Bank Soal Sejarah Pendudukan Jepang Rumah Belajar

Jepang

日本国

Nipponkoku
maupun
Nihonkoku
(Jepang)

Bendera Jepang

Pan-ji-panji

{{{coat_alt}}}

Lambang

Semboyan:

Lagu nasional:

君が代

Kimigayo

(Indonesia: “Kekuasaan Nan Mulia”)

Lambang Pemerintah Jepang

Meterai Kantor Perdana Menteri dan Pemerintah Jepang

五七桐

Go-Shichi no Kiri

Japan (orthographic projection).svg
Perlihatkan Bumi

Flag-map of Japan.svg
Perlihatkan peta Bendera

Negeri yang dikendalikan oleh Jepang ditunjukkan dengan warna hijau – Kawasan yang diklaim ditunjukkan dengan warna hijau kilauan

Lokasi Jepang
Ibu ii kabupaten

(dan ii kabupaten terbesar)

Tokyo



35°41′Falak
139°46′E


 / 

35.683°Tepi langit 139.767°E
 /
35.683; 139.767


Bahasa resmi Lain ada¹
Bahasa nasional Jepang
Kerubungan etnik

(2011)

  • 98.5% Jepang
    •  ┗Suku Yamato
    •  ┗Suku Ainu
    •  ┗Suku Ryukyu
  • 0.5% Korea
  • 0.4% Tionghoa
  • 0.6% lainnya
Agama

(2018)[1]

  • 62% Tidak beragama/Shinto
  • 31% Buddhisme
  • 3% Sekte Shinto
  • 1% Kristen
  • 1% Agama tak
  • 2% Lain menjawab
Tadbir Keekaan parlementer monarki konstitusional

• Baginda

Naruhito

• Putra Mahkota

Fumihito

• Perdana Nayaka

Fumio Kishida
Legislatif Diet Kebangsaan

 – Majelis Pangkat

参議院
Sangi-in

 – Majelis Rendah

衆議院
Shūgi-in
Pembentukan

• Hari Pembentukan Negara

11 Februari 660 SM[2]

• Konstitusi Meiji

29 November 1890

• Konstitusi ketika ini

3 Mei 1947

• Perjanjian San Francisco

28 April 1952
Luas

 – Total

377,974 km2
(61)

 – Perairan (%)

3.55
Penduduk

 – Antisipasi 2021

Penurunan
125,360,000[4]
(11)

 – Sensus Penduduk 2015

127,094,745[5]

 – Kerapatan

334/km2
(24)
PDB(KKB) 2021

 – Total

Kenaikan
$5.586 triliun[6]
(4)

 – Masing-masing kapita

Kenaikan
$44,585 (27)
PDB(nominal) 2021

 – Total

Kenaikan
$5,378 triliun[6]
(3)

 – Per kapita

Kenaikan
$42,928 (23)
Gini(2018)
Steady
 33,4[7]


sedang
 · 78
IPM(2019) Kenaikan 0,919[8]


sangat tahapan
 · 19
Mata uang Rupe (¥) /


(JPY)
Zona waktu JST
(UTC+9)
Ukuran terlepas
  • yyyy-mm-dd
  • yyyy年m月d日
  • Erayy年m月d日
    (Era Reiwa−2019)
Lajur kemudi kidal
Kode telepon +81
Kode ISO 3166 JP
Ranah Internet .jp

Situs web lazim

www.japan.go.jp

  1. Diet Nasional Jepang belum secara stereotip memberlakukan undang-undang yang menyatakan bahwa bahasa Jepang adalah bahasa protokoler negara.[9]

Jepang
(Jepang:
日本国,


Tentang suara iniNihonkoku

) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Lautan Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bersebelahan dengan Tiongkok, Korea Kidul, dan Rusia. Pulau-pulau minimum paksina bakir di Laut Okhotsk, dan wilayah minimum selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Tiongkok Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bersebrangan dengan Taiwan.

Jepang terdiri mulai sejak 6.852 pulau[10]
dan menjadikannya bak negara kepulauan. Pulau-pulau terdahulu dari paksina ke kidul adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekeliling 97% area daratan Jepang berlimpah di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-dolok, dan sebagian di antaranya merupakan ardi berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Jabal Fuji yang yakni sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 miliun jiwa, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara
de facto
yakni ibu daerah tingkat Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan cak bagi Tokyo dan sejumlah kota yang berlambak di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di bumi, Tokyo Raya berpenduduk kian bermula 30 juta orang.

Menurut mitologi Jepang, Kekaisaran Jepang didirikan oleh yang dipertuan Jimmu sreg abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki Jepang yang lain terputus hingga saat ini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya lazimnya perian fungsi sebenarnya berada di tangan syogun, samurai, daimyō dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut konstitusi Jepang musim 1947, Jepang adalah negara kesatuan monarki konstitusional di bawah pimpinan kaisar Jepang dan parlemen Jepang.

Misal negara maju di bidang ekonomi,[11]
Jepang memiliki dagangan tempatan bruto terbesar nomor dua pasca- Amerika Serikat, dan timbrung dalam belai tiga raksasa keadilan kemampuan berbelanja. Jepang yaitu anggota Universitas Bangsa-Nasion, G8, Organisasi kerjakan Kerjasama dan Peluasan Ekonomi, dan Kolaborasi Ekonomi Asia Pasifik. Jepang n kepunyaan kekuatan militer nan memadai lengkap dengan sistem pertahanan modern sama dengan AEGIS serta skuat laskar besar kapal perusak. Dalam penggalasan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di marcapada. Sebagai negara maju, penduduk Jepang n kepunyaan standar semangat yang tingkatan (peringkat ke-8 dalam daftar negara menurut indeks pembangunan manusia) dan angka pamrih hayat termulia di marcapada menurut perkiraan PBB.[12]
N domestik bidang teknologi, Jepang berbudaya di bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika.

Etimologi

[sunting
|
sunting mata air]

Jepang disebut
Nippon
atau
Nihon
intern bahasa Jepang. Kedua pembukaan ini ditulis dengan fonem tajin yang sama, yaitu
日本
(secara harfiah: asal-muasal matahari).[13]
Sebutan
Nippon
kerap digunakan dalam urusan resmi, termasuk cap negara internal komisi Jepang, prangko, dan pertandingan olahraga dunia semesta. Padahal, sebutan
Nihon
digunakan dalam urusan tidak resmi seperti musyawarah sehari-hari.

Pengenalan
Nippon
dan
Nihon
berguna “negara/negeri syamsu terbit”. Segel ini disebut dalam pergaulan Imperium Jepang dengan Dinasti Sui di Tiongkok, dan merujuk kepada letak Jepang yang produktif di sebelah timur daratan Tiongkok. Sebelum Jepang memiliki sangkutan dengan Tiongkok, negara ini dikenal sebagai
Yamato
(大和).[14]
Di Tiongkok plong zaman Tiga Negara, sebutan lakukan Jepang adalah negara
Wa
().

Dalam Bahasa Tionghoa dialek Shanghai yang termasuk salah satu dialek Wu, aksara Tionghoa
日本
dibaca sebagai
Zeppen
([zəʔpən]). Internal dialek Wu, leter

secara bukan resmi dibaca sebagai [niʔ] provisional secara resmi dibaca misal [zəʔ]. Kerumahtanggaan sejumlah dialek Wu Kidul,
日本
dibaca seumpama [niʔpən] yang mirip dengan nama kerumahtanggaan bahasa Jepang.

Pengenalan
Jepang
dalam bahasa Indonesia kemungkinan mulai sejak berpokok bahasa Tionghoa, tepatnya bahasa Wu. Bahasa Melayu Klasik juga menyebut negara ini umpama
Jepang
(namun ejaan bahasa Malaysia mempekerjakan ejaan
Jepun). Introduksi Jepang intern bahasa Melayu ini kemudian dibawa ke Dunia Barat makanya pedagang berbunga Kerajaan Portugis,[15]
yang mengenal sebutan ini saat berada di Malaka pada abad ke-16. Mereka lah yang pertama kali membudayakan stempel bahasa Melayu tersebut ke Eropa. Arsip tertua privat bahasa Inggris yang memanggil tentang Jepang ialah sepucuk surat dari tahun 1565, yang di dalamnya bertuliskan alas kata
Giapan.[16]
[17]

Album

[sunting
|
sunting perigi]

Prasejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah dihuni manusia purba sedikitnya 600.000 tahun nan lalu, puas hari Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi lega masa jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui titian darat (dengan Sakhalin di utara, dan probabilitas Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan pengungsian manusia, binatang, dan tanaman ke Gugusan pulau Jepang dari provinsi yang kini yakni Republik Rakyat Tiongkok dan Tanjung Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles nan mula-mula di mayapada, sekitar musim 30.000 SM.

Dengan berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode nan kian pesam, kebudayaan Jomon unjuk pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan gaya hidup pemburu-penadah semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan kerajinan porselen terawal di dunia. Diperkirakan bahwa penduduk Jomon merupakan karuhun suku Proto-Jepang dan tungkai Ainu kontemporer.

Dimulainya tahun Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran teknologi-teknologi bau kencur begitu juga bercocok tanam padi di sawah yang berpengairan dan teknik pembuatan perkakas berpangkal logam dan perunggu nan dibawa serta migran-migran dari Tiongkok ataupun Korea.

Kerumahtanggaan sejarah Tiongkok, orang Jepang pertama mungkin disebut dalam naskah album klasik,
Buku Han
yang ditulis Puas tahun 111 Serani.[18]
Sesudah periode Yayoi disebut periode Kofun plong sekitar tahun 250 Masehi, yang bercirikan didirikannya distrik-negeri militer yang kuat. Menurut
Catatan Sejarah Tiga Negara, negara paling ulung di kepulauan Jepang waktu itu ialah Yamataikoku.

