Berikut Contoh Takdir Mubram Kecuali

Ilustrasi takdir mubram. Foto: Unsplash


Di antara enam rukun iman yang wajib diimani umat


Islam

, iman kepada qada dan qadar adalah salah satunya. Umat


Muslim


harus percaya bahwa dalam menjalani hidup, ada ketentuan atau kekekalan yang tidak bisa diganggu gugat, atau seringkali disebut dengan takdir.


N domestik ajaran Selam, takdir dibedakan menjadi dua tipe, ialah takdir muallaq dan ganjaran mubram. Keduanya yaitu kelanggengan Allah yang berperilaku mutlak dan telah ditentukan sebelum manusia diciptakan.


Mengutip buku


Change Your Destiny


oleh Rully Roesli, takdir mubram merupakan suratan azali yang bukan bisa diubah, farik dengan takdir muallaq yang boleh berubah dan bergantung pada usaha serta tahmid manusia. Ganjaran ini mutakadim tertulis di Lauhul Mahfudz. Jadi, kadar mubram belaka adalah atas karsa (iradah) dan kekuasaan (qudrah) Sang pencipta.

Ilustrasi umat Muslim mengimani takdir mubram umpama ketetapan Tuhan. Foto: Freepik


Darurat itu, dikutip dari


Panduan Mukminat Sehari-Waktu


maka itu DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Ustadz Saiful Hadi El-Sutha (2016), terserah dua sikap yang barangkali dilakukan maka itu turunan dalam menghadapi takdir mubram.


Purwa, antara bersyukur alias bukan kalau takdir itu berupa eco atau sesuatu yang menyenangkan. Kedua, antara menahan perasaan atau tidak seandainya tadir tersebut kasatmata sesuatu yang tidak menyenangkan, musibah, atau bencana. Semuanya tergantung pada bagaimana mandu kita mengimani ketetapan tersebut. Allah berfirman:




Tiada satu batu pun nan menimpa di bumi dan (tidak pula) sreg dirimu sendiri melainkan telah terjadwal dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sebenarnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah

.” (QS. Al-Hadid: 22)


Sempurna Takdir Mubram

Ilustrasi gempa mayapada umpama predestinasi mubram. Foto: BNPB


Mengenai eksemplar takdir mubram adalah:


  • Jenis kelamin dan dandan kulit


  • Kondisi tubuh (adv minim/tidak)


Meskipun tidak bisa dihindari, menurut Syekh M Ibrahim Al-Baijuri dalam


Tuhfatul Pesuluh ala Jauharatit Tauhid

, doa diyakini boleh meminimalisir dampak bala yang timbul akibat garis hidup mubram.




Akan halnya perihal pertama (qadha mubram), (peran) doa sungguhpun enggak boleh menghilangkan bala, namun Almalik mendatangkan kelembutan-Nya untuk mereka yang berdoa. Misalnya, detik Allah menentukan qadha mubram kepada seseorang, yaitu kecelakaan berupa dijalari provokasi besar, ketika seseorang beribadat kepada Allah, maka kelembutan Halikuljabbar datang kepadanya, adalah provokasi besar nan jatuh menimpanya menjadi remuk berkeping-keping sehingga dirasakan olehnya bak butiran pasir sekadar yang drop menimpanya,

” (Syekh M Ibrahim Al-Baijuri, Tuhfatul Pesuluh ala Jauharatit Tauhid)

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-takdir-mubram-dan-contohnya-dalam-ajaran-islam-1vcxVkOu0xN