Hotel Di Sukabumi Dekat Pantai

Kabupaten Subang

Kabupaten

Transkripsi bahasa daerah
 • Abc Sunda ᮞᮥᮘᮀ
Curug Mandala

Curug Mandala

Lambang resmi Kabupaten Subang

Motto:

Karya Utama Satya Nagara

Map of West Java highlighting Subang Regency.svg

Peta

Subang di Jawa Barat

Subang

Subang

Peta

Tampilkan kar Jawa Barat

Subang di Jawa

Subang

Subang

Subang (Jawa)

Tampilkan peta Jawa

Subang di Indonesia

Subang

Subang

Subang (Indonesia)

Tampilkan peta Indonesia

Koordinat:



6°34′11″S
107°45′46″E


 / 

6.56985°S 107.7628313°E
 /
-6.56985; 107.7628313


Negara

 Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Copot merembas 5 April 1948 (1948-04-05)
Sumber akar hukum Keputusan DPRD No. 01/SK/DPRD/1977
Tahun makara 5 April 1948 (1948-04-05)
[1]
Ibu kota Kota Subang
Kuantitas satuan pemerintahan

Daftar

  • Kecamatan: 30
  • Kelurahan: 8
  • Desa: 245
Rezim
 • Bupati Ruhimat
 • Wakil Wedana Agus Masykur Rosyadi
 • Sekretaris Daerah Asep Nuroni
 • Penasihat DPRD Narca Sukanda
Luas

[2]

 • Total 2.051,76 km2
(792,19 sq laksa)
Ketinggian tertinggi 2.084 m (6,837 ft)
Ketinggian terendah 0 m (0 ft)
Populasi

(2020)[2]

 • Total 1.595.320
 • Kepejalan 740/km2
(1,900/sq misoa)
Demografi
 • Agama

2020[2]

  • Islam 99,753%
  • Kekristenan 0,23%
  • —Protestan 0,180%
  • —Katolik 0,052%
  • Hindu 0,004%
  • Buddha 0,011%
 • Bahasa Sunda
Indonesia
 • IPM Kenaikan
69,13 (0,691)
Sedang
(2021)[3]
Zona tahun UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

41200

Kode distrik telepon +62260
Pelo kendaraan T
xxxx
Falak*/U*/V*/W*/X*/Y*/Z*
Kode Kemendagri 32.13

Edit the value on Wikidata
DAU Rp1.221.080.162,00
(2021)
[4]
Semboyan daerah Benteng Pancasila
Situs web subang.go.id

Subang
(bahasa Sunda: aksara Sunda:ᮞᮥᮘᮀ) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya merupakan Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di kidul, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Berlandaskan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007, Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi kembali menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Subang tinggal bernama
Karawang Timur.[5]

Kabupaten ini dilintasi sagur pantura,jalur tol trans jawa merupakan cipali(cikopo palimanan) namun ibu daerah tingkat Kabupaten Subang enggak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang yaitu pelecok satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi lagi jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang mlintas di tengah kewedanan Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini adv amat gempita terutama pada hari libur sebagai halnya lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah daksina n kepunyaan akses berbarengan yang serempak menghubungkan kempang pantura dengan kota Bandung. Sagur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama pataka nan amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai area pelancongan Air panas Ciater dan Gunung Tangkubanparahu.

Penduduk Subang lega umumnya adalah suku Sunda, nan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Sementara kecamatan-kecamatan di distrik pesisir Subang dan bilang kecamatan di selama sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan Bahasa Dermayon maupun nan lebih dikenal dengan nama
basa Dermayon.[6]
[7]

Sejarah

[sunting
|
sunting perigi]

Masa prasejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Ki kenangan insan Sunda di Subang disertai bukti adanya kelompok masyarakat sreg hari prasejarah di negeri Kabupaten Subang yaitu ditemukannya kapak godaan di area Bojongkeding (Binong), Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Temuan benda-benda prasejarah bercorak zaman batu baru ini melambangkan bahwa saat itu di wilayah Kabupaten Subang kini telah ada keramaian masyarakat yang arwah dari sektor pertanian dengan paradigma sangat sederhana. Selain itu, dalam hari prasejarah kembali berkembang pun pola kebudayaan belek yang ditandai dengan invensi situs di Kampung Engkel, Kecamatan Sagalaherang. Para peneliti, sekarang sedang meneliti situs Nyai Subanglarang, yang diduga asal-muasal nama “Subang”.

Masa penyebaran agama Hindu

[sunting
|
sunting sumber]

Pada saat berkembangnya rona kebudayaan Hindu, wilayah Subang menjadi bagian dari 3 kerajaan, yakni Tarumanagara, Galuh, dan Pajajaran. Selama berkuasanya 3 kekaisaran tersebut, pecah wilayah Kabupaten Subang diperkirakan telah ada sangkutan-kontek dengan beberapa kerajaan nautikal hingga di asing kawasan Nusantara. Peninggalan berupa bongkahan-pecahan keramik asal Cina di Patenggeng (Kalijati) membuktikan bahwa selama abad ke-7 hingga abad ke-15 sudah terjalin kontak perdagangan dengan wilayah yang jauh. Sumber lain menyebutkan bahwa plong masa tersebut, provinsi Subang mampu di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda. Kesaksian Tome’ Pires koteng Portugis nan mengadakan perjalanan keliling Nusantara menamakan bahwa detik menelusuri rantau lor Jawa, kawasan sebelah timur Sungai Cimanuk hingga Banten yakni daerah kerajaan Sunda.

