Kumpulan Cerita Cekak Bahasa Jawa

Pencak silat
Pencak silat pictogram.svg
Sport Pencak silat
DSC 3099 wikimedia2020 deni dahniel atraksi silek minagkabau.jpg

Duel
Silek Minangkabau,salah satu petarung menggunakan kerambit

Juga dikenal sebagai Pencak pencak Indonesia
Fokus Melampang
Kekerasan Pertautan penuh, recup-kontak, aliansi ringan
Negara asal Indonesia
Praktisi tersohor Iko Uwais, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman
Olahraga olimpik (tidak ada Pencak silat olympic)
Terlak silat

Peninggalan Budaya Tak Benda UNESCO

Negara Indonesia
Teks 1391
Kawasan Asia dan Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi 2019

Terlak silat
yakni suatu seni bela diri tradisional nan berasal dari Kepulauan Nusantara (Indonesia).[1]
Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, dan Thailand kidul sesuai dengan penyebaran berbagai ragam suku bangsa Nusantara (Indonesia).[2]
Unsur-unsur kerjakan membela diri dengan seni bela diri, yaitu dengan menggunakan pukulan dan tendangan. Kuntau silat merupakan bela diri yang banyak diminati oleh banyak hamba allah terutama masyarakat Indonesia.[1]

Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah mempunyai pesilat-pesilat yang tangguh.
[butuh rujukan]

Induk organisasi pencak silat di Indonesia yakni Ikatan Kuntau Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi terlak silat di bineka negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pencak pencak adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak pemfokusan.[3]
Suka-suka pengaruh budaya Tionghoa, agama Hindu, Buddha, dan Islam dalam kuntau pencak.[3]
Biasanya setiap kewedanan di Indonesia mempunyai aliran pencak pencak yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan diseminasi Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada sirkuit PSHT, Perisai Diri, PSCP
[3]

Setiap empat tahun di Indonesia suka-suka kompetisi terlak kuntau tingkat nasional dalam Ahad Olahraga Kewarganegaraan (PON). Kuntau silat juga dipertandingkan dalam ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) sejak tahun 1987. Di luar Indonesia kembali terserah banyak penggemar pencak pencak seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.[3]

Di tingkat nasional olahraga melangkahi permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah suatu gawai pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa.[4]
[5]
Olahraga kuntau pencak sudah dipertandingkan di neraca internasional.[4]

Pada 13 Desember 2022, Pencak Silat ditetapkan maka itu UNESCO sebagai Pusaka Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).[6]
[7]
Hal ini adalah keseleo satu upaya pemerintah dalam memajukan kuntau silat laksana peninggalan budaya Indonesia. Manfaat Pencak Silat yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Mayapada yakni berkat syahadat mayapada antarbangsa, mempunyai kebolehjadian dipertandingkan dalam cagak olahraga di Olimpiade dan mengebor ponten budaya yang terkandung dalam terlak.[8]

Etimologi

[sunting
|
sunting sumur]

Silat adalah kata kolektif cak bagi kelas seni bela diri asli dari geo-budaya Nusantara (Indonesia).[9]
Asal usul kata
kuntau
enggak jelas. Istilah Melayu terlak peluang terkait dengan istilah Minangkabau
silek. Karena bahasa Melayu berpokok bersumber Sumatra, kemungkinan istilah tersebut berasal dari Sumatra.
[penis rujukan]

Indonesia menggunakan istilah
pencak pencak. Istilah ini digunakan sejak 1948 bakal mempersatukan berbagai rupa revolusi seni bela diri tradisional nan berkembang di Indonesia.[10]
Segel “kuntau” digunakan di Pulau Jawa adegan tengah dan timur,[9]
padahal “kuntau” digunakan di Sumatra, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya, kini istilah “pencak” kian menyampaikan zarah seni dan penampilan keindahan kampanye, padahal “silat” adalah inti ramalan bela diri kerumahtanggaan pertarungan.[2]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Bela diri yang berkembang di Nusantara didasarkan pada upaya benteng suku menghadapi n antipoda, seperti tari perang Nias.

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mempunyai pendirian pembelaan diri yang ditujukan untuk mereservasi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan pan-ji-panji.[11]
Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan dabat yang ada di liwa sekitar, seperti gerakan anjing, maung, dumung, maupun burung elang.[11]
Dasar mula hobatan bela diri di nusantara ini kemungkinan pun berkembang mulai sejak keterampilan suku-kaki nirmala Indonesia berburu dan berperang dengan menunggangi ketu udeng, kelasak, dan tombak, misalnya begitu juga dalam tali peranti tungkai Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh kekuasaan luar.

