Kenapa Nabi Isa Tidak Menikah

nabi yang tidak menikah

nabi yang tidak menikah

Nabi Isa Ternyata telah Menikah dan BERPOLIGAMI.

Garut News –

Nabi Nan Tidak Menikah
, Al Ustadz Khalid Al Athfi, mantan ketua Al Jam’iyah Asy-Syar’iyah li Al ‘Amilina bi Al Kitabi wa As Sunnah Al Muhammadiyah di Jiza, batik sebuah penelitian nan cukup informatif melengkapi ayat dan hadits di atas tentang penikahan-pernikahan para utusan tuhan. Menurut beliau, para nabi dan rasul itu bukan hanya menikah tetapi juga n kepunyaan istri gelap makin berpangkal satu manusia. Berikut adalah hasil penelitian ia :

1. Nabi Ibrahim Menikah 3 Kali
Pertama boleh jadi beliau menikah dengan Sarah, karena tidak punya anak, maka sira menikah lagi dengan Hajar yang memberinya anak yang bernama Nabi Ismail ‘alaihissalam.
Terlampau Sarah kemudian hamil dan melahirkan Nabi Ishak ‘alaihissalam. Istri ketiga rasul Ibrahim merupakan Qutsurah (قثورة), darinya tidak disebutkan suka-suka keturunan atau bukan.

2. Nabi Ya’qub Menikah 5 Kali
Rasul Ya’qub alaihissalam adalah anak dari Nabi Ishaq ‘alaihissalam, cucu dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam nan berjulukan Israil.
Sebutan Bani Israil dinisbahkan kepada anak-momongan beliau yang konon berjumlah 12 orang, hasil pecah akad nikah dengan 5 orang istri. Di antara anak asuh-anak anda adalah Rasul Yusuf ‘alaihissalam dan Bunyamin.

3. Nabi Musa Menikah 4 Boleh jadi
Nabi yang paling dibanggakan oleh Ibnu Israil atau Yahudi adalah Nabi Musa ‘alaihissalam. Beliau menikah 4 kali, salah satunya adalah Shafura (Zaphora), puteri Nabi ٍSyu’aib ‘alaihissalam.
قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْراً فَمِنْ عِندِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
Berkatalah dia : “Sesungguhnya aku bermaksud menjodohkan kamu dengan salah seorang berasal kedua anakku ini, atas radiks bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika dia cukupkan deka- tahun maka itu yakni dari kamu, maka aku tidak hendak memberati engkau. Dan beliau Insya Allah akan mendapatiku termasuk sosok-orang yang baik”.(QS. Al-Qashash : 27)

4. Nabi Daud Menikah 9 Kali
Nabi Daud alaihissalam adalah salah sendiri nabi dari halangan Bani Israil nan memiliki kerajaan nan amat besar. Beliau disebutkan menikah 9 kali.
Rasul Daud ini menjadi tanda baca dan perlambang bahwa keangkara-murkaan karuan akan bisa dikalahkan dengan iman dan keteguhan hati.

nabi yang tidak menikah

5. Rasul Sulaiman Menikah 1000 Siapa
Disebutkan bahwa Utusan tuhan Sulaiman alaihissalam memiliki cem-ceman sebanyak 1.000 orang. Pendapat enggak menyebutkan istri beliau 300 individu dan 700 budak wanita.
Cak semau sebuah atsar menyebutkan bahwa engkau menukar 90 istrinya dalam semalam dan ia berkata :
لأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى نِسَائِي فَلْتَحْمِلْ كُلُّ امْرَأَةٍ وَلَيَلِدْنَ فَارِسًا يُقَاِتلُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
“Aku akan menggilir istriku setakat n domestik suatu malam sehingga mereka masing-masing hamil dan melahirkan tamtama yang berperang di perkembangan Allah.”

