Cara Membuat Egrang Dari Bambu

Cak bertanya LITERASI AKM SD Misoa – Literasi Level 2

Pertanyaan LITERASI AKM SD MI – Literasi Level 2

1.


Halo Musuh, Namaku Korona

Halo teman-padanan! Aku virus. Namaku Korona.

Aku demen berpindah berusul satu tangan ke tangan lain jika bersentuhan.

Apakah kamu perpautan mendengar cerita tentang aku?

Cerita tentangku muncul di berita; buletin dan TV.

Padalah, aku akan berkisah sehingga anda dapat peka.

Ketika aku berkunjung, aku membawa demam, bengek, dan batu berdahak.

Tapi, aku bukan akan lama rani di dalam tubuhmu takdirnya tubuhmu kuat.

Sebagian besar orang akan membaik.

Jangan khawatir! Dokter dan perawat akan melindungimu.

Kamu pun boleh mencegahku dengan basuh tangan menggunakan air dan sabun cuci.

Cuci sewaktu berhitung berpokok 1 sampai 20.

Sesudah itu, kamu bisa main lagi!

Jangan lupa, takdirnya berlaku pakailah masker!

Jikalau kamu bakal peristiwa itu, aku tidak akan mengunjungi rumahmu.



Menurut informasi yang cak semau di kerumahtanggaan referensi, di mana kamu bisa mengetahui berita mengenai virus korona?

Buletin dan TV

Koran dan Radio

Radio dan TV

Radio dan Internet

2.







Roti Kiriman





Ada sekelumit roti di meja membiasakan Kak Ruang. Saban hari Ridwan melihatnya. Roti itu besar, terserah taburan keju dan coklat. Rotinya dibungkus plastik. Itu tidak roti mainan. Roti itu pasti lemak rasanya. Ridwan jadi ingin memakannya.


“Tidak boleh. Ini titipan hamba allah,” kata Kak Ira.


Roti itu titipan teman Kak Ira yang menghindari ke asing ii kabupaten.


Kak Ira  akan menyimpannya sampai temannya lagi.


“Rotinya ada jamurnya,” kata Ridwan suatu hari.


Kak Ulas  terlihat sedih, Ridwan jadi kasihan. Roti itu sudah sepekan dititipkan belum diambil juga.


Untunglah Ibu bisa membuat roti. Ibu mewujudkan banyak roti. Roti nan sudah lapuk Ibu ganti dengan roti hijau. Kak Ira  senang sekali karena bisa menjaga order.


********


Mengapa Kak Ira terlihat tersentuh perasaan?


Rotinya sudah lapuk.


Teman Kak Ruang taajul mengambil rotinya.


Ridwan memakan roti Kak Ira.


Ibu menukar dengan roti nan baru.

3.

Tanamanku Tumbuh!

Tia akan belajar bertanam.

Kamu memiliki jauhar kacang merah.

Permulaan, buat lubang di tanah dan taruh benihnya.

Demikian nan tertulis privat buku bertanamnya.

Lampau, tutup biji dengan tanah dan curah.

Kemudian, kedelai merah Tia bertunas.

Tia sayang menyiramnya, sekali lagi, dan sekali lagi.

Tia lupa membaca bukunya juga.

Dalam gerendel tertulis,
curah tanaman sekali sehari saja.

Beberapa masa kemudian, Tia bersedih.

Daun tanaman kacangnya lemas dan menguning.

Tia pulang ingatan, ia membaca rahasia bertanamnya lagi.

Ia tambahkah kapling gembur.

Enggak lama, batangnya bertambah tataran

Kemudian, ia membiarkan tanamannya disinari matahari teduh.

Daun tanaman kacangnya lebih dan lebih baru.

Tia akan berbendang sekali lagi.

Kelihatannya ini, kamu menyiapkan benih tomat.

Perigi:

Diadaptasi bermula https://literacycloud.org/stories/750-tanaman-kacang-merah/

Di dalam teks tersebut terdapat tiga rang. Menurutmu apakah gambar 3 sesuai dengan isi teks?

Tak sesuai, gambar menunjukkan tanaman tomat yang ditanam maka itu Tia selepas berhasil menanam kacang biram.

Ya sesuai, rangka menunjukkan tumbuhan bin tumbuh congah dengan daun nan tebal.

Ya sesuai, di n domestik rajah tampak Tia sangat bahagia ketika tanamannya bertaruk makmur.

Enggak sesuai, di gambar tampak Tia murung ketika pohon tidak berbunga akibat terlalu sering disiram.

4.


Permainan Kaki kayu

          Egrang merupakan permainan tradisional. Permainan ini ada sejak zaman penjajahan Belanda dan dipengaruhi budaya Cina. Zaman dahulu, tukang pos mengantarkan sahifah-arsip menggunakan Egrang. Bahkan dulu di Sri Lanka, jangkungan digunakan untuk memancing ikan di laut. Di sejumlah wilayah, egrang disebut engrang, batungkau, jangkungan, ingkau, dan tengkak-tengkak.

          Jangkungan terbuat dari bambu yang panjang. Fragmen paruh agak ke bawah diberikan tumpu. Permainan egrang mengandung nilai-nilai konkret, sama dengan sportivitas, kerja keras, dan keuletan.

          Bagaimana cara bertindak egrang?

Pertama, tegakkan egrang terbatas mencondongkan ke depan.

Kedua, posisikan jangkungan tidak sejajar.

Ketiga, injakkan satu kaki plong pijakan egrang diikuti kaki satunya.

Keempat, urut-urutan di tempat dan jangan berhenti jika tidak yakin posisi sebabat.

Kelima, jika merasa akan terjatuh, jatuhkan kaki di antara egrang.

          Ambillah, selamat mencoba!

Sejak kapan permainan egrang ini cak semau?

Bangsa Cina masuk.

Para penjajah ikut.

Zaman penjajahan Belanda.

Bangsa Belanda masuk.

5.

  Anak asuh-Momongan Kampung Enggros

Namaku Pias. Aku anak Kampung Enggros di Papua. Kampung kami rani di Teluk Youtefa. Anak-anak asuh Enggros akrab dengan laut. Bila libur tiba, aku mengikuti Bapak memencilkan melaut hingga marginal Australia. Sungguhpun banyak keterbatasan, kami tidak pernah merintih. Anak-anak Enggros selalu tertawa.

Aku memiliki tiga kebalikan. Tommy, Theo, dan Simon. Kami tak pernah berpisah. Setiap bertindak kami pelalah bersama. Juga saat kami ke padepokan tari.

Kami tetap tekun membiasakan walaupun tidak terserah sekolah. Studio tari milik Pak Ibong adalah amung gelanggang berlatih di sini. Pak Ibong nan majuh menyemangati kami. Beliau mengajarkan kami buat terus sparing dan memiliki cita-cita. Sebatas suatu momen kampung kami memiliki sekolah.

Sumur makrifat:

https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2020/05/144.-Para-Penjaga-Teluk-Youtefa-Dzikry-Final_0.pdf

https://news.okezone.com/read/2017/04/03/340/1657902/kisahan-anak-engros-dan-tobati-harus-mendayung-kano-kole-kole-untuk-sekolah

https://pa-jayapura.go.id/en/akan halnya-mahkamah/yurisdiksi-pengadilan

Nama kampung nan bakir di Teluk Youtefa merupakan ….

Papua

Australia

Enggros

Youtefa

Source: https://literasi.soalakm.com/kerjakansoalliterasi-akm-516925c2-fe44-4094-994f-1cbaf5cf06b0-literasi_level_2.html