Contoh Soal Isi Media Pembelajaran

Halo pejuang PPPK suhu! Sudahkah kamu melatih dirimu dengan soal-pertanyaan? Silakan, coba kerjakan 10 soal PPPK kompetensi teknis master! Ada pembahasan lengkapnya lho.

Sudah sejauh apa persiapanmu kerjakan mengikuti seleksi PPPK master? Di periode ini, PPPK guru tak hanya akan diikuti maka itu guru honorer, tapi juga nomine guru yang sudah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), tentu persaingan semakin menjadi diskriminatif. Salah suatu soal yang akan kamu hadapi intern seleksi yakni soal PPK kompetensi teknis guru, apa telah pernah tahu bentuk soalnya seperti apa? Intip yuk, arketipe soal PPPK kompentensi teknis di dasar ini!

Apa Itu Soal PPPK Kompetensi Teknis

Cak bertanya PPPK kompetensi teknis guru adalah salah satu pengecekan nan akan kamu lewati dalam seleksi PPPK guru nanti. Sebelum kita meributkan pelajaran cak bertanya, apakah ia sudah adv pernah apa itu cak bertanya PPPK kompetensi teknis?

Kompetensi teknis guru yaitu tentamen buat temperatur lakukan kompentensinya nan berkaitan dengan bidang pengkajian sumber akar serta pedogogik yang menjadi ruang lingkup suhu. Kompetensi pedogogik yang diujikan yaitu rancangan implementasi antara kompentensi pedogogik dan bidang studi hawa di n domestik papan bawah.

Dalam seleksi PPPK suhu nanti, kamu akan mengerjakan tanya kompetensi teknis sebanyak 100 pertanyaan dan diberikan masa saja 120 menit.

Teladan Soal PPPK Kompetensi Teknis

Di pemilihan musim ini kabarnya soal PPPK kompetensi teknis akan mendominasi komposisi konfirmasi. Dirjen Hawa dan Tenaga Kependidikan (GTK) menyampaikan bahwa bobot kompetensi teknis sebanyak 60 tip mulai sejak nilai soal.

Mesti Dik Menguap ketahui, cak bertanya dalam kompetensi teknis mencakup sejumlah soal mengenai pengetahuan guru tentang sistem ajar kepada siswa dan bagaimana penilaian yang harus ia berikan sebagai suhu terhadap penampilan dari para siswa.

Berikut ini beberapa abstrak soal PPPK kompetensi teknis yang bisa kamu pelajari:

SOAL 1

Teori nan menyatakan bahwa peserta tuntun selama kegiatan sparing makin ditekankan untuk aktif berpikir, memformulasikan konsep-konsep serta menjatah makna tentang keadaan-hal yang dipelajari dan yang paling bermakna terwujudnya sparing adalah kehendak peserta pelihara itu sendiri yaitu sirkuit dari teori?

a. Konstruktivis

b. Behavioristik

c. Humanistic

d. Sibernetik

e. Kognitivistik

Daya jawaban: A

Pembahasan:

Teori berlatih konstruktivistik memahami sparing sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan maka dari itu peserta pelihara itu koteng. Pengetahuan terserah di dalam diri seseorang yang semenjana memaklumi (Schunk, 1986). Dengan kata lain, karena pembentukan maklumat yaitu peserta tuntun itu koteng, peserta pelihara harus aktif selama kegiatan penerimaan, aktif berpikir, menyusun konsep, dan memberi makna mengenai hal-hal nan sedang dipelajari, tetapi yang paling menentukan terwujudnya gejala belajar yaitu niat belajar peserta didik itu sendiri.

Darurat peranan hawa dalam belajar konstruktivistik yakni membantu mudahmudahan proses pengkonstruksian pesiaran oleh pesuluh didik berjalan lancar. Temperatur tidak mentransfer maklumat yang telah dimilikinya, melainkan kondusif peserta didik untuk menciptakan menjadikan pengetahuannya seorang dan dituntut lakukan bertambah mengetahui jalan perhatian maupun cara pandang peserta didik privat berlatih.

