Cinta Karena Allah Bahasa Arab

Sering kita jumpai perkataan ana uhibbuki fillah untuk perempuan atau ana uhibbuka fillah cak bagi laki-laki. Sekadar, masih banyak dari kita nan belum memahami artinya, maksud berasal ucapan ini, dan apa jawabannya.

Dalam artikel ini, kita akan ceratai semuanya dari arti, harapan, dan bagaimana cara menjawabnya. Oleh karena itu, baca tulisan ini sebatas tuntas ya.

Daftar Isi

  • Arti Ana Uhibbuki Fillah
  • Ana Uhibbuka Fillah Artinya
  • Jawaban Uhibbuki Fillah
    • Balasan Ana Uhibbuki Fillah
  • Keutamaan Mencintai Karena Tuhan
    • Keutamaan Mencintai Karena Allah
    • Ciri-Ciri Cinta Karena Tuhan

Faedah Ana Uhibbuki Fillah

Kerumahtanggaan Islam, setiap muslim dihasung untuk saling mencintai karena Tuhan. Selanjutnya, kita juga diperintahkan lakukan menyatakan cinta tersebut kepada makhluk yang bersangkutan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bercakap:

“Apabila salah seorang berpokok kalian telah menganakemaskan saudaranya, hendaklah engkau memberitahu orang itu bahwasanya dia mencintainya.” [Hr. Al-Bukhari]

Nah, untuk mengungkapkan rasa sering, pendirian nan biasa digunakan adalah mengatakan ana uhibbuki fillah maupun ana uhibbuka fillah.

Bacot ana uhibbuki fillah terbit dari garitan Arab أَنَا أُحِبُّكِ فِي الله , yang artinya internal bahasa Indonesia adalah aku mencintaimu karena Allah.

Ucapan ini biasanya ditujukan kepada akhwat yang dinikahi.

Demikianlah, ana uhibbuki fillah artinya adalah ini. Ia merupakan ungkapan bahasa Arab aku cinta kamu.

Ana Uhibbuka Fillah Artinya

Ana uhibbuka fillah artinya sama dengan uhibbuki, yakni aku cinta kamu karena Sang pencipta.

Adapun bedanya hanyalah terletak plong kasroh kaf ( bab ) nan ditujukan bikin perempuan dan fathah kaf ( ka ) nan ditujukan buat laki-junjungan.

Jawaban Uhibbuki Fillah

Lain menutup kemungkinan bahwa kita akan menjadi objek dari congor ini. Lalu, momen kita mendengarnya dari khalayak lain, bagaimanan jawabannya yang harus kita katakan?

Sangat mudah. Ketika ada seseorang yang mengucapkan ungkapan ini kepada kita, maka jawaban yang perlu kita berikan adalah ucapan berikut ini. Ini juga kita katakan kepada orang yang mengatakan uhibbuka.

Balasan Ana Uhibbuki Fillah

Catatan Arab

أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

Karangan Latin

Ahabbakalladzi Ahbabtani Lah

Artinya

Mudah-mudahan Dzat nan kamu cerbak aku karena-Nya lagi camar kepadamu .

Kata-alas kata di atas adalah ditujukan bakal suami-laki. Takdirnya untuk cewek, gunakan ahabbakilladzii ahbabtani lahu.

Ucapan ini merujuk puas jawaban koteng sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika suka-suka seseorang nan mengaku bahwa kamu mencintainya karena Allah. Sebagaimana privat hadits berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْلَمْتَهُ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «أَعْلِمْهُ» قَالَ: فَلَحِقَهُ، فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ، فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

Dari Anas kedelai Malik, bahwasanya ada seorang lelaki bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lampau lewatlah seorang lanang di depannya. Orang tadi bersuara: Wahai Rasulullah, sepantasnya aku menyayangi orang ini.

Maka Utusan tuhan shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya: Apakah kamu sudah memberitahu anda? Dia berkata: Belum. Beliau bersabda: Beritahu dia.

Dia (Anas) berkata: Maka sahabat tadi menemui insan itu dan berkata: Senyatanya akau mencintaimu karena Allah. Maka khalayak itu menjawab: ahabbakalladzii ahbabtani lahu. [Hr. Abu Dawud]

Keutamaan Menganakemaskan Karena Allah

Banyak orang mengaku bahwa anda mencintai seseorang karena Allah. Sementara itu, sebenarnya cinta mereka hanyalah atas dasar nafsu belaka. Dalam hal ini, kita terbiasa berhati-hati karena anda termasuk dari iman.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أوثق عرى الإيمان: الموالاة في الله والمعاداة في الله والحب في الله والبغض في الله عز وجل

“Paling kuatnya sutra iman yaitu: Saling berwali karena Allah, saling mengasihi karena Yang mahakuasa, memanjakan karena Allah, dan benci karena Allah.” [Shahihul Jami’, h. 2539]

Cinta adalah manusiawi. Setiap hamba allah nan memiliki usia tentu mempunyai belalah.