Musim penyebaran agama Islam

[sunting
|
sunting sumber]

Masa datangnya pengaruh kultur Islam di negeri Subang tidak terlepas dari peran seorang tokoh jamhur, Wangsa Goparana yang berasal semenjak Talaga, Majalengka. Sekitar hari 1530, Wangsa Goparana mendedahkan permukiman baru di Sagalaherang dan menyebarkan Agama Islam ke beraneka ragam pelosok Subang sehingga menjadikan Islam agama mayoritas di kabupaten Subang sampai saat ini.

Musim Hindia Belanda

[sunting
|
sunting sumber]

Rumah lanhir di Subang (tahun 1900-1920).

Pasca runtuhnya kerajaan Pajajaran, wilayah Subang seperti halnya daerah lain di Pulau Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat kerajaan Banten, Mataram, Sumedanglarang, VOC, Inggris, dan Kekaisaran Belanda berupaya menanamkan pengaruh di kawasan yang cocok bikin dijadikan kawasan perkebunan serta strategis kerjakan menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah Kabupaten Subang, terutama di provinsi utara, dijadikan jalur logistik kerjakan legiun Paduka tuan Agung yang akan mencamkan Batavia. Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda, karena banyak tentara Sultan Agung yang urung lagi ke Mataram dan menetap di wilayah Subang. Tahun 1771, momen berada di dasar kekuasaan Imperium Sumedanglarang, di Subang, tepatnya di Pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat seorang bupati nan memerintah secara bebuyutan. Detik pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsesi perebutan petak daerah Subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat ibarat awal kepemilikan lahan maka itu tuan-tuan petak yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & Cakrawala Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun otoritas sudah beralih ke tangan pemerintah Kekaisaran Belanda. Lahan nan dikuasai penguasa perkebunan ketika itu mencapai 212.900 ha. dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan rezim di daerah ini, pemerintah Belanda takhlik distrik-distrik yang membawahi onderdistrik. Saat itu, kawasan Subang produktif di pangkal pimpinan sendiri kontrilor BB (bienenlandsch bestuur) yang berkedudukan di Subang.

Masa kebangkitan nasional

[sunting
|
sunting perigi]

Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada semula abad ke-20 di Kabupaten Subang. Sahaja, Pasca- Badan legislatif Sarekat Islam di bandung tahun 1916 di Subang berdiri cagak organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di Sukamandi (Ciasem). Selanjutnya, pada hari 1928 mengirik Paguyuban Pasundan yang diketuai Darmodiharjo (personel biro pos), dengan sekretarisnya Odeng Jayawisastra (karyawan P & T Lands). Tahun 1930, Odeng Jayawisastra dan rekan-rekannya mengadakan pemogokan di percetakan P & T Lands nan mengakibatkan aktivitas percetakan tersebut macet bakal beberapa saat. Akibatnya Odeng Jayawisastra dipecat bak karyawan P & T Lands. Selanjutnya Odeng Jayawisastra dan Tohari mendirikan cabang Organisasi politik Nasional Indonesia nan berkedudukan di Subang. Temporer itu, Darmodiharjo periode 1935 mendirikan cabang Nahdlatul Ulama nan diikuti oleh cabang Parindra dan Partindo di Subang. Momen Perantaraan Kebijakan Indonesia (GAPI) di Jakarta menuntut Indonesia berparlemen, di Bioskop Sukamandi digelar rapat akbar GAPI Simpang Subang untuk mengenukakan permintaan serupa dengan GAPI Rahasia.

Hari pendudukan Jepang

[sunting
|
sunting sumur]

Pendaratan legiun angkatan laut Jepang di rantau Eretan Timur tanggal 1 Maret 1942 berlantas dengan direbutnya pangkalan udara Kalijati. Direbutnya pangkalan ini menjadi goresan tersendiri bagi ki kenangan rezim Hindia Belanda, karena tak lama kemudian terjadi kapitulasi dari laskar Hindia Belanda kepada tentara Jepang. Dengan demikian, Hindia Belanda di Nusantara sinkron jatuh ke tangan tentara penundukan Jepang. Para pejuang pada tahun penaklukan Belanda menyinambungkan perjuangan melalui gerakan pangkal tanah. Pada masa penundukan Jepang ini Sukandi (temperatur Landschbouw), R. Kartawiguna, dan Sasmita ditangkap dan dibunuh tentara Jepang.

