Jawaban Soal Tugas Tutorial 3 Strategi Pembelajaran Di Sd

NIP.

NIP.

JARING KD : PEMBELAJARAN 1

13. Tanya Tugas Tutorial

[1]. Tugas 1

Bu Desi temperatur kelas IV SDN Bangeran I mencoba menerapkan pendekatan terpadu lintas kurikulum ialah permukaan studi Bahasa Indonesia, IPA dan Kerajinan Tangan.

Jumlah siswa kelas IV sebanyak 30 dengan tingkat kecerdasan yang relative setimpal. Hasil belajar nan diharapkan yakni siswa menunjukkan kemampuan :

1. Mengaji sajak “Penis Resah” dengan baik

2. Menceritakan isi puisi “Ceceh Terbang”

3. Menguraikan bagian-babak bodi burung

4. Menciptakan menjadikan mainan burung dari petak liat.

Didalam perencanaan (RPP) Bu Erina menyediakan tahun sepanjang 3 kali pertemuan. Mata pelajaran Bahasa Indonesia 1 mungkin 4 jam pelajaran 35 menit.

76

Mata les IPA 1 mana tahu 4 jam pelajaran 35 menit. Kerajinan Tangan 1 bisa jadi 2 jam pelajaran 35 menit.

Perabot peraga dan sumber pembelajaran sudah tersedia, peserta disuruh menyiapkan sasaran untuk takhlik mainan titit dari petak liat. Setelah perian nan ditetapkan petatar belum dapat menyelesaikan tugas yang diberikan.

Hasil analisis menujukkan bahwa penyakit-penyakit yang terletak plong kasus adalah :

a. Mengapa proses penerimaan yang dilaksanakan Bu Erina tak selesai sesuai waktu

yang telah ditetapkan ?

b. Cak kenapa seluruh siswa tidak dapat tanggulang tugasnya membuat mainan burung

bermula tanah liat ?

c. Bagaimana cara Bu Erina menggapil kelas bawah internal pengajian pengkajian terpadu ?

Alternative pemecahan komplikasi :

a. Dalam menyusun perencanaan, guru harus memperhitungkan periode dengan tepat.

Tiba dari menyibakkan pelajaran, menyervis materi pelajaran, mengerudungi pelajaran dan

melaksanakan evaluasi.

b. Seyogiannya siswa menggunakan bahan lahan liat nan kepala dingin.

c. Kerumahtanggaan mengelola kelas dengan pendekatan terpadu, guru harus ahli mengelola

kelas seperti mengelompokkan murid, melaksanakan tes perbuatan secara kelompok

dan menjatah tugas.

[2]. Tugas 2


Bu Mufida guru inferior II SDN Sumberkasih ingin mencoba menerapkan pendekatan



tematik integratif bagi alat penglihatan tuntunan PKn, IPA, dan SBK. Total siswa Kelas II sebanyak 25 siswa


dengan tingkat kemampuan nan relative sama dan tidak ada siswa yang cacat atau berenergi

khusus. Hasil belajar nan diharapkan pecah penerimaan terpadu tersebut yaitu siswa

menunjukkan kemampuan: (i) Menjelaskan pendirian merawat hewan peliharaan di rumah; (ii)

Mengistilahkan bagian-bagian bodi hewan; dan (iii) Mengambarkan satwa kesayangannya. Didalam

perencanaan pembelajaran yang dibuat, Bu Mufida menyediakan masa untuk proses pembelajaran

tersebut selama 2 kali perjumpaan dengan rincian: (i) Indra penglihatan pelajaran PKn 1×2 jam cak bimbingan; (ii)

alat penglihatan pelajaran IPA 1×2 jam les; (iii) mata pelajaran SBK 1×2 jam cak bimbingan @ 35 menit.

Organ peraga/media dan sumber pembelajaran sudah disiapkan dengan baik. Setelah

tahun yang ditetapkan lampau, ternyata apa yang telah direncanakan Bu Mufida tidak dapat di ulur,

tetapi 50% petatar yang tuntas bikin mapel PKn; 40% siswa yang tuntas untuk mapel IPA dan 60%

siswa tidak bisa menggambarkan hewan kesayangannya. (a) buat analisis dan rumuskan

masalah lega kasus penerimaan tersebut; (b) buat alternatif penceraian kasus pembelajaran

tersebut; (c) Berikan ancang pembelajaran untuk memperbaiki proses berlatih nan dilakukan Bu

Mufida mudah-mudahan hasil membiasakan siswa seperti yang diharapkan.