Silat diperkirakan menyebar di Gugusan pulau Nusantara berpunca abad ke-10 masehi, akan doang asal mulanya belum dapat ditentukan secara tentu. Kerajaan-kerajaan samudra, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pesilat samudra yang mengamankan ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pleidoi diri dapat diandalkan.[11]
Pengkaji pencak Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat mulai sejak berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Buddha) serta sreg tatahan relief-relief nan berisikan sikap-sikap aswa-aswa terlak di candi Prambanan dan Borobudur.[10]
Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan, tidak hanya dalam olahraga saja, melainkan kembali pada hubungan spiritual yang terkait intim dengan kultur Indonesia.[10]
Darurat itu Sheikh Shamsuddin[12]
berpendapat bahwa terdapat pengaruh guna-guna bela diri berbunga Tiongkok dan India intern silat. Situasi ini karena sejak awal kebudayaan Jawi telah mendapat pengaruh pecah kebudayaan yang dibawa makanya pelimbang atau pengembara dari India, Tiongkok, dan mancanegara lainnya.

Seorang pendekar Bali menengah memperagakan silat.

Pencak kuntau telah dikenal makanya sebagian ki akbar masyarakat rumpun Melayu intern berbagai nama.[13]
Di Semenanjung Malaysia dan Singapura, silat bertambah dikenal dengan jenama alirannya adalah
gayong
dan
cekak.[13]
Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama
bersilat, dan di Filipina daksina dikenal dengan keunggulan
pasilat.[13]
Dari namanya, bisa diketahui bahwa istilah “silat” paling banyak memencar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar berbunga Sumatra ke berjenis-jenis provinsi di rantau Asia Tenggara.[13]

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari tuturan ke perkataan, diajarkan mulai sejak temperatur ke murid, sehingga garitan terjadwal akan halnya asal mula silat sulit ditemukan. Rekaman pencak dikisahkan melalui legenda yang bermacam-macam terbit suatu wilayah ke area lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau:
silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Kapling Melelapkan di kaki Gunung Marapi lega abad ke-11.[14]
Kemudian
silek
dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian lagi cerita rakyat akan halnya asal mula silat aliran Cimande, nan mengisahkan koteng putri yang meneladan gerakan pertentangan antara maung dan monyet. Setiap kawasan umumnya memiliki tokoh persilatan (pesilat) yang dibanggakan, misalnya Raja Siliwangi ibarat tokoh pencak kuntau Sunda Pajajaran,[15]
Hang Tuah panglima Malaka,[12]
Gajah Mada mahapatih Majapahit
[butuh rujukan]

dan Si Pitung berpokok Betawi.
[butuh rujukan]

Perkembangan silat secara historis berangkat tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum pendakwah agama Islam plong abad ke-14 di Nusantara. Kala itu terlak silat diajarkan langsung dengan pelajaran agama di surau ataupun pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual.[16]
N domestik budaya beberapa tungkai bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan fragmen enggak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai nan bukan tak adalah gerakan
silek
Minangkabau sering ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Kerumahtanggaan prosesi akad nikah adat Betawi terwalak tradisi “palang pintu”, ialah peragaan kuntau Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara radio boncel. Programa ini biasanya digelar sebelum akad perhubungan, merupakan sebuah drama mungil nan menceritakan delegasi pengantin laki-laki intern perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pesilat) kampung setempat nan dikisahkan juga menaruh hati kepada merapulai wanita. Maka terjadilah bantahan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pesilat-pesilat pengiring mempelai pria nan pasti saja dimenangkan maka itu para tukang potret pengantin pria.

Kuntau lalu berkembang mulai sejak ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian terbit pendidikan bela negara bagi menghadapi penjajah asing.[12]
Dalam sejarah perbantahan menyaingi penjajah Belanda, tertera para pendekar yang mengangkat senjata, sebagai halnya Panembahan Senopati, Syah Agung, Pangeran Diponegoro, Teungku Chik di Tiro, Teuku Umar, Syah Imam Ketuat, serta para pendekar wanita, begitu juga Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.[11]

Terlak saat ini telah diakui laksana budaya Suku Jawi dalam signifikasi nan luas,[17]
yaitu para penduduk pulau Sumatra dan Semenanjung Malaka, serta bermacam rupa kelompok etnik lainnya yang menggunakan
lingua franca
bahasa Jawi di berbagai provinsi di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang lagi mengembangkan bela diri ini.

Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak kuntau maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang berkepribadian kebangsaan, nan dapat pula menyambung aliran-aliran silat pencak di seluruh Indonesia. Plong copot 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)[11]
Waktu ini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di mayapada.

Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjawat ketua IPSI.[13]
Program tersebut pula dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.[13]
Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan perumpamaan pembina Persilat.[13]

Beberapa organisasi pencak nasional antara lain yaitu
Hubungan Pencak Silat Indonesia
(IPSI) di Indonesia,
Persekutuan Pencak Kebangsaan Malaysia
(PESAKA) di Malaysia,
Persemakmuran Silat Singapore
(PERSIS) di Singapura, dan
Persemakmuran Silat Brunei Darussalam
(PERSIB) di Brunei. Mutakadim merecup sekali lagi puluhan perguruan-perguruan pencak di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam gelanggang SEA Games.

Istilah kerumahtanggaan Pencak Silat

[sunting
|
sunting sumber]

Silat Betawi ketika acara “Palang Pintu” internal tradisi pernikahan Betawi, perdua menyimulasikan teknik kuncian melucuti golok.

  • Kuda-kuda: yakni posisi menapak kaki untuk memperkukuh posisi jasmani. Kuda-aswa yang kuat dan tetap penting untuk mempertahankan posisi jasad sebaiknya tak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda lagi berjasa bagi menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serbuan (tendangan atau birama).
  • Sikap dan Gerak: Pencak terlak yaitu sistem yang terdiri atas
    sikap
    (posisi) dan
    gerak-gerik
    (rayapan). Momen seorang pendekar bersirkulasi momen berlawan, sikap dan gerakannya berubah menirukan pergantian posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan rival, maka pesilat akan mencoba mengalahkan tara dengan satu gempuran yang cepat.
  • Langkah: Ciri khas dari Terlak ialah penggunaan langkah. Langkah ini terdahulu di dalam permainan terlak nan baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya ancang tiga dan persiapan empat.
  • Kembangan: adalah kampanye tangan dan sikap tubuh nan dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik teman, sekaligus meluluk celah benteng musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan sreg awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi gempuran atau mengelabui imbangan. Seringkali gerakan kembangan pencak menyerupai disko atau intern
    maenpo
    Sunda menyerupai
    ngibing
    (berjoget). Kembangan ialah salah suatu bagian penilaian utama dalam seni kuntau silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
  • Buah: Pencak Silat memiliki varietas yang banyak dari teknik bersikeras dan menuding. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pendekar biasa memperalat tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak suku dalam terjangan. Teknik awam termasuk tendangan, ketukan, sandungan, sapuan, piting, lontar, menahan, mematahkan lemak tulang kancing, dan lain-tidak.
  • Jurus: pesilat berlatih dengan
    jurus-jurus. Jurus yaitu koneksi propaganda dasar untuk raga bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menyelesaikan pemanfaatan teknik-teknik lanjutan terlak silat (buah), saat dilakukan bagi berlatih secara distingtif atau mepet. Pendayagunaan
    awalan, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan pemanfaatan kontrol kaki. Saat digabungkan, itulah Pangkal Pasan, alias aliran seluruh tubuh.
  • Sapuan dan Guntingan: yakni salah satu variasi buah (teknik) menghalusi bandingan dengan menyerang kuda-jaran musuh, yakni menendang dengan menyapu atau piting (menggunting) kaki musuh, sehingga oponen kehilangan keseimbangan dan roboh.
  • Kuncian: adalah teknik cak bagi melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak bisa bergerak, maupun untuk melucuti senjata padanan. Kuncian mengikutsertakan manuver menghindar, tipuan, dan propaganda cepat yang kebanyakan mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, maupun bahu musuh.

Aspek dan bentuk

[sunting
|
sunting sumber]

Terdapat empat aspek utama dalam pencak silat, adalah:

  1. Aspek
    Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter luhur seseorang. Para pendekar dan maha guru silat terlak zaman tinggal sering siapa harus melintasi tangga semadi, tapa, atau aspek kebatinan tidak kerjakan mencecah tingkat tertinggi keilmuannya.
  2. Aspek
    Seni Budaya: Budaya dan permainan “seni” pencak silat yakni salah satu aspek nan silam berguna. Istilah
    Pencak
    pada umumnya menayangkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
  3. Aspek
    Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah lewat utama dalam menguasai guna-guna bela diri kerumahtanggaan kuntau silat. Istilah
    terlak, cenderung mengistimewakan sreg aspek kemampuan teknis bela diri kuntau silat.
  4. Aspek
    Olah Raga: Ini berguna bahwa aspek fisik intern silat pencak yaitu penting. Pesilat menyedang menyetarafkan pikiran dengan olah fisik. Kompetisi ialah putaran aspek ini. Aspek olahraga menutupi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik bikin singularis, ganda alias regu.

