Bab Nifas Dalam Kitab Safinah









(فَصْلٌ) أَقَلُّ الْحَيْضِ : يَوْمٌ وَ لَيْلَةٌ وَ غَالِبُهُ سِتَّةٌ أَوْ سَبْعٌ وَ أَكْثَرُهُ خَمْسَةَ عَشَرَةَ يَوْمًا بِلَيَالِيهَا . أَقَلُّ الطُّهْرِ بَيْنَ الْحَيْضَتَيْنِ خَمْسَةَ عَشَرَةَ يَوْمًا وَ غَالِبُهُ أَرْبَعَةٌ وَ عِشْرُوْنَ يَوْمًا أَوْ ثَلَاثَةً وَ عِشْرُوْنَ يَوْمًا وَ لَاحَدَّ لِأَكْثَرِةِ .أَقَلُّ النِّفَاسِ مَجَّةٌ وّ غَالِبُهُ أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا وَ أَكْثَرُةُ سِتُّوْنَ يَوْمًا.


Paling sedikitnya masa haidh adalah satu perian satu lilin lebah, kebiasaannya (rata-rata) enam atau tujuh waktu dan minimal banyaknya masa haidh adalah 15 hari dengan malamnya.

Paling sekurang-kurangnya masa kudus antara dua haidh adalah 15 masa, kebiasaannya (kebanyakan) 24 periode ataupun 23 masa dan bukan ada batasan buat paling banyaknya masa suci.

Paling sedikitnya nifas adalah setetes, kabiasaannya (rata-rata) adalah 40 hari dan paling banyaknya masa nifas yaitu 60 masa.

Pembahasan

Talenta yang keluar berpangkal alat kelamin wanita cak semau 3, ialah darah haidh, darah nifas dan talenta istihadhoh. Setiap dari darah-darah tersebut memiliki hukum-hukum tersendiri.





1.




Haidh

Haidh adalah darah resan wanita yang keluar dari ujung ki gua garba dengan sehat, tak karena sebab ki kesulitan. Adapun bakat yang keluar karena penyakit bukanlah bakat haidh, melainkan darah istihadhoh.

Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda mengenai haidh:



هَذَا شَيْءٌ كَتَبَهُ اللهُ عَلَى بَنَاتِ اَدَمَ

“Ini (bakat haidh) adalah sesuatu yang Yang mahakuasa tentukan kepada para wanita.”








a.






Masa haidh

Darah yang keluar berasal kemaluan seorang cewek bisa di hukumi haidh jika keluar minimal mencapai suatu hari suatu malam atau 24 jam. Hitungan 24 jam ini bukanlah darah bersirkulasi terus –menerus alias keluar sehari semalam penuh, saja bakat nan keluar dalam musim 15 hari (di hitung dari keluarnya darah yang pertama) jika di besaran mencapai 24 jam atau makin.

Contoh: Sendiri perempuan sreg tanggal 1 juni memperlainkan bakat selama 5 jam dan hari berikutnya hingga tanggal 10 juni darah yang keluar jikalau di jumlah mencapai 24 jam maka pada tanggal 1 hingga 10 juni perempuan tersebut dihukumi haidh.

Umumnya darah haidh yang keluar dari alat vital perempuan yaitu 6 atau 7 hari, baik darah bersambung alias terputus putus dengan syarat semua talenta nan keluar mencapai 24jam atau lebih.

Sedang paling kecil banyaknya masa haidh ialah 15 tahun 15 malam. Artinya darah yang keluar dari alat vital amoi masih dihukumi haidh seandainya masih dalam cakupan/cak cakupan 15 hari (dihitung bermula masa pertama keluar darah).

Takdirnya darah yang keluar melebihi 15 hari, maka darah tersebut tidak dihukumi sebagai haidh tetapi darah istihadhoh. Jika ada pemisah (lain keluar bakat) antara darah yang terakhir keluar dengan darah berikutnya, maka darah yang mencapai 15 hari adalah haidh, sedang darah berikutnya adalah darah istihadhoh.

Tetapi, jika bakat bersambung pecah pengunci hari yang ke-15 dan lebih lanjut, maka darah yang demikian yakni darah haidh yang bercampur dengan istihadhoh. Sehingga teradat estimasi sendiri bakal menentukan mana darah haidh dan mana darah istihadhoh.








b.






Tahun masif

Paling kecil sedikitnya hari asli antara dua haidh adalah 15 musim. Artinya pembawaan yang keluar puas episode berikutnya bisa dihukumi seumpama darah haidh, kalau jarak antara keluarnya darah di hari akhir pada penggalan sebelumnya dengan darah yang permulaan kali keluar pada putaran berikutnya sampai ke 15 hari atau lebih.

Jika jarak antara kedua pembawaan tersebut belum mencecah 15 hari maka darah pada episode berikutnya belum disebut darah haidh tetapi istihadhoh yang terjadi pada masa kalis.

Contoh:
Darah seorang perempuan berakhir plong copot 14 Juni. Kemudian lega tanggal 30 Juni bakat kembali keluar, maka darah pada tanggal 30 Juni tersebut dapat dihukumi ibarat haidh bau kencur dengan syarat takdirnya bakat tersebut dijumlahkan maka mencapai 24 jam alias lebih.