Ia adalah anugrah yang sudah lalu Allah berikan ibarat wujud rahmatnya kiranya insan ubah mengasihi. Selain itu, agar ukhuwwah yang Anda perintahkan bisa terjalin dengan baik.

Akan tetapi, kendatipun ia yaitu resan ceria, kita dilarang lakukan mengumbarnya. Cak semau batasan-batasan yang harus kita ketahui dan kita tuntun tentang cinta.

Sebagai perkara nan memiliki posisi berguna kerumahtanggaan Islam dan bahkan termasuk berpangkal cagak iman, tentu sekadar amalan ini n kepunyaan keutamaan.

Keutamaan Mencintai Karena Allah

Di antara keutamaan menganakemaskan seseorang karena Yang mahakuasa merupakan umpama berikut:

1. Melengkapi Salah Suatu Cabang Iman

Dalilnya adalah hadits yang mutakadim lewat pada alas kata artikel ini. Maka dari itu karenanya, bila anda adalah individu yang menyanggupi berkeyakinan, tentu engkau akan melakukan amalan ini.

2. Berbintang terang Cinta Allah

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ada koteng pria yang akan mengunjungi temannya karena dia mencintainya karena Allah. Di tengah kronologi, dia ditemui oleh malaikat nan riil insan nan mengatakan:

فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

“Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhan kepadamu. (Bagi mempublikasikan) bahwasanya Almalik telah mencintaimu sebagaimana dia mencintainya karena-Nya.” [Hr. Muslim]

3. Mendapatkan Naungan Sang pencipta

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengklarifikasi bahwa terserah 7 golongan nan akan mendapat naungan Tuhan di Perian Kiamat. Padahal, di hari itu bukan ada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satu golongan itu adalah:

وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

“Dan dua cucu adam nan saling memanjakan karena Allah. Mereka berdua berkumpul karena-Nya dan mereka berjarak karena-Nya.” [Muttafaqun ‘alaih]

4. Mendapatkan Manisnya Iman

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ada 3 syarat agar seseorang mendapatkan manisnya iman. Pelecok satunya yaitu:

وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ

“Dan bahwasanya (ketika) ia mencintai seseorang, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah.” [Muttafaqun ‘alaih]

Sendiri bujang mencintai seorang pemudi dan mengajaknya untuk pacaran. Akal-akalan membangunkan untuk sholat tahajud dan engkau mengatakan bahwa cintanya adalah karena Allah. Sedangkan, nan seperti itu yaitu keseleo.

Pelahap yang sebagaimana itu adalah cinta karena setan. Sebab, cak berpacaran yaitu kemaksiatan dan Allah telah melarangnya. Seperti mana disebutkan n domestik pertinggal Al-Isra (17) : 32 bahwa Tuhan melarang kita berpangkal menjurus zina.

Oleh sebab itu, kita perlu mengenal ciri-ciri silih memanjakan karena Sang pencipta agar kita enggak terjerumus pada perbuatan yang salah.

Ciri-Ciri Cinta Karena Yang mahakuasa

Berikut ini diantara ciri-cirinya:

1. Majuh Enggak Tersidai Kondisi

Beliau lain bertambah karena perbuatan baik dan tidak berkurang karena perbuatan buruk.

2. Mau Cocok dalam Segala Hal

Saat seseorang mutakadim mencintai seseorang, maka ia akan berusaha menyepadankan kehidupannya kepada kehidupan orang yang dicintainya.

3. Tidak Iri dan Sentimen

Sifat ini sudah lalu dicontohkan makanya kabilah Muhajirin dan Anshar. Para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang saling mencintai karena Tuhan.

Privat surat Al-Hasyr (59) ayat 9, Sang pencipta taala mengistilahkan sikap orang-sosok Anshar kepada manusia Muharjirin:

وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Dan mereka (basyar Anshar) bukan menangkap basah dalam dada-dada mereka itu ada keperluan dari apa-apa yang mereka (hamba allah Muhajirin) diberi. Dan mereka (orang Anshar) mendahulukan orang lain dari diri-diri mereka sendiri, meskipun lega mereka ada kebutuhan.”

5. Bersikap Kepada Orang Lain Sebagaimana Ingin Diperlakukan

6. Tolok Ukur Cangap adalah Kesetiaan

Bagian ini sering tidak dipahami oleh orang-orang yang mengaku telah menyayangi seseorang karena Sang pencipta. Padahal, tolok ukur cinta mereka galibnya berkisar antara rupa, harta, dan tahta.

Turunan yang menyayangi karena Allah saja akan mencintai jika orang yang dia cintai berada privat ketaatan dan kamu sendiri pula mampu dalam ketaatan.

Demikianlah pembahasan tentang arti ana uhibbuki fillah serta jawaban dan cinta karena Tuhan yang dapat kami sampaikan, wallahualam. Semoga Sang pencipta menjadikan rasa cinta nan Dia anugrahkan kepada kita kukuh suci dan terjaga sehingga dapat menjadi sarana mencapai kebahagiaan akhirat, amin.

Source: https://al-fikry.com/ana-uhibbuki-fillah/