Jelaskan Perbedaan Husnuzan Dan Ghibah

Terdapat beberapa istilah lain yang saling terkait dengan husnuzzan, adalah gibah, buhtan, dan fitnah yang tiap-tiap memiliki maknanya koteng.

Gibah

adalah membicarakan kejelekan khalayak lain di belakang orang yang bersangkutan walaupun kejelekan itu memang benar.
-Jika problem itu tidak disandang oleh yang bersangkutan dinamakan

buhtan/bohong besar
.
-Ucapan bohong dengan pamrih menjelek-jelekan orang enggak disebut

fitnah


-Husnuzzan
sendiri yakni berprasangka baik ataupun berpikir faktual. Makna lainya adalah sikap atau keadaan semangat yang mampu mengerti dan menilai sesuatu secara baik dan bijaksana.

Gibah boleh dibenarkan kalau n kepunyaan alasan berikut:
1. Terkait dengan fatwa/hukum, merupakan seorang bertanya mengenai hukum dengan menyitir kasus tertentu          sebagai contoh.
2. Menamai problem sesorang nan senang memamerkan keburukanya di depan umum.
3. Mengutarakan penyakit seseorang kepada pihak yang berwenang dengan tujuan mencegah                  terjadinya kemungkaran.
4. Menyampaikan keburukan kepada seseorang yang sangat membutuhkan informasi tersebut, misalnya        tercalit dengan lamaran.
5. Memperkenalkan seseorang yang tidak dapat dikenal, kecuali menjuluki aib/kekuranganya.

Kita boleh meninggalkan Gibah dengan:
1. Selalu sadar bahwa polah gibah penyebab kemarahan dan kemurkaan Allah swt.
2. Selalu ingat bahwa timbangan kebaikan pelaku gibah akan pindah kepada orang nan digunjing.              (hadits tentang muflis/orang yang bangkrut di alam baka).
3. Menyingkir faktor-faktor yang bisa menimbulkan Gibah.
4. Memberi nasihat kepada mereka yang mengamalkan Gibah.

Penting untuk kita untuk selalu mencurigai baik intern menjalani hayat, karena berprasangka buruk bukan membuat semua peristiwa menjadi kian baik tapi malah memperburuk kejadian.
Mungkin sekian dari saya, semoga bermanfaat 😀

Source: https://bgswsb.blogspot.com/2019/01/