[3]. Tugas 3

Bu Mega akan mengajar kelas 3 Tujuan Bertamadun dengan jumlah siswa 24. Dia akan mengajar dengan pendekatan tematik menutupi les B.Indonesia, Matematika dan IPA. Lega kesempata kali ini tema yang diambil merupakan Gelanggang UMUM. Hasil yang kepingin dicapai yaitu: (1) Bahasa Indonesia, Peserta didik dapat mengobrolkan kejadian liwa melalui pengamatan maupun gambar; (2) IPA, Petatar bimbing dapat menguraikan

77

peristiwa pertumbuhan bersendikan pengamatan bagan, Peserta didik bisa menguraikan Ciri-ciri pertumbuhan pada tumbuhan; (3) Matematika, Petatar asuh dapat melakukan penyunatan dua bilangan dengan tehnik menyimpan

Di intern perencanaan Bu Udara meluangkan musim 1 x 4 jam pelajaran @ 30 menit.Alat peraga/ kendaraan yang digunakan adalah rajah hal alam dan macam-macam tumbuhan. Siswa disuruh mengamati gambar-gambar tersebut.

Setelah periode yang direncanakan terlampau, ternyata suka-suka pesuluh nan dapat mengerjakan dengan baik dan ada pun nan terbatas. Tambahan pula ada salah satu tujuan yang kurang ketercapaiannya.


Analisa kasus pembelajaran

1. Sarana berupa benda/bentuk mati

2. Bimbingan mengenai penyaringan introduksi nan tepat.

3. Kurangnya komunikasi antar petatar


Hasil analisa menunjukkan bahwa kelainan nan terjadi antara enggak :

a. Mengapa anak-anak lain bisa mengobrolkan peristiwa alam dan pertumbuhan dengan

baik ?

b. Mengapa petatar membutuhkan waktu yang lama cak bagi menuliskan/menceritakan

peristiwa bendera dan mengungkapkan ciri-ciri pertumbuhan ?

c. Bagaimana cara Bu Ema mengurus Pengajian pengkajian?


Alternatif Pemecahan Masalah

a. Intern menyusun pendedahan, sebaiknya media nan digunakan mencerminkan

keadaan yang mudah dipahami. Karena berhubungan dengan peristiwa dan

pertumbuhan maka wahana hidup atau gambar yang berwarna makin mudah dipahami

maka dari itu siswa.

b. Dalm keadaan mengungkapkan ide, dibutuhkan bimbingan atau pemilihan perkenalan awal yang tepat,

karena kosakata siswa masih terbata.

c. Menghafal kemampuan siswa nan masih sedang kemampuannya, dibutuhkan

kesempatan komunikasi antar siswa, pelajar dengan suhu, sehingga lebih cepat untuk

menentukan jawaban.

78
Selamat belajar


Kasus Pembelajaran 1


Ketika duduk di kelas 5 SD, latihan ilmu hitung yakni kursus nan


minimum dibenci oleh Rinto. Belaka, selepas duduk di kelas bawah 6 dan diajar oleh Paket Bondan, ia mulai

menaksir ilmu hitung. Pak Bondan sayang mengajak momongan-momongan untuk mengaitkan bentuk-bagan

bangun pangsa yang sedang dipelajari dengan benda-benda yang cak semau di sekitar anak asuh-anak. Misalnya,

ketika membahas dus, kerucut dan bumbung, anak-anak diminta membawa benda-benda dari

rumah seperti kotak sepatu, tin susu, stoples dan caping (topi peladang). Di samping benda-benda

tersebut, Kemasan Bondan kembali mutakadim menyediakan imitasi benda-benda tersebut dari plano. Anak asuh-anak

dibimbing menemukan rumus bakal menghitung volume atau isi benda-benda tersebut. Prestasi

belajar Rinto pula meningkat. Beliau sering dipuji makanya Bungkusan Bondan karena mengendalikan pekerjaannya

tepat waktu dan bermoral.