Zaman Klasik

[sunting
|
sunting sumber]

Adegan ki kenangan Jepang meninggalkan tindasan terjadwal dimulai pada abad ke-5 dan abad ke-6 Masehi, ketika sistem Coretan Tionghoa, Agama Buddha, dan kebudayaan Tionghoa lainnya dibawa masuk ke Jepang berpangkal Imperium Baekje di Semenanjung Korea.

Kronologi selanjutnya, yaitu Agama Buddha di Jepang dan seni rupa nan sebagian ki akbar dipengaruhi oleh Budaya Tiongkok.
[19]
Sungguhpun awalnya kedatangan Agama Buddha ditentang penguasa yang menganut Agama Shinto, kalangan yang berkuasa akhirnya ikut memajukan agama Buddha di Jepang, dan menjadi agama nan tenar di Jepang sejak Perian Asuka.[20]

Melalui perintah Reformasi Taika puas musim 645, Jepang menyusun ulang sistem pemerintahannya dengan mencontoh dari Tiongkok. Hal ini membuka perkembangan bagi filsafat Konfusianisme Tiongkok bikin menjadi dominan di Jepang sampai abad ke-19.

Masa Nara nan berlangsung sreg abad ke-8 Serani menandai sebuah area Jepang dengan kekuasaan yang tersentralisasi. Ibu ii kabupaten dan istana Kerajaan produktif di Heijo-kyo (kini Nara). Pada Periode ini, Jepang secara terus menerus mengadopsi praktik administrasi tadbir berpokok Tiongkok. Salah satu pencapaian terbesar sastra Jepang pada Periode Nara yaitu selesainya buku rekaman Jepang nan disebut
Kojiki
(古事記)
dan
Nihon Shoki
(日本書紀).[21]

Pada tahun 784 Masehi, Emir Kammu memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō, dan berada di sana hanya selama 10 masa. Setelah itu, ibu ii kabupaten dipindahkan sekali lagi ke Heian-kyō (masa ini Kyoto). Kepindahan ibu kota ke Heian-kyō mengawali Periode Heian yang merupakan musim keemasan kebudayaan klasik jati Jepang, terutama di permukaan seni, syair dan Sastra Jepang.
Hikayat Genji
karya Murasaki Shikibu dan lirik lagu kebangsaan Jepang
Kimi ga Yo
berasal dari tahun Heian.[22]

Zaman Pertengahan

[sunting
|
sunting sumber]

Abad medio di Jepang yaitu zaman feodalisme nan ditandai oleh perebutan dominasi antarkelompok penguasa yang terdiri dari ksatria nan disebut samurai. Puas tahun 1185, selepas melanggarkan perahu Klan Taira yang yakni klan saingan Klan Minamoto, Minamoto no Yoritomo diangkat misal Shogun, dan menjadikannya pemimpin militer yang berbagi supremsi dengan Kaisar. Pemerintahan militer yang didirikan Minamoto no Yoritomo disebut Keshogunan Kamakura karena pusat tadbir berada di Kamakura (di arah selatan Yokohama kontemporer). Pasca- wafatnya Minamoto no Yoritomo, klan Hōjō membantu keshogunan ibarat
shikken, yakni semacam adipati bagi para shogun. Keshogunan Kamakura berhasil menahan serangan Kerajaan Mongol dari wilayah Tiongkok. Sungguhpun secara politik terbilang stabil, Keshogunan Kamakura akhirnya digulingkan maka itu Syah Go-Daigo yang menyembuhkan kekuasaan di tangan sultan. Kaisar Go-Daigo alhasil digulingkan Ashikaga Takauji plong 1336.[23]
Keshogunan Ashikaga gagal menyergap kekuatan penguasa militer dan pemilik tanah feodal (daimyo) dan berbunga perang saudara plong perian 1467 (Perang Ōnin) yang mengawali masa satu abad nan diwarnai persangkalan antarfaksi yang disebut musim negeri-area saling berperang ataupun musim Sengoku.[24]

Pada abad ke-16, para pedagang dan misionaris Maskapai Yesuit dari Portugal tiba cak bagi permulaan kalinya di Jepang, dan mengawali persilihan perniagaan dan kebudayaan yang aktif antara Jepang dan Mayapada Barat (Perdagangan dengan Nanban). Hamba allah Jepang menyebut orang luar dari Dunia Barat sebagai
namban
nan berarti orang barbar terbit selatan.

Oda Nobunaga menaklukkan daimyo-daimyo pesaingnya dengan mengaryakan teknologi Eropa dan senjata api. Nobunaga dempet berhasil memusatkan Jepang sebelum tewas terbunuh internal Peristiwa Honnōji 1582. Toyotomi Hideyoshi menggantikan Oda Nobunaga, dan mencatatkan dirinya sebagai pemersatu Bangsa Jepang pada tahun 1590. Toyotomi Hideyoshi berusaha menguasai Jazirah Korea, dan dua kali berbuat invasi ke Korea, namun gagal setelah kalah privat pertempuran mengembari pasukan Dinasti Joseon nan dibantu kekuatan Dinasti Ming. Sesudah Hideyoshi wafat, pasukan Hideyoshi ditarik dari Semenanjung Korea pada musim 1598.[25]

Sepeninggal Hideyoshi, putra Hideyoshi yang bernama Toyotomi Hideyori mewarisi kekuasaan sang ayah. Tokugawa Ieyasu memanfaatkan posisinya umpama adipati bagi Hideyori untuk mengumpulkan dukungan politik dan militer bersumber daimyo-daimyo enggak. Setelah mengalahkan klan-klan pendukung Hideyori dalam Perlagaan Sekigahara tahun 1600, Ieyasu diangkat seumpama shogun pada tahun 1603. Tadbir militer nan didirikan Ieyasu di Edo (sekarang Tokyo) disebut Keshogunan Tokugawa. Keshogunan Tokugawa curiga terhadap kegiatan misionaris Basilika Katolik, dan melarang segala pergaulan dengan individu-makhluk Eropa. Hubungan perdagangan dibatasi sekadar dengan pedagang Belanda di Pulau Dejima, Nagasaki. Pemerintah Tokugawa juga menjalankan beragam ketatanegaraan seperti mana undang-undang
buke shohatto
kerjakan mengendalikan daimyo di negeri. Puas waktu 1639, Keshogunan Tokugawa mulai menjalankan kebijakan
sakoku
(“negara tertutup”) nan berlangsung selama dua setengah abad yang disebut periode Edo. Walaupun menjalani masa isolasi, basyar Jepang terus mempelajari hobatan-ilmu dari Mayapada Barat. Di Jepang, ilmu berpokok buku-kancing Barat disebut
rangaku
(ilmu belanda) karena bermula berasal kontak orang Jepang dengan enklave orang Belanda di Dejima, Nagasaki. Pada periode Edo, orang Jepang pula memulai studi adapun Jepang, dan menamakan “riset nasional” tentang Jepang sebagai
kokugaku.[26]

Zaman Modern

[sunting
|
sunting sumber]

Pada 31 Maret 1854, kedatangan Komodor Matthew Perry dan “Kapal Hitam” Bala Laut Amerika Serikat memaksa Jepang untuk membeberkan diri terhadap Mayapada Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Persetujuan-persetujuan lebih jauh dengan negara-negara Barat sreg masa Bakumatsu mengirimkan Jepang ke dalam kemelut ekonomi dan politik. Kalangan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa mutakadim encer, dan mengadakan pertempuran sebatas berpokok Perang Boshin tahun 1867-1868. Setelah Keshogunan Tokugawa ditumbangkan, yuridiksi dikembalikan ke tangan paduka (Pembaruan Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji, Jepang mengadopsi sistem politik, syariat, dan militer berpunca Dunia Barat. Lemari kecil Jepang mengatak Majelis syura Aji, mengekspresikan Konstitusi Meiji, dan mewujudkan Parlemen Imperium. Restorasi Meiji mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri maju dan sekaligus kelebihan militer dunia yang menimbulkan konflik militer ketika berusaha memperluas pengaturan teritorial di Asia. Setelah mengalahkan Tiongkok n domestik Perang Tiongkok-Jepang dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang, Jepang mengatasi Taiwan, secebir berpunca Sakhalin, dan Korea.[27]

Pada awal abad ke-20, Jepang mengalami “kerakyatan Taisho” yang dibayang-bayangi bangkitnya ekspansionisme dan militerisme Jepang. Semasa Perang Dunia I, Jepang berlambak di pihak Serikat dagang yang memenangi, sehingga Jepang dapat memperluas dominasi dan daerah kekuasaan. Jepang terus menjalankan politik ekspansionis dengan menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun kemudian, Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pasca- berbahagia kecaman jagat atas pencaplokan Manchuria. Plong hari 1936, Jepang menandatangani Pakta Berlawanan-Komintern dengan Jerman Nazi, dan bergabung berintegrasi bersama Jerman dan Italia membentuk Blok Poros pada waktu 1941[28]

Pada tahun 1937, penyerbuan Jepang ke Manchuria menembakkan terjadinya Perang Tiongkok-Jepang Kedua (1937-1945) yang membuat Jepang dikenakan embargo patra oleh Amerika Kongsi[29]
Pada 7 Desember 1941, Jepang mencerca pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan menyatakan perang terhadap Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Serangan Pearl Harbor menyeret AS ke privat Perang Dunia II. Setelah persuasi militer yang tingkatan di Raksasa Pasifik, Jepang kehabisan wilayah-kawasan yang dimilikinya lega awal perang. Amerika Maskapai mengerjakan pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota osean lainnya. Selepas AS menjatuhkan pangkalan molekul di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang jadinya menunduk tanpa syarat kepada Sekutu plong 15 Agustus 1945 (Hari Kemenangan atas Jepang).[30]

Perang membawa penderitaan lakukan rakyat Jepang dan rakyat di wilayah jajahan Jepang. Berjuta-juta orang tewas di negara-negara Asia nan diduduki Jepang di bawah jargon Kemakmuran Bersama Asia. Dekat semua industri dan infrastruktur di Jepang hancur akibat perang. Pihak Konsorsium melakukan repatriasi besar-besaran etnik Jepang semenjak negara-negara Asia yang pernah diduduki Jepang.[31]
Pengadilan Militer Internasional cak bagi Timur Jauh yang diselenggarakan pihak Sekutu menginjak 3 Mei 1946 berakhir dengan dijatuhkannya azab kerjakan beberapa majikan Jepang yang terbukti bersalah berbuat kejahatan perang.