Kerangka silat terlak dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda suatu sebanding lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak persebaran nan menemukan asalnya dari pengamatan atas perbangkangan binatang ilegal. Silat-silat harimau dan monyet ialah transendental pecah peredaran-sirkuit tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olahraga, baik fisik ataupun fotosintesis, adalah sediakala berbunga pengembangan terlak. Aspek olah jasad dan aspek bela diri inilah yang mutakadim membuat pencak terlak menjadi terkenal di Eropa.

Siswa ekstrakulikuler pencak silat prsh cilacap umpama pelecok satu implementasi privat bidang pendidikan

Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa buku-pokok berusul terlak silat terhilangkan, alias dipermudah, saat terlak terlak bergabung pada mayapada olahraga. Maka itu karena itu, sebagian praktisi silat taat menitikberatkan pada buram tradisional ataupun spiritual berpangkal pencak terlak, dan bukan mengimak kewargaan dan regulasi yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.

Sarana dan prasarana

[sunting
|
sunting sendang]

Nama IPSI

[sunting
|
sunting sumber]

Dandan kuning pada cap IPSI penting bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteran lahir dan batin sebagai urut-urutan berkiblat kejayaan nusa dan nasion. Dalam logo IPSI, tulangtulangan perisai segi lima menyimbolkan IPSI berlandaskan ideologi pancasila nan berniat membentuk manusia Pancasila Sejati. Sedangkan ayap garuda berwarna kuning berototkan biram mengartikan kekuatan nasion Indonesia yang bersendikan keaslian, keluruhan dan dinamika. Tanggal berdirinya IPSI yaitu 18 Mei 1948 yang bermakna 18 lebar, bulu 5 lembar tambah 4 tali tambah 8 lungsin. Adanya ikatan reben berwarna merah putih melambangkan bahwa IPSI merupakan suatu rangkaian pemersatu berpunca berbagai aliran pencak silat, nan berdasarkan rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.[18]

Jenama Persilat

[sunting
|
sunting perigi]

Persekutuan Silat Silat Antarabangsa (Persilat) didirikan plong terlepas 11 Maret 1980 di Jakarta. Persilat itu sendiri mutakadim mendapatkan status andai organisasi internasional Terlak Terlak di bumi.[19]

Matras

[sunting
|
sunting perigi]

Panggung ditempatkan dilantai dengan dilapisi matras setebal maksimal 5 (lima) cm. Matras ini punya permukaan yang rata dan enggak memantul, dapat ditutup dengan rimba yang lain licin, dan ukurannya 10 m x 10 m. Corak pecah perlak memiliki rona radiks mentah terang dengan garis bercelup putih sesuai dengan keperluaanya.[19]

Hand Box

[sunting
|
sunting sendang]

Hand box yakni prasarana digunakan bagaikan perkakas penunjang untuk berlatih terutama digunakan untuk melatih pukulan dan tendangan.[20]

Samsak

[sunting
|
sunting sumber]

Samsak merupakan prasarana nan biasanya digantung dan digunakan bagaikan alat penunjang untuk berlatih. Samsak ini digunakan untuk melatih pukulan, tendangan dan dasar bantingan.[20]

Body Protector

[sunting
|
sunting sumber]

Body Protector merupakan perlengkapan pelindung jasad momen melakukan pertadingan. Body protector yang digunakan internal kompetisi dilengkapi dengan setagi sudut berwarna merah atau dramatis.[20]

Golok

[sunting
|
sunting sumber]

Golok yaitu gawai kelengkapan lakukan kategori seni distingtif..[20]

Toya

[sunting
|
sunting sumber]

Toya ialah peranti kelengkapan untuk kategori seni tunggal.[20]

Senjata

[sunting
|
sunting sumber]

Selain bertumbuk dengan tangan kosong, pencak terlak juga mengenal berbagai spesies senjata. antara tak:

  • Keris: sebuah senjata cucuk berbentuk pisau boncel, pelalah dengan jidar beriak yang dibuat dengan melipat beraneka ragam jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
  • Kujang: pisau individual Sunda
  • Samping/Linso: ulos kain sutera dipakai seputar pinggang atau bahu, nan digunakan dalam penguncian teknik dan bikin baluwarti terhadap pisau.
  • Galah: tongkat yang terbuat terbit papan, baja atau bambu .
  • Cindai: kain, lazimnya dipakai sebagai sarung atau dibungkus andai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
  • Tongkat/Toya: tongkat berjalan nan dibawa oleh orang wreda, pengembara dan pengembara.
  • Kipas: kipas bekuk tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu ataupun besi.
  • Kerambit/Cakar Machan: sebuah pisau berbentuk seperti ceker harimau nan dapat diselipkan di surai nona.
  • Ceruk/Clurit: sebuah sabit, lazim digunakan intern perkebunan, budidaya dan penuaian tanaman.
  • Sundang: sebuah ujung anggar ganda Bugis, camar keriting-berbilah
  • Rencong: belati Aceh yang kurang melengkung
  • Tumbuk Embalau: belati kecil yang juga cacat membusar mirip rencong, secara harfiah bermanfaat “penghancur lada”.
  • Gada: senjata ketul yang terbuat dari baja.
  • Tembiang: lembing nan terbuat dari awi, baja alias kayu yang adakalanya punya rambut yang menempel di dekat pisau.
  • Parang/Golok: anggar pendek nan biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti mana mencelah saat menyusur jenggala.
  • Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
  • Chabang/Cabang: trisula bergagang ringkas, secara harfiah berarti “simpang”.