Namun internal pelajaran lain, yakni Bahasa Indonesia yang diajar oleh Ibu Niraksara (kebetulan


di SD tersebut diterapkan sistem hawa satah studi, idiosinkratis untuk kelas 6), Rinto merasa bosan. Ia

sering mengantuk, bahkan ketika anak-momongan diminta mendaras secara bergilir. Cak agar tidak

dimarahi Bu Umi, Rinto mencoba menghitung baris mana nan akan menjadi bagiannya. Baris itu

diberi cap. Selanjutnya agar lain mengantuk, Rinto nan memang gemar mendaras,

mengeluarkan komik yang dibawanya dan menaruh di atas buku kursus Bahasa Indonesia. Ia

membaca dalam hati komik tersebut. Ketika gilirannya tiba, dengan tangkas Rinto membaca saf

nan sudah lalu diberinya stempel. Bu Umi yang duduk di depan bukan pernah tahu kalau selama

p versus-temannya mendaras Rinto tidak mendengarkan, hanya membaca komik.


Soal: TAP S1 PGSD UT

1. Identifikasi 2 (dua) hal yang membentuk Rinto menyukai matematika, dan berikan alasan

saban, mengapa kedua hal tersebut kamu anggap yaitu faktor yang membuat Rinto

mengesir ilmu hitung.

2. Identifikasi 3 (tiga) hal yang membuat Rinto bosan dan menunjang dalam tutorial bahasa

Indonesia. Berikan tiap-tiap alasan mengapa Ketiga hal tersebut membuat Rinto bosan

dan mengantuk.

3. Jika anda yang menjadi Bu Umi, cobalah rancang kegiatan belajar Bahasa Indonesia nan rani

takhlik momongan-anak yang gemar membaca seperti mana Rinto berekspansi potensinya secara

Tugas I Kursus TAP 2022.2 Semester 10/Pokjar Mojokerta

79

optimal. Uliskan 2 (dua) keunggulan rancangan tersebut, Dilihat dari hakikat pelajaran Bahasa

Indonesia di SD dan pendekatan sparing aktif.


Kasus Pembelajaran 2

Ibu Pratiwi mengajar di kelas 1 SD. Suatu musim, Ibu Pratiwi membacakan sebuah kisahan.

Anak-anak mendengarkan dengan benar-benar. Pasca- selesai membacakan cerita tersebut,

Bu Pratiwi menanya kepada anak asuh-anak.

Bu Pratiwi: “Barangkali nama anak yang pintar kerumahtanggaan kisahan tadi?”

Anak asuh-anak menjawab kontan: “Dewi”.

Bu Pratiwi: “ Bagus sekali momongan-momongan, sekarang coba catat segel Haur di buku masing-masing”.

Semua anak asuh segera menulis. Bu Pratiwi berkeliling mengamati anak-momongan menulis. Setelah semua

anak kelihatan selesai menggambar, Bu Pratiwi meminang seorang anak maju ke depan bikin menuliskan

pembukaan bidadari di tiang tulis.

Bu Pratiwi: “Siapa yang tulisannya sama dengan nan di papan tulis?”

Semua anak acung. Bu Pratiwi melanjutkan pertanyaan.

Bu Pratiwi: “Dewi sangat di mana anak asuh-anak? Nan menjawab, mengacungkan tangan”

Semua anak mengangkat tangan. Bu Haur menunjuk seorang anak.

Tika: “Di desa, Bu”.

Mulai sejak jawaban ini, Bu Pratiwi mengajak momongan-anak asuh merencana akan halnya jenis-spesies tumbuhan nan cak semau

di desa, tentang sawah, adapun penerangan yang digunakan orang-bani adam di desa, tentang jual beli di

pasar desa, dan tentang batang air yang airnya habis jernih dengan ikan-lauk yang berenang kuala

mudik. Cerita itu menjadi menarik karena Bu Pratiwi pun membawa gambar-gambar yan menarik

tentang desa, yang dipajangnya di tiang tulis.


Cak bertanya:

1. Dilihat dari topik-topik yang dicakup dalam pendedahan di atas, model pembelajaran apa nan

diterapkan makanya Bu Pratiwi? Jelaskan secara singkat 3 (tiga) karakteristik model pembelajaran

tersebut.

2. Apakah model pendedahan tersebut sesuai untuk anak kelas bawah I? Dukung jawaban Anda dengan 3

(tiga) alasan nan tersapu dengan urut-urutan anak dan teori belajar.

