Ciri Ciri Pohon Asem Saraf

Bermula Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Tamarinda
(
Tamarindus indica
) adalah sejenis biji kemaluan nan masam rasanya; sekaligus pula cap pohon penghasilnya yang masih termasuk famili Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah suatu-satunya anggota genus
Tamarindus. Logo lain asam jawa ialah
asam
(Mly.),
asem jawa
(Jw.)
asem,
kamal
(Sd.),
accem
(Md.),
asang jawa,
asang jawi
(berbagai bahasa di Sulawesi) dan bukan-lain.[2]
Pun
sampalok,
kalamagi
(Tagalog),
magyee
(Burma),
ma-kham
(Thai),
khaam
(Gadamala),
khoua me
(Kamboja),
me,
trai me
(Vietnam), dan
tamarind
(Ingg.).[3]
Biji kemaluan yang sudah lalu tua, sangat masak dan dikeringkan biasa disebut
asem kawak.

Asam jawa formal digunakan sebagai campuran bumbu kerumahtanggaan banyak masakan Indonesia sebagai labil watak atau penambah rasa senderut dalam makanan, misalnya lega sayur asam[4]
maupun sewaktu-waktu pada kuah pempek. Asam juga digunakan bagi paduan jamu tradisional yang dijual oleh penjual jamu keliling (jamu gendong). Asam jawa sebenarnya berasal terbit kontinen Afrika.

Etimologi

[sunting
|
sunting sumber]

“Cemberut” adalah nama umum yang dipakai untuk semua bumbu berasa masam puas masakan, termasuk juga asam kandis dan asam gelugur. Label “asam jawa” dipakai makanya manusia Melayu karena dipakai dalam masakan Jawa. Tumbuhan ini sendiri didatangkan maka dari itu orang-turunan dari India. Keunggulan
Tamarindus
dan
tamarind
diturunkan dari bahasa Arab تمر الهندي
tamrul-hindī. Artinya kurang lebih: kurma India.[5]
[6]
[7]
[8]
. Senderut jawa dikenal kerumahtanggaan istilah lokal nan berbeda-cedera, dalam bahasa Sunda disebut
kamal, dan dalam bahasa Banda disebut dengan
tamalaki.[9]

Pemerian

[sunting
|
sunting mata air]

Pohon asam berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami waktu ringgis daun), tangga sampai 30 m dan diameter mayat di pangkal hingga 2 m. Kulit batang bercelup cokelat keabu-abuan, agresif dan memecah, beralur-silsilah vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, berkepanjangan dan membulat.[3]

Daun berbagai macam menyirip genap, panjang 5–13 cm, terwalak berseling, dengan daun penumpu seperti pita meruncing, merah jambu pektay. Anak daun oval menyempit, 8-16 pasang, masing-masing berukuran 0,5-1 × 1-3,5 cm, bersempadan rata, pangkalnya miring dan membundar, ujung membundar sampai sedikit berlekuk.[3]
[10]

Anakan tersusun n domestik tandan renggang, di ketiak daun atau di ujung ranting, sampai 16 cm panjangnya. Bunga kupu-kupu dengan kelopak 4 buah dan petal 5 biji pelir, mewangi. Mahkota kuning pektay dengan otot-urat merah coklat, sampai 1,5 cm.[3]

Buah kedelai yang melendung, akrab silindris, bengkok alias literal, berbiji setakat 10 butiran, sering dengan pengecilan di antara dua biji, kulit biji zakar (eksokarp) mengeras bercelup kecokelatan atau kelabu berjangat, dengan urat-otot yang membeku dan liat serupa benang. Daging buah (mesokarp) kudus kehijauan ketika taruna, menjadi abang kecokelatan setakat kehitaman ketika habis masak, cemberut manis dan melengket. Ponten cokelat kehitaman, mengilap, dan keras, taksir persegi.[3]

Pendakyahan dan habitat

[sunting
|
sunting sumber]

Asam jawa tertera pokok kayu tropis. Bawah-usulnya diperkirakan berpunca savana Afrika[3]
timur di mana tipe liarnya ditemukan, salah satunya di Sudan. Mulai sejak ribuan tahun, pohon ini telah menjelajah ke Asia tropis,[3]
dan kemudian juga ke Karibia dan Amerika Latin. Di banyak wadah yang bersesuaian, terjadwal di Indonesia, tanaman ini sebagian meliar seperti di rimba-alas ranggas patera dan savana.

