyanggang dagu lisa) pemandangan ini takkan bisa mengalahkan senyummu yang indah ini.

Lisa : (tersipu sipu)

Dimas : kalian kok lama sekali sih???? Aku telah nungguin kalian dari tadi loh!!

Adam : pembebasan, tadi jalanannya rewel!

Dimas : ahhh…sudahlah! ngomong-ngomong kenapa kalian memanggilku??

Adam : bantu temani kami urut-urutan-jalan ya!!

Lisa : kami membutuhkan seseorang buat mendokumentasikan kegiatan kami hari ini!!

Dimas : lakukan apa didokumentasikan segala???

Adam : karena..(menggengam tangan lisa) musim ini adalah masa di mana kami telah jadian!!

Lisa : dan selama 3 tahun ini, kami empat mata masih bersama. Dan siapa belaka kami akan semacam ini selamanya!!

(Entah harus senang atau sedih. Dimas merasa rusuh. Karena disamping engkau adalah sahabat mereka berdua ia lagi memendam perasaan suka terhadap lisa. Dan hal itu tidak dapat diutarakannya begitu saja).

Dimas : oke oke..

Setelah itu, setiap kegiatan yang dilakukan oleh lisa dan adam direkam oleh dimas. (Tidak sedetikpun dia menyiayiakan semua kegiatan yang mereka lakukan. Dan lain sedetikpun beliau mengalihkan pandanganya berbunga lisa).

Adegan 2

Burit harinya….

Dimas merenung sendirian ditempat dia janjian dengan adam dan lisa.

(diiringi lagu peterpan-semua tentang kita)

Dimas : (memasang wajah dayuh) kenapa aku dulu…berpikir bahwa persahabatan kami akan retak apabila aku nembak lisa ya?! Sementara itu sekarang Adam sudah lalu n kepunyaan lisa.

Haaaaah! Entahlah!

(lagu memangkal)

Masuklah Fendy temannya dimas yang pada saat itu kebetulan suntuk.

Fendy : hei mas, ngapain cak kenapa bengong??

Dimas : tak kenapa-kenapa kok! Cuman mikir sesuatu yang enggak bermanfaat dan enggak berarti.

Fendy : mikir apa? Kok dipikir seserius itu?  Mendingan kamu bilang ke aku, kendati lega!

Suasana menjadi  sepi lakukan sementara.

Dimas : emm… tapi jangan bilang kelihatannya-barangkali ya?!

Fendy : oke deh

Dimas : sememangnya..aku dari dulu itu suka sama lisa

Fendy : ha??? Serius beliau?

Dimas : iya. Perhatian ini muncul kapan aku mendaki ke kelas 3 SMP.

Fendy : kenapa kamu enggak mengutarakannya?

Dimas : aku takut apabila aku mengutarakannya, persahabatan kami akan kemungkus.

Fendy : aku ngerti kok,  tapi persahabatan tidak akan rusak semudah itu.

Dimas : tapi, plong detik itu aku merasa perkawanan kami akan busuk dengan mudah apabila aku mengutarakan perasaanku kepadanya.

Fendy : aku hanya memberi saran untukmu ,mas. (hp milik Fendy berbunyi) halo, Iya pa, bentar lagi aku pulang cak kenapa. Iya iya, ini masih dalam perjalanan pulang kok. Iya pa, iya. (menyelimuti telepon) mas, aku menyingkir dulu ya, Bokap dah nyariin aku.

Dimas : iya!! Lever-hati dijalan!!

Adegan 3

Keesokan harinya…

Lisa : mas adam (tersipu sipu)

Lanang : adek lisa!! Sini dong!

Lisa : mas cuma nan kesini!!

Adam : kenapa kok mas yang disuruh kesitu?

Lisa : soalnya disitu enggak suka-suka gelanggang duduknya!!

Adam : oh iya, etis pun!! Adek emang pinter!! (menjauhi memfokus lisa)

Lisa : mas, sebentar pula kita orasi!! Mas sudah tau mau meninggalkan kemana???

Pria : iya dek! Mas kepingin ke UI! Adek seorang mau kemana????

Lisa : kalau aku  mau ke UP (Universitas Pancasila)!! (sunyi sejenak) mas, kalau kita selisih perhimpunan asosiasi kita jadi gimana???

(diiringi lagu ungu-ku kepingin selamanya)

Lelaki : mati hanya, UI sama UP kan lumayan dempang!! (menggengam tangan lisa) jadi adek jangan mencacau!!

