Contoh Karya Ilmiah Tentang Covid-19

Jakarta

Indonesia masih bergelut melawan virus Corona hingga ketika ini, seperti negara tak di dunia. Jumlah kasus virus Corona terus bertambah dengan beberapa melaporkan kesembuhan, tapi tak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan terus dilakukan demi mengembalikan COVID-19 dengan gejala mirip influensa.

Kasus virus Corona diketahui lewat penyakit misterius yang melumpuhkan Kota Wuhan, China. Tragedi pada akhir 2022 tersebut terus berlantas hingga penyebaran virus Corona mewabah ke seluruh bumi. Dikutip dari
CNN, berikut beberapa hal yang teradat diketahui seputar jalan Coronavirus, yang biasa disebut virus Corona ataupun COVID-19, sebatas mewabah dan jadi pandemi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

A. Latar birit COVID-19

Latar belakang virus Corona maupun COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia ataupun radang paru-paru misterius pada Desember 2022. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang lego majemuk jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal bedudak, kelelawar, dan bermacam-macam jenis tikus.

Kasus infeksi pneumonia mistis ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan satwa lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tak luar dalam dunia kesegaran binatang, tapi hanya beberapa jenis nan mampu menginfeksi insan hingga menjadi penyakit radang paru.

Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, nan juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan satah belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia lopak-lapik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip selesma, virus Corona berkembang cepat setakat mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.

B. Hawar COVID-19

Kelelawar, ular, dan berbagai binatang eksotis lain setakat sekarang masih dianggap sebagai vektor virus Corona alias COVID-19. Copot berpunca benar-tidaknya informasi tersebut, COVID-19 membuktikan diri mampu menular antarmanusia. Penularan suntuk cepat sampai Organisasi Kebugaran Marcapada WHO menetapkan pandemi virus Corona ataupun COVID-19 lega (11/3/2020).

Pandemi atau epidemi global mengindikasikan infeksi COVID-19 yang sangat cepat setakat hampir tidak ada negara alias wilayah di marcapada yang mangkir dari virus Corona. Peningkatan jumlah kasus terjadi dalam waktu singkat hingga kalam penanganan sesegera. Sayangnya, setakat kini belum terserah pelamar istimewa bikin menindak kasus infeksi virus Corona atau COVID-19.

WHO menyatakan saat ini Eropa telah menjadi pusat wabah virus Corona secara mendunia. Eropa memiliki lebih banyak kasus dan kematian akibat COVID-19 dibanding China. Jumlah total kasus virus Corona, menurut WHO, kini lebih dari 136 ribu di sedikitnya 123 negara dan kewedanan. Dari besaran tersebut, nyaris 81 ribu kasus ada di wilayah China daratan. Italia, yang ialah negara Eropa nan terdampak virus Corona terparah, kini tercatat memiliki lebih mulai sejak 15 mili kasus.

C. Gejala COVID-19

Ciri-ciri virus Corona plong gejala tadinya mirip flu sehingga sayang diremehkan pasien. Cuma, berlainan dengan pilek baku, infeksi virus Corona atau COVID-19 melanglang cepat, lebih-lebih pada pasien dengan keburukan kebugaran sebelumnya.

Gejala ringan kasus infeksi virus Corona atau COVID-19:

1. Batuk darah

2. Lelah

3. Naik-naik dan remai di seluruh tubuh

4. Secara umum merasa tidak enak badan

Gejala selit belit kasus infeksi virus Corona atau COVID-19:

1. Kesulitan bernapas

2. Infeksi radang paru-paru

3. Sakit di bagian perut

4. Nafsu makan jatuh

Ciri-ciri virus Corona atau COVID-19 dan gejalanya kebanyakan muncul 2-10 hari setelah kontak dengan virus. Tapi pada beberapa kasus, ciri-ciri awal Coronavirus dan gejalanya baru muncul selingkung 24 masa. Untuk memperlainkan ciri-ciri tadinya Corona dan flu protokoler, ada beberapa hal nan harus diperhatikan, yaitu:

1. Internal 14 hari sempat berjalan ke negara yang dianggap sumur virus Corona

2. Sempat kontak dengan pasien yang mengalami infeksi Corona

Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 nan masih mewabah boleh dicegah dengan cara yang terbelakang. Berikut empat kaidah pencegahan virus Corona atau COVID-19:

D. Pencegahan COVID-19

Kasus infeksi virus Corona alias COVID-19 yang masih mewabah dapat dicegah dengan cara yang tertinggal. Berikut empat cara pencegahan virus Corona atau COVID-19,

1. Cuci tangan

Saat cuci tangan dengan sabun dan air minimal dilakukan selama 20 saat. Jika tak ada air dan sabun colek bisa dengan
hand sanitizer
dengan rezeki alkohol paling 60 uang. Basuh tangan harus dilakukan sebelum dan setelah beraktivitas.

2. Jangan menyentuh tempat masyarakat

Ketika berada di akomodasi mahajana, sebaiknya jangan sampai ke tombol gondola, karier ki, pegangan tangga atau eskalator. Jika harus menyentuh, hendaknya gunakan tisu atau lengan gaun dan lekas cuci tangan setelahnya.

3. Hindari keramaian

Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 mudah membidas detik di ajang ramai. Karena itu, usahakan enggak berharta di kerubungan lebih-lebih privat kolom berventilasi buruk. Bila terdesak berada di gerombolan, jangan hantam kromo menyentuh roman, hidung, dan mata, lebih lagi bila belum cuci tangan.

4. Rajin menyucikan rumah

Bersih-ikhlas rumah menggunakan cairan disinfektan menjadi upaya lain mencegah kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. Setelah cara-cara pencegahan ini dilakukan, jangan lupa gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

(row/erd)

Source: https://news.detik.com/berita/d-4943950/latar-belakang-virus-corona-perkembangan-hingga-isu-terkini