Pohon asam dapat tumbuh baik sebatas ketinggian selingkung 1.000 m (kadang-kadang setakat 1.500 m) dpl, pada tanah berpasir maupun tanah liat, khususnya di wilayah yang musim keringnya jelas dan cukup tahapan.[3]

Hasil dan kegunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Buah

[sunting
|
sunting mata air]

Ikan tenggiri matang asam jawa, salah suatu masakan individual Jawa yang memperalat asam jawa sebagai bumbunya

Daging buah cemberut jawa sangat tersohor, dan digunakan privat aneka bahan masakan atau bumbu di berbagai belahan dunia. Buah nan remaja sangat masam rasanya, dan biasa digunakan laksana bumbu sayur asam atau campuran rujak. Buah yang telah masak dapat disimpan lama sesudah dikupas dan minus dikeringkan dengan bantuan cerah matahari. Asam kawak—demikian ia biasa disebut—inilah yang seremonial diperdagangkan antar pulau dan antar negara. Selain bagaikan bumbu, lakukan mengasihkan rasa asam maupun untuk menghilangkan bau amis ikan, asem kawak formal digunakan sebagai bahan sirup, selai, candik, dan jamu.[3]
[10]
Cara membuatnya yaitu mengelantang daging biji kemaluan asam jawa yang sudah dibuang kulitnya yang sudah bulatan-bulatan sekecil telur itik. Lebih lanjut pula, asam kawak ini dapat dikerjakan menjadi madu asam, dengan kaidah mengelantang asam kawak n domestik kancah yang terkatup, setakat keluar suatu cairan cokelat kehitaman. Cairan ini—istri muda cemberut—digunakan bikin menyembuhkan seriawan.[11]

Thailand lagi menghasilkan asam jawa yang manis rasanya.[3]
Buah ini terkenal dan dimakan dalam keadaan segak; karena itu diekspor privat gambar bin yang belum dikupas.

Biji bersut halal dimakan sesudah direndam dan direbus, atau setelah dipanggang.[10]
Selain itu, kredit asam juga dijadikan tepung kerjakan takhlik kue atau roti.[3]

Kayu

[sunting
|
sunting mata air]

Kayu teras tamarinda bercelup coklat kemerahan, berat, gentur, padat, awet dan bertekstur lumat, sehingga kerap digunakan bikin membuat mebel, kerajinan, ukir-tatahan dan patung.[2]
[10]
Bagi anak-anak di Jawa Tengah, kusen senderut yakni kusen pilihan untuk takhlik gasing. Ponten bersut juga belalah digunakan intern permainan dakon maupun
dakon.

Bahan obat

[sunting
|
sunting sumur]

Di samping daging buah, banyak bagian tanaman asam nan dapat dijadikan bahan obat tradisional. Daun mudanya (Jw.
sinom) digunakan dengan kunyit[2]
dan bahan ramuan lain untuk mewujudkan jamu jawa tradisional yaitu jamu sinom buat minuman kebugaran, jamu gepyok diminum bikin melampiaskan dan memperbanyak air tetek ibu dan juga bisa digunakan sebagai
pasta
(dioleskan pada maupun ditempelkan di meres kulit) bagi mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, di atas luka atau puas sakit rematik. Patera taruna yang direbus untuk mengobati batuk dan demam. Kulit kayunya yang ditumbuk digunakan buat mengobati luka, borok, nanah dan ruam. Alat peraba kayu bersut pun digunakan sebagai remedi langgeng.[3]
Tepung bijinya bagi mengobati disentri dan berak air.[3]

