Arti Like Mother Like Daughter

Like Mother, Like Daughter!


Seperti perkenalan awal perbahasaan “Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya”, istilah popular lain internal bahasa Inggris adalah Like Mother, Like Daughter. Di mana penting bahwa seorang anak asuh menentang menyerupai orang tuanya. Ya, aku juga cenderung meng–iyakan pepatah itu, karena sendiri anak cerek lebih sering melihat adat orangtuanya, itu sudah lalu menjadi hal yang normal bila sang anak akan meneladan orangtuanya. Bagaimana sang orangtua mendidik anaknya, dan mencetak anaknya akan datang mau jadi seperti barang apa.


Banyak keadaan nan memang menciptakan menjadikan aku manggut-manggut dan geleng-geleng kepala, kadang kagum, gemes, kadang kembali sedih ketika melihat polah tingkah Noofa. Misalnya, terbit Noofa bisa demonstrasi dan ngambek, ya Allah.. sedih sekali karena Noofa suka ngamuk nggak jelas, nangis dipol-polin, dan tantrum. Ketika aku sharing setolok Ibuku, eh Ibu malah tertawa dan bilang
“Yoo.. Podho koe jaman cilik” .
Sadar nggak bangun, kalau Noofa seperti itu, sekarang aku anggap seperti kaca bagiku dan kembali teringat kata-kata Ibu, “paling juga Noofa tiru aku”!


Ngomongin kebiasaan Noofa nan identik Koleris, berkemauan keras menciptakan menjadikan aku juga harus ekstra mengencangkan “ikat kepala”, lain mungkin aku berdiam diri saat Noofa ngamuk, aku harus mengingkari kebiasaan buruknya menjadi kebiasaan yang baik. Tentu, sebagai orangtua nan pengkhayal, aku tidak ingin kebiasaan burukku juga akan menjadi adat buruk Noofa, aku semata-mata ingin yang baik-baik saja dari aku yang Noofa tiru. Semua hamba allah pun pasti kepingin seperti apa yang aku inginkan!


Bicara soal kebiasaan lain, (barangkali) karena sudah menjadi hal yang bosor makan Noofa lihat, Noofa sekarang suka menyanyi, Noofa memang belum mengerti akan halnya apa itu HOBI, akan semata-mata kebiasaan itu membentuk aku menjadi mengerti alangkah yang dilakukan orangtua akan lebih banyak ditirukan anaknya. Aku pernah dua kali mengajak Noofa karaokean, bernyanyi bersenang-suka, mengenalkan microfon kerjakan pengeras suara saat bernyayi, kini Noofa bisa berimaginasi dengan benda yang anda pegang, detik ia menyayi rata-rata dia akan mencari pot patra kayu putih alias benda lain seperti lampu senter yang diimaginasikan sebagai Mic. Lucu memang, dan tinggal membahagiakan!






Noofa detik bernyayi dengan lampu busur senternya 😀


Menyanyi akan menjadi keadaan yang disukai Noofa (mungkin) kelak saat Noofa besar nanti, seperti aku yang memang suka menyanyi. Dan akan aku dukung selagi ini konstan di perkembangan yang baik dan positif, menggenangi bakat, dan berkreasi membawa prestasi. Bila teristiadat, bila suatu ketika tubin memang bakat menyanyi Noofa itu benar ada, aku kepingin Noofa mendendangkan lagu-lagu Islami seperti mana gambus dan qosidah saja, tapi entah bagaimana semangat lagu qosidah saat Noofa sudah besar tulat, semoga saja makin tumbuh. Amin 😀


Harapanku untuk Noofa, boleh sahaja meniru aturan orangtua, radiks yang baik dan bagus saja yang ditiru, lain meniru kebiasaan buruk Umimu ini, karena Umi juga nggak ingin jemah bila esok kamu mempunyai anak, adat buruk yang terserah di anda akan ditiru anakmu. Hehehe..


Kalau aku sendiri masih terus memiliki prinsip kerjakan selalu mengajarkan yang terbaik bakal Noofa, kami umpama kedua orangtua sepakat untuk memberikan contoh nan baik kepada Noofa. Kebayang nggak sih kalau nanti anak kita protes saat kita menyuruhnya buat sholat? Contoh: “Ngapain aku sholat, lha wong bapak nggak pernah sholat?” JLEEEBB! Ada satu harga diri Facebook Pak Hariyanto Wijoyo terlepas 21 Feb 2022 nan memadai mengetuk hatiku:



Turunan tua sholat + anak sholat = orang tua dan anak asuh masuk surga,


Ibu bapak enggak sholat + anak asuh sholat = orang sepuh masuk neraka dan anak timbrung surga,



Khalayak tua sholat + anak enggak sholat = ayah bunda dan anak masuk neraka.


Noorma Fitriana M. Zain

Noorma Fitriana M. Zain, koteng Ibu Rumah Tinggi dengan dua anak asuh perempuan yang cakap, hobby menulis dan berselancar di dunia maya, Ia bermula dari Kesesi – Pekalongan, dan kini domisili di Semarang. Keluaran Pascasarjana Unnes ini berpretensi mau menjadi Abdi Pendidikan yang berfaedah di mayapada alias di darul baka. Amin

Source: https://www.noormafitrianamzain.com/2014/02/like-mother-like-daughter.html