Arti Nama Mikail Dalam Islam

Terserah sebagian ulama nan tidak menyukai pemberian segel dengan merek para malaikat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Memberikan nama kepada anak bisa dihukumi makruh. Stempel yang dihukumi makruh ketika nama malaikat dan nama tembusan dalam Quran dipakai.

“Di antara tera-tanda yang makruh ialah jenama-nama para malaikat, seperti Jibril, Mikail dan Israfil. Makruh memberi nama hamba allah dengan nama-nama itu,” kata Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya
“Fiqih Bayi”.

Ibnu Qayyim menuliskan, Asyhub berkata, Imam Malik nikah ditanya tentang belas kasih nama Rohulkudus. Ia tidak menyukainya dan tidak tercabut dengan tera itu. Al-Qadhi Iyadh berkata, “Ada sebagian jamhur nan tidak menyukai pemberian nama dengan nama para malaikat. Itu adalah ucapan al-Harits bin Miskin. Ia bersuara, Pendeta Malik lain menyukai pemberian jenama Rohulkudus dan Yasin, sedangkan selain anda memperbolehkannya.”

Abdur-Razaq berkata dalam Al jami’, dari Ma’mar, dia bercakap, saya pertalian menyoal kepada Muhammad bin Serdak Sulaiman. “Segala apa pendapat anda tentang seseorang yang bernama Jibril dan Mikail? Dia menjawab, “Lain segala apa-apa.”

Padri Bukhari dalam Tarikh-nya bahwa Imam Ahmad polong Harits berfirman Abu Qatadah asy Syamu (bukan al-Harrani, meninggal periode 164 H) sudah lalu menceritakan kepada kami. Anda berkata, Abdullah bin Jarrah sudah menceritakan kepada kami, katanya bahwa cak semau seseorang cak bertengger kepada Nabi SAW bertanya, “Ya Rasulullah! Saya dikaruniai koteng anak tera apakah yang terbaik untuknya?”

Rasulullah menjawab. “Sesungguhnya nama yang terbaik bagi anda yaitu Harits dan Hammam. Sepermai-mulia nama adalah Abdullah dan Abdurrahman. Berilah etiket dengan cap para nabi dan Jangan memberi nama para malaikat.”

Orang itu bertanya juga. “Bolehkah dengan namamu?”

Beliau menjawab. “Boleh namaku, sekadar jangan dengan kuniyah-ku.”

Imam Baihaqi mengatakan, Imam Bukhari berbicara dalam riwayat tak ini.”Isnadnya perlu isnadnya terbiasa ditinjau.”

Memberi nama seseorang dengan nama-stempel Alquran dan surah-surahnya seperti (Thaha, Yasin, Hamim) juga dilarang. Imam Malik telah menyatakan k

makruh memberi nama dengan Yasin seperti disebut Pater Aa-Suhaili.

Adapun perkataan orang masyarakat panggul Yasin dan Thaha adalah sebagian pecah merek-segel Nabi Muhammad SAW tidaklah benar. Keadaan itu tak ada di intern Hadits Shahih, Hasan, atau Mursal dan bukan pun suka-suka di dalam atsar yang didengar dari salah seorang sahabat.

“Nama-nama itu sebenarnya hanyalah abjad-huruf seperti halnya Alif-Lam  Ha-Mimn dan Alif-Lam-Ra,” katanya.

Source: https://www.republika.co.id/berita/qh3j29430/hukum-menamai-anak-dengan-nama-malaikat-dan-surat-alquran