Cerita Bebek Yang Baik Hati







Zaman kuno ada seekor ayam jantan yang bersekutu dengan seekor bebek. Mereka demap pergi ke mana-mana bersama-sama. Hanya bila ayam pergi berenang, bebek lain ikut. Bebek tidak dapat berenang, sedangkan ayam ahli berenang.


Satu hari, dendang laut menanya kepada ayam, “Ayam jago, kamu pandai berenang, sedangkan aku tidak. Mengapa ya?”


Ayam aduan menunjukkan kakinya yang mempunyai selaput di antara jari-jarinya. “Lihat,” pembukaan ayam. “Selaput ini yang membuatku pandai berenang.”


“Benarkah? Jadi karena aku lain punya silir bawang itu, aku tidak bisa berenang?” prolog bebek. “Ah, aku enggak percaya.”


“Benar, aku tidak bohong.”



“Takdirnya aku mengaryakan selaput itu, aku bisa berenang? Sejenis itu?” kata bebek.


“Karuan semata-mata.”


“Kalau begitu pinjamkan selaputmu kepadaku. Aku ingin berenang di kolam itu.”


Ayam yang baik hati melepaskan selupat dari kakinya dan membantu bebek memakainya.”


Belibis dan ayam jago pergi ke kolam.  Bebek mencempung ke kolam. Mula-mula ia berenang di tempat nan cangkat karena takut tenggelam. Setelah yakin ia dapat berenang berkat selaput pinjaman terbit ayam jantan, bebek start berenang makin jauh.


Belibis gemar sekali berenang. Ayam berteriak dari kejauhan, “Bek, bebek, kembalikan selaputku. Aku lagi cak hendak berenang!”


Dendang laut tidak ingin mengembalikan selupat itu. “Jikalau kukembalikan, aku makara tidak bisa berenang lagi.”


“Sebentar ya, ayam jago.” kata bebek


Bebek melihat bahwa tambak itu mengalir ke sebuah sungai. Menyuruk ia berenang ke sungai itu dan lain interelasi sekali lagi.


Ayam jago menunggu di riol balong sampai malam hari. Ketika angsa tidak kembali juga, tahulah ayam aduan bahwa bebek telah membohonginya. Sejak itu mandung tidak bisa berenang pun dan bebek menjadi perenang yang menjuarai. Ayam jago enggak ingin lagi berteman dengan belibis.



Source: http://resourceful-parenting.blogspot.com/2016/02/kisah-ayam-dan-bebek.html