Lisa : iya deh!! (tersipu malu)

(lagu berhenti)

Masuklah Tessa dan Rizka nan kebetulan mengetahui bahwa adam dan lisa madya berduaan.

Tessa : (sing) hayooo!! Kamu tepergok..lagi berduaan!!

Rizka : (sing) setimbang mas adam..serempak pegangan tangan!!

Tessa : hayoo!! Ngapain berduaan disini??

Rizka : kalau ada jejaka cewek yang sedang berduaan, nan ketiganya itu setan loh!!

Lisa : iya, setanmya itu kalian empat mata!!

Tessa : yeeee!!

Rizka : oh ya, kamu tau dimas kenapa??

Pria : emang dimas kenapa?

Tessa : enggak tau? Dia dari kemarin murung terus!!

Adam : hmmm….(memasang wajah tekun) jangan-jangan….

Lisa : terserah segala apa pengembang???

Adam : enggak ada segala apa-apa kok!!

Oh ya, aku kepingin ke pergi nyari dimas tinggal ya!! Kamu tunggu disini saja ya bingkai!!

Lisa : iya deh!!!

Adam pergi kerjakan mencari Dimas. Seketika saja Dimas masuk dari sebelah bertentangan.

Lisa : Loh, Dimas?! Kamu kok disini?

Tessa : Tadi Adam nyariin kamu, mungkin Pria senewen sama dia.

Dimas : Pusing kenapa?

Rizka : Lha terbit semalam kamu murung terus, hasilnya Laki-laki khawtir deh.

Lisa : gak Sahaja Lanang yang pening, kita semua pula khawatir.

Dimas : Lepas bila aku membuat kalian semua khawatir.

Lisa : Kamu itu kenapa murung?

Dimas : Aku sekarang lagi banyak pikiran.

Lisa : Apa?

Dimas : Gak ada apa-apa kok. Ya sudah lalu aku mau pergi dulu soalnya papa dan mama aku mutakadim nunggu aku di flat.

Dimas sekali lagi pergi

Penggalan 4

Lisa : (Suara minor HP berbunyi) (mengangkat HP) halo?

Adam : Halo, lisa?

Lisa : iya, ada apa mas?

Adam : emm… kamu bisa ikut aku sebentar gak?

Lisa : Kemana mas?

Adam : Ke bandara

Lisa : Emang ada segala mas di bandara?

Lelaki : Si polan.. sebenarnya Dimas itu mau pindah ke luar negeri

Lisa : (tersentak) Yang bener mas?

Adam : Iya, ia disuruh sama ortunya untuk kuliah di luar daerah. Selayaknya ini enggak dapat dibilangin ke siapa-kelihatannya, tapi, karena kita sahabatnya, makara, lebih baik kita mengantarkan kepergiannya.

Lisa : iya mas, aku ikut.

Adam : Sekelebat lagi aku jemput ya?

Lisa : Iya mas

(Adam menutup telepon)

Adegan 5

(diiringi lagu vierra-rasa ini)

Dimas : (duduk menanti datangnya pesawat)

Lisa : Dimas! (dimas berpaling) (Lisa menampar Dimas) kenapa kamu mengapa gak gayutan ngasi tau seandainya dia kepingin pindah ke luar provinsi?

Dimas : (tutup mulut tanpa alas kata)

Lisa : (Menangis)

Dimas : Maaf, aku gak berani sejumlah soalnya aku gak mau nyakitin perasaan kalian semua.

Lisa : Tapi aku ini sahabat kamu.

Dimas : Pembebasan lisa, sebenarnya aku tak menganggapmu sebagai sahabat.

Lisa : Apa?

Dimas : Abolisi, hari ini aku akan kredibel (antap sesaat) (menghela nafas) senyatanya berusul habis aku menyukai kamu, tapi, aku tidak boleh mengungkapkannya karena persahabatan itu lebih penting dari apapun biarpun itu cinta.

Lisa : (sengap tanpa perkenalan awal)

Dimas : Adam, tolong jaga Lisa baik-baik. Jangan sampai engkau terluka sedikitpun.

Adam : iya, aku memahami. Tapi bantu jangan berbicara seperti kau akan pergi kerjakan selamanya.

Dimas : (menepuk pundak Adam)

Sesudah itu, Dimas panjat pesawat yang semenjana menantinya. Adam dan Lisa hanya bisa melihat telapak dimas yang tampak kebisuan.

Source: https://sucibawakata-kataspecial.blogspot.com/2015/02/drama-cinta-segitiga-dalam-persahabatan.html