Apa Yang Dimaksud Warna Senada

Ilustrasi rona analogus. Foto: Unsplash


Internal mayapada


desain


dan


seni


rupa, warna analogus adalah salah satu jenis kombinasi warna yang dikelompokkan berlandaskan keharmonisannya. Jenis dandan ini banyak dipakai kerjakan mendekorasi ruangan karena dianggap makin hidup dan tidak membosankan.


Selain rona analogus, ada dua jenis dandan lain nan diketahui, ialah corak komplementer dan monokromatik. Mengutip buku


Dasar Desain Grafis


maka dari itu Kusnadi, warna komplementer yaitu warna yang memiliki kesan bertentangan satu dengan lainnya. Misalnya, dandan asfar dengan ungu, ahmar dengan hijau, dan sensasional dengan jingga.


Sedangkan, monokromatik adalah penyusunan bersendikan tingkat perpaduan


rona


hitam dan putih. Sederhananya, monokromatik hanya permainan antara warna hitam (gelap) dan putih (terang). Contohnya dramatis, biru muda, dan biru jompo, serta biram, bangkang taruna, dan merah tua.


Kembali bersabda mengenai corak analogus, warna ini sejatinya mempunyai susunan rona yang mirip seperti monokrom. Hanya, asosiasi warnanya lebih beraneka rupa, bukan sekadar tahir dan hitam. Bagi mengetahui lebih jelas apa itu warna analogus dan contohnya, simak penjelasan berikut ini.


Denotasi Warna Analogus dan Contohnya

Ilustrasi warna analogus. Foto: Unsplash


Warna analogus adalah tiga corak yang letaknya berapit internal lingkaran corak. Pergaulan warna analogus dapat berupa susunan corak berjenjang, berusul biru ke merah maupun biru ke kuning dengan tingkatan secara halus (tidak ekstrem).


Dijelaskan seterusnya dalam laman


Elle Decor

, warna analogus terdiri berasal satu rona dominan (kebanyakan warna primer ataupun sekunder), dandan pendukung (sekunder alias tersier), dan warna ketiga adalah campuran dua warna pertama atau rona yang paling kecil menonjol. Contoh dandan analogus antara bukan:


  • Kuning, baru, dan kuning kehijauan


  • Biru, violet, dan violet kebiruan


  • Jingga, merah, dan jingga kemerahan


  • Hijau, biru, dan hijau kebiruan


  • Sirah, violet, dan violet kemerahan


  • Jingga, kuning, dan jingga kekuningan

Ilustrasi perpaduan dandan analogus. Foto: Unsplash


Seperti yang disebutkan, gayutan warna analogus kian banyak diminati dibandingkan dandan monokromatik karena dapat menciptakan tampilan okuler menentramkan dan merujukkan. Kombinasi ni memberikan warna terang dan kalis sehingga tampak harmonis.


Menurut Vikalp Kaushik kerumahtanggaan situs


UX Bintang siarah

, harmonisasi warna analogus cocok digunakan lakukan menciptakan


desain


yang tenang dan nyaman. Jenis warna ini sekali lagi menimbulkan kesan elegan.


Pemilihan warna analog terbilang pas


tricky

. Karena semua dandan selaras satu sama bukan, skema warna analog memberikan kontras nan rendah. Jadi, pastikan Dia bisa menentukan kontras nan cukup ketika memilih skema rona analog. Pilihlah warna pertama bikin mendominasi, warna kedua laksana corak pendukung, dan dandan ketiga bak aksen.

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-warna-analogus-dan-contohnya-dalam-desain-1yLuTx6xdZf