6. Nabi Isa Ternyata Menikah lebih lagi Poligami
Kalau lagi terserah pendapat yang mengistilahkan bahwa Nabi Isa alahissalam karena alasan khas tidak menikah, maka harus cak semau dalil yang qath’i tinggal kempang periwatan yang shahih, baik adv amat ayat Al-Quran alias As-Sunnah yang bisa masin lidah. Selama bukan terserah dalil tersebut, maka asumsi tidak menikahnya Utusan tuhan Isa alaihissalam harus tertolak dengan adanya keumuman ayat berikut :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
“Dan sesungguhnya Kami sudah lalu mengutus bilang Rasul sebelum dia dan Kami menerimakan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’d : 38)

Utusan tuhan Yang Enggak Menikah,

Di n domestik Injil Matius disebutkan bahwa Utusan tuhan Isa alaihissalam lain hanya sekedar lain membujang, justru anda menikah lebih dari satu perempuan. Beliau mengawini 5 orang wanita.
Prof. Dr. Barbara Tiring, pakar theology dari University Of Australia yang telah mengerjakan penelitian atas apa yang disebut sebagai ‘Naskah Laut Mati’ selama lebih berpunca 20 tahun dan menghubungkannya dengan ayat-ayat Injil. Sehingga beliau berkesimpulan yang cukup kontroversial bagi umumnya pemeluk agama Kristen ketika ini, bahwa nabi Isa lain cuma beristri tetapi poligami. Menurutnya upacara seremoni ijab nikah Utusan tuhan Isa berusaha dikaburkan oleh pihak Gereja. Misalnya internal Bibel Markus pasal 14 ayat 3 :

Datanglah seorang perempuan dengan membawa buli buli marmer yang kebal minyak wangi murni nan mahal harganya, pasca- dipecahkan buli buli itu dan dicurahkan minyak itu ke superior Yesus. Lukas pasal 7 ayat 37 menjelaskan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, langsung menangis ia berdiri di belakang kaki Utusan tuhan Isa, kemudian dibasahinya dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, menciuminya dan meminyakinya.

nabi yang tidak menikah

Seorang dara membawa parfum menyeka dan membagi minyak wangi ke rambutnya. Ini adalah upacara pernikahan bangsawan Yahudi. Sebenarnya itu merupakan perbuatan pihak basilika bikin menutupi fakta sejarah bahwa sesungguhnya Nabi Isa menikah. Barbara Tiring mengatakan bahwa pernikahan Nabi Isa dengan Magdalena sangat jelas n domestik Injil, karena Maria hinggap meminyaki rambut Yesus dan menciumnya. Menurutnya ini adalah upacara pernikahan, karena tidak ada seorang perempuan mengantuk suami-suami yang tak mahramnya melainkan dihukum mati. Kalau Maria Magdalena enggak dihukum mati, asumsinya karena Maria Magdalena sedang menyelenggarakan seremoni pernikahan dengan Yesus.

Alkitab Matius, Markus, Lukas, Yohanes memang bungkam akan halnya pernikahan ini, namun Injil Philipus menjelaskan menyebutkan hal itu. Sayangnya Bibel Philipus ini ditolak makanya Dom yang kini berwenang. Karena kalau Gereja memufakati Injil Philipus bahwa beliau menikah, maka peka kerahiban nan sejauh ini mereka anut akan drop dengan sendirinya. Petapa laki-laki dan ruhbanat itu akan sia-sia saja mengabdi, karena ternyata yang mereka ikuti terlebih menikah, punya anak bahkan berpoligami. Tulisan tangan Laut Tenang sampai-sampai menjelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan Yesus yang pertama dengan Maria Magdalena pada musim Jum’at 22 september 30M pk 18:00pm yang beralamat di Mata Feshkha (Palestina) ini yakni kawin sampir.

Kemudian pernikahan yang kedua pada tahun Kamis 19 Maret 33M jam 24:00 bertempat di Ain Feshkha (Bunga tasbih). Yesus jalinan yang kedua kalinya dengan Maria Magdalena. Saat itu yakni saat sebelum Yesus di salib. Dan saat itu Yesus dan Maria Magdalena sudah bersatu dengan Istrinya. Ini di perlihatkan dalam Yohanes pasal 12 ayat 3.
Kemudian di dalam Kisah Para Rasul, pasal 6 ayat 7, dijelaskan bahwa pada rontok 14 Juni tahun 37 Serani, lahirlah momongan Nabi Isa yang mula-mula, merupakan Yesus Justus nan berbunyi : “and the words of God continued to spread”. Kemudian dijelaskan lagi pada tanggal 10 April tahun 44 Serani, lahirlah anak Yesus yang ketiga nan tidak dijelaskan namanya. Selanjutnya plong lilin batik selasa 17 Maret 50 Masehi, 17 tahun sehabis resepsi dengan Maria Magdalena, Nabi Isa menikah bagi yang kedua kalinya dengan seorang wanita yang bernama Lydia.

nabi yang tidak menikah

Nabi Mengawani Budaknya Tanpa Nikah???