Pada tahun 1947, Jepang memberlakukan Konstitusi Jepang yang baru. Beralaskan konstitusi baru, Jepang ditetapkan laksana negara yang menganut paham pasifisme dan mengutamakan praktik Demokrasi liberal. Pendudukan Amerika Serikat terhadap Jepang secara lazim berakhir sreg waktu 1952 dengan ditandatanganinya Perjanjian San Francisco.[32]
Meskipun demikian, tentara Amerika Serikat tetap mempertahankan bandar-pelabuhan berarti di Jepang, khususnya di Okinawa. Perserikatan Bangsa-Bangsa secara secara sah menerima Jepang sebagai anggota lega hari 1956.

Seusai Perang Dunia II, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan menurunkan Jepang misal kekuatan ekonomi terbesar nomor dua di manjapada, dengan rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 10% sendirisendiri hari sepanjang empat dasawarsa. Pesatnya pertumbuhan ekonomi Jepang bercerai puas tadinya musim 1990-an setelah jatuhnya ekonomi gelembung.[33]

Ilmu permukaan bumi

[sunting
|
sunting sumber]

Jepang memiliki lebih berpunca 3.000 pulau yang terdapat di tepi laut Osean Pasifik di timur benua Asia. Istilah Kepulauan Jepang merujuk kepada empat pulau besar, berpangkal utara ke selatan, Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu, serta Kepulauan Ryukyu nan berlimpah di selatan Kyushu. Seputar 70% hingga 80% berpunca daerah Jepang terdiri bermula gunung-gunung yang berhutan-wana,[34]
[35]
dan cocok untuk perkebunan, pabrik, serta permukiman. Daerah yang curam berbahaya kerjakan dihuni karena risiko kapling longsor akibat gempa bumi, kondisi tanah nan lunak, dan hujan lebat. Oleh karena itu, permukiman pemukim terpusat di negeri pesisir. Jepang teragendakan salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia.[36]

Sakurajima adalah ancala berapi teraktif di Jepang

Gempa dunia berkapasitas terbatas dan kadang-kadang letusan dolok berapi sering dialami Jepang karena letaknya di atas Kalangan Api Pasifik di pertemuan tiga lempeng tektonik. Gempa bumi yang merusak sering menyebabkan tsunami. Setiap abadnya, di Jepang terjadi sejumlah kali tsunami.[37]
Gempa dunia osean yang terjadi akhir-akhir ini di Jepang yakni Gempa mayapada Chūetsu 2004 dan Gempa bumi segara Hanshin hari 1995. Keadaan geografi menyebabkan Jepang punya banyak sumber perigi panas, dan sebagian lautan di antaranya telah dibangun sebagai daerah pamrih pariwisata.[38]

Jepang berada di provinsi beriklim sedang dengan pembagian catur periode nan jelas. Meskipun demikian, terdapat perbedaan iklim yang ekstrem antara wilayah episode lor dan negeri adegan selatan.[39]
Puas musim hambar, Jepang adegan utara seperti Hokkaido mengalami musim salju, namun sebaliknya wilayah Jepang bagian selatan beriklim subtropis. Iklim lagi dipengaruhi tiupan angin musim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik plong musim campah, dan sebaliknya pada musim memberahikan.

Iklim Jepang terbagi atas enam zona iklim:

  • Hokkaido: Kawasan paling kecil utara beriklim madya dengan perian dingin yang panjang dan membekukan, serta tahun panas yang sejuk. Presipitasi tidak besar, belaka salju banyak jebluk ketika masa dingin.
  • Laut Jepang: Di pantai barat Pulau Honshu, tiupan kilangangin kincir bermula barat laut membawa salju yang sangat deras. Pada waktu panas, area ini makin sejuk dibandingkan kawasan Pasifik. Walaupun demikian, master di daerah ini kadang rasi boleh menjadi sangat tinggi akibat fenomena kilangangin kincir fohn.
  • Legok Tinggi Tengah: Kawasan ini beriklim pedalaman dengan perbedaan suhu lazimnya musim panas-tahun cahang yang sangat tajam. Perbedaan hawa antara lilin lebah periode dan siang hari juga sangat mencolok.
  • Laut Pedalaman Seto: Laskar pegunungan di wilayah Chugoku dan Shikoku menahan jalur tiupan angin tahun, sehingga kawasan ini sepanjang tahun beriklim medium.
  • Ki akbar Pasifik: Kawasan pesisir bagian timur Jepang mengalami musim anyep yang silam dingin, doang tidak banyak anjlok salju. Sebaliknya, musim memberahikan menjadi begitu lembek akibat tiupan angin musim dari tenggara.
  • Gugusan pulau Ryukyu: Gugusan pulau di barat daya Jepang termasuk Kepulauan Ryukyu beriklim subtropis, hangat sewaktu musim adem dan hawa yang tinggi sepanjang musim panas. Presipitasi dulu tahapan, terutama selama hari hujan. Taifun sangat sering terjadi.

Suhu termulia yang pernah termasuk di Jepang yaitu 40,9 °C (105,6 °F) sreg 16 Agustus 2007.[40]

Masa hujan dimulai lebih sediakala di Okinawa, adalah sejak awal Mei. Garis depan musim hujan bersirkulasi ke utara, namun berakhir di Jepang utara sebelum mengaras Hokkaido. Di sebagian besar negeri Honshu, awal musim hujan dimulai pertengahan Juni dan berlangsung selama enam ahad. Taifun sering terjadi selama September dan Oktober. Penyebabnya adalah impitan tropis di garis khatulistiwa yang mengalir dari barat daya ke timur laut, dan comar membawa hujan abu yang sangat lebat.[39]

Politik

[sunting
|
sunting sumber]

Anggota dewan

[sunting
|
sunting sumber]

Jepang menganut sistem negara monarki konstitusional nan sangat membatasi pengaturan Kaisar Jepang. Umpama kepala negara konvensional, geta Sunan Jepang diatur dalam konstitusi sebagai “fon negara dan pemersatu rakyat”. Yuridiksi pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang dan anggota tersortir Parlemen Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya produktif di tangan rakyat Jepang.[41]
Kaisar Jepang bertindak sebagai kepala negara dalam urusan diplomatik.

Parlemen Jepang yakni wakil rakyat dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem Inggris. Parlemen Jepang terdiri berusul Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis Rendah Jepang terdiri berbunga 480 parlemen. Anggota majelis rendah dipilih secara berbarengan makanya rakyat setiap 4 tahun sekali atau setelah majelis rendah dibubarkan. Majelis Tahapan Jepang terdiri dari 242 wakil rakyat yang memiliki tahun jabatan 6 tahun, dan dipilih langsung oleh rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun ke atas memiliki hak kerjakan memilih.[11]

Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para nayaka. Bendahara Menteri ialah salah sendiri anggota parlemen dari partai mayoritas di Majelis Cacat. Partai Demokrat Liberal (LDP) berhak di Jepang sejak 1955, kecuali pada masa 1993. Pada perian itu terbimbing pemerintahan koalisi yang hanya berusia singkat dengan partai oposisi. Puak oposisi terbesar di Jepang yakni Partai Demokratis Jepang.[42]

Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Patih Menteri diangkat melampaui penyaringan di antara anggota Parlemen.[43]
Bila Majelis Kurang dan Majelis Pangkat masing-masing n kepunyaan calon perdana nayaka, maka nomine dari Majelis Rendah nan diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berusul berpokok partai mayoritas di legislator. Nayaka-nayaka kabinet diangkat maka itu Perdana Nayaka. Kanjeng sultan Jepang mengangkat Patih Menteri berdasarkan keputusan Parlemen Jepang,[44]
dan memberi persepakatan atas pengangkatan nayaka-menteri kabinet.[45]
Mangkubumi Menteri memerlukan dukungan dan kepercayaan berpokok anggota Majelis Rendah lakukan mengotot sebagai Perdana Nayaka.

Keluarga kekaisaran

[sunting
|
sunting sumber]

Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko (terpandang tengah), serta Pangeran Naruhito dan amputan (di sebelah kanan).

Kaisar Naruhito adalah Aji Jepang yang kini. Kaisar Naruhito panjat singgasana sebagai kaisar ke-126 sehabis ayahandanya, Paduka Akihito merosot takhta pada 1 Mei 2022. Kaisar Naruhito menikah dengan Cewek Mahkota Masako yang bersumber dari gudi rakyat konvensional, dan dikaruniai anak perempuan bernama Aiko (Cewek Toshi). Adik Kaisar Naruhito bernama Syah Akishino nan menikah dengan Kiko Kawashima nan sekali lagi dari dari rakyat protokoler. Pangeran Akishino memiliki dua momongan perawan, adalah (Putri Mako dan Putri Kako), serta anak maskulin bernama Ratu Hisahito.