Daun asam jawa berkarakter penurun panas, analgesik, dan antiseptik. Kulit kayunya ini bersifat astringen dan tonik. Kemudian, buahnya bertabiat pencahar, antipiretik, antiseptik, abortivum, dan meningkatkan nafsu makan. Tembolok polisakarida nan berkhasiat imunomodulator (1) dan L-(-)-di-n-butil malat yang menghambat proliferasi rumah tahanan embrio nangui laut.[11]

Peneduh

[sunting
|
sunting sumur]

Pohon cemberut baku ditanam di riol jalan ibarat peneduh; tanaman asam ini terutama terkenal di sepanjang kronologi raya Daendels, bermula Anyer hingga Panarukan.

Pelaut-kelasi Bugis pada masa lepas diketahui menanam pohon asam jawa di pantai paksina Australia, di Northern Territory di saat mereka bernaung menunggu datangnya angin cak bagi kembali ke daerah asal. Pohon-pohon cemberut jawa ini menjadi petunjuk adanya nikah insan Aborigin setempat dengan orang luar sebelum kerelaan bangsa Eropa.

Manfaat bagi kesehatan

[sunting
|
sunting sendang]

Asam jawa diyakini mengandung vitamin dan zat makanan, tamar hindi oleh karena itu digunakan sebagai obat herbal. Tidak hanya sreg buahnya belaka, daun dan kulit biji terluar tamarinda juga bisa dimanfaatkan sebagai pelamar herbal. Berikut ini adalah beberapa kekuatan asam jawa untuk kesehatan tubuh:[12]

Mengobati batuk darah

[sunting
|
sunting sumber]

Cemberut jawa dipercaya sangat efektif menyembuhkan linu batuk. Untuk merasakan manfaatnya, memadai menyiagakan 10 gram daging buah asam jawa. Kemudian diseduh daging asam jawa tersebut dengan segelas air merangsang sangat diminum bersama gula jawa dan ramuan herbal tersebut diminum satu kali sehari.

Obat bisul

[sunting
|
sunting sumber]

Daun asam jawa kembali bisa menjadi pelelang herbal bisul. Cara mewujudkan obat herbal ini memadai mudah, yaitu daun asam jawa ditumbuk bersama kunyit ala kadarnya dan ditumbuk setakat halus lewat tempelkan di nanah. Pemakaian ramuan herbal tersebut secara rutin setakat bisul sembuh.

Memecahkan bujukan pencernaan

[sunting
|
sunting sumber]

Guncangan pencernaan, alat peraba kayu asam jawa boleh jadi solusinya. Selerang kayu tamar hindi cukup diseduh 1-2 gram bubuk jangat kusen manis dengan segelas air panas dan mereguk obat herbal tersebut secara rutin suatu kali sehari.

Mencegah rambut rontok

[sunting
|
sunting sumber]

Cemberut jawa dipercaya efektif mencegah dan mengatasi kegundulan plong bulu. Caranya, yaitu campurkan nilai asam jawa nan sudah lalu matang dengan sedikit air. Selepas itu dibubuhkan di atas permukaan kulit pengarah dan pijat. Kemudian dicuci selerang pembesar dengan shampo dan bisa sampai nirmala.

Memulihkan rematik

[sunting
|
sunting sumber]

Daun tamarinda bisa mengobati linu rematik. Prinsip pembuatannya yaitu giling sampai halus patera asam jawa dan kunyit. Kemudian, diseduh korban tersebut dengan sedikit air panas. Kemudian bubuhkan ramuan herbal tersebut di bagian yang terasa nyeri. Pemberian ramuan herbal tersebut secara rutin setakat rematik sembuh.

Obat guam

[sunting
|
sunting sumber]

Senderut jawa memiliki aturan anti bakteri. Ini yang membuat asam jawa dipercaya efektif mengobati sariawan. Caranya ialah oplos biji zakar cemberut jawa dan duli selerang asam jawa dengan air lalu aduk sampai rata. Selepas itu digunakan bikin berkumur.