Musim independensi Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Proklamasi Otonomi RI di Jakarta berimbas didirikannya berbagai badan perkelahian di Subang, antara tidak Badan Keamanan Rakyat (BKR), API, Pesindo, Lasykar Uruh, dan lain-tidak, banyak di antara anggota fisik resistansi ini yang kemudian menjadi anggota TNI. Saat tentara KNIL kembali menduduki Bandung, para pejuang di Subang menghadapinya melalui dua front, yakni front selatan (Lembang) dan front barat (Gunung Upik dan Bekasi). Tahun 1946, Karesidenan Jakarta berkedudukan di Subang. Pemilihan wilayah ini tentunya didasarkan atas pertimbangan kebijakan perjuangan. Residen pertama yaitu Sewaka nan kemudian menjadi Gubernur Jawa Barat. Kemudian Kusnaeni menggantikannya. Bulan Desember 1946 diangkat Kosasih Purwanegara, tanpa pencabutan Kusnaeni terbit jabatannya. Tidak lama kemudian diangkat pula Orang islam sebagai wakil residen. Lega hari gerilya selama Agresi Militer Belanda I, residen tak pernah jauh menghindari Subang, sesuai dengan garis komando ki akal. Bersama para pejuang, saat itu residen bermukim di daerah Songgom, Surian, dan Cimenteng. Tanggal 26 Oktober 1947 Residen Kosasih Purwanagara pergi Subang dan pengarah Residen Mukmin nan meninggalkan Purwakarta terlepas 6 Februari 1948 lain pernah utus berita ke kewedanan perjuangannya. Hal ini mendorong diadakannya rapat plong tanggal 5 April 1948 di Cimanggu, Desa Cimenteng. Di dasar pimpinan Karlan, rapat memutuskan: 1.Duta Residen Mukmin ditunjuk menjadi Residen yang berkedudukan di daerah gerilya Purwakarta. 2.Wilayah Karawang Timur menjadi Kabupaten Karawang Timur dengan bupati pertamanya Danta Gandawikarma. 3.Wilayah Karawang Barat menjadi Kabupaten Karawang Barat dengan wedana pertamanya Syafei. Wilayah Kabupaten Karawang Timur ialah wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta masa ini. Detik itu, kedua kawasan tersebut bernama Kabupaten Purwakarta dengan ibu kotanya Subang. Penetapan segel Kabupaten Karawang Timur sreg tanggal 5 April 1948 dijadikan momentum kerjakan kelahiran Kabupaten Subang nan kemudian ditetapkan melewati Keputusan DPRD No.: 01/SK/DPRD/1977.

Geografi

[sunting
|
sunting sumur]

Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 3 bagian wilayah, merupakan kawasan kidul, wilayah perdua dan distrik paksina. Bagian daksina wilayah Kabupaten Subang terdiri atas ceduk tinggi/gunung-gunung, episode paruh wilayah Kabupaten Subang konkret dataran, sedangkan penggalan Utara merupakan dataran minus yang mengarah kontan ke Laut Jawa. Sebagian segara negeri Plong penggalan selatan kabupaten Subang berupa Perkebunan, baik perkebunan Negara atau pertanian rakyat, hutan dan lokasi Wisata. Puas bagian tengah kawasan kabupaten Subang berkembang perkebunan tiras, tebu dan buah-buahan dibidang perladangan dan pabrik-pabrik dibidang Industri, selain perumahan dan resep pemerintahan serta instalasi militer. Kemudian puas fragmen utara wilayah Kabupaten Subang berupa sawah berpengairan teknis dan bendungan serta pesisir.

Batas Kewedanan

[sunting
|
sunting sumber]

Topografi

[sunting
|
sunting sumber]

Berlandaskan tofografinya, wilayah kabupaten Subang dapat dibagi ke dalam 3 zona, yakni:


Negeri Pegunungan (Subang fragmen selatan)

[sunting
|
sunting sendang]

Negeri ini punya katinggian antara 500–1500 m dpl dengan luas 41.035,09 hektare ataupun 20 uang lelah berasal seluruh luas provinsi Kabupaten Subang. Wilayah ini menghampari Kecamatan Jalancagak, Ciater, Kasomalang, Cisalak, Sagalaherang, Serangpanjang. sebagian besar Kecamatan Jalancagak, Cisalak dan sebagian besar Kecamatan Tanjungsiang.


Daerah Berbukit dan Dataran (Subang bagian perdua)

[sunting
|
sunting sumber]

Daerah dengan jalal antara 50 – 500 m dpl dengan luas daerah 71.502,16 hektare atau 34,85 persen dari seluruh luas area Kabupaten Subang. Zona ini meliputi wilayah Kecamatan Cijambe, Subang, Cibogo, Kalijati, Dawuan, Cipeundeuy, sebagian besar Kecamatan Purwadadi, Cikaum dan Pagaden Barat.


Daerah Lembang Rendah (Subang fragmen utara)

[sunting
|
sunting sumber]

Dengan ketinggian antara 0–50 m dpl dengan luas 92.639,7 hektare atau 45,15 uang dari seluruh luas kewedanan Kabupaten Subang. Distrik ini menghampari Kecamatan Pabuaran, Pagaden, Cipunagara, Compreng, Ciasem, Pusakanagara, Pusakajaya Pamanukan, Sukasari, Legonkulon, Blanakan, Patokbeusi, Tambakdahan, sebagian Pagaden Barat.

Iklim

[sunting
|
sunting sendang]

Tingkat kemiringan dan Iklim dilihat berpokok tingkat kemiringan lahan, selingkung 80.80 % wilayah Kabupaten memiliki tingkat kemiringan 0°–17°, 10.64 % dengan tingkat kemiringan 18°–45° sementara itu sisanya (8.56 % memiliki kemiringan di atas 45 °. Secara umum wilayah Kabupaten Subang beriklim tropis, dalam tahun 2005 curah hujan angin lazimnya pertahun 2.352 mm dengan jumlah tahun hujan 100 hari. Dengan iklim yang demikian, serta ditunjang oleh adanya lahan yang congah dan banyaknya sirkuit sungai, menjadikan sebagian besar luas lahan Kabupaten Subang digunakan lakukan Pertanian.

