Contoh Surat Perjanjian Nafkah Anak


PERJANJIAN HAK Tuntun ANAK

Kesepakatan Hak Didik Anak ini dibuat dan ditandatangani sreg musim ini Rabu, tanggal 8 (delapan), Bulan Februari, tahun 2022, antara :

Keunggulan                         :
BAHAUDIN, S.Ag maupun BAHAUDIN Bin H.M. SOFIANI

Tempat / Tgl Lahir    : Jakarta, 03 Januari 1977

Jenis Kelamin          : Lelaki

Target                        : Jalan Swadaya PLN Nomor 1, RT. 015/RW 001,

Keluarahan Jatinegara, Kecamatan Cakung,

Kota Jakarta Timur

Agama                       : Selam

Pegangan                  : Wirausaha

Nasional   : Indonesia

Seterusnya disebut …………………………………………………………..

“PIHAK Permulaan”

DAN

Nama                         :
SITI MARYAM, S.Pdi Binti H.M. Sambilan

Kancah / Tgl Lahir    : Jakarta, 30 Maret 1977

Jenis Kelamin          : Perempuan

Alamat                        : Jalan Pulo Lentut RT. 003 RW. 001, No. 01

Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung

Kota Jakarta Timur

Agama                       : Islam

Pegangan                  : Guru Dagang dan Mengurus Flat Tangga

Nasional   : Indonesia

Selanjutnya disebut ……………………………………………………………….

“PIHAK KEDUA”

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara kontan disebut “Para Pihak“, malar-malar dulu menerangkan :

  1. Bahwa Najwa Camelia Arzaqi, yang lahir pada tanggal 5 (lima) Mei 2007, di Jakarta, bersendikan Akta Kelahiran Nomor 454/JT/KL/2007, berada dibawah pengasuhan PIHAK Mula-mula;
  2. Bahwa Muhammad Fathan Arzaqie, yang lahir pada tanggal 17 (tujuh belas) Mei 2009, di Jakarta, berdasarkan Piagam Kelahiran Nomor 12189/JT/KL/2009, berkecukupan dibawah pengasuhan PIHAK KEDUA;
  3. Bahwa Para Pihak Sepakat secara sekalian mendidik, melindungi anak asuh, mencurahkan hidayah sayang, menumbuh kembangkan momongan sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya, sesuai Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Musim 2002 tentang Proteksi Anak;
  4. BahwaNajwa Camelia Arzaqi, berada dalam Nasib baik Asuh Pihak Pertama, sampai ia bisa menentukan sendiri Hak-Haknya sebagai anak, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Waktu 2002 tentang Perlindungan Anak;
  5. Bahwa Muhammad Fathan Arzaqie, berada intern Hak Pelihara Pihak Kedua, hingga ia bisa menentukan sendiri Peruntungan-Haknya sebagai anak, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Waktu 2002 adapun Proteksi Anak asuh;
  6. Bahwa Pihak Pertama akan memberikan biaya usia dan biaya pendidikan Muhammad Fathan Arzaqie yang akan diberikan setiap bulannya;
  7.  Bahwa Para Pihak sepakat menjaga sopan santun atau etika, prilaku, sikap, dan tingkah laku, di depan alias di hadapan kedua momongan,
    berasal keadaan-situasi yang lain baik ataupun saling menjelek-jelekan, doktrinisasi negatif terhadap anak, sehingga menimbulkan kebencian terhadap keseleo satu cucu adam tuannya;
  8. Bahwa Para Pihak sepakat, tidak membawa anak kedalam sangkutan pribadi masing-masing dengan pihak tidak, sampai ada kesepakatan atau komunikasi malah dahulu dari Para Pihak;

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas,
“PARA PIHAK”
silih bersepakat dan bersetuju dengan menambatkan diri didalam
Aman HAK Jaga Anak
, dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur didalam isi pasal-pasal ibarat berikut:

PASAL 1

Bahwa Para Pihak berhak mengunjungi, melimpahkan kasih sayang, mengajak kronologi-kronologi dan lain sebagainya, kepada kedua anak;

PASAL 2

Bahwa Pihak Pertama bertanggung jawab, mengakui kunjungan Pihak Kedua atau sebaliknya, bagi menumpahkan kasih sayang, mengajak berpelesir dan enggak sebagainya, kepadakedua anak;

PASAL 3

Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua berkewajiban secara sekaligus, menumbuh kembangkan, bakat dan minat, dan pendidikan, secara bersama-sebanding, sonder suka-suka campur tangan Pihak Lain;

PASAL 4

Bahwa apabila telah hadir pihak ketiga kedalam hubungan masing-masing Para Pihak, dan bagi menjaga mental atau pisikiskedua anak,
maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua diwajibkan tukar berkomunikasi terlebih tinggal;

PASAL 5

Apabila dikemudian periode timbul kesepakatan baru serta cak semau hal-hal yang belum disepakati bersama, maka dapat dibuatkan kesatuan hati yunior yang merupakan babak tidak terpisahkan dari kesepakatan ini;

PASAL 6

Apabila dikemudian masa kulur pergesekan dalam permasalahan ini, maka Para Pihak sepakat untuk diselesaikan secara perundingan anak bini, dan apabila musyawarah tidak tercapai maka bisa diolah di Tata usaha Perdata Agama Jakarta Timur;

Pasal 7

Bahwa perjanjian ini dibuat dua rangkap, dibubuhi materai yang memadai dan sama-sama mempunyai kemujaraban hukum nan sama, yang lebih lanjut kedua belah pihak menunduk puas perturan ini, dan syariat yang berlaku di Republik Indonesia.

Mengetahui

                 PIHAK PERTAMA                                              PIHAK KEDUA


(BAHAUDIN, S.Ag)(SITI MARYAM, S.Pdi)

SAKSI-SAKSI


(………………………………….)
(………………………………….)

Source: https://www.saplaw.top/contoh-perjanjian-hak-asuh-anak/