Kisah Nabi,
Ada seorang Ustad muda bilang bahwa boleh menggauli budak tanpa nikah (zinah) sebab Nabi kawin menemani budak tanpa sangkutan di antaranya Mariya Qibtiyah dari Mesir. Ada di Al Qur’an. Ini hukum Allah, katanya.
Pengikutnya pun manut taqlid buta. Ustad ini n domestik ilmunya. Mujahid Dakwah, katanya. Padahal ustad cukup umur tsb bahkan membuat jelek Rasul Muhammad SAW. Takhlik buruk citra Islam. Apa? Muslim bisa menggauli / memperkosa budaknya di luar kawin? Ada BUDAK SEKS dalam Selam? Islam jadi tertawaan. Orang2 kufur pun menyerak video ustad tsb. Bukan bikin Dakwah Selam. Tapi mengebankan Islam. Sedangkan sekiranya kita mempelajari Al Qur”an secara menyeluruh enggak begitu. Apalagi jika paham ayat2 Nasikh dan Mansukh. Begitu pula dgn rekaman Nabi:

Ayat di dasar memerintahkan kita untuk menikahi budak dan memberi mas kawin. Akhlaq Nabi itu Al Qur’an. Jadi Nabi menikahi mereka, memerdekakan mereka, dan memberi mas kawin. Tidak cak semau BUDAK SEKS n domestik Islam di mana kita bebas menggagahi / memperkosa budak kita:
Tuhan SWT berfirman:
وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰـتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِ ؕ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ ؕ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ ؕ فَاِذَاۤ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَ تَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِ ؕ ذٰ لِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ؕ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ؕ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Dan barang kelihatannya di antara anda tidak mempunyai biaya lakukan mengawini upik merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi pemudi) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Sang pencipta memaklumi keimananmu. Sebagian berpangkal kamu adalah dari sebagian yang tidak (setimpal-setara baka Pria-Guru), karena itu NIKAHILAH mereka dengan magfirah tuannya dan BERILAH MEREKA MAS Pertautan yang pantas, karena mereka yakni perempuan-perempuan nan memelihara diri, lain pezina, dan bukan (pula) perempuan yang cekut lanang bukan sebagai piaraannya. Apabila mereka sudah lalu berumah jenjang (bersuami), tetapi melakukan ragam keji (zina), maka (siksa) bagi mereka setengah berusul apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah cak bagi bani adam-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Semata-mata seandainya kamu menyapu dada, itu lebih baik bagimu. Tuhan Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. An-Nisa’: Ayat 25)
Baca An Nisaa’ ini jangan berenti di ayat 3. Baca kembali ayat 4 nya. Di situ ada perintah bagi mengawini mereka (termuat budak). Perintah LA TAQROBU ZINA itu bertindak umum. Jangan ngeles oh saya tidak zinah, sira itu Budak Seksualitas saya. Ini bakal malu Islam. Bikin bani adam jauh dari Islam.
Allah SWT berfirman:

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ؕ ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْا
“Dan jika kamu mangut tidak akan mampu bertindak adil terhadap (nasib baik-hak) dara yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (enggak) nan kamu senangi: dua, tiga, ataupun empat. Sahaja jikalau engkau pusing lain akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang cuma atau hamba sahaya perempuan nan ia miliki. Nan demikian itu lebih dekat agar kamu bukan berbuat zalim.”

(QS. An-Nisa’: Ayat 3)
Allah SWT berfirman:
وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ؕ فَاِنْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْٓـئًـا مَّرِیْٓـــٴًﺎ
“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada dara (nan kamu nikahi) sebagai belas kasih nan penuh kesanggupan. Kemudian, seandainya mereka menyerahkan kepada kamu sebagian mulai sejak (isi kawin) itu dengan gemar hati, maka terimalah dan nikmatilah karunia itu dengan senang hati.”

(QS. An-Nisa’: Ayat 4)
Intern nikah itu ada ijab qabul / timbang terima. Nah Mariyah Al Qibtiyah ini protokoler dihadiahkan oleh Raja Mesir Muqawqis kepada Nabi. Ini lambang pertemanan. Sekiranya menolak, dapat dari perang. Cukuplah Rasul menerimanya. Memerdekakannya dan menikahinya. Rakyat kedua negara makara saksi. Jadi tidak ada budak/TKW dikamar main zinahi semata-mata padagal suami dan anak2 mereka menunggu di Indonesia. Ayat di bawah memerintahkan kita bagi mendudukkan para jomblo, baik yang merdeka ingin juga budak. Jadi jangan mentang2 budak akhirnya bebas dizinahi. Zinah itu Liar. DOSA. Ini pengetahusn asal.

