Kata Pengantar Tentang Pemanasan Global

Akar berasal ketegangan ekologis—termasuk masalah pemanasan mondial—dewasa saat ini, terdapat pada misinterpretasi perspektif anak adam modern mengenai kalimantang. Alam hanya dianggap obyek yang dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi anak adam. Atas tera profit, maka segala bentuk eksploitasi alam dan tindakan lain beretika terhadap pan-ji-panji bisa dihalalkan. Borong pun mengatakan perilaku manusia terhadap alamnya berubah ketika manusia memandang alam internal sikap “economic wants” dan enggak pula sekedar “economic needs.” Manusia telah mengubah sikapnya terhadap alam dari sikap “titit” menjadi sikap “serakah” (1999:43). Lalu bagaimana iman Masehi memandang krisis ekologis—khususnya pemanasan global—yang telah menjadi kepahitan secara mendunia? Robert Borong menyatakan pemanasan global yakni akumulasi dari tindak pencemaran yang dilakukan cucu adam bertamadun (1999:82-96). Pencemaran bermanfaat proses mengotori lingkungan nan dilakukan oleh basyar. Intern proses tersebut peran dan keterlibatan bersumber orang sangatlah dominan, meskipun suka-suka pun pencemaran nan terjadi karena proses alam misalnya melalui gunung berapi, banjir, maupun longsor. Cuma waktu ini n domestik kontaminasi mileu yang disebabkan proses pataka, racik tangan makhluk lagi lain kalah dominannya. Artinya pemanasan global merupakan buah tangan dari individu yang tidak memahami hakekat terbit penciptaan alam segenap oleh Allah.

Source: https://www.academia.edu/28243730/MAKALAH_PEMANASAN_GLOBAL