Jhony lampung - Copy

Bp. Ade Gunawan, Petani Milu Pertiwi-6, Lampung (foto: A. Juni)

BENIHPERTIWI.CO.ID
– Jagung hibrida Pertiwi-6, dari Benih Pertiwi mulai ditanam di Lampung. Salah satunya ditanam Bp. Ade Gunawan, peladang jagung dan hortikultura, di Ds. Srikaton, Adiluwih, Kab. Pringsewu, Lampung.

Kokoh & Tahan Andan

Pada umur 55 tahun, tanda-tanda jagung Pertiwi-6 sudah mulai nampak. Pertumbuhan tinggi, batang kokoh dan daun hijau. Padahal di desa Srikaton sempat terkena tornado yang menyebabkan tanah jagung lainnya roboh. Namun lahan Jagung Pertiwi-6 nya aman dan tidak cak semau yang merosot.

“Pertumbuhan normal dan sehat. Jagung Pertiwi 6 tahan runtuh, kalau cuma doyong-doyong setelah angin kencang, wajar” Cerita Bp. Ade.

“Selain itu milu Pertiwi-6 tahan andan, sejak awal tanam, tidak ada yang terkena andan.” tambahnya.

Didesanya, ada dua prinsip penuaian jagung, adalah pengetaman tebon (penuaian remaja untuk pakan ternak sapi) dan panen kering. Menurut Bp. Ade, Milu pertiwi 6 bisa turut dua-duanya, boleh masuk tebon dan panen kering. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan tanaman, dengan ketinggian, kekokohan batang dan warna hijau daun yang sangat sejadi untuk panen tebon.

Bp. ade menanam jagung Pertiwi-6 seluas  setengah hektar, dengan jarak tanam 70x 25 cm.  Menurutnya varietas Pertiwi 6 bisa dikabulkan di Adiluwih, dan bisa menjadi salah satu harapan orang tani yang dapat membantu perekonomian di desa.

jhony lampung2 - Copy

Bp. Pur Panen Raya Milu Pertiwi-6, Lampung (A. Juni)

Hal yang sebabat sekali lagi diungkapan Bp. Pur, Penanam jagung Pertiwi-6 dari Dsn 2, Titiwangi, Candipuro, Lampung Selatan ini sangat senang dan berbesar hati anak asuh bangsa bisa memproduksi benih jagung hibrida seperti Pertiwi-6.

Berpangkal lahannya jagung Pertiwi-6 miliknya, terbukti Milu Pertiwi-6 mempunyai produktivitasnya janjang, dengan pipilan basah 12 ton, dan saat pengetaman kisaran garis hidup air 30%. Di daerahnya, kebanyakan peladang menjual jagung privat tulangtulangan pipilan basah.

Dengan modal 10 juta perhektar, jika harga jual pipilan basah Rp. 2000/kg saja, maka pendapatan menyelamatkan milu Pertiwi-6 adalah 24 juta – 10 miliun = 14 miliun sepanjang 4 bulan.






BACA LAINNYA