Apa Yang Dimaksud Geografi Terpadu

Gramedia Literasi – Prinsip ilmu Ilmu permukaan bumi seumpama mantra nan mempelajari fenomena fisik dan manusia di atas mayapada. Dalam praktiknya kajian
mantra ilmu permukaan bumi
akan mempelajari tentang segala aktivitas manusia dan liwa sebagai interaksi melintasi prespektif ruang untuk membentuk contoh ulas tertentu. Karena kajian ilmu ini luas maka ada banyak cabang hobatan geografi kerumahtanggaan ruang lingkup yang mencengam banyak satah dan aspek geografi nan masih dalam satu prinsip keilmuan. Dalam ilmu geografi cak semau 4 pendirian geografi nan menjadi tolak ukuran kajian akan halnya konsep ruang ini. Apa sajakah itu? Berikut ini penjelasan 4 pendirian mantra ilmu permukaan bumi lebih lengkapnya, Grameds!

A-Z Prinsip-Prinsip Ilmu Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

Konotasi Ilmu Geografi

Ilmu geografi
adalah suatu ilm nan didalamnya membahas akan halnya hal-kejadian yang berkaitan dengan bumi terutama hubungan makhluk kehidupan (manusia, pohon, dan hewan) dengan mayapada. Oleh sebab itu, enggak sedikit kembali yang membicarakan kalau geografi adalah mantra permukaan bumi.

Perkenalan awal geografi berasal berbunga bahasa Yunani, yaitugeo
(bumi) dangraphein
(tulisan). Jadi, geografi adalah suatu catatan yang berkaitan dengan bumi.

Pendirian-Prinsip Guna-guna Geografi

Prinsip-prinsip ilmu geografi meliputi prinsip rotasi (penyebaran), ikatan (keterkaitan), deskripsi (pembayangan) dan korologi (gabungan). Secara umum, signifikasi ilmu permukaan bumi adalah aji-aji nan mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan keruangan atas fenomena bodi dan individu di atas rataan bumi. Objek yang dipelajari intern ilmu geografi ialah tentang geosfer nan merupakan bidang mayapada yang hakikatnya juga babak berasal bumi, termasuk atmosfer alias lapisan peledak, litosfer maupun saduran batuan indra peraba bumi, hidrosfer atau salutan air, dan biosfer atau saduran kehidupan di bumi.

Dengan banyaknya istilah yang ada pada ilmu geografi, dimulai dari aspek fisik hingag sosial menimbulkan kemewahan fenomena yang bisa kamu pelajari lebih mudah melalui sentral Kamus Geografi Edisi Tematik Dan Okuler.

beli sekarang

Pengalokasian ilmu geografi pun meliputi geografi fisik, ilmu permukaan bumi anak adam, ilmu permukaan bumi teknik geografi turunan-mileu, perencanaan dan pengembangan wilayah, ilmu lingkungan budaya dan politik, eksplorasi resiko bencana serta geografi sejarah. Sementara aspek aspek geografi dibedakan menjadi dua merupakan aspek fisik (topografi, biotik, non-biotik) serta aspek sosial (ekonomi, budaya, kebijakan). Dalam kaitannya dengan distrik Indonesia, geografi juga berfungsi menentukan letak geografis Indonesia beserta kondisi wilayah, yuridiksi dan dampak lain yang ditimbulkan.

Metode pendedahan ilmu permukaan bumi kembali menganut sejumlah prinsip utama geografi. Ilmu geografi pula n kepunyaan cara radiks ilmu permukaan bumi yang jumlahnya ada catur. Signifikansi prinsip geografi yaitu sebuah dasar dalam pengkajian, penjabaran, penyingkapan, penelitian dan penyajian gejala, variabel, faktor dan masalah-masalah geografi privat fenomena geosfer. Secara umum ada 4 prinsip geografi:

1. Prinsip Distribusi

Pendirian perputaran atau prinsip revolusi merupakan keseleo suatu bermula 4 kaidah guna-guna geografi nan minimum utama. Maslahat pendirian persebaran ini digunakan cak bagi menelaah gejala dan fenomena geografi yang tersebar di permukaan bumi secara tidak sama dan tidak merata. Maka akan unjuk pertanyaan pangkal nan melatarbelakangi cara mantra ilmu permukaan bumi bagian peredaran sebagaimana: “Cak kenapa satu fenomena terjadi hanya terjadi di suatu lokasi saja, namun tidak muncul di lokasi lainnya? Fenomena geografi yang diteliti bisa riil buka liwa, persebaran warga, arus sumur daya tunggul, arus curah hujan, tanaman, binatang dan anak adam.

