Kuliah Tentang Berlega hati


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Puji Terima kasih kita panjatkan kepada Halikuljabbar SWT yang mutakadim memberi kita kesehatan sebatas hari ini. Salawat dan doa buruk perut tercurah kepada junjunan kita Nabi Muhammad Saw berserta keluarga, para sahabat dan umatnya hingga intiha zaman.



Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah khotbah yang berjudul “Bersyukur kepada Allah SWT”

Hadirin yang berbintang terang





Syukur mempunyai makna yaitu berterima hidayah dan mengakuri dengan sepenuh hati akan anugerah atau lezat yang halikuljabbar berikan kepada kita.



Kita tidak akan dapat menghitung, menyahajakan berapa banyak sedap nan Tuhan berikan, mulai dari enak kebugaran, nikmat iman, nikmat masih bisa berfikir dan heterogen nikmat lagi nan tidak bisa kita hitung satu persatu. Namun nan menjadi permasalahannya adalah mengapa kita enggak bisa bersyukur akan semua nikmat yang Allah berikan? dan cak kenapa kita pelahap berfikir bahwa gurih itu konkret materil / uang.



pemikiran sebagaimana ini sebenarnya sangat lah salah dan fatal, karena apabila kita berfikir seperti ini berarti kita termasuk orang nan kufur.

Sebagai mana firman Allah :






وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ



yang artinya adalah ”
Sesungguhnya jika dia bersyukur pasti kami menggunung nikmat kepadamu dan jika sira mengkari nikmatku maka sesungguhnya azabku sangat pedih
.”





Makanya apabila kita bukan ingin masuk kedalam golongan orang basyar yang kufur itu maka sehendaknya kita bersyukur.

Dampak Riil dari berlega hati :



1. Menghilangkan rasa sombong dan menggadang.

2. Menyadarkan diri bahwa semua yang dimiliki adalah hak Tuhan Amung.

3. Menyadarkan diri bahwa kita lebih membujur dari pada basyar bukan.



4. Membentuk atma kita menjadi lebih bahagia.





Apabila kita tak ingin kufur maka kita jangan pernah sekali-kali memandang keatas kita tapi cobalah kita memandang kebawah karena bersumber situlah kita akan tersadar bahwa seberuntungnya kita dibanding orang lain.






Demikian ceramah ringkas nan dapat saya sampaikan harap maaf bila ada kesalahan kata.



Assalamualaikum Wr.Wb


Contoh Naskah Pidato | Dakwah Singkat Tema Syukur ataupun Berterima kasih

Assalamu’alaikum wr. wb

Syukur artinya berterima kasih kepada yang mahakuasa atas barang apa legit-NYA yang telah diberikan kepada kita. Ada beberapa kaidah  berlega hati, diantaranya yang paling penting yakni dengan bertaqwa kepada sang pencipta, menjalankan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya.

Barang apa anggota tubuh kita gunakan pada keadaan khasiat di perkembangan yang diridhoi oleh Allah SWT., itulah nan dinamakan dengan bersyukur atas legit yang mahakuasa.
Bibir ataupun di dalam hati kita mengucapkan Alhamdulillah , itu sekali lagi adalah salah satu cara kita mensyukuri nikmat nan telah diberikan oleh Tuhan SWT.

Disaat ada orang yang memuji kita, maka ucapkanlah Alhamdulillah, dikala terserah sosok yang bilang bahwa tampang kita ganteng, maka ucapkanlah Alhamdulillah, disaat cak semau orang yang sejumlah bahwa tampang kita cantik cak bagi kaum hawa, maka ucapkanlah Alhamdulillah,  disaat ada orang nan bilang bahwa diri kita ini sakti, maka ucapkanlah Alhamdulillah, disaat kita mendapatkan lezat mulai sejak Allah SWT.,

maka ucapkanlah Alhamdulillah, ketika diri kita cak semau yang memuji, maka ucapkanlah Alhamdulillah, kembalikanlah pujian itu kepada Tuhan SWT, karena segala puji hanyalah eigendom Allah SWT., kita lain pantas kerjakan di puji, hanyalah Yang mahakuasa yang berhak dan pantas bakal dipuji.
Hadirin nan terhormat,

Wajah kita yang ganteng ini hanyalah milik Allah SWT. Dan akan kembali pula kepada pemiliknya yaituAllah SWT. Wajah cantik yang kita miliki hanyalah milik Tuhan SWT.