Tetapi seandainya lega terlepas 24 Juni bakat kembali keluar, maka amoi tersebut belum dihukumi laksana haidh plonco, karena jarak antara tanggal 14 Juni (pengunci keluar bakat) dengan copot 24 Juni (bakat berikutnya) belum mencapai 15 hari dan terjadi di masa suci.

Umumnya tahun suci antara haidh degan haidh berikutnya merupakan 24 atau 23 masa. Kejadian ini dikarenakan secara publik seorang perempuan akan mengalami satu tahun zakiah dan satu periode haidh dalam sebulan (30 hari). Sehinga jika galibnya perempuan mengalami haidh selama 6 hari, maka masa sucinya yakni 24 perian. Begitu kembali takdirnya umumnya perempuan mengalami haidh selama 7 waktu, maka tahun sucinya ialah 23 hari.

Bukan suka-suka batas maksimal masa suci. Karena seorang perempuan terkadang tidak mengalami haidh sama sekali seumur hidupnya, sebagaimana yang terjadi lega Sayidah Fathimah Zahro (beliau bukan kawin mengalami haidh) atau pernah mengalami haidh kemudian berhendti dan
tidak nikah haidh lagi.





2.




Nifas

Nifas adalah darah yang keluar berpangkal kemaluan seorang perempuan setelah rahimnya nol dari kandungan. Tentang darah yang keluar bersamaan dengan keluarnya jabang bayi bukanlah bakat nifas, melainkan talenta thalk. Dan bakat yang keluar selepas melahirkan anak pertama, dalam kelahiran orok kembar, makanya adalah darah rusak bukan darah nifas.

Darah yang keluar dari kemaluan perempuan bisa dihukumi nifas dengan kodrat ibarat berikut:




1.


Darah keluar setelah rahim tidak cak semau/ kosong dari kandungan.
Takdirnya masih ada bagian tubuh bayi yang belum keluar (tertinggal dalam rahim) atau baru melahirkan suatu bayi pada kelahiran bayi kembar, maka darah tersebut enggak talenta nifas.




2.


Belum berpulang 15 masa dari kosongnya rahim.
Seandainya selepas rahim kosong (setelah melahirkan), kemudiansetelah 15 tahun talenta keluar, maka darah tersebut tidak bakat nifas tetapi darah haidh.




3.


Jika darah keluar dengan terputus-putus, maka jarak antara darah sebelumnya dengan talenta berikutnya belum sampai ke 15 tahun. Jikalau jarak antar pembawaan mencapai 15 hari, maka bukan lagi dihukumi pembawaan nifas tetapi dihukumi darah haidh (jika menunaikan janji syarat-syarat darah haidh).




4.


Talenta bukan melebihi 60 periode.
Takdirnya darah telah melebihi 60 perian, maka jika darah terputus setelah 60 periode maka darah tersebut adalah darah haidh. Tetapi jika terus berbimbing melebihi 60 perian, maka talenta tersebut adalah bakat nifas yang bercampur dengan istihadhoh. Sehingga diperlukan prediksi tersendiri untuk menentukan mana darah nifas dan mana darah istihadhoh.

Masa nifas

Lama talenta nan keluar pecah kemaluan kuntum yang diperlukan supaya dihukumi nifas yakni sebentar semata-mata. Umumnya talenta nifas terjadi hingga 40 hari dan paling banyaknya/paling lama masa nifas ialah 60 tahun.

Privat hadist yang diriwayatkan oleh Ummu Sulaim, beliau berkata:



كَانَتْ النُّفَسَاءُ تَجْلِسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا

“Amoi-amoi nifas duduk dimasa Rasulullah
sallallau ‘alaihi wa sallam
selama 40 hari.”





3.




Istihadhoh

Istihadhoh ialah darah yang keluar dari kemaluan cewek di selainhari-hari haidh dan nifas.

Putri istihadhoh tetap dihukumi suci, sehingga wajib melaksanakan shalat dan puasa Ramadhan. Ketika hendak mengerjakan shalat, maka ia perlu melakukan beberapa kejadian yang wajib dilakukan maka itu orang nan beser, yaitu membersihkan bakat, menyumpal kemaluan, membalutnya, menyertu dan bersegera untuk shalat.

Lampiran



1.


Semua hitungan darah yang keluar berpangkal kemaluan putri ialah berlandaskan hadist dan penggalian Imam Syafi’i sreg perempuan di masanya. Jika terjadi hal yang farik pada amoi jaman kini maka tetap mengikuti dan berpegangan pada penekanan Imam Syafi’i.


2.


Seorang amoi perlu mempelajari keadaan-situasi yang berkaitan dengan pikulan-kewajibannya. Diantaranya adalah teristiadat mencerna ilmu adapun haidh, nifas dan istihadhoh. Jika suaminya adalah hamba allah yang alim (bisa kerumahtanggaan permasalahan ini) maka teradat bakal mengajari istrinya.

Sekiranya suaminya tidak bisa dalam permasalahan ini, maka suami tidak dapat melarang istrinya lakukan keluar rumah guna mempelajari aji-aji tersebut. Kecuali jika suami bersedia untuk bertanya kepada anak adam nan bisa dalam permasalahan ini kemudian menyampaikan kepada istrinya.

و الله أعلم

Source: http://ayo-ngaji-online.blogspot.com/2015/05/safinah-bag-23-haih-nifas-itihadhoh.html