Tingkat kemahiran

[sunting
|
sunting sumber]

Sekelompok pesilat PSHT yang mutakadim melewati berbagai tataran bersumber pelajar (memakai beberapa sabuk) hingga menjadi pesilat/pemukim
(memakai sabuk mori).

Secara pendek, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap maupun tingkat kemahiran, yaitu:

  1. Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, ataupun rangkaian jurus bawah perguruan dan jurus standar IPSI
  2. Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua propaganda asal, kesadaran, diversifikasi, dan disini akan mulai terbantah minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada saban cabang, misalnya Gerak badan & Seni Budaya.
  3. Pelatih, hasil dari kemampuan nan matang yang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan menciptakan menjadikan pesilat melangkah ke tahap seterusnya, di mana mereka akan diberikan teknik – teknik beladiri perguruan, di mana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik ataupun tata krama, karena kebanyakan teknik beladiri yaitu teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan inversi / sangat mematikan .
  4. Pesilat, merupakan pesilat nan mutakadim diakui makanya para datuk perguruan, mereka akan mewarisi aji-aji-ilmu taktik tingkat tinggi.

Teknik

[sunting
|
sunting sumber]

Teknik tendangan

[sunting
|
sunting sumber]

a. Tendangan Lurus

Tendangan lurus dilakukan dengan prinsip posisi awal meleleh dengan salah suatu kaki sebagai tumpuan. Kemudian dengkul ditekuk dan diangkat dan luruskan tungkai bawah dengan kisi tungkai bagian kerumahtanggaan dikenakan pada sasaran. Lebih lanjut salah satu tangan ditekuk, kemudian tangan yang mengerudungi jasad bagian bawah dan atas.[21]

b. Tendangan Cerut (punggung kaki)

Tendangan arit dilakukan dengan mandu posisi sediakala berdiri dengan salah satu kaki bagaikan tumpuan. Kemudian lutut sedikit ditekuk dengan jari-jari kaki diluruskan lega kaki nan akan berbuat tendangan. Kaki yang akan melakukan tendangan diangkat berpokok bawah ke atas jihat bulan-bulanan dengan menggunakan telapak kaki, kemudian tangan harus menudungi tubuh bagian atas dan fragmen sumber akar.[21]

c. Tendangan Jejag

Tendangan jejag dilakukan dengan cara posisi awal berdiri dengan salah satu suku bagaikan sandar. Kemudian dengkul tekor ditekuk pada kaki yang akan melakukan tendangan yang kemudian dijepitkan ke jihat padanan dengan menggunakan punggung kaki, dan tangan harus menutup bagian atas dan sumber akar.[21]

d. Tendang Samping

Tendangan samping merupakan serangan yang menggunakan sisi kaki dan tungkai. Sreg saat melakukan tendangan samping ini sebelah lintasannya lurus kedepan dengan pengenaan sasaran pada tumit. Objek lega seluruh tubuh umumnya dilakukan pada tendangan ini dengan jejak kaki kaki dan sisi luar bekas kaki kaki posisinya literal.[22]

e. Tendangan T

Tendangan Cakrawala merupakan sebutan tak cak bagi macam tendangan ke arah samping. Tendangan samping ini memiliki beragam jenis keberagaman yang pada dasarnya memakai tumit atau sebelah luar telapak tungkai. Istilah dari tendan ini konvensional disebut sebagai pisau tungkai yang berfungsi laksana alat seranganr.[22]

Teknik jatuhan

[sunting
|
sunting sumber]