Soal 2

Apabila intern proses belajar peserta tuntun melakukan sesuatu sampai dengan mendapatkan respon yang tepat dan sesuai dengan apa yang diinginkan serta menghilangkannya apabila dirasakan tidak sesuai, hal ini merupakan cara sparing mulai sejak?

a. Konseptualisasi

b.  Conditioning

c. Trial and error

d. Stimulus respon

e. Shaping

Kunci jawaban: C

Pembahasan:

Metode coba-coba merujuk kepada upaya atau metode untuk sampai ke sebuah tujuan melintasi beraneka macam pendirian. Upaya ini nan dilakukan tersebut dilakukan beberapa kali hingga akhirnya mendapatkan cara yang minimum sesuai. Kesalahan atau salah tafsir dicatat cak bagi dievaluasi dan perumpamaan mangsa penataran

Tanya 3

Peserta jaga diminta bakal membentuk dugaaan pada populasi binatang langka yang semakin sedikit hal ini termaktub kegiatan untuk meluaskan kecerdasan?

a. Visual spasial

b.  Oral linguistic

c.   Naturalis

d.  Logis matematis

e. Kinestetis

Kunci jawaban: D

Pembahasan:

Keberagaman-tipe kecerdasan:

a.       Kecerdasan visual-spasial

Gemar bermain
puzzle
dan pakar menulis adalah beberapa keunggulan dari kecerdasan optis-spasial. Anak yang memiliki jenis kecerdasan majemuk ini mempunyai kemampuan visualisasi yang terlampau baik. Anak akan kelihatan mudah lakukan mengingat gambar, arah di peta, video, dan sebagainya. Anak asuh juga lebih mudah lakukan melihat satu komplet tinimbang kebalikan-kutub sebayanya.

b.      Kecerdasan interpersonal

Apakah anak Dia majuh berhasil membina kontak baik dengan orang sekitarnya dan weduk internal merenjeng lidah dengan kutub-temannya? Bisa makara anak Dia n kepunyaan kecerdasan interpersonal. Jenis kecerdasan bermacam rupa yang satu ini ditandai dengan kemampuan momongan untuk memafhumi dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Pintar bersuara dan mampu menjaga hubungan baik ialah salah satu ciri idiosinkratis dari spesies kecerdasan anak asuh ini.

c.        Intelek naturalis

Lain semua anak demen melayari dan menyerempet standard melangah serta varietas-spesies di sekitarnya, jika Anak Anda senang melakukan hal tersebut, mungkin anak Sira memiliki kecerdasan naturalis. Jenis intelek naturalis ialah jenis kecerdasan nan cukup unik. Momongan yang punya jenis kecerdasan ini senang mengeksplorasi lingkungannya, beraktivitas di kalimantang bebas, dan mudah dalam mengumpulkan serta mengkategorikan informasi.Di masa depan, anak dengan variasi kepintaran naturalis berpotensi untuk menjadi seorang pandai biologi nan handal!

d.      Kecerdasan ilmu bahasa-verbal

Menulis dan berucap yakni dua hal yang digunakan bikin mengekspresikan diri. Dibutuhkan satu kemampuan eksklusif bikin berkecukupan menguntai kata-kata dalam susuk lisan maupun tertera.Anak asuh dengan kepintaran ilmu bahasa-verbal memiliki kemampuan tersebut. Momongan bisa menjelaskan suatu hal dengan baik serta mampu memberikan pidato nan menarik hati. Prolog-introduksi dan bahasa ialah senjata terkuat bermula anak.

e. Kecerdasan kinestetik

Anak yang atletis dan juru goyang pinggul adalah indikasi berasal jenis intelek kinestetik. Anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik punya kemampuan tubuh dan harmonisasi nan baik. Atlet dan penayub bukanlah suatu-satunya profesi yang dapat dilakukan. Menjadi pemahat dan aktor juga ialah jenis pekerjaan yang nantinya dapat digeluti maka dari itu anak

f. Intelek intrapersonal

Apakah anak Anda gemar menganalisis ide-ide, diri seorang, maupun hubungannya dengan individu lain? Keadaan tersebut merupakan riuk satu ciri idiosinkratis dari diversifikasi kecerdasan intrapersonal.Berbeda dengan kecendekiaan interpersonal, jenis intelek anak berupa kecerdasan intrapersonal membentangi kemampuan lakukan introspeksi dan refleksi diri. Anak menyadari apa yang terjadi dengan dirinya dan doyan menganalisis beraneka ragam ide dan teori. Anak dengan kepintaran intrapersonal memiliki bakat bikin menjadi pengkaji, pemikir, notulis, dan sebagainya.