Tugas II Tuntunan TAP 2022.2 Semester 10 /Pokjar Mojokerta
1).
Kasus pembelajaran 1

Bu Desy akan mengajarkan IPA dengan topik pernapasan pada manusia, di kelas V SD. Beliau

mempersiapkan media maujud rencana organ pernapasan dan model peranti pernapasan dan acuan

perkakas fotosintesis manusia. Anda juga mempersiapkan LKS tentang nama-cap organ asimilasi

manusia. Sebelum mengajar, Bu Desy memberikan apersepsi bahwa riuk satu ciri makhluk hidup

adalah bernapas. Bu Desy sekali lagi memunculkan maksud penataran yang akan dicapai yakni tentang

macam/nama peranti fotosintesis bani adam dan guna masing–masing radas tersebut. Sesudah itu, Bu

Desy memulai mengajar materi tentang organ pernapasan. Ia menyuruh semua murid menarik

napas cak bagi membuktikan bahwa manusia bernapas dan kerjakan mencerna dimana letak

organ-organ pernapasan tersebut. Bu Desy memasang organ-instrumen fotosintesis manusia di papan catat, dan tanya

jawab adapun nama-nama perlengkapan pernapasan anak adam. Setelah itu Bu Desy memberikan LKS misal

pelajaran secara berkawanan. Siswa melaporkan hasil diskusinya dan kerumunan bukan menanggapinya.

Cak bagi menambah pemahaman petatar, Bu Desy menunjukkan model radas pernapasan

sosok. Situasi ini juga bertujuan menciptakan menjadikan siswa kian tergiring lakukan mengetahui petatar lebih ki gandrung

untuk mengetahui letak dan guna perangkat pernapasan manusia. Refleks menunjukkan pada eksemplar,

Bu Desy mengadakan soal jawab tentang kekuatan saban radas pernafasan pada manusia.

Setelah itu Bu Desy mengadakan evaluasi, dan sehabis dikoreksi, Bu Desy tidak menduga

bahwa risikonya tidak memuaskan. Hasil nilai petatar yang mencapai 75 ke atas hanya 10 orang dari

80

30 siswa. Bu Desy merenung, mengapa alamat enggak tercapai, padahal dia menargetkan 75 % murid

asian nilai 75 ke atas. (a) Tunjukan 5 kelainan penting berbunga kasus pembelajaran tersebut, (b)

segala apa masalah utama dari masalah tersebut, (c) untuk amatan penyebab masalah tersebut, (d) untuk

alternatif separasi dari penyakit tersebut, (e) sekiranya anda adalah Bu Desy apa yang akan anda

lakukan bagi merevisi masalah tersebut, (f) apakah perlu suka-suka reformasi anju-langkah

pembelajaran bagaikan koreksi dari RPP nan dibuat Bu Desy?, jika iya seperti apa?.


2). Kasus pembelajaran 2


Bu Mufida guru papan bawah II SDN Sumberkasih ingin mengepas menerapkan pendekatan tematik



integratif untuk mata pelajaran PKn, IPA, dan SBK. Jumlah siswa Kelas II sebanyak 25 siswa dengan


tingkat kemampuan yang relative sebabat dan enggak ada murid yang cacat atau bertenaga istimewa.

Hasil belajar yang diharapkan dari pengajian pengkajian terpadu tersebut adalah siswa menunjukkan

kemampuan: (i) Menguraikan cara merawat hewan peliharaan di kondominium; (ii) Menyebutkan

bagian-bagian tubuh sato; dan (iii) Mengambarkan sato kesayangannya. Didalam perencanaan

pengajian pengkajian yang dibuat, Bu Mufida menyisihkan waktu untuk proses pembelajaran tersebut

selama 2 bisa jadi pertemuan dengan rincian: (i) Mata pelajaran PKn 1×2 jam pelajaran; (ii) netra

pelajaran IPA 1×2 jam tuntunan; (iii) alat penglihatan kursus SBK 1×2 jam tutorial @ 35 menit.

Perabot peraga/sarana dan mata air penataran sudah disiapkan dengan baik. Pasca- waktu

yang ditetapkan habis, ternyata segala apa yang telah direncanakan Bu Mufida tidak dapat di capai, hanya

50% siswa nan tuntas lakukan mapel PKn; 40% pesuluh yang tuntas untuk mapel IPA dan 60% siswa

lain bisa menayangkan binatang kesayangannya. (a) bikin analisis dan rumuskan masalah sreg

kasus pembelajaran tersebut; (b) buat alternatif pemecahan kasus penerimaan tersebut; (c)

Berikan langkah pendedahan lakukan memperbaiki proses berlatih yang dilakukan Bu Mufida agar

hasil belajar siswa seperti yang diharapkan.