Teknik jatuhan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan melibas lawan melalui tangkapan, sapuan, dan guntingan. Dalam berbuat tangkapan, pesilat akan melakukan tangkapan terhadap serbuan lawan menggunakan tungkai dengan satu tangan ataupun dua tangan refleks. Kemudian bakal berbuat sapuan, pesilat akan melakukan serang puas kaki lawan bagian sumber akar sehingga menyebabkan bandingan bisa dijatuhkan. Dan bagi melakukan sapuan ini dapat dilakukan dengan beberapa teknik sapuan, yaitu sapuan menggermang, sapuan kejut-kejut, dan sapuan melingkar. Dalam melakukan sapuan mengirik ini, pesilat dalam posisi berdiri dengan telapak alias punggung kaki. Selanjut lega sapuan rebah ini dilakukan dengan menggunakan punggung kaki, dengan cara merebahkan diri ke depan. Sedang internal melakukan sapuan melingkar mula-mula-tama pendekar berputar dan membelakangi lawan, kemudian perkenaan kaki pada kaki n partner dengan tumid berbarengan merebahkan diri. Lebih lanjut internal melakukan guntingan, pesilat menggagas kedua kaki ke arah pinggang atau lutut dengan arah yang berlawanan dan kedua tangan dalam situasi bebas.[23]

Penyelenggaraan tertib pencak terlak

[sunting
|
sunting sumber]

Searah dengan norma dan angka budaya khususnya di Indonesia, terletak beberapa peraturan yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan saksama ketika sparing pencak silat, di antaranya sebagai berikut.[13]

  • Upacara pembukaan latihan yang terdiri atas:
    • Menyiapkan barisan;
    • Beribadat dipimpin maka itu pelatih;
    • Pembacaan “prasetya pesilat Indonesia”
    • Penghormatan kepada pelatih, dipimpin oleh pemimpin pasukan.
  • Pemanasan
  • Latihan inti
  • Pendinginan
  • Ritual penutupan tutorial diakhiri dengan penghormatan dan berjabat tangan.

Berikut adat dalam pertandingan seni tersendiri nan harus diikuti yaitu bagaikan berikut:
[24]

1. Pada detik pertandingan pendekar memperagakan seni eksklusif biasa dengan waktu selama 3 menit. Pertandingan dimulai menggunakan tangan kosong, kemudian menggunakan senjata golok, dan bungsu menggunakan senjata toya. Cak bagi pertandingan momongan usia dini dan pra taruna diberikan toleransi waktu 10 ketika, sedangkan buat remaja dan dewasa diberikan keluasan pikiran 5 detik dalam proses peragaan. Azab akan diberikan jika peragaan kian atau kurang dari perenggan toleransi waktu nan diberikan.

2. Peragaan bikin seni tunggal lumrah diperagakan menurut urutan gerak. Adapun nan dinilai privat peragaan yaitu legalitas rincian teknik jurus tangan zero dan bersenjata, irama gerak, kemantapan dan penjiwaan yang ditetapkan untuk setiap jurus .

3. Sayembara akan dihentikan makanya pengarah pertandingan jika pesilat tak dapat melanjutkan penampilannya karena suatu kesalahan dan dinyatakan diskualifikasi.

4. Dalam pertandingan, pesilat dapat bertutur tetapi lain jebah.

Biji positif pencak pencak

[sunting
|
sunting perigi]

Sejumlah poin nyata yang diperoleh privat olahraga beladiri pencak silat yakni:[5]

  1. Kesehatan dan kebugaran;
  2. Membangkitkan rasa beriktikad diri;
  3. Melatih ketahanan mental;
  4. Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
  5. Membina sportifitas dan jiwa kesatria;
  6. Kesetiaan dan keuletan yang lebih tahapan.

Terlak silat di marcapada

[sunting
|
sunting sumber]

Terlak Terlak telah berkembang pesat sejauh abad ke-20 dan telah menjadi sport kompetisi di radiks penundukan dan peraturan Persilat (Persemakmuran Kuntau Silat Antara Bangsa, ataupun The International Pencak Silat Federation). Silat silat medium dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 tanah raya, dengan intensi membuat pencak silat menjadi sport Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Kuntau sebagai kompetisi latihan jasmani jagat. Sekadar anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi plong kejuaraan internasional.

Sekarang, sejumlah federasi silat silat kebangsaan Eropa bersama dengan Persilat sudah lalu mendirikan Federasi Kuntau Silat Eropa. Pada 1986 Kompetisi Dunia Pencak Silat pertama di asing Asia, menjeput ajang di Wina, Austria.

Pencak kuntau mula-mula kali diperkenalkan dan dipertandingan kerumahtanggaan Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-14 hari 1987 di Jakarta. Hingga sekarang cabang latihan jasmani pencak silat rutin dipertandingkan dalam SEA Games. Plong tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai putaran program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Daksina bikin pertama kalinya. Sayembara Marcapada terakhir ialah pada 2010 mengambil kancah di Jakarta, Indonesia sreg Desember 2010.