Harapan bukan penggunaan cara pendakyahan ini juga dapat mengungkap hubungan antara satu fenomena dengan fenomena yang lainnya secara menyeluruh. Selain itu adanya prinsip distribusi boleh digunakan bikin menujum keadaan di masa yang belakang hari.

Di Indonesia sendiri seperti yang kita ketahui, kekayaan alamnya sangatlah besar. Plong buku Geografi Pariwisata Dan Ekonomi Subur digunakan kerjakan memperkaya wawasan kita dalam berbagai perbendaharaan aam tersebut.

beli sekarang

2. Prinsip Interelasi

Prinsip geografi berikutnya adalah prinsip susunan atau keterkaitan. Kemujaraban prinsip pertautan ini digunakan kerjakan menelaah hubungan yang saling tercalit antara gejala nan satu dengan gejala geografi nan enggak kerumahtanggaan suatu ruang. Tujuan prinsip ini juga berfungsi bikin menguraikan nikah yang ada di dalam ruangan tersebut antara suatu gejala dengan gejala yang lainnya.



Adanya hubungan yang saling tersapu antara alam dan manusia menyebabkan dibutuhkannya prinsip keterkaitan atau sebab-akibat ini. Interelasi dapat terjadi antara alam dengan tunggul, manusia dengan manusia, maupun alam dengan anak adam.

Oleh sebab itu, sangat berjasa cak bagi manusia sadari bahwa kita tetapi memiliki suatu bumi, kenali serta kelola lingkungan nan ada dengan baik dan bijaksana. Seperti halnya nan dibahas di dalam pusat Geografi Lingkungan.

beli sekarang

3. Prinsip Deskripsi

Cara geografi deskripsi atau penggambaran menjadi riuk suatu kaidah geografi berikutnya. Fungsi prinsip deskripsi digunakan untuk menerimakan penjelasan bertambah jauh tentang gejala-gejala yang terjadi di muka mayapada yang bisa diamati. Prinsip deskripsi ini pada intinya memasrahkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai karakteristik nan tunggal pada gejala-gejala geografi.

Geografi menganut prinsip ini ditujukan lakukan menggambarkan fenomena geosfer yang memerlukan deskripsi baik melewati goresan, tabel, gambar dan grafik yang disajikan melalui fakta, gejala dan masalah sebab-akibat secara kualitatif ataupun pun kuantitatif.

4. Mandu Korologi

Eksemplar kaidah ilmu geografi yang buncit merupakan prinsip korologi atau gabungan yang memadukan berbunga gabungan 3 prinsip ilmu permukaan bumi yang sudah lalu dibahas sebelumnya. Guna mandu korologi ini bertujuan kerjakan menelaah gejala, fakta maupun permasalahan yang cak semau di suatu tempat nan ditinjau dari persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya dalam ruang tertentu. Kaidah korologi ini merupakan prinsip geografi yang komprehensif karena memadukan mandu-pendirian lainnya yaitu prinsip perputaran, prinsip gabungan serta cara deskripsi intern suatu prinsip yaitu pendirian korologi. Prinsip ini juga tertera sebagai ciri-ciri ilmu permukaan bumi modern.

Terimalah itulah referensi geografi mengenai 4 prinsip geografi dan contohnya beserta konotasi dan penjelasan lengkap. Prinsip geografi menurut para juru tersebut cak semau 4 varietas, merupakan prinsip distribusi (pendakyahan), prinsip sangkut-paut (keterkaitan), cara deskripsi (penggambaran) dan kaidah korologi (gabungan).

Sekian zona teks prinsip-prinsip geografi dan penjelasan lengkapnya boleh jadi ini. Bermacam ragam fenomena geosfer dapat dikaji internal ilmu permukaan bumi melalui enam soal trik, yaitu what, where, when, why, who, dan how. Keenam pertanyaan tersebut dikenal dengan prinsip 5w 1h.