— Good luck —

1. Amatan Kasus

Hasil analisis menunjukkan bahwah masalah-masalah yang terdapat pada kasus adalah:

a. Mengapa proses pembelajaran tidak selesai sesuai dengan yang di

rencanakan?

b. Kok lain ada siswa nan mendapat poin sederajat dangan KKM/di atas KKM

pada kegiatan membuat syair?

81

d. Bagaimanakah kaidah Bu Vida dalam mengelola kelas dengan penerimaan

terpadu?

2. Alasan Perumusan Masalah

Puas paragraph anak bungsu tergambar kelemahan proses pambelajaran

yang di lakukan oleh Bu Vida, yaitu:

a. Proses pembelajaran tidak radu sesuai tahun yang ditetapkan.

b. Lain adanya murid nan mendapat biji sama/di atas KKM lega hasil belajar

menjelaskan cara merawat binatang piaraan dan menggambarkan hewan

kesayangannya .

c. Tidak adanya pengelolaan papan bawah denga baik dari Bu Viva walaupun waktu yang

cawis sudah tepat.

d. Di sangka ada beberapa hambatan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung, sebagaimana

hidayah contoh cara merawat hewan pelaharaan dan menggambarkan

satwa kesayangannya kurang di pahami siswa,

3. Alternatif Pemecahan Masalah

Pemisahan keburukan didasari sreg permasalahan yang dimunculkan

yaitu:

a. Dalam mengekspresikan perencanaan hawa harus memperhitungkan masa dengan

tepat. Mulai dari membuka pelajaran, melayani materi pelajaran, menudungi

pelajaran, dan melaksanakan evaluasi.

b. Privat pembelajaran terpadu, pembahasan tidak terpenggal pada satu netra

pelajaran sehingga evaluasi dapat terus berlantas selama proses

penataran terpadu masih berlangsung sehingga seluruh pesuluh dapat di

ukur kemampuan hasil belajarnya.

c. Terdapat banyak kemungkinan yang menjadi penyebab tidak adanya siswa

yang mendapat kredit sederajat/di atas KKM sreg pembelajaran menjelaskan pendirian

merawat hewan kesayangan dan 60% pelajar tidak bisa menyantirkan hewan

kesayangannya.

1) Siswa adv minim bisa merebus kata-kata untuk di jadikan kalimat yang indah.

2) Momen di beri teoretis merawat fauna piaraan dan ideal menggambarkan

binatang kesayangan siswa rendah focus.

3) Guru kurang bisa merenceng alas kata untuk di jadikan kalimat sajak nan luhur.

d. Ketika ki menggarap kelas dengan menggunakan pendekatan terpadu, guru harus

pandai mengkondisikan kelas sebagai halnya mengklasifikasikan siswa kerjakan

membereskan soal-soal perbandingan, membagi tugas pada siswa buat

mengunting kalimat puisi dengan menggunakan kata-pengenalan dengan belas kasih

arahan

dan

guru

harus

pandi-pandai

menarik

perhatian

siswa/memfokuskan siswa saat pembelajaran berlangsung.

82

1. Mengidentifikasi ki aib yang penting

1.

Bu Is mengajarkan materi IPA dengan topik organ pernapasan bani adam papan bawah V SD.

2.

Media yang digunakan adalah gambar dan cermin organ asimilasi manusia.

3.

LKS yang digdaya gambar alat fotosintesis manusia dan pelajar disuruh buat menjelaskan jenama.

4.

Mengadakan apersepsi dengan menyatakan bahwa keseleo suatu ciri makhluk hidup yaitu bernapas.

5.

Menyampaikan harapan pembelajaran merupakan cak agar siswa – pesuluh mengetahui tentang nama – nama organ

pernapasan hamba allah dan fungsinya.

6.

Metode yang dipakai demonstrasi, tanya jawab, penugasan, diskusi, ceramah.

7.

Setelah hasil ulangan diperiksa ternyata hanya ada 10 orang pelajar nan nilainya 75 ke atas berpunca 30 orang

petatar.