Hubungan asing wilayah dan militer

[sunting
|
sunting sumber]

Jepang punya pertautan ekonomi dan militer nan akrab dengan Amerika Maskapai, dan menjalankan kebijakan luar distrik berdasarkan pakta keamanan Jepang-AS.[46]
Sejak diterima menjadi anggota Perguruan tinggi Nasion-Bangsa plong musim 1956, Jepang telah sepuluh kali menjadi anggota lain tetap Dewan Keamanan PBB, tersurat tahun 2009-2010.[47]
Jepang yaitu salah satu negara G4 nan menengah mengusulkan perluasan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.[48]
Sebagai negara anggota G8, APEC, ASEAN Sesak 3, dan peserta Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur, Jepang aktif dalam hubungan internasional dan memperketat persahabatan Jepang dengan negara-negara lain di seluruh manjapada. Pakta baluwarti dengan Australia ditandatangani pada Maret 2007,[49]
dan dengan India lega Oktober 2008.[50]
Pada hari 2007, Jepang merupakan negara donor Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) terbesar kelima di dunia.[51]
Negara penerima bantuan ODA terbesar pecah Jepang merupakan Indonesia, dengan total bantuan kian dari AS$29,5 miliar dari tahun 1960 sampai 2006.[52]

Jepang bergesekan dengan Rusia mengenai Gugusan pulau Kuril[53]
dan dengan Korea Kidul mengenai Batu Liancourt.[54]
Kepulauan Senkaku yang di bawah tadbir Jepang dipermasalahkan oleh Republik Rakyat Tiongkok dan Taiwan.[55]

Pasal 9 Konstitusi Jepang berisi penolakan terhadap perang dan penggunaan guna bersenjata kerjakan mengendalikan persengketaan internasional. Pasal 9 Ayat 2 mandraguna pelarangan kepemilikan tentara bersenjata dan penangkisan atas hak keterlibatan dalam perang.[56]
[57]
Jepang punya Pasukan Bela Diri nan berada di radiks Departemen Pertahanan, dan terdiri dari Barisan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF), Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF), dan Angkatan Gegana Bela Diri Jepang (JASDF). Sreg musim 1991, kapal bulu ayam ranjau Barisan Laut Bela Diri Jepang ikut menjernihkan ranjau laut di Teluk Persia (lepas pantai Kuwait) bersama kapal penyapu ranjau berpokok okta- negara.[58]
[59]
Atas petisi Tadbir Pergantian PBB di Kamboja (1992-1993), Jepang mengirimkan pengamat gencatan senjata, pemantau pemilihan umum, polisi sipil, dan dukungan logistik seperti pembaruan jalan dan jambatan.[60]
Di Irak, pasukan nontempur Jepang membantu misi manusiawi dan kegiatan rekonstruksi prasarana mulai Desember 2003 hingga Februari 2009.[59]
[61]
[62]

Pembagian administratif

[sunting
|
sunting sumur]

Jepang terdiri dari 47 prefektur, masing-masing diawasi oleh gubernur, birokrasi legislatif dan eksekutif. Setiap prefektur dibagi lagi menjadi ii kabupaten, kota dan desa.[63]
Negara ini sedang mengalami reorganisasi administrasi dengan menggabungkan banyak metropolis, ii kabupaten kecil dan desa dengan satu proporsional tidak. Proses ini akan mengurangi jumlah wilayah eksekutif sub-prefektur dan diharapkan boleh memotong biaya administrasi.[64]

Hokkaido Prefektur Aomori Prefektur Akita Prefektur Iwate Prefektur Yamagata Prefektur Miyagi Prefektur Fukushima Prefektur Niigata Prefektur Tochigi Prefektur Gunma Prefektur Ibaraki Prefektur Nagano Prefektur Saitama Prefektur Chiba Tōkyō Metropolis Prefektur Kanagawa Prefektur Toyama Prefektur Ishikawa Prefektur Gifu Prefektur Fukui Prefektur Yamanashi Prefektur Shizuoka Prefektur Aichi Prefektur Shiga Prefektur Kyoto Prefektur Mie Prefektur Nara Prefektur Hyōgo Prefektur Ōsaka Prefektur Wakayama Prefektur Tottori Prefektur Okayama Prefektur Shimane Prefektur Hiroshima Prefektur Yamaguchi Prefektur Kagawa Prefektur Tokushima Prefektur Ehime Prefektur Kochi Prefektur Fukuoka Prefektur Ōita Prefektur Saga Prefektur Nagasaki Prefektur Kumamoto Prefektur Miyazaki Prefektur Kagoshima Prefektur Okinawa Tōkyō Metropolis Prefektur Kanagawa Prefektur Ōsaka Prefektur Wakayama

Regions and Prefectures of Japan 2.svg

Tentang gambar ini

Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Perkongsian. Sistem pendidikan Barat diterapkan di Jepang, dan ribuan orang Jepang dikirim ke Amerika Konsorsium dan Eropa lakukan sparing. Lebih dari 3.000 orang Eropa dan Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang.[65]
Pada sediakala periode Meiji, pemerintah membangun jalan kereta jago merah, adimarga, dan memulai reformasi kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik dan guri kapal untuk dijual kepada swasta dengan harga murah. Sebagian dari firma yang didirikan puas masa Meiji berkembang menjadi
zaibatsu, dan sejumlah di antaranya masih beroperasi hingga kini.[65]

Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an cinta disebut “keluarbiasaan ekonomi Jepang”, yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an, 5% pada perian 1970-an, dan 4% pada hari 1980-an.[65]
Sepuluh tahun 1980-an merupakan hari keemasan ekspor otomotif dan produk elektronik ke Eropa dan Amerika Konsorsium sehingga terjadi surplus perbandingan perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi terhadap yen. Plong Februari 1987, tingkat diskonto jamak diturunkan sebatas 2,5% sebaiknya produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah terjadi kemerosotan debit ekspor akibat menguatnya yen. Kesannya, terjadi surplus likuiditas dan penemuan uang lelah dalam jumlah besar. Judi menyebabkan harga saham dan realestat terus meningkat, dan berakibat lega penggelembungan harga harta benda. Harga tanah terutama menjadi sangat jenjang akibat adanya “saga tanah” bahwa harga tanah tidak akan roboh.[33]
Ekonomi gelembung Jepang jatuh pada tadinya musim 1990-an akibat kebijakan uang pilih-pilih yang dikeluarkan Bank of Japan pada 1989, dan peningkatan tingkat diskonto lazim menjadi 6%.[33]
Plong 1990, pemerintah mengeluarkan sistem baru fiskal penguasaan tanah dan bank diminta kerjakan mewatasi pemodalan aset properti. Penanda rata-rata Nikkei dan harga tanah jatuh pada Desember 1989 dan perian gugur 1990.[33]
Pertumbuhan ekonomi mengalami kelumpuhan puas 1990-an, dengan angka kebanyakan pertumbuhan ekonomi aktual tetapi 1,7% sebagai akibat penghijauan modal yang tidak efisien dan penggelembungan harga aset pada 1980-an. Institusi keuangan bersedia dan menerima angka bermasalah karena telah mengeluarkan pinjaman uang dengan jaminan persil atau saham. Usaha pemerintah menyaingi pertumbuhan ekonomi doang tekor yang berbuah dan lebih lanjut terhambat maka itu kelesuan ekonomi global sreg tahun 2000.[66]

Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia sehabis Amerika Kawan, Jepang bersama Jerman dan Korea Selatan adalah 3 negara nan perantaraan menyenaraikan diri sebagai negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang ki kenangan dunia,[67]
dengan PDB nominal sekeliling AS$4,5 triliun.[67], dan perekonomian terbesar ke-3 di dunia selepas AS dan Republik Rakyat Tiongkok dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.[68]
Industri utama Jepang adalah sektor perbankan, asuransi, realestat, membahu eceran, transportasi, telekomunikasi, dan konstruksi.[69]
Jepang memiliki industri berteknologi tinggi di latar otomotif, elektronik, mesin perkakas, baja dan logam non-besi, perkapalan, industri ilmu pisah, tekstil, dan pengolahan tembolok.[66]
Sebesar tiga perempat dari komoditas tempatan bruto Jepang dari bersumber sektor jasa.

Sebatas hari 2001, jumlah barisan kerja Jepang mencapai 67 miliun orang.[70]
Tingkat pengangguran di Jepang sekitar 4%. Puas tahun 2007, Jepang menempati urutan ke-19 privat produktivitas karyawan.[71]
Menurut indeks Big Mac, tenaga kerja di Jepang membujur upah per jam terbesar di dunia. Toyota Otak, Mitsubishi UFJ Financial, Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph & Telephone, Canon, Matsushita Electric Industrial, Honda, Mitsubishi Corporation, dan Sumitomo Mitsui Financial adalah 10 ki akbar perusahaan Jepang pada tahun 2008.[72]
Sejumlah 326 perusahaan Jepang timbrung ke dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari 2000 perusahaan publik terbesar di dunia (data tahun 2006).[73]
Ekspor impor Saham Tokyo memiliki kuantitas kapitalisasi pasar terbesar nomor dua di dunia. Indeks dari 225 saham perusahaan besar yang diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo disebut Nikkei 225.[74]

