Ciri Ciri Sapi Hamil Muda

Bagi koteng peternak sapi terutama breeder, mendapatkan keuntungan dari lahirnya anakan pedet merupakan suatu tujuan. Internal prakteknya tujuan tersebut bisa dicapai dengan mengerjakan dan memastikan optimalisasi fertilitas ternak yang dimiliki yakni dengan melakukan deteksi birahi secara akurat, sebab deteksi birahi yang jelek merupakan alasan utama tertundanya kebuntingan puas sapi. Bagi peternak yang sudah lama bergelut di bumi piaraan sapi, karuan mutakadim hafal dengan karakteristik dan perubahan tingkah laku pada sapi birahi, namun untuk peternak pemula gelojoh kali mengalami kesulitan cak bagi mengenali tanda-tanda birahi pada peliharaan sapinya. Berikut kami coba rangkum dalam artikel ini.
Perlambang birahi biasanya dapat beraneka rupa antar makhluk sapi internal satu kelompok. Manifestasinya memfokus lebih terlihat pada sapi perempuan ketimbang sapi indukan. Namun tanda birahi yang minimum bisa diandalkan pada sapi dara maupun indukan merupakan sapi betina sengap/lain bergerak ketika dinaiki makanya sapi yang lain. Betina yang bukan medium megalami kondisi estrus lazimnya cenderung lain mau bikin dinaiki.
Pada saat memasuki masa estrus, sapi akan mendatangi ganar dan terlihat menjilati dan mengendus bagian belakang sapi lain. Sewaktu-waktu juga terdapat tanda-tanda discharge (leleran) dari vulva yang berupa mucus transparant yang sangat elastis sehingga terlihat menggantung pada vulva. Sreg vulva kembali bisa terlihat nyonyor dan memeras, serta suhunya sekali lagi mengalami kenaikan. Ekor sapi biasanya sedikit ditegakkan dan bulu di pangkal ekor terlihat lebih kusut dan cemar karena sapi lega suatu kandang umbaran galibnya saling menaiki satu setolok tak..
Pada hari kedua dari dimulainya estrus, burung laut barangkali terdapat leleran vulva berupa mucus bercelup putih kekuningan yang mengandung banyak sel leukosit neutrophil bersumber uterus, kadang kala namun lain sering, leleran juga disertai warna sedikit kemerahan yang mulai sejak kawasan karunkula di dalam uterus. Sejauh masa estrus, adegan epitel dari vagina mengalami penebalan akibat berpokok pertumbuhan dan pembelahan interniran-terungku yang berbentuk karton di fragmen permukaannya.

Pada saat estrus, di susukan reproduksi betina terwalak bilang perubahan sesuai dengan periode estrus yang dibagi menjadi beberapa tahapan yakni:
1. Proestrus
Pada periode proestrus maka uterus mengalami peningkatan stok darah dan cairan mucus mulai terakumulasi di kerumahtanggaan lumen uterus 3 hari menjelang ovulasi.
2. Estrus
Puas kondisi ini hotel prodeo sel endometrium mengalami penebalan sebatas 2,5 kali dari volume normalnya akibat dari pengaruh hormon estrogen. Di penggalan indung telur terdapat folikel yang sudah matang nan akan tarik urat selama 12 jam setelah jenama cap perubahan perilaku sapi (naik sapi bukan).
3. Metestrus
Masa ini dimulai pasca- terjadinya ovulasi, dan ovarium start membentuk Corpus Luteum (CL) yang masih berformat kecil namun ampuh enceran.
4. Diestrus
Selama perian diestrus, uterus berubah menjadi homogenous. Cairan di kerumahtanggaan uterus menjadi sedikit bahkan tidak ada. Korpus luteun juga menjadi lebih besar dan tidak mengandung enceran, dan hal ini sekali lagi menandakan berakhirnya satu siklus birahi pada saluran reproduksi betina.

Sumber :

Hopper, R. M., 2022. Bovine Reproduction. John Wiley and Son Inc. Missisipi.

Arthur’s Veterinary Reproduction and Obstetrics.2001. Elsevier Limited. ISBN: 9780702025563

(bentuk) http://veterinarysciencehub.com/estrous-cycle-different-stages-in-domestic-animals/ (dengan terjemahan sendiri)

#kementan #ditjenpkh #bbibsingosari #peternak #sapi#disnakkeswanntb

Source: https://disnakkeswan.ntbprov.go.id/mengenali-tanda-tanda-birahi-pada-ternak-sapi/