Allah SWT berfirman:
وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَآئِكُمْ ؕ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah cucu adam-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan dara. Sekiranya mereka miskin, Allah akan menjatah kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur: Ayat 32) Lihat ayat di dasar. Jangan karena mereka budak, kita paksa jadi perempuan jalang termasuk melayani nafsu kita:

Allah SWT berfirman:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْـكِتٰبَ مِمَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا ۖ ۙ وَّاٰ تُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْۤ اٰتٰٮكُمْ ؕ وَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَآءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّـتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ؕ وَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan individu-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga keperawanan (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang ia miliki menginginkan perjanjian (kedaulatan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika anda mengetahui ada kemujaraban plong mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian berusul harta Halikuljabbar yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu buat melakukan moler, sedang mereka seorang menginginkan kesucian, karena ia hendak mengejar keuntungan spirit duniawi. Barang siapa mengerasi mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.”

(QS. An-Kirana: Ayat 33)
Dalil dalil Al Qur’an di atas jelas. Jangan cuma di rengkung. Tapi harus dipahami dan diamalkan. Tak bisa kita membacs Al Qur’an sepotong2. Mengingkari ayat2 yg menjelasksn kita harus menikahi budak sebelum menggauli mereka. Sampai-sampai menuju zina belaka sudah terlarang:
Halikuljabbar SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ؕ وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah beliau berorientasi zina; (zina) itu bukan main suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”

(QS. Al-Isra’: Ayat 32)
Condong zina saja gelap. Apalagi zina. Dan lain ada perkecualian boleh berzina dgn budak di situ. Ayat ini jelas menasikh ayat2 lain (jika ada) yg membolehkan menzinahi budak. Mau bintang sartan pezinah? Ongkos nikah murah. Paling cuma rp 500 mili. Nah Raja Mesir, Muqawqis, menghadiahkan Mariah sbg budak kepada Nabi Muhammad SAW. Ini tanda perkawanan. Takdirnya ditolak, dapat perang karena dianggap menghina. Mariyah juga bisa sipu terhina jika Nabi menolaknya karena dianggap invalid baik.

Di sini rukun2 korespondensi seperti pengantin lelaki (Nabi), pengantin perempuan (Mariyah), Wali (ibu bapak dan paduka tuan Mesir) yg menyerahkan Mariyah ke Utusan tuhan, serta timbang terima itu ada secara fakta. Rakyat kedua negara pun kaprikornus saksi. Jadi semua rukun Nikah itu ada terpenuhi. Jadi ini beda dgn anak adam yang memperbudak wanita sbg budak seks. Bahkan cak semau yg menganggap pembantu dan TKW setolok dgn budak yg bisa digauli tanpa gayutan. Zinah itu dosa segara saudara. Haram. Jangan sampai karena menganggap Khalid itu maksum dan taqlid buta kita jadi menghina Utusan tuhan, menghina Selam, dan menghalalkan zinah. Baca Al Qur’an jangan sepotong2. Nanti sesat. Baca Al Qur’an secara menyeluruh. Silahkan baca ayat2 Al Qur’an dibawah. Jangan diingkari shg menghalalkan zinah:
“Dan sembarang orang di antara kamu bukan mempunyai biaya bagi menikahi dayang merdeka nan beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki..” (QS. An-Nisa’: Ayat 25)

“Dan nikahkanlah turunan-manusia yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang sepan (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lanang dan perempuan… (QS. An-Kilat: Ayat 32)
(QS. An-Nur: Ayat 33)
“Dan janganlah kamu berkiblat zina; (zina) itu alangkah satu perbuatan buas, dan satu kronologi nan buruk.”
(QS. Al-Isra’: Ayat 32)
Shofiyah Binti Huyay pun meski jadi budak diberi 2 seleksian:
1. Pula ke kaumnya
2. Kaprikornus cem-ceman Nabi Muhammad.

nabi yang tidak menikah

Shofiyah memilih jadi istri Utusan tuhan Muhammad.