g. Kecerdasan akal sehat-matematika

Pecah 9 jenis kepintaran majemuk, kepintaran logika-ilmu hitung momongan mana tahu adalah yang paling mudah terlihat. Weduk berkira-kira dan ilmu hitung adalah ciri spesial dari jenis intelek anak ini.Belaka, bukan belaka pandai berhitung, anak dengan kecerdikan logika-matematika umumnya bukan saja senang berpikir mengenai konsep tanwujud kasatmata kredit, sekadar juga mengenai pola atau wasilah tertentu.Kecerdasan akal sehat-matematika juga membantu anak bagi punya kemampuan menyelesaikan komplikasi yang kompleks dengan baik.

h. Kecerdikan musikal

Kecerdasan musikal adalah riuk satu jenis kecerdasan anak lainnya yang mudah untuk diamati. Bertindak alat musik dan tukang bernyanyi merupakan tanda yang menonjol dari adanya jenis kecendekiaan musikal pada anak.

i. Kepintaran moral

Kecerdasan moral adalah bagaimana anak start dapat melepaskan mana yang bermoral dan yang salah menggunakan sumber nan telah dikumpulkan melalui emosi dan jauhari anak asuh.Melalui kecerdasan ini, sikap kepatutan anak pun akan tiba berkembang bersamaan dengan pengalaman yang pernah ia rasakan setiap harinya.

SOAL 4

Peserta pelihara dalam suatu kelas kecenderungan belajarnya beraneka macam cak semau yang visual, auditori, dan kinestetik. Namun kegiatan pembelajaran selama ini masih banyak yang konvensional-klasikal. Agar dapat menepati ketiga kecondongan sparing tersebut, guru perlu?

a. Memperalat metode ceramah, urun rembuk, soal jawab.

b. Menggunakan ki alat komik pembelajaran dan buku paket.

c. Menggunakan program audio dan modul.

d. Menggunakan wahana audio, video, dan percobaan.

e. Memperalat modul dan powerpoint.

Kunci jawaban: D

Pembahasan:

Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditif, dan kinestetik. Peristiwa ini juga diungkapkan maka dari itu Connell (internal Yaumi: 2022: 125) yaitu visual learners, auditory learners, dan kinesthetic learners. Pertama, peserta didik visual yaitu peserta didik yang belajarnya akan mudah dan baik jika melalui visual/penglihatan. Ataupun dengan perkataan lain modalitas penglihatan menjadi modal utama bikin siswa didik yang n kepunyaan gaya belajar ini.

Peserta tuntun kelompok ini memiliki kesulitan jikalau pendedahan dilakukan melangkaui presentasi verbal tanpa disertai gambar-gambar atau bunyi bahasa visual. Petatar tuntun bergaya belajar okuler punya kekuatan okuler, sehingga seorang pendidik ketika melakukan proses pembelajaran teristiadat memperalat strategi pembelajaran dan kendaraan yang dapat mempermudah proses belajar mereka.

Misalnya guru detik melakukan proses pembelajaran dapat menggunakan sarana visual seperti: gambar, poster, diagram, handout, powerpoint, atlas konsep, bagan, peta, film, video, multimedia, dan televisi. Di samping itu peserta bimbing dapat diajak bikin melakukan observasi/mengunjungi ke gelanggang-tempat sebagai halnya: museum dan tempat-tempat warisan sejarah.

Kedua, murid didik auditori, yaitu mereka yang mempelajari sesuatu akan mudah dan sukses melalui pendengaran. Perangkat dria pendengaran adalah modal dasar untuk peserta didik bergaya belajar ini. Pelajar asuh nan beraksi membiasakan auditori akan menaksir penyajian materi pembelajarannya melalui khotbah dan diskusi. Mereka lagi memiliki kekuatan mendengar sangat baik, demen mendengar dan kemampuan lisan dahulu hebat, senang bercerita, ki berjebah mengingat dengan baik materi yang didiskusikan, mengenal banyak lagu dan bahkan bisa menirukannya secara cepat dan lengkap.