Selain berpangkal upaya Persilat nan membuat pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih cak semau banyak rotasi-persebaran tua tradisional yang mengembangkan terlak pencak dengan cap Silek dan Silat di beraneka rupa belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan beribu-ribu perguruan.

Studio terlak pencak Indonesia

[sunting
|
sunting sumur]

Pintu Gerbang Padepokan Pencak Silat

Ajang terdahulu Bengkel seni Pencak Silat

Sanggar ialah istilah Jawa yang berarti sebuah obsesi perumahan dengan areal memadai luas yang disediakan bakal belajar dan mengajar pengetahuan dan keterampilan tertentu.

Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI).[25]
merupakan bengkel seni berskala nasional dan internasional yang berlokasi diatas lahan nan luasnya seputar 5,2 hektare di kompleks Yojana Mini Indonesia Indah. Luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total balai penghadapan-selasarnya sekitar 5.000 m2. Padepokan secara resmi dibuka makanya Presiden Soeharto pada sungkap 20 April 1997.

Padepokan Pencak Silat Indonesia mempunyai sekurang-kurangnya 5 maslahat, yakni:

  1. Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai macam hal yang menyangkut Silat Silat.
  2. Bak pusat berbagai kegiatan nan berhubungan dengan upaya pemeliharaan, pengembangan, penyebaran dan peningkatan citra Kuntau Silat dan poin-nilainya.
  3. Sebagai sarana untuk mempersendat persatuan dan wahdah masyarakat Pencak Silat Indonesia.
  4. Sebagai sarana bakal mempererat pertemanan di antara awam Silat Kuntau di berbagai negara.
  5. Sebagai kendaraan lakukan memasyarakatkan 2 kode budi pekerti hamba allah Terlak Silat, yakni: Prasetya Pendekar Indonesia dan Ikrar Pendekar.

Organisasi

[sunting
|
sunting perigi]

  • (Indonesia)
    PERSILAT- Persekutuan Kuntau Silat Antara Bangsa
  • (Indonesia)
    IPSI – Interelasi Pencak Silat Indonesia
  • (Indonesia)
    FP2STI – Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
  • (Indonesia)
    PESAKA Malaysia – Persekutuan Silat Nasional Malaysia
  • (Indonesia)
    PERSISI – Persemakmuran Silat Singapore
  • (Indonesia)
    EPSF Diarsipkan 2007-09-04 di Wayback Machine. – European Pencak Silat Federation

Sampai kini Anggota Organisasi Pencak Silat Diarsipkan 2007-09-11 di Wayback Machine. nan sudah lalu terdaftar/tertera di PERSILAT sebanyak 66 organisasi di seluruh dunia.

Lihat juga

[sunting
|
sunting perigi]

  • Daftar perguruan silat di Indonesia dan asing kewedanan
  • Seni tradisional

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]

  1. ^


    a




    b




    Agustia, G.R. dan Adi, S. (2019). “Pengembangan Model Latihan Teknik Sapuan Menggeletak Depan (Sirkel Sumber akar) Pencak Pencak Usian Remaja”.
    Indonesia Performance Journal.
    3
    (1): 39.




  2. ^


    a




    b



    Green 2010, hlm. 324.
  3. ^


    a




    b




    c




    d



    South Australia. Education Dept, Northern Territory. Dept. of Education, “Suara Siswa”, Curriculum Corporation, 1993, 1863661344, 9781863661348.
  4. ^


    a




    b




    Welianto, Ari (6 Maret 2022). Welianto, Ari, ed. “Pencak Silat: Kebaikan, Sejarahnya dan Teknik Dasar”.
    Kompas.com. Kompas.com. Diakses tanggal
    14 Oktober
    2022
    .




  5. ^


    a




    b



    M Muhyi Faruq, “Meningkatkan kebugaran jasmani melintasi permainan dan olahraga silat pencak”, Grasindo, 2009, 9790253664, 9789790253667.

  6. ^


    “Terlak Silat ditetapkan bak Pusaka Budaya Tidak Benda Manjapada oleh UNESCO”. Kementerian Luar Kawasan. 13 Desember 2022. Diakses copot
    14 Oktober
    2022
    .





  7. ^


    “Pencak silat telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia”. BBC News. 13 Desember 2022. Diakses tanggal
    14 Oktober
    2022
    .





  8. ^


    “Momentum Silat Pencak ke Olimpiade”.
    mediaindonesia.com. Media Indonesia. 14 Desember 2022. Diakses terlepas
    14 Oktober
    2022
    .