Nabi Yang Tak Menikah,
Saat gendak Nabi cemburu dan mengatainya sbg anak asuh Yahudi, “Utusan tuhan menghiburnya: “Sememangnya anda adalah seorang perawan seorang utusan tuhan dan pamanmu yakni koteng nabi, suamimu pun juga koteng nabi lantas dengan alasan barang apa dia mengejekmu?” Jelas Nabi mengatakan bahwa sira adalah suami Shofiyah. Jadi dengan alasan apa kaum cukup umur penutup zaman ini memfitnah Nabi menggauli budaknya sonder nikah alias zinah?
Enggak ada riwayat Utusan tuhan menikahinya bukan bermanfaat Rasul tidak menikahinya. Apa karena lain cak semau riwayat kakekmu menikahi nenekmu lantas orang2 netral merencana bahwa kakekmu berzinah dgn nenekmu?
Baik Shofiyah cak hendak pun Mariyah itu merupakan istri2 Nabi dan jadi Ummul Mukminiin. Para sahabat tidak terserah yg menikahi mereka setelah Nabi wafat. Para Khalifah mencukongi hidup mereka dan mensholati mereka saat mereka meninggal. Budak?

Anjuran Rasulullah untuk Menikahi Perawan


Utusan tuhan Yang Enggak Menikah,
Dalam sebuah riwayat shahih riwayat Pendeta al-Bukhari dan Imam Mukminat Rahimahumullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada sahabat indah Berkelepai Radhiyallahu ‘anhu yang akan menikah. Sira bertanya, “Apakah (sira menikah) dengan janda maupun perawan?”

Detik Jabir menjawab “Janda”, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kedua bisa jadi, “Mengapa enggak dengan putri sebatas sira bisa bergurau dengannya dan dia pula dapat bergurau denganmu?”

Meski dalam kelanjutan hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membenarkan tindakan sahabatnya nan menikahi janda, pertanyaan Rasulullah dalam riwayat ini merupakan riuk satu bukti bahwa perawan punya beberapa keutamaan yang tak dimiliki oleh janda. Meskipun, janda sekali lagi memiliki kepentingan tak yang tidak didapati pada diri seorang perawan.

Perempuan didefinisikan sebagai dayang yang belum kombinasi melakukan jima’ alias belum pernah menikah. Definisi ini penting untuk dipastikan sebab banyak sekali wanita kontemporer yang belum menikah, tapi tidak perempuan sekali lagi. Perawannya dijual, bahkan diberikan secara gratis kepada laki-junjungan nan bukan bertanggungjawab, atau direnggut secara momentum maka dari itu laki-laki tak etis.

“Perempuan-pemudi nan masih perawan,” ucap Drs Muhammad Thalib internal Menuju Pernikahan Islami, “belum pergaulan mengenal keserasian dengan maskulin lain, sehingga hatinya masih masif dan masih bersih.”

Perhatian bikin upik sangatlah penting dan mendominasi. Ada begitu banyak kehidupan flat tangga yang tidak bahagia karena koteng ampean masih punya bayangan masa lalu, entah dengan pacarnya atau lulusan suaminya.

“Anda,” lanjutnya mengklarifikasi, “tidak memiliki kenangan masa lalu dengan suami-laki lain, sehingga ketika bercengkerama dengan suami-laki bau kencur yang menjadi suaminya, lever dan angan-angannya namun tertuju pada suaminya.”

Lain sekadar kuntum secara bodi, tapi juga hati yang benar-bermoral baru dan belum pernah dijamah maka itu adam lain. “Seluruh perhatian, cinta, serta kasih sayangnya dicurahkan kepada junjungan sonder membandingkan dengan junjungan-laki enggak.” tegas salah suatu pakar pernikahan islami ini.

Inilah hikmah agung di mengot perintah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi menikahi perawan. Terbukti, keutamaan, hikmah, serta rahasia ini hanya didapati plong diri seorang amoi, dan musykil djumpai n domestik diri janda, kecuali janda-janda yang memang dipilih oleh Allah Ta’ala.

Terdepan menjadi catatan, meski menganjurkan umatnya untuk memilih perawan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih-lebih lebih banyak menikahi janda. Ambillah!

Wallahu a’lam.

Source: https://garutnews.com/nabi-yang-tidak-menikah-ternyata-nabi-isa-menikah-dan-berpoligami.html