Pemerintahan

[sunting
|
sunting sendang]

Daftar Bupati

[sunting
|
sunting sumber]

No. Bupati Awal menyambut Pengunci memegang Masa Ket. Wakil Bupati
1
R.H. Atju Syamsudin
25 Januari 1967
21 November 1978
1


2
2
Ir. Sukanda Kartasasmita
21 November 1978
21 November 1983
3

21 November 1983
21 November 1988
4
3
Drs. H. Oman Sachroni
21 November 1988
21 November 1993
5

4
Regent of Subang Abdul Wachyan.jpg Drs. H. Abdul Wachyan
21 November 1993
16 Desember 1998
6

Rohimat
5
Berkas:Rohimat.jpg H. Rohimat
16 Desember 1998
19 Desember 2003
7

Iing Kosim
6
Berkas:Eep Hidayat.jpg Drs. H. Eep Hidayat, M.Si.
19 Desember 2003
Agustus 2008
8

Pinang Yudia

Drs. Maman Yudia, M.Ed
Agustus 2008
19 Desember 2008


(6)
Berkas:Eep Hidayat.jpg Drs. H. Eep Hidayat, M.Sang.
19 Desember 2008
Agustus 2022
9

Ojang Sohandi
7
Ojang Bupati.jpg H. Ojang Sohandi, S.STP., M.Si.
Agustus 2022
19 Desember 2022


19 Desember 2022
11 April 2022
10
Imas Aryumningsih

Imas Aryumningsih.jpg Hj. Imas Aryumningsih, S.E.
11 April 2022
8 Juni 2022


8
8 Juni 2022
19 Desember 2022

9
Bupati Subang Ruhimat.jpg H. Ruhimat, S.Pd., M.Sang.
19 Desember 2022

Petahana
11

Agus Masykur Rosyadi

Dewan Badal

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini ialah atak anggota DPRD Kabupaten Subang dalam dua musim terakhir.[8]
[9]

Partai Garis haluan Besaran Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
 PKB 5 Kenaikan
6
 Gerindra 5 Kenaikan
6
 PDI-P 10
Steady

10
 Golkar 7 Kenaikan
9
 NasDem 3 Kenaikan
6
 PKS 7 Penurunan
5
 PPP 2 Penurunan
1
 PAN 3 Kenaikan
5
 Hanura 3 Penurunan
0
 Demokrat 5 Penurunan
2
Jumlah Anggota 50
Steady

50
Jumlah Puak 10 Penurunan
9

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumur]