Privat Indikator Kemudahan Berbisnis, Jepang menempati peringkat ke-12, dan tertera salah satu negara beradab dengan birokrasi paling sederhana. Kapitalisme model Jepang mempunyai beberapa ciri khas. Keiretsu yakni grup propaganda yang beranggotakan firma yang silih n kepunyaan kooperasi bisnis dan kepemilikan saham. Negosiasi upah (shuntō) berikut perbaikan kondisi kerja antara manajemen dan serikat buruh dilakukan setiap awal musim semi. Budaya bisnis Jepang mengenal konsep-konsep tempatan, seperti
Sistem Nenkō,
nemawashi,
salaryman, dan
office lady. Firma di Jepang mengenal kenaikan pangkat berdasarkan senioritas dan jaminan jalan hidup seumur usia.[75]
[76]
Kejatuhan ekonomi gelembung yang diikuti kebangkrutan gencar dan pemutusan hubungan kerja menyebabkan tempah pekerjaan sama tua kehidupan menginjak ditinggalkan.[77]
[78]
Perusahaan Jepang dikenal dengan metode penyelenggaraan sama dengan The Toyota Way. Aktivisme pemegang saham sangat jarang.[79]
Intern Indeks Otonomi Ekonomi, Jepang menempati sa-puan ke-5 negara paling laissez-faire di antara 41 negara Asia Pasifik.[80]

Total ekspor Jepang pada masa 2005 adalah 4.210 rial AS masing-masing kapita. Pasar ekspor terbesar Jepang tahun 2006 adalah Amerika Serikat 22,8%, Uni Eropa 14,5%, Tiongkok 14,3%, Korea Kidul 7,8%, Taiwan 6,8%, dan Hong Kong 5,6%. Produk ekspor favorit Jepang adalah alat transportasi, wahana bermotor, elektronik, mesin-mesin listrik, dan incaran ilmu pisah.[66]
Negara sumber impor terbesar bikin Jepang plong hari 2006 adalah Tiongkok 20,5%, AS 12,0%, Teteh Eropa 10,3%, Arab Saudi 6,4%, Embuk Emirat Arab 5,5%, Australia 4,8%, Korea Selatan 4,7%, dan Indonesia 4,2%. Impor utama Jepang adalah mesin-mesin dan radas, minyak bumi, bahan perut, tekstil, dan target mentah lakukan industri.[66]

Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai AS$ 14 miliar).[81]
Jepang berada di peringkat ke-6 setelah RRT, Peru, Amerika Sindikat, Indonesia, dan Chili, dengan total tangkapan ikan nan terus melandai sejak 1996.[82]
[83]

Pertanian adalah sektor pabrik andalan sebatas beberapa tahun seusai Perang Marcapada II. Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50% bala kerja berada di bidang persawahan. Sepanjang “masa keajaiban ekonomi Jepang”, legiun kerja di bidang pertanian terus menyusut sebatas sekitar 4,1% puas tahun 2008.[84]
Puas Februari 2007 terdapat 1.813.000 keluarga pembajak komersial, namun di antaranya doang kurang terbit 21,2% atau 387.000 keluarga pekebun pengusaha.[85]
Sebagian ki akbar angkatan kerja perladangan sudah berusia lanjur, temporer angkatan kerja jiwa muda hanya sedikit nan berkarya di bidang pertanian.[86]
[87]

Diperkirakan oleh pengamat ekonomi bahwa, Jepang bersama Korea Selatan, India dan RRT akan benar-benar mendominasi dunia sreg tahun 2030 dan mematahkan pengaruh barat atas perekonomian manjapada.

Demografi

[sunting
|
sunting sumber]

Pemandangan perempatan Shibuya pada lilin lebah hari. Perempatan Shibuya dikenal sangat ramai dengan penyeberang jalan.

Populasi Jepang diperkirakan sekeliling 127,614 juta sosok (anggaran 1 Februari 2009).[88]
Awam Jepang homogen intern etnis, budaya dan bahasa, dengan sedikit populasi pelaku luar. Di antara minus penduduk minoritas di Jepang terdapat bani adam Korea Zainichi,[89]
Tionghoa Zainichi, orang Filipina, orang Brazil-Jepang,[90]
dan khalayak Peru-Jepang.[91]
Pada 2003, cak semau sekitar 136.000 orang Barat yang menjadi ekspatriat di Jepang.[92]

Nasional Jepang diberikan kepada bayi yang dilahirkan pecah ayah atau ibu berkewarganegaraan Jepang, ayah berkewarganegaraan Jepang yang wafat sebelum bayi lahir, ataupun orok nan lahir di Jepang dengan ayah/ibu tidak diketahui/enggak n kepunyaan kewarganegaraan.[93]
Suku bangsa yang paling dominan merupakan penduduk asli yang disebut tungkai Yamato dan kerubungan minoritas utama yang terdiri berpangkal pemukim asli tungkai Ainu[94]
dan Ryukyu, ditambah kelompok minoritas secara sosial yang disebut
burakumin.[95]

Lega tahun 2006, tingkat harapan vitalitas di Jepang adalah 81,25 hari, dan merupakan keseleo satu tingkat intensi hidup tertinggi di dunia.[96]
Saja populasi Jepang dengan cepat menua misal dampak dari letusan kelahiran pascaperang diikuti dengan penurunan tingkat kelahiran. Lega masa 2004, sekitar 19,5% dari populasi Jepang telah berumur di atas 65 masa.[97]

Perubahan intern struktur demografi menyebabkan sejumlah kebobrokan sosial, terutama kecenderungan menurunnya populasi tentara kerja dan meningkatnya biaya jaminan sosial sebagaimana tip pensiun. Komplikasi tak termasuk meningkatkan generasi muda yang memilih bakal tidak menikah maupun memiliki keluarga saat dewasa.[98]
Populasi Jepang dikhawatirkan akan terban menjadi 100 juta pada tahun 2050 dan makin melandai setakat 64 juta pada musim 2100.[97]
Pakar demografi dan pengarah pemerintah kini dalam perdebatan panas kuku mengenai prinsip menangani masalah penurunan total pemukim.[98]
Imigrasi dan insentif uang lakukan kelahiran bayi cak acap disarankan andai pemecahan masalah penduduk Jepang yang semakin menua.[99]
[100]

Anggaran teratas jumlah penganut agama Buddha sekaligus Shinto adalah 84-96% yang menunjukkan besarnya jumlah pengikut sinkretisme dari kedua agama tersebut.[11]
[101]
Walaupun demikian, antisipasi tersebut cuma didasarkan plong jumlah orang yang diperkirakan ada korespondensi dengan kuil, dan bukan jumlah penghuni nan alangkah-alangkah menganut kedua agama tersebut.[102]
Professor Robert Kisala (berpangkal Sekolah tinggi Nanzan) mengumpamakan semata-mata 30% berpangkal penduduk Jepang yang menanggung menganut suatu agama.[102]

Taoisme dan Konfusianisme dari Tiongkok juga memengaruhi kepercayaan dan tradisi Jepang. Agama di Jepang cenderung berkepribadian sinkretisme dengan hasil aktual bineka macam pagar adat, seperti ayah bunda membawa anak-momongan ke upacara Shinto, pelajar berdoa di kuil Shinto meminang lulus tentamen, ijab kabul ala Barat di kapel maupun gereja Kristen, sementara pemakaman diurus makanya kuil Buddha. Penduduk beragama Kristen hanya minoritas sejumlah (2.595.397 juta ataupun 2,04%).[103]
Galibnya orang Jepang mencoket sikap tidak peduli terhadap agama dan melihat agama sebagai budaya dan tradisi. Bila ditanya mengenai agama, mereka akan mengatakan bahwa mereka beragama Buddha hanya karena nenek moyang mereka menganut salah satu sekte agama Buddha. Selain itu, di Jepang sejak pertengahan abad ke-19 bermunculan berbagai sekte agama baru (Shinshūkyō) seperti Tenrikyo dan Aum Shinrikyo (alias Aleph).

Bertambah dari 99% penduduk Jepang bertutur bahasa Jepang perumpamaan bahasa ibu.[88]
Bahasa Jepang adalah bahasa aglutinatif dengan tuturan sembah (prolog honorifik) yang mencerminkan tinggi dalam masyarakat Jepang. Pemilihan kata kerja dan daftar kata menunjukkan pamor pembicara dan mustami. Menurut kamus bahasa Jepang
Shinsen-kokugojiten, kosakata dari Tiongkok berjumlah seputar 49,1% dari vokabuler keseluruhan, prolog-kata nirmala Jepang sahaja 33,8% dan kata serapan sekitar 8,8%.[104]
Bahasa Jepang ditulis memakai aksara kanji, hiragana, dan katakana, ditambah huruf Latin dan penulisan ponten Arab. Bahasa Ryukyu nan sekali lagi termasuk salah satu batih bahasa Japonik dipakai manusia Okinawa, tetapi tetapi sedikit dipelajari anak-anak.[105]
Bahasa Ainu yaitu bahasa hening dengan hanya sedikit penutur suci nan sudah lalu berusia lanjut di Hokkaido.[106]
Murid sekolah kawasan dan swasta di Jepang hanya diharuskan belajar bahasa Jepang dan bahasa Inggris.[107]

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumber]

Pendidikan dasar dan menengah, serta pendidikan strata diperkenalkan di Jepang pada 1872 sebagai hasil Restorasi Meiji.[108]
Sejak 1947, program wajib belajar di Jepang mewajibkan setiap warga negara bikin bikin bersekolah selama 9 masa di Sekolah Asal dan Sekolah Menengah Mula-mula (berusul usia 6 setakat 15 periode). Di dok penduduk berumur 15 waktu ke atas, tingkat melek leter sebesar 99%, lelaki: 99%; perempuan: 99% (2002).[109]

Damping semua murid melanjutkan ke Sekolah Sedang Atas, dan menurut MEXT sekitar 75,9% lulusan sekolah medium atas pada tahun 2005 meneruskan ke perhimpunan, akademi, sekolah kesigapan, atau kerangka pendidikan tahapan lainnya.[110]
Pendidikan di Jepang habis kompetitif,[111]
khususnya dalam ujian masuk perguruan tangga. Dua peringkat teratas universitas di Jepang ditempati makanya Universitas Tokyo dan Universitas Keio.[112]
Internal peringkat yang disusun Program Penilaian Pelajar Internasional berpokok OECD, pengetahuan dan keterampilan momongan Jepang berusia 15 tahun produktif di peringkat nomor enam terbaik di dunia.[113]