Semata-mata demikian peserta didik yang bertipe membiasakan auditori mudah kehilangan konsentrasi ketika terserah suara suara ribut di sekitarnya, tidak senang lega tugas mendaras, dan mereka tidak demen pada total kelompok nan anggotanya bersisa besar. Oleh karena itu pendidik dalam melakukan proses pembelajaran selain mengamalkan pengutaraan/orasi lagi dapat: 1) menggunakan media rekaman begitu juga kaset audio/CD audio pembelajaran, 2) peserta didik diajak untuk berpartisipasi kerumahtanggaan sumbang saran, 3) upayakan suasana membiasakan jauh bersumber kebisingan atau keributan, dan 4) dapat memperalat musik untuk mengajarkan satu topik/materi pelajaran tertentu.

Ketiga, peserta didik dengan gaya belajar kinestetik, yaitu murid jaga yang melakukan aktivitas belajarnya secara fisik dengan kaidah bergerak, menyentuh/meraba, dan melakukan. Murid didik diversifikasi berlatih melalui anggota tubuhnya atau menggunakan awak lebih banyak dari pada melihat dan mendengarkan, seperti senang mengalir/berpindah ketika berlatih, menggoyang goyangkan tungkai, tangan, pejabat, senang/demen menulis dan mengerjakan sesuatu dengan tangannya, banyak menggunakan bahasa non lisan/bahasa jasmani, doyan menyentuh sesuatu nan dijumpainya. Sebaliknya siswa tuntun nan bersikap belajar kinestetik sulit berdiam diri dalam tahun lama, rumit mempelajari sesuatu nan abstrak, seperti rumus- rumus, dan kurang mampu menulis dengan rapi. Maka itu karena itu takdirnya pendidik menghadapi peserta ajar bergaya belajar kinestetik maka kerumahtanggaan proses pembelajarannya 1) dapat memperalat incaran aktual untuk belajar konsep plonco, dan 2) mengajak petatar bimbing bagi belajar mengeksplorasi lingkungan.

Pertanyaan 5

Kegiatan pendedahan yang diawali dengan rahmat rangsangan, mengidentifikasi masalah, melakukan pengumpulan data dan mengolah data sehingga berharta memasrahkan pembuktian dan menarik deduksi, sesuai dengan model pembelajaran?

a.       penyakit based learning

b.      inquiry learning

c.       discovery learning

d.      integrated learning

e.      project based learning

Kunci jawaban: C

Pembahasan:

Langkah kerja (sintak) paradigma
Discovery Learning
dalam pembelajaran penyingkapan/penciptaan adalah ibarat berikut:

1) Pemberian rangsangan (stimulation);

2) Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement);

3) Pengumpulan data (data collection);

4) Pengolahan data (data processing);.

5) Pembuktian (verification); dan

6) Menarik simpulan/generalisasi (generalization).

Tanya 6

Kamil penerapan teori behaviorisme nan dilakukan oleh guru waktu ini dalam ki alat digital dalam praktik penelaahan adalah?

a. Internet dan Powerpoint

b. Internet dan media Zoom

c. Powerpoint dan Microsoft Word

d. Google dan Youtube

e. Powerpoint dan multimedia

Trik jawaban: E

Pembahasan:

Pada zaman maju ini, permohonan teori behavioristik berkembang pada pengajian pengkajian dengan Powerpoint dan multimedia. Pembelajaran dengan Powerpoint, cenderung terjadi satu sisi. Materi yang disampaikan dalam gambar powerpoint disusun secara rinci dan bagian-bagian katai.

Darurat itu pada pengajian pengkajian dengan multimedia, peserta ajar diharapkan n kepunyaan pemahaman yang sekelas dengan pengembang, materi disusun dengan perencanaan yang rinci dan eklektik dengan urutan yang jelas, latihan yang diberikan lagi menentang memiliki satu jawaban benar.

Feedback
sreg pembelajaran dengan multimedia cenderung diberikan umpama penguatan n domestik setiap soal, keadaan ini serupa dengan acara pendedahan yang koalisi dikembangkan Skinner (Collin, 2022). Skinner melebarkan transendental pengajian pengkajian nan disebut “teaching machine” yang mengasihkan
feedback
kepada peserta didik bila memberikan jawaban etis dalam setiap tataran dari cak bertanya pengecekan, bukan sekadar
feedback
pada akhir
test.