Kabupaten Subang terdiri pecah 30 kecamatan, 8 kelurahan, dan 245 desa. Pada tahun 2022, kuantitas penduduknya menyentuh 1.552.925 roh dengan luas daerah 1.893,95 km² dan sebaran penduduk 820 hidup/km².[10]
[11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Subang, ialah ibarat berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Total
Desa
Pamor Daftar
Desa/Kelurahan
32.13.08 Binong 9 Desa
  • Binong
  • Cicadas
  • Citrajaya
  • Karangsari
  • Karangwangi
  • Kediri
  • Kihiyang
  • Mulyasari
  • Nangerang
32.13.13 Blanakan 9 Desa
  • Blanakan
  • Cilamaya Girang
  • Cilamaya Hilir
  • Jayamukti
  • Langensari
  • Kuala
  • Rawamekar
  • Rawameneng
  • Tanjungtiga
32.13.09 Ciasem 9 Desa
  • Ciasem Kuala
  • Ciasem Tengah
  • Ciasembaru
  • Dukuh
  • Jatibaru
  • Pinangsari
  • Sukahaji
  • Sukamandijaya
  • Ciasem Girang
32.13.29 Ciater 7 Desa
  • Ciater
  • Cibeusi
  • Cibitung
  • Cisaat
  • Nagrak
  • Palasari
  • Sanca
32.13.17 Cibogo 9 Desa
  • Belendung
  • Cibalandong Jaya
  • Cibogo
  • Cinangsi
  • Cisaga
  • Majasari
  • Padaasih
  • Sadawarna
  • Sumurbarang
32.13.19 Cijambe 8 Desa
  • Bantarsari
  • Cijambe
  • Cikadu
  • Cimenteng
  • Cirangkong
  • Gunungtua
  • Sukahurip
  • Tanjungwangi
32.13.22 Cikaum 9 Desa
  • Cikaum Barat
  • Cikaum Timur
  • Gandasari
  • Kaunganten
  • Mekarsari
  • Pasirmuncang
  • Sindangsari
  • Tanjungsari Barat
  • Tanjungsari Timur
32.13.20 Cipeundeuy 7 Desa
  • Cimayasari
  • Cipeundeuy
  • Lengkong
  • Sawangan
  • Wantilan
  • Karangmukti
  • Kosar
32.13.18 Cipunagara 10 Desa
  • Jati
  • Kosambi
  • Manyingsal
  • Padamulya
  • Parigimulya
  • Sidajaya
  • Sidamulya
  • Simpar
  • Jazirah
  • Wanasari
32.13.02 Cisalak 9 Desa
  • Cigadog
  • Cimanggu
  • Cisalak
  • Cupunagara
  • Darmaga
  • Gardusayang
  • Manggar
  • Pakuhaji
  • Sukakerti
32.13.15 Compreng 8 Desa
  • Compreng
  • Jatimulya
  • Jatireja
  • Kalensari
  • Kiarasari
  • Mekarjaya
  • Sukadana
  • Sukatani
32.13.27 Dawuan 10 Desa
  • Batusari
  • Cisampih
  • Dawuan Kaler
  • Dawuan Kidul
  • Jambelaer
  • Manyeti
  • Margasari
  • Rawalele
  • Situsari
  • Sukasari
32.13.12 Jalan Simpang 7 Desa
  • Bunihayu
  • Curugrendeng
  • Jalan Cabang
  • Kumpay
  • Sarireja
  • Tambakan
  • Tambakmekar
32.13.04 Kalijati 10 Desa
  • Banggalamulya
  • Caracas
  • Ciruluk
  • Jalupang
  • Marengmang
  • Kaliangsana
  • Kalijati Barat
  • Kalijati Timur
  • Tanggulun Barat
  • Tanggulun Timur
32.13.26 Kasomalang 8 Desa
  • Bojongloa
  • Cimanglid
  • Kasomalang Kulon
  • Kasomalang Wetan
  • Pasanggrahan
  • Sindangsari
  • Sukamelang
  • Tenjolaya
32.13.21 Legon Kulon 7 Desa
  • Bobos
  • Karangmulya
  • Legon Kulon
  • Legon Wetan
  • Mayangan
  • Pangarengan
  • Tegalurung
32.13.05 Pabuaran 8 Desa
  • Balebandung Jaya
  • Cihambulu
  • Kadawung
  • Karanghegar
  • Pabuaran
  • Pringkasap
  • Salamjaya
  • Siluman
32.13.07 Pagaden 10 Desa
  • Gambarsari
  • Gembor
  • Gunungsari
  • Gunungsembung
  • Jabong
  • Kamarung
  • Neglasari
  • Pagaden
  • Sukamulya
  • Sumbersari
32.13.28 Pagaden Barat 9 Desa
  • Balingbing
  • Empang
  • Cidadap
  • Cidahu
  • Margahayu
  • Mekarwangi
  • Munjul
  • Pangsor
  • Sumurgintung
32.13.11 Pamanukan 8 Desa
  • Bongas
  • Lengkongjaya
  • Mulyasari
  • Pamanukan
  • Pamanukan Muara
  • Pamanukan Sebrang
  • Rancahilir
  • Rancasari
32.13.16 Pacak Beusi 10 Desa
  • Ciberes
  • Gempolsari
  • Jatiragas Hilir
  • Rancaasih
  • Rancabango
  • Rancajaya
  • Rancamulya
  • Tambakjati
  • Tanjungrasa
  • Tanjungrasa Kidul
32.13.06 Purwadadi 10 Desa
  • Belendung
  • Koranji
  • Pagon
  • Panyingkiran
  • Parapatan
  • Pasirbungur
  • Purwadadi Barat
  • Purwadadi Timur
  • Rancamahi
  • Wanakerta
32.13.10 Pusakajaya 8 Desa
  • Bojong Tengah
  • Bojongjaya
  • Cigugur
  • Cigugur Kaler
  • Karanganyar
  • Kebondanas
  • Pusakajaya
  • Rangdu
32.13.30 Pusakanagara 7 Desa
  • Gempol
  • Kalentambo
  • Kotasari
  • Mundusari
  • Patimban
  • Pusakaratu
  • Rancadaka
32.13.01 Sagalaherang 7 Desa
  • Cicadas
  • Curugagung
  • Dayeuhkolot
  • Leles
  • Sagalaherang
  • Sagalaherang Kaler
  • Sukamandi
32.13.23 Serangpanjang 6 Desa
  • Cijengkol
  • Cikujang
  • Cintamekar
  • Cipancar
  • Ponggang
  • Talagasari
32.13.03 Subang 8 Kelurahan
  • Cigadung
  • Dangdeur
  • Karanganyar
  • Parung
  • Pasirkareumbi
  • Soklat
  • Sukamelang
  • Wanareja
32.13.24 Sukasari 7 Desa
  • Anggasari
  • Batangsari
  • Curugreja
  • Mandalawangi
  • Sukamaju
  • Sukareja
  • Sukasari
32.13.25 Tambakdahan 9 Desa
  • Bojonegara
  • Bojongkeding
  • Gardumukti
  • Kertajaya
  • Mariuk
  • Rancaudik
  • Tambakdahan
  • Tanjungrasa
  • Wanajaya
32.13.14 Tanjung Siang 10 Desa
  • Buniara
  • Cibuluh
  • Cikawung
  • Cimeuhmal
  • Gandasoli
  • Kawungluwuk
  • Rancamanggung
  • Sindanglaya
  • Sirap
  • Tanjung Siang
Jumlah 8 245

Transportasi

[sunting
|
sunting sumber]

Jalan tol cipali dengan dua interchange ialah kalijati dan subang

  • KA Haurgeulis
    • Cikampek-Haurgeulis
    • Cikampek-Cirebon Prujakan
  • Angkutan Ii kabupaten negeri Kabupaten Subang dan beberapa rute yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Karawang.

Stasiun

[sunting
|
sunting mata air]

Kabupaten Subang memiliki 7 stasiun KA Hargeulis yang masih beroperasi, diantaranya:

  • Stasiun Tanjungrasa
  • Stasiun Pabuaran
  • Stasiun Pringkasap
  • Stasiun Pasirbungur
  • Stasiun Cikaum
  • Stasiun Pegaden Baru
  • Stasiun Cipunegara

Selain itu, Kabupaten Subang pun memiliki 2 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Vandalisme, yaitu:

  • Stasiun Gambarsari
  • Stasiun Cipicung

Transportasi Laut

[sunting
|
sunting sumur]

Pangkalan Patimban merupakan Pelabuhan yang Terbesar di Kabupaten ini, terintergrasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan exit tol
Subang.