Peringkat internasional

[sunting
|
sunting sumber]

  • Indeks Pembangunan Makhluk – peringkat ke-19 dan 4 besar di Asia
  • Penanda Kemandirian Pers – peringkat ke-11
  • PDB – peringkat ke-3
  • Indikator Kualitas Umur – peringkat ke-17
  • Indeks Kecaburan Korupsi – peringkat ke-17
  • Indeks Kebebasan Ekonomi – peringkat ke-17
  • Laporan Daya Siung Global – peringkat ke-7
  • Peringkat manjapada FIFA – peringkat 28
  • Jumlah Perdagangan Internasional – peringkat 2

Budaya

[sunting
|
sunting sendang]

Kinkaku-ji atau ‘Kuil Emas Pavilion’ di Kyoto dan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya bersih Jomon nan kukuh dengan pengaturan dari luar distrik nan menyusul. Mula-mula Tiongkok dan Korea banyak mengirimkan dominasi, dari dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tali peranti budaya Yunani dan India, memengaruhi seni dan keyakinan Jepang sejak abad ke-6 Serani, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaturan Eropa menonjol, disusul dengan kontrol Amerika Sindikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Mayapada II. Jepang timbrung mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami, ukiyo-e), kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku, joget tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan leluri (permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, ujana Jepang), serta tembolok Jepang.

Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, kecondongan, film, karangmengarang, permainan video, dan musik Jepang menyepakati sambutan hangat di seluruh manjapada, terutama di negara-negara Asia yang tidak. Cowok Jepang gemar menciptakan
trend
baru dan kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh manjapada. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk dagangan-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan maka dari itu pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

Chakinzushi, sushi yang dibungkus telur dadar tipis.

Bau kencur-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai: ahli olahraga. Kemasyhuran anak ningrat bisbol Jepang di Amerika Perkongsian meningkatkan pemahaman warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.

Nafkah naik daun

[sunting
|
sunting mata air]

Insan Jepang umumnya senang memakan makanan tradisi mereka. Sebagian lautan acara TV pada waktu sore dikhususkan lega penemuan dan penghasilan ki gua garba tradisional yang bermutu. Tembolok Jepang mencetak keunggulan di seluruh marcapada dengan sushi, yang biasanya dibuat dari beraneka rupa jenis lauk hijau yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi campah dan sashimi sreg tahun panas, sedangkan ramen seksi dan shabu-shabu puas periode dingin.

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Dentsu Communication Institute, Japan Research Center:
    Sixty Countries’ Values Databook
    (世界60カ国価値観データブック) (2000).

  2. ^

    Menurut legenda, Jepang didirikan oleh Sultan Jimmu, Sang Kaisar Pertama.

  3. ^


    “Facts about Japan, General Information”. Diakses terlepas
    January 29,
    2022
    .





  4. ^


    “Population Estimates Monthly Report May 2022)”. Statistics Bureau of Japan. May 20, 2022.




  5. ^


    “2015 Population Census: Basic Complete Tabulation on Population and Households”
    (PDF). Statistics Bureau of Japan. October 2022. Diakses tanggal
    January 2,
    2022
    .




  6. ^


    a




    b




    “World Economic Outlook database: April 2022”. International Monetary Fund. April 2022.




  7. ^


    “Income inequality”. OECD. Diarsipkan dari versi zakiah copot September 18, 2022. Diakses tanggal
    May 21,
    2022
    .





  8. ^


    “Human Development Report 2022”
    (PDF)
    (internal bahasa Inggris). United Nations Development Programme. December 15, 2022. Diakses terlepas
    December 15,
    2022
    .





  9. ^



    法制執務コラム集「法律と国語・日本語」
    (n domestik bahasa Japanese). Legislative Bureau of the House of Councillors. Diakses tanggal
    January 19,
    2009
    .





  10. ^


    [Jepang http://fpcj.jp/old/e/mres/publication/ff/pdf_07/01_land.pdf “Facts and Figures of Japan 2007 01: Land“]
    (PDF). Foreign Press Center Japan. Diarsipkan
    (PDF)
    dari varian kalis copot 2009-07-31. Diakses terlepas
    2009-07-04
    .




  11. ^


    a




    b




    c




    “World Factbook; Japan”. CIA. 2007-03-15. Diarsipkan dari versi nirmala tanggal 2022-12-25. Diakses copot
    2007-03-27
    .





  12. ^

    United Nations World Population Propsects: 2006 revision Diarsipkan 2022-07-21 di Wayback Machine. – Table A.17 for 2005-2010

  13. ^


    Schreiber, Mark (26 November 2022). “You say ‘Nihon,’ I say ‘Nippon,’ or let’s call the whole thing ‘Japan’?”.
    The Japan Times. Diarsipkan semenjak versi asli tanggal 2022-06-13. Diakses terlepas
    20 May
    2022
    .





  14. ^


    “Re: にほん or にっぽん”.
    www.sf.airnet.ne.jp. Diarsipkan dari varian lugu sungkap 2022-06-15. Diakses tanggal
    2009-10-23
    .





  15. ^



    Word Histories and Mysteries: From Abracadabra to Zeus. Houghton Mifflin Harcourt. October 13, 2004. ISBN 978-0-547-35027-1.





  16. ^

    Luīs Fróis, “Of the Ilande of Giapan” (February 19, 1565), published in Richard Willes, “The History of Travayle in the West and East Indies” (London 1577), cited in “Travel Narratives from the Age of Discovery”, by Peter C. Mancall, pp. 156–57.

  17. ^


    Batchelor, Robert K. (January 6, 2022).
    London: The Selden Map and the Making of a Global City, 1549–1689. University of Chicago Press. hlm. 76, 79. ISBN 978-0-226-08079-6.




    In Richard Wille’s 1577 book “The History of Travalye in the West and East Indies”

  18. ^


    Brown, Delmer M.; Hall, John Whitney; Jansen, Marius B.; Shively, Donald H.; Twitchett, Denis (1988).
    The Cambridge History of Japan: Volume 1
    (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 275. ISBN 978-0-521-22352-2. Diarsipkan berasal versi tulus tanggal 2022-01-29. Diakses tanggal
    2020-06-27
    .





  19. ^


    Delmer M. Brown (ed.), ed. (1993).
    The Cambridge History of Japan. Cambridge University Press. hlm. 140–149.





  20. ^


    William Gerald Beasley (1999).
    The Japanese Experience: A Short History of Japan. University of California Press. hlm. 42. ISBN 0520225600. Diarsipkan bermula versi safi tanggal 2022-04-13. Diakses tanggal
    2007-03-27
    .





  21. ^


    Conrad Totman (2002).
    A History of Japan. Blackwell. hlm. 64–79. ISBN 978-1405123594.





  22. ^


    Conrad Totman (2002).
    A History of Japan. Blackwell. hlm. 122–123. ISBN 978-1405123594.





  23. ^


    George Sansom (1961).
    A History of Japan: 1334–1615. Stanford. hlm. 42. ISBN 0-8047-0525-9.





  24. ^


    George Sansom (1961).
    A History of Japan: 1334–1615. Stanford. hlm. 217. ISBN 0-8047-0525-9.





  25. ^


    Stephen Turnbull (2002).
    Samurai Invasion: Japan’s Korean War. Cassel. hlm. 227. ISBN 978-0304359486.





  26. ^


    Hooker, Richard (1999-07-14). “Japan Glossary; Kokugaku”. Washington State University. Diarsipkan bersumber versi tahir tanggal 2006-08-28. Diakses tanggal
    2006-12-28
    .





  27. ^


    Jesse Arnold. “Japan: The Making of a World Superpower (Imperial Japan)”. vt.edu/users/jearnol2. Diarsipkan berpokok varian asli tanggal 2007-04-09. Diakses copot
    2007-03-27
    .





  28. ^


    Kelley L. Ross. “The Pearl Harbor Strike Force”. friesian.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-24. Diakses tanggal
    2007-03-27
    .





  29. ^


    Roland H. Worth, Jr. (1995).
    No Choice But War: the United States Embargo Against Japan and the Eruption of War in the Pacific. McFarland. ISBN 0-7864-0141-9.





  30. ^


    “Japanese Instrument of Surrender”. educationworld.net. Diarsipkan dari versi sejati tanggal 2006-12-31. Diakses copot
    2006-12-28
    .





  31. ^

    When Empire Comes Home: Repatriation and Reintegration in Postwar Japan by Lori Watt Diarsipkan 2009-03-04 di Wayback Machine., Harvard University Press

  32. ^


    Joseph Coleman (2006-03-06). “52 coup plot bid to rearm Japan: CIA”. The Japan Times. Diarsipkan semenjak varian suci tanggal 2022-07-17. Diakses terlepas
    2007-04-03
    .




  33. ^


    a




    b




    c




    d




    Kobayashi, Kayo (2005).
    日本の経済: Japanese Economy, The. IBC Publishing. ISBN 4-8968-4147-6.





  34. ^


    Japan“. Microsoft Encarta Online Encyclopedia. 2006. Diarsipkan semenjak versi ikhlas tanggal 2008-12-16. Diakses tanggal
    2006-12-28
    .





  35. ^


    “Japan Information—Page 1”. WorldInfoZone.com. Diarsipkan bermula versi kalis tanggal 2007-09-02. Diakses terlepas
    2006-12-28
    .





  36. ^


    “World Population Prospects”. UN Department of Economic and Social Affairs. Diarsipkan pecah varian steril rontok 2010-08-19. Diakses sungkap
    2007-03-27
    .