2. Bu Is mutakadim merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik, ternyata kesannya terbatas



memuaskan.


3. Analisis penyebab masalah

a. Bu Is terlalu banyak menggunakan metode, sehingga intern pelaksanaan

masing – masing metode rendah tuntas.

b. Bu Is tak mengasihkan pemantapan materi dan inferensi di penghabisan

kegiatan belajar mengajar.

c. Bu Is sedikit menguasai materi


4. Alternatif separasi penyakit

1.

Seharusnya internal proses belajar mengajar, Bu Is tidak terlalu banyak menggunakan metode, karena keadaan itu

justru membuat proses kesadaran konsep menjadi tidak mantap. Diskriminatif beberapa metode belaka yang dianggap

minimum tepat untuk mengajarkan materi tersebut.

2.

Pada pengunci proses belajar mengajar, seharusnya Bu Is memberikan pengukuhan dan kesimpulan, supaya

siswa lebih paham terhadap materi yang diajarkan.

3.

Sebelum mengajar seharusnya Bu Is sudah lalu menguasai materi sehingga kerumahtanggaan pelaksanaannya bepergian

dengan laju, jelas, dan semoga nan disampaikan mudah di serap maka itu siswa.


5. Pemisahan masalah

Jika diamati lebih kerumahtanggaan, kasus yang muncul privat penerimaan Bu Is adalah karena cacat menuntaskan materi.

Padahal salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi professional. Artinya ia harus

memiliki publikasi yang luas serta dalam berasal bidang eksplorasi nan akan diajarkan serta penguasaan metodologis

dalam kekuatan mempunyai pengetahuan konsep teoritik, rani memiliki metode nan tepat serta berkecukupan menggunakan

83

berbagai metode dalam PBM. Hawa juga harus memiliki pengetahuan luas tentang landasan kependidikan dan

pemahaman terhadap pelajar.



Situasi ini sekali lagi seperti yang dikemukakan oleh Robert W. Richey ( 1974 ) bahwa ciri – ciri profesionalisasi jabatan guru



salah satunya adalah para temperatur di tuntut memiliki pemahaman serta ketrampilan nan tinggi intern hal mangsa pengajar,

metode, anak jaga dan landasan kependidikan.



Johnson ( 1980 ) menjabarkan cakupan kemampuan professional guru diantaranya adalah penguasaan materi


pelajaran yang etrdiri atas penguasaan target yang harus diajarkan dan konsep-konsep dasar keilmuan dari bulan-bulanan yang

diajarkannya.

Berdasarkan kejadian tersebut di atas, maka pendudukan materi bagi seorang guru adalah mutlak adanya. Jadi bakal

menguasai kasus tersebut di atas, hal yang paling penting yang harus terjamah adalah peningkatan kompetensi guru

dengan cara demap membaca, menerapkan dan mengembangkan ilmunya. Dengan awalan begitu juga ini, diharapkan dapat

meningkatkan kualitas guru nan berimbas pada pertambahan kinerja petatar. Jadi kasus di atas tidak akan terulang

kembali.


Contoh Tanya TAP S1 PGSD UT (2)

Labels: koleksi soal

contoh pertanyaan TAP S1 PGSD UT putaran 2

Pada akhir semester (10) Program Pendas (Pendidikan Pangkal) S1 PGSD Jamiah Terbuka

selalu diadakan ujian TAP (Tugas Akhir Program). Kali ini blog


penelitian tindakan


kelas bawah

kembali menerimakan gambaran bagaimana


soal TAP S1 PGSD UT itu serta contoh

jawabannyalewat kilat ke-2 ini. Yuk disimak.


KASUS Penerimaan RINTO

Saat duduk di kelas 5 SD, pelajaran matematika yakni les nan paling dibenci

oleh Rinto. Doang, setelah duduk di kelas 6 dan diajar oleh Pak Bondan, anda mulai mengesir

matematika. Pak Bondan gelojoh mengajak anak-anak untuk mengaitkan susuk-bagan bangun

ruang nan madya dipelajari dengan benda-benda yang ada di sekitar anak asuh-momongan. Misalnya,

saat menggosipkan kubus, kerucut dan silinder, anak-anak asuh diminta mengirimkan benda-benda pecah

rumah seperti mana boks sepatu, kaleng susu, stoples dan caping (ketopong petani). Di samping

benda-benda tersebut, Pak Bondan kembali mutakadim menyediakan artifisial benda-benda-benda-benda tersebut dari jeluang.