Penduduk

[sunting
|
sunting sumur]

Perian Besaran penduduk
2000 1.329.838
2010 1.465.157
2012 1.501.647
Kependudukan di Kabupaten Subang
Sumber:
[12]

Penduduk Kabupaten Subang lega tahun 2022 berjumlah 1.501.647 orang, yang terdiri atas 759.408 turunan laki-laki dan 742.239 orang gadis dengan pertumbuhan warga sebesar 0,64%. sedangkan Laju Pertumbuhan Penduduk antar Sensus (SP2000-SP2010) rata rata pertahun sebesar 0,97%. Dengan luas Kabupaten Subang sebesar 2051,76 km2, maka tingkat kepadatan penghuni Kabupaten Subang pada tahun 2022 mencapai 732 hayat/km2. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Subang masih relatif tekor, merupakan indikasi bahwa Kabupaten Subang tak merupakan kewedanan intensi urbanisasi. Kebijakan pemerintah yang memposisikan Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung pari Jawa Barat, juga tinggal berkarisma terhadap pertumbuhan pemukim serta kepadatan penduduk di wilayah ini. Penghuni berjumlah besar sederum berkualitas adalah modal pelaksanaan pembangunan dan potensi bagi kenaikan pembangunan di segala bidang. Namun warga nan berjumlah ki akbar tanpa diupayakan pengembangan kualitasnya akan menjadi bahara untuk pembangunan yang kiranya dinikmati oleh keseluruhan penghuni tersebut.

Pertumbuhan warga pelalah dipengaruhi oleh faktor tingkat kelahiran/kematian dan migrasi (eksodus penduduk antar kabupaten). Bakal menghindari permasalah yang kegandrungan akibat tingginya kepadatan penghuni maka pengendalian pemukim melalui berbagai prinsip yang tepat tentunya harus dilakukan. Lancar urbanisasi yang tinggi nan mengakibatkan permasalahan sosial di daerah perkotaan lagi harus ditekan, karena selain menimbulkan masalah sosial di daerah perkotaan, urbanisasi juga menjauhi ruang nol dipedesaan (banyak kapling garapan yang tidak tergarap secara optimal dan berkurangnya sumber daya orang berkualitas di pedesaan).

Pemukim Subang pada biasanya adalah Suku Sunda, nan menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Terletak kaki pendatang di kecamatan-kecamatan di provinsi pesisir subang dan beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan bahasa Jawa.

Ekonomi

[sunting
|
sunting perigi]

Pabrik di Subang (tahun 1910-an).

Karena sebagian besar penduduknya masih berpenghasilan utama andai penanam dan buruh persawahan, maka perekonomian Subang masih banyak ditunjang berpunca sektor pertanian. Subang distrik Selatan banyak terdapat area pertanaman, seperti kain pada penggalan Barat Laut dan Kebun Teh yang tinggal luas. Subang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil buah nanas yang biasanya kita kenal dengan nama Nanas Madu. Nanas Sembayan dapat kita temui di selama Jalancagak yang yaitu persimpangan antara Wanayasa–Bandung–Sumedang dan Kota Subang sendiri. Wajik nanas, keripik singkong dan selai nan merupakan hasil home industry yang dapat dijadikan makanan bawaan.

Melalui program binaan dibawah naungan Yayasan Kandaga, para petani medium menernakkan serat tiram dan perikanan di desa Cipunagara. Sedangkan di desa Cibogo, selain membudidayakan jamur tiram dan tumbuhan solek serta tumbuhan nilam, Yayasan Kandaga juga menggalakkan ternak kelinci dan penyulingan minyak nilam serta bioetanol. Dan saat ini sedang diupayakan bikin membudidaya ternak kucing belanda, budidaya ternak lele bagi masyarakat nan memiliki sosial ekonomi invalid beruntung nan terlibat di dalam Program Kesejajaran (Program Bungkusan B) dan Keaksaraan (PBH=Penghancuran Buta Huruf) kerumahtanggaan rangka menggali dan berekspansi sumur daya lokal baik SDM ataupun SDA yang ada serta untuk melestarikan budaya bangsa dan mengembangkan wisata budaya wisata agro sebagai mal bangsa khususnya di daerah tutugan G. Canggah yang kreatif diketinggian 1600 mdpl dengan dikelilingi panorama yang sangat mengagumkan. Bagaikan akselerasi dan penggerak programa di atas, Yayasan Kandaga membuat suatu pusta pelatihan dan Pemberdayaan masyarakat nan disebut PLPM Haur Kuning (Pusat Kursus dan Pemberdayaan Masyarakat “Hayu Udang rebon Kumpul Ningkatkeun Elmu”). Hingga ketika ini mutakadim sering kali dikunjungi berpangkal negara Amerika Maskapai, Korea Selatan/Korea Paksina dan Jerman, termasuk dari skuat akademisi institut lokal serta para praktisi berbunga seluruh Indonesia bersumber Pendidikan Asing Sekolah (Pendidikan Non-Formal)

Pendidikan

[sunting
|
sunting sendang]

Pendidikan ialah modal dasar pembangunan. karena pelaksanaan pembangunan tidak cukup mengandalkan kepada mata air daya bendera (SDA) hanya, tetapi juga harus meningkatkan sumber daya manusianya (SDM). Suatu distrik yang n kepunyaan kepadatan nan hierarki sonder dibarengi dengan dur SDM nan tinggi maka akan menimbulkan kerawanan sosial maupun lebih lagi penduduk tersebut akan menjadi beban pembangunan. Jalur yang minimal realistis untuk meningkatkan SDM yakni jalur pendidikan.