  • What untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi.
  • Where cak bagi mengarifi di mana kejadian terjadi.
  • When untuk mengetahui pron bila peristiwa terjadi.
  • Why bakal memahami kenapa peristiwa itu dapat terjadi.
  • Who untuk mencerna siapa yang terlibat dalam kejadian yang terjadi.
  • How kerjakan memahami bagimana solusi atas hal yang terjadi.


Contoh Prinsip Ilmu permukaan bumi

Acuan prinsip distribusi (penyebaran)

  1. Arus dunia tumbuhan dan fauna di wilayah Indonesia Persebaran potensi air nan berlainan dari satu tempat dengan palagan lainnya.
  2. Arus total pemukim transmigran di Indonesia yang lain merata.

Contoh mandu interelasi (keterkaitan)

  1. Kekeringan yang terjadi sebagai dampak adanya fenomena La Nina
  2. Fenomena air sebak akibat adanya penggundulan hutan di negeri hulu
  3. Kondisi iklim di Indonesia nan dipengaruhi maka dari itu letak geografis Indonesia
  4. Pemukim pesisir rantau banyak yang menjadi nelayan karena dekat dengan wilayah raksasa
  5. Terjadi tsunami di suatu wilayah karena adanya gempa di paruh laut
  6. Suhu seronok yang dapat memicu penguapan sehingga terjadi hujan angin di wilayah tertentu

Ideal prinsip deskripsi (penggambaran)

  1. Tabel angka pengangguran di provinsi Jawa Timur
  2. Tabulasi peta lempeng tektonik di dunia
  3. Peta wilayah lautan di kawasan Asia Tenggara
  4. Gambar revolusi guyur hujan angin di Indonesia

Cermin cara korologi (gabungan)

  1. Kerjakan meneliti masalah hujan harus diteliti akan halnya persebaran curah hujan di Indonesia, penyebab kenapa adanya perbedaan curah hujan angin di berbagai daerah serta dampak yang ditimbulkan dari tingginya curah hujan abu di wilayah tertentu
  2. Bagi meneliti masalah suhu udara maka harus diteliti mengenai perbedaan suhu udara di pedesaan dan perkotaan, penyebab timbulnya pedesaan serta otoritas banyaknya pepohonan di desa terhadap suhu mega di daerah pedesaan dibanding perkotaan

Target Ilmu Geografi

Saat mempelajari ilmu geografi tentu hanya kamu membutuhkan yang namanya mangsa pendalaman dan pendekatan penelitian agar boleh mengetahui secara lebih menyeluruh mengenai permasalahan yang medium dikaji tersebut. Nah, korban studi ilmu geografi sendiri terbagi menjadi dua, ialah bahan material dan objek resmi. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya tentang objek nan ada di dalam guna-guna geografi:

1. Objek Material

Riil kajian geografi dan yang paling masyarakat dikenal yakni mengenai geosfer (sepuhan bumi), nan meliputi: Litosfer (salutan keras) yakni lapisan asing alias kerak bumi kita Atmosfer (lapisan awan) dan lapisan atmosfer bawah dikenal seumpama troposfer. Hidrosfer (lapisan air) substansial lautan, danau, bengawan, dan air tanah.

Biosfer (saduran tempat hidup) terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia sebagai suatu peguyuban, bukan dilihat sebagai anak adam. Pedosfer (salutan tanah) yakni lapisan batuan dan telah mengalami pelapukan, baik pelapukan tubuh, organik, alias kimia. Kesimpulannya objek material geografi menutupi gejala-gejala yang terjadi di muka bumi, begitu juga aspek batuan, tanah, gempa bumi, sinar, iklim, vulkano, peledak, air, serta flora dan binatang yang terkait dengan semangat makhluk.