SOAL 7

Guru mempelajari latar belakang keburukan, seluk beluk dan permasalahan peserta didiknya. ketika kemudian hawa memberikan pengetahuan alias embaran nan pas pelajar didiknya, maka peristiwa ini merupakan panjang daya kreasi dalam?

a. Iluminasi

b. Konfirmasi

c. Penetasan

d. Awalan menaruh pangkal

e. Produksi

Kunci jawaban: D

Pembahasan:

Menurut Wallas (Ali, 2022:51) kemenangan orang-orang subur kerumahtanggaan mencapai ide, gagasan, separasi, cara kerja, dan karya baru biasanya menerobos bilang panjang sama dengan berikut ini:

(1) Awalan meletakan dasar: mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya. Lega tahapan ini diperlukan minat dan antusiasme untuk memperoleh warta dan informasi sebagai persiapan bagi kreativitas. Guru perlu memberikan permakluman maupun butir-butir yang memadai kepada peserta didik bak pangkal pengembangan kreativitasnya.

(2) Inkubasi: mengambil waktu cak bagi menyingkir masalah, istirahat, leha-leha. Berburu kegiatan nan melepaskan diri bermula kesibukan perhatian mengenai kebobrokan nan sedang dihadapi. Pada tahap ini proses pemecahan masalah diendapkan n domestik tunggul pra sadar.

(3) Iluminasi: tahap ini disebut laksana tahap pemahaman, suatu tahap mendapatkan ide, gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, dan jawaban baru.

(4) Verifikasi/produksi: menghadapi dan memecahkan masalah-masalah praktis, sehubungan dengan perwujudan ide, gagasan, separasi, penuntasan, cara kerja, dan jawaban baru. Pada tahap ini dilakukan awalan-langkah untuk mewujudkan ide dan gagasan kreatif menjadi karya kreatif dan inovatif.

Soal 8

Membiasakan adalah usaha pemberian makna oleh peserta didik kepada pengalamannya melewati pernapasan dan fasilitas yang menuju pada pembentukan struktur kognitifnya, memungkinkan mengarah kepada tujuan tersebut. Merupakan teori membiasakan?

a. Konstruktivisme

b. Humanisme

c. Behaviorisme

d. Sibernetik

e.  Kognitivisme

Buku jawaban: A

Pembahasan:

Konstruktivisme (Karwono 2022:90) merupakan salah satu metafisika manifesto yang menggarisbawahi bahwa amanat adalah bentukan (konstruksi) si-berlatih sendiri. Pengetahuan lain bikinan dari realitas, bukan lagi paparan dari marcapada warta yang suka-suka. Berlatih menurut konstruktivisme adalah satu proses mengasimilasikan dan mengaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pengertian nan telah dimilikinya, sehingga pengetahuannya bisa dikembangkan.

Proses membiasakan menurut teori konstruktivistik pada bagian ini akan dibahas proses membiasakan dari rukyat konstruktivistik, dan dari aspek-aspek si-belajar, peranan hawa, sarana belajar, dan evaluasi sparing. Proses belajar konstruktivistik, secara contoh, proses belajar jika dipandang terbit pendekatan kognitif, tidak sebagai akuisisi informasi yang berlanjut satu arah semenjak asing ke dalam diri siswa, melainkan ibarat kasih makna oleh murid kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi yang bermuara lega pemutakhiran struktur kognitifnya.

Kegiatan belajar lebih dipandang berpunca segi prosesnya daripada segi pemerolehan warta pecah fakta-fakta yang tanggal-izin. Proses tersebut berupa “…..constructing and restructuring of knowledge and skills
(schemata)
within the idiosinkratis in a complex network of increasing conceptual consistency…..”.

Pemberian makna terhadap obyek dan camar duka oleh individu tersebut tidak dilakukan secara seorang-sendiri oleh siswa, melainkan melalui interaksi privat jaringan sosial yang unik, nan terbentuk baik dalam budaya kelas maupun di asing kelas.