Sejak tahun 1994, pemerintah telah melakukan politik bakal restorasi dunia pendidikan yaitu dengan dicanangkannya Program Wajib Membiasakan sembilan musim. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang menggembirakan karena kesempatan cak bagi memperoleh pendidikan yang setinggi–tingginya bakal seluruh rakyat semakin mangap. Jalan mutu pendidikan pemukim Kabupaten Subang salah satunya dapat dilihat dari kemampuan baca-tulis, pendidikan nan ditamatkan dan lain-lain.

Berpokok hasil jajak pendapat IPM tahun 2022 dapat diperoleh gambaran bahwa penghuni 10 tahun ke atas di Kabupaten Subang yang boleh mendaras dan menggambar abc latin sebesar 91.43%, leter lainnya 0.27%, sedangkan yang bukan boleh mendaras dan menggambar sebesar 8.30&. Bila dilihat dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan penghuni Kabupaten Subang masih terbesar di keluaran SD/Laksa sebesar 39.25%, SLP/MTs sederajat 19.48%.

Pendidikan formal SD ataupun MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA, SMK ataupun MA wilayah dan swasta Perguruan jenjang
Jumlah ketengan 850 81 38 4
Data sekolah di Kabupaten Subang
Perigi:
[13]

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Mewujudkan masyarakat nan bugar, minus membedakan varietas kelamin lelaki atau perempuan merupakan pelecok satu tujuan dari pembangunan nasional. Adanya keterbatasan dana, sarana, dan prasarana pemerintah, dalam pelaksanaannya, pembangunan kesegaran disusun berdasarkan prioritas-prioritas terdahulu yang akan dicapai. Karena itu jadinya mungkin tidak bisa dirasakan secara merata maka itu semua saduran masyarakat. Pemerintah Kabupaten Subang telah mengamalkan berbagai spesies upaya dalam melakukan peningkatan kesegaran masyarakat. Terutama pertambahan kesehatan masyarakat miskin dengan pemberlakuan Jamkesmas, Jamkesda, dan jaminan lainnya

Pariwisata

[sunting
|
sunting sumber]

Kawah Gunung Tangkuban Perahu, Subang-Bandung, Jawa Barat.

Di antara rimbunnya perladangan teh, diwilayah Selatan Kabupaten Subang n kepunyaan sumur sendang panas yang terus mengalir di kewedanan Ciater. Sari Ater merupakan tujuan wisata yang adv amat terkenal karena ke-khasan-nya dan gaduh pada detik perlop terutama plong ketika liburan Masa Raya Lebaran. Selain menyediakan balong pemandian air seronok juga mempunyai tumpangan–penginapan yang terjangkau dan berkualitas, sehingga sangat setuju bagi anak bini nan ingin berlibur. Kemudian juga terdapat sebuah gelanggang Spa yang letaknya berdekatan dengan objek wisata Ekstrak Ater. Selain itu Kabupaten Subang punya pamrih wisata alam cegar nan memiliki pemandangan yang sangat indah, yaitu Curug Cijalu. Meskipun masih dikelola secara sederhana, Curug Cijalu memiliki daya tarik yang luar biasa karena curug ini mempunyai sapta curug, namun yang semata-mata boleh didatangi makanya peziarah hanya dua, karena letaknya cukup dekat dan curug lainnya berada di tengah-perdua hutan dan memadai jauh, namun jikalau kita kepingin melihat ke tujuh curug tersebut dapat sekadar dan akan menjadi pengalaman nan luar biasa. Ada sekali lagi Curug Cileat yang berada di Kecamatan Cisalak dan Curug Cibareuhbeuy yang bukan kalah keeksotisannya. Gunung berapi Tangkuban Perahu
(su: Tangkuban Parahu)
nan memiliki kegantengan kawahnya dan udaranya yang sejuk. Capolaga Adventure Camp yang memiliki tiga curug atau riam kecil dan gua-gua. Di bagian subang tengah terdapat beraneka ragam pariwisata berusul pelancongan kuliner hingga ki kenangan dan budaya seperti, Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Gedung Wisma Karya, Museum Negeri, dan lain sebagainya. Di bagian pesisir utara Subang melayani wisata pesisir, merupakan Tepi laut Kalapa Patimban Subang yang setiap tahunnya mengadakan Formalitas Adat Nadran.

Objek wisata

[sunting
|
sunting sumur]

Berikut sejumlah Objek Wisata terkenal di Kabupaten Subang:

Wisata rekreasi

[sunting
|
sunting mata air]

  • Capolaga Adventure Camp
  • Ciater Highland Resort
  • Curug Agung/Gamping
  • Curug Bentang
  • Curug Cibareuhbeuy
  • Curug Cijalu
  • Curug Cileat
  • Desa Wisata Ekstrak Bunihayu
  • Desa Adat Pelancongan Wangunharja
  • Kampoeng Jatimas
  • Wisata Air Cigayonggong
  • Pemancingan Lembah Gunung Kujang
  • Sariater Spa Spring Resort
  • Gunung Tangkuban Parahu
  • Kolam Renang Ciheuleut
  • Waterboom Tirta Melati (pagaden)
  • Satelit Waterboom
  • Pembiakan Bicokok Blanakan
  • Pantai Pondok Bali Legonkulon
  • Rantau Kalapa Patimban
  • Kolam Renang Tirta Citapen
  • Curug Cijuhung Dawuan
  • Kolam Renang Tirta Galih
  • Pantai Cirewang Sani
  • Waterboom Bintang Fantasi Pamanukan
  • Body Rafting Tambak Dami
  • Waterpark Kumpay Jalancagak
  • Florawisata D’castello Ciater
  • Taman Anggur Kukulu Pagaden Barat
  • Talaga pelangi(talaga sunda) di dusun cibogo dangdeur kecamatan subang.