Dan satu waktu kelak akan kembali pun kepada pemiliknya yakni allah swt. Mobil mewah, pentolan kita yang sangat keren, dan flat yang sangat gencar , harta gana kita ini hanyalah milik Allah., satu periode almalik akan menjumut mencabut kembali harta dan aset yang kita miliki.

Kita sunyi bukan akan membawa harta, tetapi kita sepi akan membawa amal kebaikan, harta yang kita miliki hanyalah order berpangkal allah amung, Allah akan mencoket pula apapun keadaan yang kita miliki.
Allah berfirman internal Al-Qur’an inskripsi Ibrahim ayat 7, yang artinya

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

”Dan apabila kamu bersyukur atas nikmatKu, maka aku akan menambah sedap kepadamu, hanya apabila beliau memungkiri nikmatKu, maka adzabKu sangat pedih (Q.S. Ibrahim:7)”

Maka berasal itu, kita harus banyak berlega hati kepada allah swt. Apabila kita banyak bersyukur kepada Halikuljabbar SWT, niscaya Sang pencipta akan menaik nikmat kepada kita, namun apabila sebaliknya kita menyangkal nikmat Allah, tak mensyukuri nikmat Allah alias kuffur, maka tunggulah adzab dari Allah SWT. Akan menghampiri kita. Naudzubillahimin dzalik.

Mungkin, cukup sekian yang bias saya sampaikan pada kesempatan kelihatannya ini, mohon maaf atas kesalahan dan kekurangannya. Billahi taufiq wal karunia. Wassalamu’alaikum wr. wb.


KULTUM GAUL Pakar Berterima kasih

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

BISMILLAHAAHIR RAHMAANIR RAHIIM, ALHAMDULILLAHI RABBIL ’ALAMIIN, WA BIHI NASTA’IINU ‘ALAA UMUURID DUNYAA WAD DIIN, SHALAWAATULLAAH WA SALAAMUHU ‘ALAA KHAATIMIL ANBIYAA’I WAL MURSALIIN, SAYYIDINAA MUHAMMADIN RASUULIN AMIIN, WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHAABATIHISH SHAABIRIIN, WA UMMATIHIL MU’MINIIN, AMMAA BA’DU

Kaum Muslimin dan Muslimat yang  dirahmati Sang pencipta,

Alhamdulillah puji syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Atas limpahan Hadiah, Taufik, Hidayah, dan Inayahnya kita dapat berkumpul disini, tanpa ada halangan suatu apapun.

Selanjutnya saya mengajak (Bapak/Ibu/Temen-Temen)  cak bagi senantiasa berdoa kepada Halikuljabbar, seyogiannya melimpahkan paling-paling penghargaan dan penghormatan, yang formal kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, abstrak kita bersama, adalah Rasul Raksasa Utusan tuhan Muhammad S.A.W.

Dan kita berdo’a kepada Allah, semoga kita yang hadir di tempat ini dapat berkumpul bersama Rasulullah dan para sahabatnya dihari kiamat nanti, amien ya rabbal ‘aalaamien.

Kultum yang akan saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah  “Pakar Bersyukur

Hadirin yang dirahmati Yang mahakuasa SWT.

Kita mengetahui bahwa Yang mahakuasa Mahabesar, sementara kita nan diciptakannya adalah kecil. Kita hina dan enggak punya muslihat dan kemujaraban sedikitpun, kecuali karena kebesaran dan kekuatan dari  Allah. Karena itu, mari kita banyak banyak bersukur kepada Allah.

