Kiamat Kecil Dikenal Dengan Istilah

tirto.id – Kiamat sugra adalah hari berakhirnya atma seseorang atau sebagian makhluk di muka bumi, padahal kiamat kubra adalah yaumudin yang sepantasnya.

Iman kepada hari akhir atau hari Yaumul akhir merupakan salah suatu di antara heksa- rukun iman yang wajib diyakini sendiri muslim.

Keimanan pada hari akhir ini tergambar dalam banyak nas Alquran dan sabda, di antaranya kerumahtanggaan surah Al-Hajj ayat 7:

“Dan sungguh [hari] Hari pembalasan itu pasti datang, tidak ada kecurigaan padanya; dan sungguh, Allah akan menyemangati siapa pun yang di dalam kubur,”

(QS. Al-Hajj [22]: 7).

Orang yang tidak mempercayai masa Yaumul tergolong orang nan enggak teoretis keislamannya dan cukup dipertanyakan keimanannya.

Varietas-macam Hari akhir

Secara umum, kiamat terdiri dari dua macam, yaitu kiamat sugra atau kiamat katai dan kiamat kubra atau yaumul akhir besar, sama dengan dikutip dari uraian “Memercayai Adanya Hari Pengunci” yang diterbitkan

Departemen Agama RI.



Penjelasan mengenai hari pembalasan sugra dan akhir zaman kubra adalah bagaikan berikut:

1. Kiamat Sugra

Dalam bahasa Arab, “sugra”

artinya kecil. Dalam peristiwa ini, kiamat sugra adalah kehancuran sebagian kecil dari dunia semesta.

Sederhananya, kiamat sugra dapat dimaknai seumpama hari berakhirnya umur seseorang atau sebagian turunan di muka marcapada.

Dalil akan halnya kiamat sugra ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Jika salah seorang semenjak kalian meninggal dunia, maka kursinya diperlihatkan kepadanya plong saat pagi-sore hari. Sekiranya engkau termasuk juru taman firdaus, maka ia akan meluluk jelas gambaran dirinya sebagai ahli neraka. Dikatakan kepadanya, “Ini kursimu sampai Yang mahakuasa membangkitkanmu pada hari Yaumul,”

(H.R. Bukhari).

Komplet Akhir zaman Sugra

Contoh-contoh kiamat sugra adalah misal berikut:

  • Tsunami, nyeri, longsor, banjir, atau angin badai merupakan bencana dan kehancuran sebagian hamba allah dan tempat tertentu yang terkena murka alam tersebut.
  • Mortalitas juga merupakan hari berakhirnya kehidupan dan tergolong akhir zaman sugra.

2. Akhir zaman Kubra

Dalam bahasa Arab, “kubra” artinya besar. Dalam hal ini, kiamat kubra adalah yaumul nan sepatutnya ada.

Akhir zaman kubra terjadi dengan dimulainya tiupan terompet sangkakala malaikat Israfil, serta diiringi dengan kehancuran segenap beserta isinya.

Dalil tentang akhir zaman kubra ini tergambar dalam surah Al-Qari’ah ayat 1-11 andai berikut:

“Hari kiamat; apakah hari kiamat itu?; Dan tahukah dia apa hari kiamat itu?; Pada hari itu manusia sebagaimana laron yang berterbangan; dan rangkaian gunung sebagaimana bulu yang dihambur-hamburkan; maka mengenai basyar yang terik timbangan [keefektifan]-nya, maka dia berbenda dalam kehidupan yang memuaskan [senang]; dan adapun insan yang ringan timbangan [kebaikan]-nya; maka panggung kembalinya yaitu neraka Hawiyah; Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?; Yaitu api yang silam seksi,” (Al-Qari’ah: 1-11).

Ketika terjadi kimat kubra, barang apa situasi lulus. Tidak terserah satu pun satelit yang tersisa. Semuanya peroi, termasuk manjapada, semua mahkluk hidup mati dan binasa.

Tanda-segel Yaumul Kubra

Musim persis terjadinya kiamat kubra ini yakni situasi memasap. Tak ada nan tahu kecuali Almalik SWT.

Namun, terdapat tanda-logo besar ketika yaumudin kubra akan terjadi sebagai berikut:

  1. Terbitnya matahari dari sebelah barat
  2. Munculnya Dajjal.
  3. Turunnya Nabi Isa AS
  4. Nabi Isa AS akan terban dari Kawasan Syam, dan membunuh Dajjal, kemudian
  5. Rasul Isa AS akan menjalankan syariat Nabi Muhammad SAW
  6. Turunnya Pater Mahdi
  7. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  8. Munculnya binatang melata di bumi
  9. Munculnya asap di timur dan barat
  10. Terjadinya gerhana di timur, barat, dan di Tanjung Arab

(tirto.id –
Pendidikan)

Kontributor: Abdul Hadi

Penulis: Abdul Hadi

Editor: Dhita Koesno



Source: https://tirto.id/pengertian-kiamat-kubra-dan-kiamat-sugra-serta-contohnya-gbjb