Wisata sejarah, budaya, dan religi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Gedung Wisma Karya, Subang

Gedung ini terwalak di Jalan Ade Irma Suryani, Subang. Konstruksi ini dibangun momen Perian Penjajahan Belanda. Gedung ini digunakan untuk Berdansa dan berpesta saat zaman itu. Namun sekarang bangunan tersebut digunakan cak bagi
public space
dan aktivitas masyarakat Ii kabupaten Subang. Di Gedung ini juga terdapat Museum Memori Kabupaten Subang, salah satunya reca lanhir, Willem Hofland.[14]

  • Bandarsah Agung Al-Musabaqoh Subang
  • Bangunan Gede / Big House
  • Museum Rumah Sejarah Perjanjian Kalijati
  • Museum Daerah Kabupaten Subang
  • Museum Amerta Dirgantara
  • Taman bahagia Raden Aria Wangsa Goparana

Kesenian

[sunting
|
sunting mata air]

Subang memiliki beberapa Kesenian yang tidak dimiliki oleh kabupaten/kota tak. Kesenian-kesenian tersebut berkembang di masyarakat Subang sejak Masa Penjajahan dulu. Berikut kesenian dan kebudayaan tahir Kabupaten Subang:

  • Gotong Singa / Sisingaan
  • Gembyung
  • Mapag Bidadari Sri
  • Nadran
  • Ruwatan Bumi
  • Sintren
  • Kuda Renggong
  • Toleat
  • Tarling[15]

Latihan jasmani

[sunting
|
sunting sumber]

Subang memiliki klub sepak bola, yang bernama Persikas Subang, yang bermain di Divisi Tiga. Klub ini bermain di Stadion Persikas. Stadion Persikas pula demap dipakai ibarat
training center
beberapa tim lainnya di Jawa Barat, begitu juga Persib Bandung, Persikab Kabupaten Bandung, dan Bandung FC dalam masa konsentrasi latihan sebelum memulai kompetisi.

Selain n domestik silang olahraga sepak bola, Kabupaten Subang mutakadim melahirkan atlet-atlet berprestasi dalam cabang olahraga dayung, judo, angkat sulit, balap induk bala, sepak raga dsb. Dan diantaranya rangkaian meraih medalion kencana pada Pekan Gerak badan Kewarganegaraan XVII di Kewedanan Kalimantan Timur.

Lihat sekali lagi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daftar Bupati dan Duta Tumenggung Kabupaten Subang
  • Daftar Kabupaten dan Kota se-Indonesia

Pustaka

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^


    “Sejarah Kabupaten Subang”. Diarsipkan dari varian jati tanggal 2022-12-25. Diakses tanggal
    2012-01-05
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    Badan Pusat Statistik (2021).
    Kabupaten Subang dalam Angka, 2022.





  3. ^


    “Indeks Pembangunan Manusia 2022-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    5 Maret
    2022
    .





  4. ^


    DJPK Kemenkeu RI (2020). “Rincian Dana Alokasi Umum menurut Distrik/Kabupaten/Daerah tingkat Tahun Anggaran 2022”
    (PDF).





  5. ^


    Suhendra, Endan. “Sejarah Subang, Tadinya Masuk Daerah Kabupaten Karawang Timur – GalaJabar”.
    galajabar.ingatan-rakyat.com
    . Diakses sungkap
    2022-02-16
    .





  6. ^

    Qanun Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Masa 2003

  7. ^

    Kar Budaya Provinsi Jawa Barat Waktu 2022

  8. ^

    PEROLEHAN Takhta DPRD KAB. SUBANG 2022-2019

  9. ^

    Perolehan Kursi DPRD Kab. Subang 2022-2024

  10. ^


    “Peraturan Nayaka Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2022 mengenai Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Internal Area Republik Indonesia. Diarsipkan berasal versi asli tanggal 29 Desember 2022. Diakses sungkap
    3 Oktober
    2022
    .





  11. ^


    “Regulasi Nayaka Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Perian 2022 tentang Kode dan Data Provinsi Administrasi Pemerintahan”. Departemen Dalam Area Republik Indonesia. Diarsipkan pecah versi kalis
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2022. Diakses tanggal
    15 Januari
    2022
    .





  12. ^

    Besaran Penduduk Kabupaten Subang

  13. ^

    Data sekolah di Kabupaten Subang

  14. ^


    “Wisma Karya-Dinas Wisata dan Kultur Provinsi Jawa Barat”. 2022-12-27. Diakses tanggal
    2012-01-05
    .





  15. ^


    “Seni & Budaya Kab. Subang”. Diakses tanggal
    2012-01-05
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sendang]

  • (Indonesia)

    Situs web resmi

    Sunting ini di Wikidata



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Subang