Belajar Kurva Pasar Monopoly Dengan Contoh Soal Dan Angka

PERHITUNGAN LABA/RUGI



Secara khusus, setelah mempelajari kegiatan ini Sira diharapkan boleh :
1. Menjelaskan signifikansi laba atau rugi suatu usaha
2. Menotal laba/rugi suatu usaha kerumahtanggaan tabel
3. Menganalisa laba/rugi melintasi grafik laba/rugi


Sehabis Anda memahami konsep biaya produksi dan pembelajaran perusahaan, kita akan mencoba menghubungkan kedua konsep tersebut.
Apabila kita hubungkan antara pendedahan yang dipedulikan perusahaan dengan biaya produksi nan dikeluarkan firma, kita akan menghadapi tiga peluang:
a. jikalau biaya makin kecil bermula penataran, maka akan lahir konsep laba
b. jika biaya bertambah samudra dari penerimaan, maka akan lahir konsep rugi
c. jika biaya sekelas dengan penerimaan, maka akan lahir konsep impas (break event point).


1. Pengertian laba/rugi

Dalam pengertian L aba/Rugi adalah beda jumlah antara jumlah pembelajaran dengan total biaya produksi, seandainya dirumuskan:





Wara-wara :

L    = Laba/rugi
TR = Pengajian pengkajian total
TC = Pengeluaran (biaya total)
Jika L destruktif berarti rugi
        L positif berarti laba
        L sebabat dengan kosong berarti impas

Kerjakan lebih memahami konsep tersebut perhatikan contoh berikut :
Satu komoditas dihasilkan 200 unit dengan biaya tetap total Rp. 25.000,- dan biaya variabel saban unit Rp. 400. Jikalau dipasar harga tiap-tiap unit Rp.500, apa yang terjadi?



Apakah Dia sudah memahami konsep laba/rugi?. Lakukan itu coba Anda jawab soal berikut :



Soal
:
Sorang pemanufaktur menghasilkan produk 800 unit dengan biaya tetap Rp. 400.000 dan biaya variabel per unit Rp. 8.000. Sekiranya pabrikan menjual dengan harga Rp. 10.000 per unit, apakah yang diterima pengusaha tersebut?.


2. Grafik Perhitungan Laba/Rugi

Setelah Anda mengerjakan soal di atas Beliau akan mendapatkan jawaban L positif sebesar Rp. 1.200.000,-. Agar perhitungan kian contoh kita akan coba mengamalkan taksiran dengan melintasi tabel.



Dari tabulasi di atas produksi 1, 2, dan 7 menghasilkan rugi dan produksi = 3, 5 dan 6 menghasilkan keuntungan. Sementara itu tutul impas di produksi ke 4.


3. Diagram Laba/Rugi

Selain menggunakan rasio angka-ponten, laba/rugi dapat dianalisa dengan grafik laba/rugi. Buat menggambarkan grafik laba/rugi, akan ditampilkan laba/rugi di pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

Diagram laba/rugi dengan pendekatan kuantitas penerimaan dan total biaya pada:


a. Pasar persaingan sempurna




Keterangan:

1. wilayah a, c merupakan daerah rugi atau pada Q1, Q4 karena TR < TC (TR bertambah kecil dari TC)
2. daerah d adalah titik impas karena TR = TC
3. kewedanan b atau pada Q3 yaitu daerah laba, karena TR > TC (TR makin besar dari TC)


b. Pasar persaingan lain sempurna





Laporan :
– distrik a atau Q1 menunjukkan titik impas, (TR = TC)
– daerah b ataupun Q2 menunjukkan daerah laba (TR > TC)
– kawasan c maupun Q4 menunjukkan daerah rugi (TR < TC)

“Bagaimana dengan Q3 ?.


4. Laba Maksimum

Produsen akan demap melembarkan produksi dimana bisa memperoleh keuntungan yang paling besar (maksimum). Bila telah mencecah posisi ini, produsen dikatakan telah mampu di posisi ekuilibrium. Dikatakan posisi ekuilibrium karena pada posisi ini lain cak semau kecenderungan baginya untuk mengingkari tingkat harga dan produksi, sebab jika dilakukan perubahan sreg salah satu komponen tersebut maka total keuntungan bahkan menurun.

Lakukan mengetahui produk yang hingga ke posisi ekuilibrium atau laba maksimum dapat dilakukan dengan cara :

a. Pendekatan total penelaahan (TR) dan total biaya (TC), dicari tikai antara TR dan TC yang paling besar. Anda perhatikan kurva di atas plong Q2 atau b tercapai keuntungan maksimum.
b. Dengan pendekatan hasil penerimaan marginal (MR) dan biaya tepian (MC) dimana MR = MC (penerimaan marginal begitu juga biaya perbatasan).

Cak bagi kian jelasnya perhatikan ilustrasi grafik dibawah ini :





Grafik A
: Pendekatan penelaahan total (TR) dan biaya kuantitas (TC)
Grafik B :
Pendekatan penerimaan marginal (MR) dan biaya marginal (MC)

Laba maksimum dicapai kapan produk 4 dimana bisa dilihat pada saat itu provinsi/ garis TR dan TC memiliki selisih luas terbesar, Anda bisa melihat pada grafik A dan plong grafik B kapan barang 4 tersebut terjadi perpotongan antara MR dan MC.

Apakah telah Anda pahami uraian akan halnya laba/rugi, jika belum silahkan diulangi pun !.
Dengan selesainya kegiatan membiasakan ketiga ini berarti Anda telah menyelesaikan modul ini. Sebelum meminta tes pengunci modul silahkan Anda untuk apalagi dulu tugas mandiri kegiatan belajar tigaberikut ini. Selamat berbuat.

Source: https://konten.smpn2ppu.sch.id/ips/perhitungan-labarugi-suatu-usaha/MO_files/konten7.html