Dalam kaitannya dengan berbagai peristiwa alam, geosfer berbimbing dengan adanya fenomena tata surya, marcapada, atmosfer, hidrosfer, dan masih banyak lagi yang dapat sira pelajari pada buku Bukti Kebenaran Alquran Intern Fenomena Alam semesta Raya Dan Geosfer.

beli sekarang

2. Sasaran Stereotip

Merupakan sudut pandang dan kaidah kita berpikir dalam-dalam terhadap suatu gejala nan suka-suka di roman dunia. Baik itu nan bertabiat fisik ataupun sosial yang dilihat terbit kacamata pandang keruangan (spasial). Pada hobatan ilmu permukaan bumi gelojoh ditanyakan mengenai di mana suatu gejala terjadi, dan mengapa bisa terjadi di sana. Maka diharapkan mampu menjawab beragam tanya sebagai berikut ini:

  • Apa (what), tercalit struktur, pola, fungsi dan proses hal di rataan bumi.
  • Di mana (where), terkait letak suatu bahan ilmu permukaan bumi di permukaan bumi.
  • Berapa (how much/many) menjelaskan ukuran (jarak, luas, isi, dan waktu) objek geografi privat rang biji-angka.
  • Mengapa (why) memuat kontak waktu dan tempat, parasan pantat, ataupun interaksi atau saling kebergantungan suatu gejala, hal, dan lecut manusia.
  • Bagaimana (how), berkaitan dengan penjabaran suatu pola, kekuatan, dan proses gejala dan hal. Kapan (when), menjelaskan waktu berlangsungnya kejadian.
  • Siapa (who), berkaitan dengan subjek atau pelaku dari suatu situasi atau peristiwa.

Sebagai lengkap, ada suatu perdesaan yang mengalami kesulitan air bersih. Dalam memandang keadaan ini tanya yang harus dijawab, seperti berikut ini:

  • Apa (what) yang terjadi? Jawab: kesulitan air bersih.
  • Di mana (where) kesulitan air putih terjadi? Jawab: di Kampung Puragi, Tolak Selatan.
  • Berapa (how much/many) banyak air bersih yang masih bisa dimanfaatkan? Jawab: bila kerumahtanggaan keadaan hujan, debit wai mencapai 1 l/S, namun ketika kemarau panjang terkadang tidak cak semau piutang.
  • Kok (why) bisa terjadi? Jawab: akibat pengaruh iklim dan letak perkampungan di dekat wilayah tepi laut, maka jika enggak hujan abu hanya bisa mengakses air payau.
  • Bagaimana (how) kesulitan air bersih itu berlangsung? Jawab: situasi ini melanda seluruh negeri Kampung Puragi, nan ditandai dengan mengeringnya mata air-sumur penduduk dan sungai.
  • Pada saat (when) hal itu terjadi? Jawab: terutama saat periode kemarau tiba (April – Oktober).
  • Siapa (who) yang harus terkebat internal mengatasi keburukan tersebut? Jawab: seluruh masyarakat Kampung Puragi, pemerintah daerah, akademisi, dan pemerintah pusat.


Pendekatan Geografi

Pendekatan alamiah dapat dikatakan sebagai satu cara yang dilakukan dalam memahami dan mengklarifikasi suatu bidang ilmu. Dengan kata tak, pendekatan aji-aji geografi ini dilakukan bakal boleh mengerti ilmu geografi secara lebih mendalam.

Pendekatan geografi secara garis besar adalah metode yang digunakan cak bagi mempermudah dalam menganalisa berbagai fenomena ataupun gejala geosfer, termaktub interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya.

Keadaan ini karena banyak sekali fenomena di bumi sehingga perlu yang namanya klasifikasi pada setiap fenomena sesuai dengan sudut pandang dan fokusnya. Pendekatan guna-guna geografi menurut Hagget (1979) dan Baiquni (2008) adalah usaha dalam buram aktivitas penggalian untuk mengadakan jalinan pada komponen mantra geografi terpadu (Intergrated Geography). Sekaan dalam pendekatan geografi adalah perumpamaan berikut.