  37. ^


    “Tectonics and Volcanoes of Japan”. Oregon State University. Diarsipkan berpokok versi asli copot 2007-02-04. Diakses rontok
    2007-03-27
    .





  38. ^


    “Attractions: Hot Springs”. JNTO. Diarsipkan dari varian asli copot 2007-03-02. Diakses tanggal
    2007-04-01
    .




  39. ^


    a




    b




    “Essential Info: Climate”. JNTO. Diarsipkan berpokok versi kudus tanggal 2022-02-18. Diakses copot
    2007-04-01
    .





  40. ^


    “Gifu Prefecture sees highest temperature ever recorded in Japan – 40.9”. Japan News Review Society. 2007-08-16. Diarsipkan berpangkal versi murni copot 2022-08-18. Diakses tanggal
    2007-08-16
    .





  41. ^


    “The Constitution of Japan”. House of Councillors of the National Diet of Japan. 1946-11-03. Diarsipkan pecah versi tahir tanggal 2007-03-17. Diakses tanggal
    2007-03-10
    .





  42. ^


    “A History of the Liberal Democratic Party”. Liberal Democratic Party of Japan. Diarsipkan semenjak versi kudus tanggal 2007-10-17. Diakses sungkap
    2007-03-27
    .





  43. ^

    http://www.houko.com/00/01/S21/000.HTM#s5 Diarsipkan 2009-03-13 di Wayback Machine. Konstitusi Jepang Ki 5, Kabinet (第5章 内閣)

  44. ^

    http://www.houko.com/00/01/S21/000.HTM#s1 Diarsipkan 2009-03-13 di Wayback Machine. Konstitusi Jepang Bab 1 Pasal 6, Kaisar (第1章 天皇)

  45. ^

    http://www.houko.com/00/01/S21/000.HTM#s1 Diarsipkan 2009-03-13 di Wayback Machine. Konstitusi Jepang Pintu 1 7 Butir 5, Syah (第1章 天皇)

  46. ^


    Michael Green. “Japan Is Back: Why Tokyo’s New Assertiveness Is Good for Washington”. Cak benar Clear Politics. Diarsipkan dari versi kudus tanggal 2022-05-01. Diakses tanggal
    2009-03-08
    .





  47. ^


    “Japan: non-permanent member of the Security Council”. United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-16. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  48. ^


    Nile Gardiner, Ph.D. and Brett D. Schaefer. “U.Tepi langit. Security Council Expansion Is Not in the U.S. Interest”. Heritage Foundation. Diarsipkan dari versi ceria tanggal 2008-09-18. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  49. ^


    “MOFA: Japan-Australia Joint Declaration on Security Cooperation”.
    www.mofa.go.jp. Diarsipkan berbunga versi kalis tanggal 2022-04-14. Diakses tanggal
    2020-04-14
    .





  50. ^


    “MOFA: Joint Declaration on Security Cooperation between Japan and India (October 22, 2008)”.
    www.mofa.go.jp. Diarsipkan semenjak versi asli terlepas 2022-04-14. Diakses sungkap
    2020-04-14
    .





  51. ^


    “Debt Pahatan is down: Other ODA rises slightly”. Organisation for Economic Co-Operation and Development. Diarsipkan dari versi kalis sungkap 2008-09-19. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  52. ^


    “Sejarah Pertolongan ODA Jepang di Indonesia”. Situs Bantuan ODA Jepang di Indonesia. Diarsipkan pecah versi kudus copot 2010-01-12. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  53. ^


    “Japan’s island row with Russia”. BBC News. 2006-08-16. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2009-02-21. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  54. ^


    “Seoul and Tokyo hold island talks”. BBC News. 2006-04-20. Diarsipkan dari varian kalis tanggal 2006-11-30. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  55. ^


    “The Basic View on the Sovereignty over the Senkaku Islands”. Kementerian Asing Negeri Jepang. Diarsipkan dari versi tahir tanggal 2010-09-30. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  56. ^


    “The Constitution of Japan”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-12-14. Diakses rontok
    2009-03-12
    .





  57. ^


    Kosechi, Soseki. “Mengkaji Kembali Revisi Konstitusi Jepang”. Diarsipkan dari versi masif terlepas 2022-01-12. Diakses tanggal
    2009-03-12
    .





  58. ^


    “Section 3. Japan’s Response to the Post-Gulf Crisis Problems”.
    Diplomatic Bluebook 1991: Japan’s Diplomatic Activities. Kementerian Luar Distrik Jepang. Diarsipkan berpokok versi asli tanggal 2007-12-11. Diakses copot
    2009-03-10
    .




  59. ^


    a




    b




    “航空自衛隊イラク復興支援派遣撤収業務隊による撤収業務の終結に関する命令の発出について”. Kementerian Benteng. 2009-02-10. Diarsipkan dari versi putih tanggal 2022-10-12. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





  60. ^


    “Japan’s Participation in UN Peacekeeping Operations: International Peace Cooperation Assignment in Cambodia”. Secretariat of the International Peace Cooperation Headquarters, Cabinet Office. 2009-02-10. Diakses tanggal
    2009-03-10
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  61. ^


    “Prime Minister Encourages Japan Air Self-Defense Force (JASDF) to be Dispatched to Iraq”. Kantor Perdana Menteri Jepang. 2003-12-24. Diarsipkan pecah versi tulus tanggal 2009-03-10. Diakses rontok
    2009-03-10
    .





  62. ^


    “2009年2月16日付防衛省人事発令”
    (PDF). Kementerian Pertahanan. 2009-02-16. Diarsipkan
    (PDF)
    bersumber versi polos tanggal 2022-03-08. Diakses sungkap
    2009-03-10
    .





  63. ^


    McCargo, Duncan (2000).
    Contemporary Japan. Macmillan. hlm. 84–85. ISBN 0333710002.





  64. ^


    Mabuchi, Masaru (May 2001). “Municipal Amalgamation in Japan
    (PDF). World Bank. Diarsipkan
    (PDF)
    dari versi masif copot 2022-11-06. Diakses terlepas
    December 28,
    2006
    .




  65. ^


    a




    b




    c




    “Japan: Patterns of Development”. country-data.com. 1994. Diarsipkan dari versi steril terlepas 2006-12-03. Diakses tanggal
    2006-12-28
    .




  66. ^


    a




    b




    c




    d




    “World Factbook; Japan—Economy”. CIA. 2006-12-19. Diarsipkan dari versi murni copot 2022-12-25. Diakses tanggal
    2006-12-28
    .




  67. ^


    a




    b




    “World Economic Outlook Database; country comparisons”. IMF. 2006-09-01. Diarsipkan dari versi nirmala tanggal 2022-06-04. Diakses tanggal
    2007-03-14
    .





  68. ^


    “NationMaster; Economy Statistics”. NationMaster. Diarsipkan mulai sejak varian asli tanggal 2007-03-14. Diakses copot
    2007-03-26
    .





  69. ^

    er 6 Manufacturing and Construction Diarsipkan 2009-11-13 di Wayback Machine., Statistical Handbook of Japan, Ministry of Intern Affairs and Communications

  70. ^


    “Piagam inskripsi”. Diarsipkan dari versi asli sungkap 2007-09-27. Diakses tanggal
    2009-03-09
    .





  71. ^


    “Groningen Growth and Development Centre”.
    University of Groningen. 27 Jul 2022. Diarsipkan dari versi lugu copot 2022-04-10. Diakses copot
    2020-04-14
    .





  72. ^

    Japan 500 2008 Diarsipkan 2009-02-11 di Wayback Machine., Financial Times Diakses puas 8 Maret 2009]

  73. ^


    “The Forbes 2000 – Forbes.com”.
    www.forbes.com. Diarsipkan dari versi ceria tanggal 2022-08-29. Diakses tanggal
    2020-04-14
    .





  74. ^

    Market data. Diarsipkan 2007-10-11 di Wayback Machine. New York Stock Exchange (2006-01-31). Diakses pada 2007-08-11.

  75. ^


    “Japan’s Economy: Free at last”. The Economist. 2006-07-20. Diarsipkan dari versi asli sungkap 2007-10-11. Diakses copot
    2007-03-29
    .





  76. ^


    “The State and Change in the “Lifetime Employment” in Japan: From the End of War Through 1995″. Research Institute of Economy, Trade and Industry (RIETI). November 2004. Diarsipkan berpunca varian asli tanggal 2007-06-13. Diakses terlepas
    2007-03-29
    .





  77. ^


    “Life-time Employment (終身雇用)”. exBuzzWords. Diarsipkan dari versi tulen tanggal 2007-02-07. Diakses rontok
    2007-03-28
    .





  78. ^


    “Going hybrid”. Diarsipkan berpunca varian zakiah terlepas 2022-09-30. Diakses rontok
    2020-04-14

    – via The Economist.





  79. ^

    Activist shareholders swarm in Japan Diarsipkan 2009-02-02 di Wayback Machine., The Economist

  80. ^

    Japan Diarsipkan 2008-12-19 di Wayback Machine., Index of Economic Freedom

  81. ^


    “The State of World Fisheries and Aquaculture 2006”
    (PDF). FAO Fisheries and Aquaculture Department FAO. 2007. ISBN 978-92-5-105568-7. Diarsipkan
    (PDF)
    berpokok versi jati tanggal 2009-02-20. Diakses tanggal
    2009-03-02
    .





  82. ^


    “Yearbooks of Fishery Statistics: World fisheries production, by capture and aquaculture, by country (2006)”
    (PDF). Fisheries and Aquaculture Department FAO. 2006. Diarsipkan dari versi kudrati
    (PDF)
    tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal
    2009-03-08
    .