Anak-anak dibimbing menemukan rumus bagi cak menjumlah volume alias isi benda-benda

tersebut. Pengejawantahan berlatih Rinto lagi meningkat. Kamu camar dipuji maka dari itu Buntelan Bondan karena

84

menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dan etis.

Doang dalam cak bimbingan lain, yaitu Bahasa Indonesia nan diajar oleh Ibu Umi (kebetulan di SD

tersebut diterapkan sistem guru parasan eksplorasi, spesifik untuk inferior 6), Rinto merasa bosan. Ia

sering mengantuk, sampai-sampai detik anak asuh-anak diminta membaca secara bergilir. Supaya tidak

dimarahi Bu Umi, Rinto mengepas menghitung leret mana yang akan menjadi bagiannya. Leret

itu diberi tanda. Selanjutnya agar lain mengantuk, Rinto nan memang gemar membaca,

mengeluarkan komik yang dibawanya dan meletakkan di atas buku kursus Bahasa Indonesia. Kamu

membaca n domestik hati komik tersebut. Ketika gilirannya tiba, dengan tangkas Rinto membaca

baris yang telah diberinya stempel. Bu Buta aksara yang duduk di depan tidak susunan tahu takdirnya selama

n antipoda-temannya membaca Rinto lain mendengarkan, tetapi mengaji komik.


Soal : TAP S1 PGSD UT

1.

Identifikasi 2 (dua) kejadian nan membuat Rinto menyukai matematika, dan berikan

alasan masing-masing, mengapa kedua keadaan tersebut kamu anggap merupakan faktor

yang membuat Rinto menyukai matematika.

2.

Identifikasi 3 (tiga) hal yang mewujudkan Rinto bosan dan menarung dalam

les bahasa Indonesia. Berikan tiap-tiap alasan cak kenapa Ketiga hal

tersebut membuat Rinto bosan dan menyampuk.

3.

Jika beliau nan menjadi Bu Buta aksara, cobalah rancang kegiatan membiasakan Bahasa

Indonesia yang berkecukupan menciptakan menjadikan anak-anak yang senang membaca seperti Rinto

meluaskan potensinya secara optimal. Uliskan 2 (dua) keunggulan rancangan

tersebut, Dilihat dari hakikat pelajaran Bahasa Indonesia di SD dan pendekatan belajar

aktif.


Contoh Jawaban : Tanya TAP S1 PGSD UT


1. Dua (2) kejadian yang membentuk Rinto mengesir pelajaran ilmu hitung yang



diajarkan oleh Pak Bondan yakni:


Pak Bondan menggunakan media pembelajaran yaitu organ peraga baik berwujud paradigma

(yang dibuat dari kertas) ataupun benda kasatmata (yang diminta siswa bikin mengapalkan dari rumah),

sehingga pembelajaran menjadi lebih berperangai berupa (bukan komplet). Pembelajaran nan bukan

acuan (bersifat konkret) menciptakan menjadikan pelajaran bertambah mudah dipahami oleh petatar (Rinto).


Pak Bondan menggunakan benda-benda nan akrab dengan keseharian siswa

sehingga pembelajaran menjadi bertambah kontekstual, begitu juga kotak sepatu, kaleng susu, stoples,

dan capelin (kuluk pekebun). Pembelajaran yang kontekstual akan membuat siswa (Rinto) menjadi

lebih merasa terlibat, dan akan memfokus memunculkan rasa ingin berpartisipasi kerumahtanggaan proses

penataran.


Anak-momongan dibimbing lakukan menemukan rumus bikin menghitung tagihan maupun isi

benda-benda tersebut, bukan sewaktu diberi tahu. Keadaan ini, menurut falsafah konstruktivisme,

akan membuat penerimaan lebih menyeret, menggugah cemeti belajar, dan efektif.


2. Tiga (3) hal yang membuat Rinto bosan dan mengantuk dalam tuntunan



Bahasa Indonesia yakni:



Bu Buta aksara selalu menggunakan strategi mengajar yang sama, tidak bervariasi.



Anak-anak sayang diminta mendaras secara bergilir.


Alasan:

Source: https://123dok.com/article/soal-tugas-tutorial-tugas-jaring-kd-pembelajaran.z15x1wey