  • Mandu pandang: spasial (keruangan).
  • Ruang lingkup pengamatan: unsur jasad dan unsur manusia di parasan bumi serta saling keterkaitannya.
  • Cara pemahaman siaran: pendekatan secara regional, sistematik, ekologis, dan historikal.
  • Perlengkapan maupun bahan perebusan siaran: peta, pemodelan, statistik, jajak pendapat lapang, dan teknologi informasi, maupun dapat dikatakan dengan sistem informasi geografis.
  • Varietas pengetahuan yang dihasilkan: deskriptif, analitik, kaku, dan profetik. Cara pemahaman internal pendekatan ilmu ilmu permukaan bumi dapat dilakukan n domestik 4 cara, yaitu pendekatan regional, pendekatan sistematik, pendekatan ekologis, dan pendekatan historikal

1. Pendekatan Regional

Secara umum pendekatan aji-aji ilmu permukaan bumi regional merupakan interelasi antara pendekatan ruang dan ekologi. Bintang sartan membandingkan kondisi permukaan dunia berpokok segi aspek keruangan serta lingkungan secara komprehensif. Biasanya pendekatan regional digunakan momen mau membandingkan bermacam ragam daerah nan berlainan. Karena per daerah tentunya memiliki perbedaan kondisi standard hingga makhluk atau masyarakatnya.

Perbedaan ini akan membuat provinsi saling berinteraksi dalam rencana memenuhi kebutuhan. Ideal pendekatan regional merupakan Korea Selatan memiliki sumber daya kalimantang yang invalid namun berlambak akan sumber daya makhluk nan handal. Tara dari negara tropis begitu juga Indonesia yang punya sumur daya manusia yang abnormal berkualitas tapi sumber ki akal alamnya melimpah. Membangun rumah harus memperhatikan kondisi wilayahnya. Bila berada disekitar tepi laut maka pondasi harus ditinggikan supaya mengantisipasi pasang naik air laut alias banjir.

2. Pendekatan Sistematik

Makna Pendekatan Sistematik adalah memadukan unsur – zarah yang diduga dapat mempengaruhi terbentuknya suatu gejala pada beberapa tempat yang berbeda. Tujuannya ialah Mengidentifikasi teladan dan proses adanya gejala tersebut di beberapa tempat, dan Menjelaskan faktor – faktor nan menyebabkan gejala tersebut boleh muncul secara berbeda plong tempat nan berlainan.

Contohnya adalah Pendekatan sistematik melihat kepada atom nan dapat menciptakan menjadikan sempurna lega bilang kancah yang berlainan. Kerangka di pangkal ini ialah contoh pecah pendekatan sistematik dimana terdapat dua kecamatan yang memiliki satu elemen yang sama dan satu unsur yang berbeda. Internal menjawab contoh kasus tersebut digunakan pendekatan sistematik dengan mengejar faktor – faktor apa sekadar yang dapat menyebabkan adanya gejala tersebut.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kegandrungan wilayah berupaya kerjakan mengkaji fenomena geosfer melangkahi gayutan pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Interaksi antarwilayah akan berkembang karena pada hakikatnya setiap wilayah di bumi berbeda antara satu dengan yang lain.

Contoh: Wilayah pedesaan akan melakukan interaksi dengan daerah perkotaan guna memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier. Sebaliknya, perkotaan berinteraksi dengan pedesaan kelebihan memenuhi kebutuhan pangan dan sida-sida.

4. Pendekatan Ekologis

Makna Pendekatan Ekologis adalah menggabungkan unsur orang dengan lingkungan di satu tempat. Tujuannya Mengidentifikasi perilaku manusia terhadap kondisi lingkungan di arena yang berbeda; Mengidentifikasi dampak mileu akibat perbedaan arketipe hidup sosok di tempat yang berbeda; dan Mengidentifikasi pertepatan atau perbedaan pola hubungan tersebut di wadah yang berbeda.

Contohnya adalah sreg pendekatan ekologis pada dasarnya gabungan dari pendekatan regional dan pendekatan sistematik dimana meluluk paralelisme dan perbedaan akan suatu pola. Situasi yang membedakan yakni pola yang muncul punya dampak terhadap lingkungan atau enggak dan sebaliknya. Susuk di asal ini merupakan contoh kasus dengan pendekatan ekologis yang dilihat dari dampak kondisi mileu nan nisbi cirinya sebagaimana pola jiwa manusia di beberapa wilayah yang berbeda.

ilmu geografi

geograph88

5. Pendekatan Keruangan

Pendekatan ini yaitu upaya lakukan mengkaji kemiripan dan perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Pendekatan keruangan digunakan untuk memafhumi peredaran pemakaian ruang yang telah cawis dan bagaimana penyediaan urat kayu yang akan digunakan lakukan berbagai kebutuhan.

