Kata Akhir Nama Sebuah Pertempuran

Mulai sejak Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perang
adalah sebuah aksi tubuh dan non fisik (n domestik faedah sempit, adalah kondisi permusuhan dengan menunggangi kekerasan) antara dua ataupun lebih kerubungan anak adam[1]
kerjakan melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai seumpama percederaan bersenjata. Di era maju, perang lebih mengarah lega senioritas teknologi dan pabrik. Kejadian ini tercermin dari doktrin armada perangnya seperti “Siapa pun menguasai ketinggian maka mengendalikan dunia”. Situasi ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata perang tidak pula berperan misal introduksi kerja, tetapi sudah beringsut pada introduksi aturan. Yang memopulerkan situasi ini adalah para beritawan, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, tetapi secara umum perang berarti “pertentangan”.

Sepanjang sejarahnya, manusia telah membuktikan diri sebagai penghasil kesengsaraan yang ulung. Bertambah maju kebudayaan, makin mangkus dan besar-besaran penderitaan yang ditimbulkan. Saluran yang dipakai untuk menimpakan penderitaan bermacam-keberagaman, mulai dari garis haluan, militer, hukum, kejahatan, sosial, ekonomi, dan agama. Jean Pictet sebagaimana yang dikutip maka dari itu Mochtar Kusumaatmadja mengatakan bahwa suatu embaran yang menyedihkan sepanjang 3400 tahun sejarah tertulis, umat turunan namun mengenal 250 tahun perdamaian. Perang menjadi keseleo suatu bentuk perwujudan dari intuisi cak bagi mempertahankan diri yang dianggap baik dalam kawin antarmanusia alias antarbangsa.[2]
Sejauh 5600 tahun terakhir manusia telah menggelar 14.600 perang.[3]
Hal ini menandakan bahwa konflik bersenjata atau perang mutakadim ada dan terjadi ribuan tahun nan lalu meskipun berlainan peristiwa dan derajatnya dengan konflik bersenjata pada masa kini.

Penyebab terjadinya perang

[sunting
|
sunting perigi]

Secara spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan insan aturan dasar manusia nan tetap hingga sekarang memelihara kontrol dan persaingan umpama sarana memperkuat eksistensi diri dengan kaidah menjinakkan karsa pihak nan dimusuhi.[4]
Dengan menginjak secara serebral dan awak. Dengan mengikutsertakan diri sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan. Perang dapat mengakibatkan kesedihan dan kemiskinan yang berkepanjangan. sebagai eksemplar perang manjapada yang mengakibatkan hilangnya spirit berabad-abad orang di Jepang dan tentu saja situasi ini mengakibatkan kesedihan mendalam kerumahtanggaan diri masyarakat Jepang.

Penyebab terjadinya perang di antaranya yakni:

  • Perbedaan ideologi
  • Keinginan untuk memperluas wilayah pengaruh
  • Perbedaan kepentingan
  • Perampokan mata air daya alam (minyak, hasil pertanian, dll)

Tingkat perencanaan perang

[sunting
|
sunting sumber]

  1. Grand strategi
  2. Strategi militer
  3. Manuver militer
  4. Taktik
  5. Logistik militer

Spesies-jenis peperangan

[sunting
|
sunting sumur]

  • Perang Dingin adalah perang yang tidak ada pemakaian kekerasan bersenjata secara mendelongop, tetapi kondisi dan suasana antara dua pihak yang antagonistis sangat mirip dengan peristiwa perang.
  • Perang Umum adalah perang nan berburu pamrih luas dengan menggunakan seluruh kemampuan negara dan dilakukan di seluruh marcapada.[5]
  1. Perang Bumi
  2. Perang Ekonomi
  3. Perang Strategi
  4. Perang Agama
  5. Perang Nuklir
  • Perang Minus adalah perang yang terjadi antara dua bangsa saja atau perang yang tidak melibatkan banyak bangsa secara luas dilihat dari sudut tujuan, eksploitasi kekuatan, dan linkup wilayah.[6]
  1. Perang Uri
  2. Perang Suku
  3. Perang Antar Negara
  4. Perang Ekspansi

Sudut pandang agama

[sunting
|
sunting mata air]

Islam

[sunting
|
sunting sumber]

Islam memandang perang bak bagian mulai sejak teks religiositas. Pembahasan mengenai perang dalam Islam telah dikaji sejak masa klasik hingga masa kini. Secara awam, istilah perang internal Islam diwakili dengan menunggangi pembukaan
jihad. Namun, prolog
jihad
tidak mencengap semua jenis peperangan di dalam Islam. Perang dalam konteks Islam pun bisa diartikan sebagai operasi kerjakan menegakkan kebenaran agama dengan harta dan nyawa. Penegakan ini dilakukan atas khalayak-orang kafir yang kerumahtanggaan wahyu Selam dianggap sudah menolak legalitas agama Selam.[7]

Perang-perang besar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Pengembangan Romawi (202 SM-476 M)
  • Perang Yarmuk (636 M)
  • Perang Qadisiyyah (636 M)
  • Ekspansi Orang islam ke Andalusia
  • Perang Salib (1096-1270)
  • Ekspansi Mongol (1214-1227)
  • Penaklukan Byzantium maka itu Turki Ottoman (1453)
  • Perang 7 Periode, Inggris dan sekutunya melawan Prancis dan sekutunya
  • Perang Napoleon (1799-1813)
  • Perang Plasenta Tiongkok (1927 -1936 dan 1946 -1950)
  • Perang saudara Rusia (1918 -1923)
  • Perang Saudara Amerika Perseroan (1861 – 1865)
  • Perang Tiongkok-Jepang Kedua (1937 – 1945)
  • Perang Dunia I (1914-1918)
  • Perang Bumi II (1939-1945)
  • Perang Vietnam (1957-1975)
  • Perang Korea (1950-1953)
  • Perang 6 Periode (Arab – Israel, 5 Juni 1967 setakat 11 Juni 1967)
  • Perang Teluk
  • Perang Israel-Palestina
  • Perang terhadap terorisme (2001-Sekarang)
  • Perang Rusia-Jepang (1904 – 1905)
  • Perang Polandia-Soviet
  • Perang Rusia-Polandia (1654 – 1667)
  • Perang di Afganistan (1978 – Sekarang)
  • Perang Rusia-Ukraina (2022-Saat ini)

Lihat kembali

[sunting
|
sunting sumber]


Media terkait Perang di Wikimedia Commons

  • Kancing perang
  • Strategi perang
  • Gerakan militer
  • Senjata
  • Daftar perang
  • Daftar Pertempuran pada Perang Dunia I
  • Daftar Perlawanan pada Perang Manjapada II

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Letjen TNI (purn) Sayidiman Suryohadiprojo: Pengantar Hobatan Perang, Pustaka Intermasa, 2008, ISBN 978-979-3791-33-3

  2. ^

    Pictet, Jean. 1962. The Geneva convention and Law of War: Revue International de la Croix Rouge, hlm.295

  3. ^

    T. Jacob, 2001,
    Tahun-tahun nan Sulit: Yuk Menyayangi Indonesia, halaman 9

  4. ^

    Nuansa psikologis dalam signifikasi Carl von Clausewitz, seorang perwira tentara Prusia (Jerman) pada abad 19

  5. ^


    Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo: Sang vis pacem para bellum, Membangun pertahanan negara yang modern dan efektif

  6. ^


    Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo: Si vis pacem para bellum, Membangun pertahanan negara nan modern dan efektif

  7. ^


    Syuryansyah. “Perang privat Perspektif Islam Kontemporer”
    (PDF).
    Prosiding Interdisciplinary Postgraduate Student Conference 2nd. Acara Pascasarjana Jamiah Muhammadiyah Yogyakart: 1. ISBN 978-602-19568-3-0.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Perang