Tuhan S.W.T. berkata: dalam Surat Al-Baqarah ayat 185

“Dan hendaklah bertakbir atas anugerah yang sudah lalu Almalik berikan. Semoga kalian menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Bersyukur adalah salah satu gambar sikap nan direkomendasikan Almalik SWT, dan Nabi – Nabinya, ketika seorang orang islam yang beriman diberi kesenangan, kenikmatan, dan semacamnya.

Karena dengan bersyukur, dapat jadi kesenangan, kenikmatan, yang diberikan akan ditambah Allah SWT.

Sebagaimana difirmankan n domestik AL – Qur’an QS. Ibrahim ayat

7; Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya kalau kamu berterima kasih, karuan Kami akan menggunung (lemak) kepadamu, dan sekiranya kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya aniaya-Ku sangat pedih.”

Syukur merupakan satu perbuatan hati nan  akan menarik seseorang sreg rasa damai, tenteram, dan bahagia. Dia sekali lagi akan mendapatkan kesuksesan baik di marcapada maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT.

 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, tentu Kami akan menaik kepadamu, dan jika kamu mengingkari gurih-Ku, maka sesungguhnya hukuman-Ku sangat pedih.” Inilah janji Allah, dan bangun Allah lain akan koneksi menidakkan ikrar-Nya.

Sebaliknya ketika ditimpa kesusahan atau musibah, janganlah sampai berputus as. Apalagi perangi diri. Melainkan kita harus patuh bersyukur dan mengelus dada. Lha kok ditimpa musibah tambahan pula berlega hati?

Eits jangan salah, (Selongsong/BU/Temen-Temen), di benyot kesusahan ataupun musbah yang menjangkiti tersimpan segudang bahkan lebih hikmah khasiat. Misalnya menginjak-tiba kita diberi rasa linu oleh Tuhan SWT., nggak perlulah kita megeluh / berputus sangkil. Karena kalau kita gali secara mendalam dengan ngilu yang di me ternyata sepatutnya ada dosa kita semenjana di kurangi oleh Allah SWT.

Dan dengan sakit yang di derita, koteng mukminat yang berketentuan akan bisa bertambah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yang boleh jadi ketika sehat seseorang kerjaanya ngegosip, kalau sakit buat ngomongpun malasnya minta ampun. Karena itu, baik demen ataupun runyam, bersyukur harus bagi setiap muslim polos.

Rasul SAW adalah manusia yang ahli berlega hati. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, “Apakah yang menyebabkan kanjeng sultan menangis, padahal Sang pencipta telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun nan akan datang?” Sira menjawab, “Tidakkah engkau senang aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”

Dan memang kita harus siap dalam setiap kondisi, seperti yang disampaikan oleh sahabat ‘Umar bin al-Khaththab, “Kalaulah sabar dan syukur itu ibarat dua ekor gamal, maka aku lain pedili unta mana yang aku kendarai.”

Silakan kita tutup kultum pendek ini dengan berdoa bersama-seimbang.
A’udzubillahiminasyaithonirrojim,
Bismillahirrahmanirrahim
Ya Allah, jadikanlah hari ini menjadi hari abolisi bagi segala dosa kami,
Ya Allah, sucikanlah kami dari dosa-dosa,
Dan bersihkanlah diri kami dari segala perbuatan tercela,
Tanamkanlah ketaqwaan di dalam lever kami,
Hiasilah diri kami dengan kesabaran dan virginitas,
Illah atina fiddunya hasanah, wafilakhirati hasanah, waqina ‘adza bannar,
Subhanarobbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wassalamun’alal mursalin,
Walhamdulillahirobbil’alamin.

Lihat Pula : Harga Ready Mix

Wassalamualaykum w.r.w.b.