  83. ^



    The World Almanac and book of facts 2008. World Almanac Books. 2008. hlm. 94. ISBN 1-60057-072-0.





  84. ^


    “Employed person by occupation and sex (労働力調査 長期時系列データ 職業別就業者数)”. Statistics Bureau, Director General for Policy Planning (Statistical Standards) 総務省統計局. Diarsipkan bersumber versi tahir tanggal 2009-02-28. Diakses terlepas
    2009-03-09
    .





  85. ^

    Zaidan Hōjin Yano Tsuneta Kinenkai, 財団法人矢野恒太記念会 (2008). p.134 Diagram 13-6 dan catatan kaki. “Definisi keluarga pekebun komersial (hambai nōka) adalah keluarga dengan luas lahan lebih mulai sejak 3.000 m² ataupun pendapatan cemar makin berasal \500.000 masing-masing tahun; definisi batih petani pabrikan (shugyō nōka) adalah tanggungan yang berpenghasilan terdepan dari pertanian, dan memiliki kepala keluarga berusia di dasar 65 tahun yang bekerja di lahan pertanian kian dari 60 tahun masing-masing waktu.”

  86. ^

    Zaidan Hōjin Yano Tsuneta Kinenkai 財団法人矢野恒太記念会 (2008) p.136 Tabel 13-8. Report of Survey on Movement of Agriculture Structure.

  87. ^

    Lega tahun 1990, keluarga petani komersial yang memiliki kepala keluarga berusia di atas 65 musim menyentuh 19,5%. Biji ini makin menjadi 32,4% pada tahun 2007.
    “Main Indicators Relating to Agriculture, Forestry and Fisheries (農林水 産業関連主要指標(1)土地と人口 Land and population)”. Kementerian Pertanaman, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF). Diakses tanggal
    2009-03-09
    .





    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]


  88. ^


    a




    b




    “人口推計月報”. Biro Statistik Jepang. 2009. Diarsipkan terbit versi polos terlepas 2008-12-21. Diakses tanggal
    2009-08-08
    .





  89. ^

    Japan-born Koreans live in limbo Diarsipkan 2022-04-30 di Wayback Machine.. The New York Times. 2 April 2005.

  90. ^

    An Enclave of Brazilians Is Eksamen Insular Japan Diarsipkan 2022-04-30 di Wayback Machine.. The New York Times. 1 November 2008.

  91. ^

    ‘Home’ is where the heartbreak is for Japanese-Peruvians Diarsipkan 2010-01-06 di Wayback Machine.. Asia Times. 16 Oktober 1999.

  92. ^

    Registered Foreigners in Japan by Nationality Diarsipkan 2005-08-24 di Wayback Machine.. Stat.go.jp.

  93. ^


    “国籍Q&A”. 民事局. Diarsipkan dari versi tulus tanggal 2009-11-21. Diakses tanggal
    2009-08-08
    .





  94. ^


    Fogarty, Philippa (2008-06-06). “Recognition at last for Japan’s Ainu”.
    BBC News. BBC. Diarsipkan berbunga versi asli terlepas 2022-11-08. Diakses tanggal
    2008-06-07
    .





  95. ^

    The Invisible Race Diarsipkan 2022-12-16 di Wayback Machine.. Time. 8 Januari 1973.

  96. ^


    “The World Factbook: Rank order—Life expectancy at birth”. CIA. 2006-12-19. Diarsipkan pecah versi asli tanggal 2022-01-20. Diakses tanggal
    2006-12-28
    .




  97. ^


    a




    b




    “Statistical Handbook of Japan: Chapter 2—Population”. Japan Ministry of Internal Affairs and Communications. Diarsipkan bermula versi asli terlepas 2008-04-11. Diakses sungkap
    2006-12-28
    .




  98. ^


    a




    b



    Ogawa, Naohiro.”Demographic Trends and Their Implications for Japan’s Future” Diarsipkan 2010-01-14 di Wayback Machine. The Ministry of Foreign Affairs of Japan. Transkrip wawancara pada 7 Maret 1997. Diakses puas 14 Mei 2006.

  99. ^


    Hidenori Sakanaka (2005-10-05). “Japan Immigration Policy Institute: Director’s message”. Japan Immigration Policy Institute. Diarsipkan terbit versi tahir tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal
    2007-01-05
    .





  100. ^

    French, Howard.”Insular Japan Needs, but Resists, Immigration”. Diarsipkan 2007-12-02 di Wayback Machine. “The New York Times” (2003-07-24). Diakses pada 2007-02-21.

  101. ^


    Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor (2006-09-15). “International Religious Freedom Report 2006”. U.S. Department of State. Diarsipkan berpunca versi tulen copot 2022-01-23. Diakses tanggal
    2007-12-04
    .




  102. ^


    a




    b




    Kisala, Robert (2005). Robert Wargo, ed.
    The Logic Of Nothingness: A Study of Nishida Kitarō. University of Hawaii Press. hlm. 3–4. ISBN 0824822846.





  103. ^


    “Religious Juridical Persons and Administration of Religious Affairs, [[Agency for Cultural Affairs]”
    (PDF). Diarsipkan
    (PDF)
    berbunga versi asli copot 2008-09-09. Diakses tanggal
    2009-08-08
    .





  104. ^

    Shinsen-kokugojiten (新選国語辞典), Kyōsuke Kindaichi, Shogakukan, 2001, ISBN 4-09-501407-5

  105. ^

    言語学大辞典セレクション:日本列島の言語 (Selection from the Encyclopædia of Linguistics: The Languages of the Japanese Archipelago). “琉球列島の言語” (The Languages of the Ryukyu Islands). 三省堂 1997

  106. ^


    “15 families keep ancient language alive in Japan”. UN. Diarsipkan bersumber versi tulus rontok 2008-01-06. Diakses tanggal
    2007-03-27
    .





  107. ^


    Lucien Ellington (2005-09-01). “Japan Digest: Japanese Education”. Indiana University. Diarsipkan bersumber varian ceria tanggal 2006-04-27. Diakses tanggal
    2006-04-27
    .





  108. ^


    Lucien Ellington (2003-12-01). “Beyond the Rhetoric: Essential Questions About Japanese Education”. Foreign Policy Research Institute. Diarsipkan berasal versi asli tanggal 2007-04-05. Diakses rontok
    2007-04-01
    .





  109. ^


    “East Asia/Southeast Asia :: Japan — The World Factbook – Central Intelligence Agency”.
    www.cia.gov. Diarsipkan berbunga versi sejati terlepas 2022-12-25. Diakses tanggal
    2009-03-07
    .





  110. ^


    “School Education”
    (PDF). MEXT. Diarsipkan dari varian masif
    (PDF)
    copot 2008-01-02. Diakses tanggal
    2007-03-10
    .





  111. ^


    Kate Rossmanith (2007-02-05). “Rethinking Japanese education”. The University of Sydney. Diarsipkan semenjak varian salih tanggal 2009-01-13. Diakses tanggal
    2007-04-01
    .





  112. ^


    “The World University Rankings”. Diarsipkan dari varian tahir sungkap 2010-06-04. Diakses tanggal
    2009-08-29
    .





  113. ^

    OECD’s PISA survey shows some countries making significant gains in learning outcomes Diarsipkan 2009-12-15 di Wayback Machine., OECD, 04/12/2007. Range of rank on the PISA 2006 science scale Diarsipkan 2009-12-29 di Wayback Machine.

Bacaan lebih jauh

[sunting
|
sunting sendang]

  • Conrad Totman, 2000. ‘A History of Beradab Japan. Blackwell Publishers.’
  • C.H. Kwan. 2001. ‘Yen Bloc: Toward Economic Integration in Asia.’ Brookings Institution Press.
  • Bernson, Mary Hammond and Elaine Magnusson, eds. Modern Japan: An Idea Book for K-12 Teachers. Multicultural Education Resource Serial. Olympia, WA: Office of the State Superintendent of Public Instruction, 1984. ED 252 486.
  • Cogan, John J. and Donald O. Schneider, eds. Perspectives on Japan: A Guide for Teachers. Washington, DC: National Council for the Social Studies, 1983. ED 236 090.
  • East Meets West: Mutual Images. Stanford, CA: California Center for Research in International Studies, l980. ED 196 765.
  • Kaderabeck, Leslie. The Japanese Automobile Worker: A Microcosm of Japan’s Success. 1985. ED 263 041.
  • Murphy, Carole. A Step by Step Guide for Planning a Japanese Cultural Festival. 1983. ED 238 748.
  • Wojtan, Linda S. Free Resources for Teaching about Japan. Bloomington, IN: Midwest Program for Teaching about Japan, Indiana University, 1986. ED 270 3891.

Lihat pun

[sunting
|
sunting sumber]

  • Jalinan asing distrik Jepang
  • Kalender Jepang
  • Militer Jepang
  • Transportasi di Jepang
  • Daftar masakan Jepang
  • Daftar kata serapan dari bahasa Jepang dalam bahasa Indonesia
  • Daftar distrik metropolitan di Jepang menurut populasi

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

Pemerintah
  • Kantei.go.jp, situs seremonial Patih Nayaka Jepang dan Kabinetnya
  • Kunaicho.go.jp,
  • National Diet Library
  • Public Relations Office
Wisata
  • Japan National Tourist Organization

  • Panduan perjalanan Jepang dari Wikivoyage
Informasi Awam
  • Jepang di
    CIA World Factbook.
  • Jepang Diarsipkan 2009-04-21 di Wayback Machine. dari
    UCB Libraries GovPubs
  • Jepang di Curlie (berasal DMOZ)
  • Jepang dari BBC News
  • Jepang berbunga US Energy Information Administration
  • Jepang semenjak OECD
  • Prakiraan Pengembangan Jepang pecah International Futures



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Jepang