Mengobati ngilu sensual

[sunting
|
sunting sumber]

Buah tamarinda dapat digunakan sebagai obat lindu Seronok, caranya 2 polong buah asam jawa nan sudah lalu masak dan garam secukupnya. Kemudian kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air memberahikan. Saring, kemudian diminum seperti biasa.[13]

Ibu nan sedang hamil seharusnya tidak mengonsumsi biji zakar asam jawa yang menguning karena tidak baik untuk kebugaran.

Kesenian

[sunting
|
sunting sumur]

Tamar hindi camar dijadikan lakukan bahan takhlik bonsai di Indonesia.[14]

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^


    Linne, C. von. 1753.
    Species plantarum :exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, …
    1: 34. Holmiae : Impensis Laurentii Salvii
  2. ^


    a




    b




    c




    Heyne, K.
    1987.
    Tumbuhan Bermanfaat Indonesia
    2: 903-7. Fisik Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor. (Edisi beradat Belanda
    1916: 232)
  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    Coronel, R.E.
    1997.
    Tamarindus indica
    L. internal E.W.M. Verheij dan R.E. Coronel.
    Buah-buahan Nan Dapat Dimakan. Sumberdaya Nabati Asia Tenggara (PROSEA)
    2: 385-388. Gramedia, Jakarta

  4. ^


    Anonim. “Tamar hindi, Pohon Multifungsi”.
    satuharapan.com
    . Diakses tanggal
    2021-07-17
    .





  5. ^

    Oxford English Dictionary: tamarind

  6. ^

    Lexico: tamarind Diarsipkan 2022-10-26 di Wayback Machine.

  7. ^

    Etymology OL: tamarind

  8. ^

    Merriam-Webster: tamarind

  9. ^


    Crawfurd, John (2017).
    Sejarah Kepulauan Nusantara: Analisis Budaya, Agama, Politik, Hukum dan Ekonomi.
    1. Diterjemahkan maka dari itu Zara, Muhammad Yuanda. Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 312. ISBN 9786022584698.




  10. ^


    a




    b




    c




    d




    van Steenis, C.G.G.J.
    1981.
    Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita. Jakarta. Peristiwa. 227
  11. ^


    a




    b



    Dalimartha, Setiawan (2006).
    Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.
    4. keadaan.9-13. Jakarta:Puspa Swara. ISBN 979-1133-14-X.

  12. ^


    Mediatama, Grahanusa (2020-11-23). Sulistiowati, Tri, ed. “Ini manfaat asam jawa bikin kesehatan”.
    Kontan.co.id
    . Diakses copot
    2021-07-17
    .





  13. ^


    “KHASIAT DAN MANFAAT ASAM JAWA Kerjakan Kebugaran”.
    pemkomedan.go.id
    . Diakses rontok
    2021-07-17
    .





  14. ^


    Maula, Zulfikar Sayf. “Cara Lakukan Tanaman Hias Bonsai Cemberut Jawa mulai sejak Angka, Pemula Teristiadat Tahu – Mantra Sukabumi”.
    mantrasukabumi.perasaan-rakyat.com
    . Diakses rontok
    2022-02-07
    .




Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Belanda)
    BHL:
    Tamarindus indica, L. @ K. Heyne.
    De Nuttige Planten van Ned. Indie,
    II: 232 (1916)
  • (Inggris)
    E-Prosea:
    Tamarindus indica
    L. Diarsipkan 2022-08-12 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    ICRAF: Tamarind,
    Tamarindus indica
    L.
  • (Inggris)
    Julia F. Morton.
    Fruits of Warm Climates: Tamarind
  • (Inggris)
    Plant Cultures: History and botany of tamarind Diarsipkan 2008-08-27 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    California Rare Fruit Growers: Tamarind Fruit Facts Diarsipkan 2022-08-12 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    FDA Import Alert: Tamarind (11/29/06)
  • (Inggris)
    Refusal Actions by FDA as Recorded in Wahah



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_jawa