Transendental: Untuk perencanaan pembukaan tanah pemukiman, banyak data yang harus diketahui untuk memenuhi persyaratan. Di antaranya adalah data seperti kebesaran tempat, kemiringan lereng, jenis tanah, dan sebagainya. Nantinya, peristiwa tersebut digunakan bakal menilai keadaan fisik lokasi yang mempengaruhi tingkat adaptasi manusia nan akan tinggal di sana.


6. Pendekatan Historikal

Makna Pendekatan Historikal menelusuri perkembangan satu gejala geografi Tujuannya diantaranya Mencerna keterkaitan ruang lega zaman dulu dan waktu ini (keterkaitan tempat dan waktu), Dampak berpokok gejala ilmu permukaan bumi di masa lalu prospek akan terbawa setakat masa kini.

Contoh: kronologi suatu daerah menjadi sebuah daerah tingkat nan dapat dilihat dari segi kronologi lokasi dan hari. Perkembangan suatu distrik menjadi sebuah kota biasanya lebih kepada perkembangan ekonomi. Pendekatan historikal bisa memperalat analisis mengenai lokasi pusat – pusat perekonomian sebagai acuan internal urut-urutan suatu ii kabupaten.

Prinsip geografi segala apa sekadar?

1. Prinsip Distribusi 2. Prinsip Kawin 3. Prinsip Deskripsi 4. Kaidah Korologi

Apa namun prinsip ilmu permukaan bumi dan fungsinya?

1. Prinsip Distribusi

Fungsi cara distribusi ini digunakan untuk menelaah gejala dan fenomena ilmu permukaan bumi yang tersebar di latar bumi secara tidak setolok dan lain merata.

2. Pendirian Kombinasi

Fungsi prinsip perantaraan ini digunakan cak bagi menelaah perkariban nan saling tersapu antara gejala yang satu dengan gejala ilmu permukaan bumi yang tak dalam suatu ruang.

3. Prinsip Deskripsi

Fungsi pendirian deskripsi digunakan untuk memasrahkan penjelasan seterusnya akan halnya gejala-gejala yang terjadi di muka bumi yang dapat diamati.

4. Prinsip Korologi

Fungsi prinsip korologi ini bermaksud bagi menelaah gejala, fakta maupun permasalahan nan ada di suatu tempat yang ditinjau dari persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya dalam ulas tertentu.

Segala apa yang dimaksud dengan prinsip hubungan dan contohnya?

Prinsip deskripsi alias pencitraan menjadi salah satu prinsip ilmu permukaan bumi berikutnya. Kebaikan kaidah deskripsi digunakan bikin memberikan penjelasan lebih jauh tentang gejala-gejala yang terjadi di wajah bumi yang bisa diamati. Pendirian deskripsi ini sreg intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam akan halnya karakteristik yang tersendiri plong gejala-gejala geografi.

Mengapa mandu korologi?

Contoh kaidah geografi nan ragil adalah kaidah korologi atau perhubungan yang memadukan terbit gabungan 3 prinsip geografi yang sudah dibahas sebelumnya. Khasiat pendirian korologi ini berniat bakal menelaah gejala, fakta maupun permasalahan nan ada di suatu arena yang ditinjau mulai sejak persebarannya, interelasinya, interaksinya dan integrasinya dalam urat kayu tertentu.

Apa yang dimaksud dengan aji-aji geografi?

Mantra geografi merupakan suatu ilm yang didalamnya membahas akan halnya hal-hal yang berkaitan dengan marcapada terutama hubungan turunan nasib (individu, tumbuhan, dan hewan) dengan bumi. Oleh sebab itu, tak sedikit lagi yang menggunjingkan jikalau geografi adalah aji-aji bidang manjapada.

Kata sandang Terkait Prinsip Guna-guna geografi

ePerpus merupakan layanan bibliotek digital musim kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir bagi memudahkan internal mengelola persuratan digital Sira. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan kancing pecah penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Dia
  • Tersedia kerumahtanggaan platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard bikin menyibuk maklumat amatan
  • Makrifat statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/ilmu-geografi-dan-prinsip-geografi/