Maka dari itu sebab itu manajemen pembelajaran harus diutamakan pada pengelolaan siswa dalam memproses gagasannya, bukan semata-mata pada penyelenggaraan siswa dan lingkungan belajarnya bahkan pada unjuk kerja atau prestasi belajarnya yang dikaitkan dengan sistem penghargaan dari asing seperti biji, ijazah, dan sebagainya. dan sebagainya.

Pertanyaan 9

Apabila murid didik belum siap buat melakukan keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka ketatanegaraan yang dilakukan guru adalah?

a. Mengidentifikasi peserta didik baik nan sudah siap atau yang belum siap bikin menirukan penataran dengan proses berpikir dalam-dalam tingkat tinggi

b. Tetap melakukan kegiatan pembelajaran dengan keterampilan berpikir dalam-dalam tingkat pangkat dengan meminta pelajar didik buat fokus

c. Membentuk kelompok peserta didik dengan kemampuan nan berjenis-jenis internal proses pembelajaran

d. Meniadakan perencanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan peserta didik yang bervariasi

e. Membangun terlebih dahulu jembatan penghubung antara proses berpikir tingkat cacat berkiblat nanang tingkat tinggi

Trik jawaban: E

Pembahasan:

Situasi yang teradat diperhatikan kerumahtanggaan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi terletak sreg konten/materi pembelajaran dan konteks murid tuntun.

Apabila peserta didik belum siap bikin mengamalkan kesigapan berpikir tingkat tinggi, maka perlu dibangun tambahan pula terlampau sirat penghubung antara proses berpikir tingkat kurang menjurus berpikir tingkat tinggi.

Caranya adalah dengan membangun skema berpokok pengetahuan awal yang telah diperoleh sebelumnya dengan permakluman baru yang akan diajarkan.

Selepas terpenuhi, maka guru perlu mempersiapkan sebuah situasi berwujud yang bisa menstimulasi proses nanang tingkat strata dengan menciptakan dilema, kebingungan, tantangan, dan ambiguitas berpangkal permasalahan yang direncanakan akan dihadapi petatar didik (King, Goodson & Rohani, 2006).

Cak bertanya 10

Terserah banyak model pembelajaran yang dapat digunakan n domestik mengimplementasikan pendekatan saintifik, satu di antaranya yakni model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif adalah….

a. Strategi penelaahan yang mengintegrasikan metode, bahan ajar dan ki alat pembelajaran secara sistematis

b. Politik pembelajaran yang teratur secara sistematis di mana siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok mungil

c. Strategi pembelajaran yang menyajikan situasi permasalahan kepada pelajar dan dapat berfungsi ibarat batu loncatan privat studi

d. Strategi pengajian pengkajian individual yang integral secara berstruktur dimana siswa bekerja masing-masing

e. Strategi pembelajaran yang menyertakan perilaku koreksi diri

Muslihat jawaban: B

Pembahasan:

Model pembelajaran kooperatif adalah contoh pendedahan nan mengutamakan keikhlasan kelompok. Setiap siswa dalam keramaian n kepunyaan tingkat kemampuan yang berbeda (panjang, medium dan cacat) dan jika mungkin anggota kelompok berasal berpokok ras, budaya, suku yang berbeda dan memperhatikan kesetaraan gender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kolaborasi intern memecahkan penyakit lakukan menerapkan pengetahuan dan keterampilan lakukan mencapai tujuan pembelajaran.

Bagaimana, apakah kamu sudah dapat mengibaratkan tanya-pertanyaan tes besok? Kamu dapat loh latihan soal PPPK makin banyak lainnya cuma dengan meng-install
petisi KitaLulus. Petisi KitaLulus meluangkan 50 soal HOTS percuma lengkap dengan pembahasannya dan soal bikin PPPK lainnya. Marilah,
download
aplikasinya di Play Store.

Bagi kamu yang cak hendak latihan untuk mengasah kemampuan, KitaLulus lagi mengadakan Papan bawah SKS gratis loh! N domestik Kelas SKS esok ada penjelasan tentang materi TIU, TWK, dan TKP beserta pembahasannya. Acaranya akan berlangsung rontok 23 September 2022. Cak bagi informasi bertambah lanjut, kamu bisa join ke grup

Telegram

ya!

Source: https://www.kitalulus.com/info-cpns/yuk-latihan-soal-pppk-kompetensi-teknis-guru-lengkap-dengan-pembahasannya