  9. ^


    a




    b




    Green, Thomas A. (2010).
    Martial Arts of the World: An Encyclopedia of History and Innovation
    (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 324. ISBN 9781598842432.
    Regional appellations are used in the island of Java, for example, penca by the Sundanese (West Java), and pencak by Javanese (Central and Eastern Java).




  10. ^


    a




    b




    c




    Donn F. Draeger (1992).
    Weapons and fighting arts of Indonesia. Rutland, Vt. : Charles E. Tuttle Co. ISBN 9780804817165.




  11. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    Moh.Gilang, dkk, “Penjasorkes SMA kls 12”, Ganeca Exact, 9795712578, 9789795712572.
  12. ^


    a




    b




    c



    Shamsuddin 2005, hlm. 7.
  13. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h



    Asep Kurnia Nenggala, “Pendidikan Jasmani dan Kesehatan”, PT Grafindo Ki alat Pratama, 979758349X, 9789797583491.

  14. ^


    Marbun, Firdaus (11 September 2022). “Karya besar Silek Minangkabau”. Direktorat Jenderal Peradaban. Diakses copot
    14 Oktober
    2022
    .





  15. ^


    “Warisan Budaya Nusantara Jadi Pengingat Tulen Diri Bangsa”.
    Sindonews.com. Sindonews.com. 19 Februari 2022. Diakses tanggal
    14 Oktober
    2022
    .





  16. ^

    Shamsuddin 2005, hlm. 1.

  17. ^

    Tatap Chambers dan Draeger (1979).

  18. ^

    Amjad dan Gegana 2022, hlm. 5.
  19. ^


    a




    b



    Amjad dan Mega 2022, hlm. 6.
  20. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    Amjad dan Awan 2022, hlm. 7.
  21. ^


    a




    b




    c



    Pomatahu 2022, hlm. 47.
  22. ^


    a




    b



    Pomatahu 2022, hlm. 48.

  23. ^


    Ihsan, Nurul (2018).
    Daya Jaga Pembelajaran Terlak Silat
    (PDF). Depok: PT Rajagrafindo Persada. hlm. 46. ISBN 978-602-425-814-6.





  24. ^


    Diana, F., Sukendro, dan Oktadinata, A. (2020).
    Panduan Pencak Silat Seni Khusus
    (PDF). Jambi: Salim Alat angkut Indonesia. hlm. 20–21. ISBN 978-623-7638-75-9.





  25. ^


    “Padepokan Kuntau Terlak Indonesia (PnPSI)”. Diarsipkan bermula versi asli copot 2007-09-20. Diakses tanggal
    2007-09-04
    .




Daftar pustaka

[sunting
|
sunting sumber]

  • Shamsuddin, Sheikh (2005).
    The Malay Art Of Self-defense: Silat Seni Gayong. North Atlantic Books. ISBN 1-55643-562-2.



  • Quintin Chambers and Donn F. Draeger (1979).
    Javanese Silat: The Fighting Art of Perisai Diri. ISBN 0-87011-353-4.



  • Donn F. Draeger (1992).
    Weapons and fighting arts of Indonesia. Rutland, Vt. : Charles E. Tuttle Co. ISBN 978-0-8048-1716-5.



  • Sean Stark (2007).
    Pencak Silat Perlawanan: Vol. 1. Stark Publishing. ISBN 978-0-615-13968-5.



  • Sean Stark (2007).
    Pencak Silat Pertempuran: Vol. 2. Stark Publishing. ISBN 978-0-615-13784-1.



  • Ozon’ong Maryono (2002).
    Terlak Silat in the Indonesian Archipelago. ISBN 9799341604.



  • Suwanda, Herman (2006).
    Pencak Silat Through my eyes. Blong Angeles: Empire Books. hlm. 97. ISBN 9781933901039.



  • Mason, P.H. (2012) “A Barometer of Modernity: Village performances in the highlands of West Sumatra,” ACCESS: Critical Perspectives on Communication, Cultural & Policy Studies, 31(2), 79-90.
  • Pomatahu, A.R. (2018).
    Box Jump, Depth Jump Sprint, Power Urat Tungkai Pada Simpang Olahraga Pencak Terlak
    (PDF). Yogyakarta: Zahir Publishing.



  • Amjad dan Mega, S. (2016).
    Teori dan Praktek Pencak Kuntau. Malang: IKIP Kepribadian Utomo Malang.



Pranala asing

[sunting
|
sunting mata air]

  • (Inggris)
    Kumpulan artikel tentang sejarah, budaya, dan teknik Silat Silat
  • (Inggris)
    Situs resmi Federasi Pencak Silat Internasional / Pentjak Silat USA SouthEast Asian Global Martial Arts
  • (Inggris)
    Traditions of Silat Terlak – UNESCO: Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity – 2022



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat