Halo Squliners, Apa yang anda pikirkan ketika pertama kali mendengar alas kata Jepang ?, pasti tetapi sebuah Negara yang N kepunyaan Kultur yang unik dan juga Negara nan terkenal dengan Teknologi yang sudah sangat bertamadun. Negara nan memiliki 127 jiwa ini merupakan salah suatu negara yang memiliki perekonomian yang awet sesudah Amerika dan China.

Selain kultur yang unik seperti manga dan anime, Jepang pun identik dengan bahasanya karena merupakan salah sejalan yang termasuk internal bahasa asing yang minimal diminati, sahaja hal ini tidak karena trend tetapi. Sudah banyak peserta – siswa berpunca Indonesia yang meraih beasiswa karena mempelajar Bahasa Jepang. Selain petatar, para pekerja dari Indonesia kembali sudah banyak yang bekerja di Jepang.

Kata Kerja dalam Bahasa Jepang

Karena itulah mempelajari Bahasa Jepang pada era globalisasi yakni kejadian nan wajib agar nantinya kita bukan tertinggal. Sebagai halnya nan disebutkan diatas, terserah banyak sekali manfaat yang akan didapat ketika kita sudah boleh berkomunikasi dengan bahasa Jepang, contohnya seperti :

  • Memudahkan kita detik travelling ke Jepang
  • Tidak tertangguh bahasa ketika mempunyai kenalan dari Jepang
  • Membantu kita saat sedang mencari pegangan maupun urusan jual beli.
  • dan masih banyak pula manfaat lainnya..

Banyak sekali manfaatnya tak ?

Dari hal diatas kita sudah lalu mengetahui bukan main pentingnya buat menguasai bahasa Jepang. Sebelum membahas alas kata kerja privat bahasa jepang marilah kita mengulas sejumlah postingan sebelumnya akan halnya bahasa Jepang mudah-mudahan cak semau sedikit paparan mengenai bahasa Jepang ini :

  • Karakteristik Bahasa Jepang
  • Kosakata Bahasa Jepang
  • Contoh Percakapan Bahasa Jepang

Kalau beliau sudah lalu mendapatkan gambaran, saatnya kita membahas pembukaan kerja dalam bahasa Jepang. Apa itu Kata Kerja ? Menurut
Wikipediakata kerja yakni golongan pembukaan yang menjadi inti intern frasa kerja, prolog kerja menunjukkan sesuatu ragam atau keadaan melakukan sesuatu, seperti bepergian, makan dan minum.

Verba dalam Bahasa Jepang

Sama seperti kata kerja dalam Bahasa Inggris, Bahasa Jepang pun mempunyai keberagaman dan kerumunan kata kerja meskipun sedikit farik dari introduksi kerja pada bahasa lainnya. Kata kerja dalam bahasa jepang terbagi menjadi 3 golongan yaitu :

1. Verba Kerubungan 1 (Godan Doushi)

Keramaian verba yang pertama merupakan Godan Doushi, perkenalan awal kerja kelompok ini memiliki ciri yang sangat dominan karena memiliki sembilan bunyi akhiran yang berbeda. Berikut ini 9 akhiran tersebut beserta paradigma pembukaan kerjanya :

  • U (う)
    • Au (会う) : Bertemu
    • Kau (買う) : Membeli
    • Tsukau (使う) : Mengaryakan
    • Warau (笑う) : Tertawa
    • Mayou (迷う) : Bingung
  • Tsu (つ)
    • Tatsu (立つ) : Tegak
    • Matsu (待つ) : Menunggu
  • Ru (る)
    • Hashiru (走る) : Berlari
    • Kakaru (掛かる) : Memerlukan
    • Noru (乗る) : Naik (Wahana)
    • Agaru (上がる) : Panjat (Jenjang)
    • Tooru (通る) : Melangkaui
    • Noboru (登る) : Mendaki
    • Kaeru (帰る) : Pulang
  • Mu (む)
    • Sumu (住む) : Silam
    • Yomu (読む) : Membaca
    • Nomu (飲む) : Mereguk
    • Yasumu (休む) : Istirahat
  • Nu (ぬ)
    • Shinu (死ぬ) : Mati
  • Bu (ぶ)
    • Asobu (遊ぶ) : Bermain
  • Ku (く)
    • Hataraku (働く) : Berkarya
    • Iku (行く) : Menghindari
    • Hiku (引く) : Menggandeng
    • Aruku (berjalan) : Berjalan
  • Gu (ぐ)
    • Oyogu (泳ぐ) : Berenang
    • Kagu (嗅ぐ) : Mencium
    • Isogu (急ぐ) : Bergegas
  • Su (す)
    • Hanasu (話す) : Berbicara
    • Kaesu (返す) : Mengembalikan
    • Dasu (出す) : Membedakan
    • Osu (押す) : Menekan
    • Watasu (渡す) : Menyerahkan

2. Kata kerja Gerombolan 2 (Inchidan Doushi)

Kelompok kata kerja privat bahasa jepang yang kedua adalah kerumunan Inchidan Doushi, pembukaan kerja kelompok hanya memiliki dua akhiran bunyi, yaitu:

  • Iru (いる)
    • Miru (見る) : Mengawasi / Menonton
    • Iru (いる) : Ada (manusia/sato)
    • Mochiiru (用いる) : Memakai / Memperalat
    • Shiiru (強いる) : Memaksa
    • Anjiru (案じる) : Memikirkan
  • Eru (える)
    • Mieru (見える) : Mematamatai
    • Ueru (植える) : Tumbuh
    • Oshieru (教える) : Mengajar
    • Kaeru (変える) : Menukar
    • Kotaeru (答える) : Menjawab

3. Kata kerja Kelompok 3 (Fukisoku Doushi)

Kelompok verba yang ketiga adalah Fokusoku Doushi, verba jenis ini juga sebagai halnya yang kedua, yakni hanya memiliki 2 sufiks obstulen hanya yaitu, Kuru 来る (Hinggap) dan Suru する (Mengerjakan). Namun tersendiri cak bagi kata “Suru”, biasanya sahaja digunakan untuk kata kerja yang berasal berpunca verba atau bisa juga digunakan kerjakan merubah substantif menjadi pengenalan kerja. Berikut ini beberapa contoh kalimat nan menggunakan akhiran “Suru”:

  • Shiai 試 合 (Kejuaraan)
    menjadi
    Shiai Suru 試 合す (Bertanding)
  • Benkyou 勉 強 (Pelajaran)
    menjadi
    Benkyou Suru 勉 強する (Belajar)
  • Setsumei 説 明 (Keterangan)
    menjadi
    Setsumei Suru 説 明する (Menerangkan)

Itulah kata kerja internal bahasa Jepang, tentunya dengan posting berikut ini kita jadi cacat memahami ternyata bahasa Jepang juga memiliki varietas – jenis pengenalan kerja dan setiap kata kerja memiliki cirinya masing – masing. Jadi kapan lagi kamu kepingin belajar bahasa Jepang ? Masih cak hendak menunda ? Segara daftarkan diri kamu di Squline.com dan dapatkan
kelas bahasa Jepang
gratis !!!