Macam Macam Perikatan Dan Contohnya

Jenis Spesies Hukum PERIKATAN

  • 16 May 2022
  • Perikatan murni

Apabila di internal suatu perikatan masing-masing pihak terdiri atas saja satu orang hanya, sedangkan nan dituntut juga berupa satu hal saja dan penuntutannya dapat dilakukan seketika maka perikatan semacam ini disebut Pertautan Bersih (Bersahaja) (Subekti, 1979 : 4).

  • Pernah bersyarat

Suatu perantaraan adalah bersyarat manakala ia digantungkan sreg suatu peristiwa yang masih akan datang dan yang masih belum karuan akan terjadi, baik dengan cara ki memperlalaikan nikah hingga terjadinya situasi semacam itu, maupun dengan pendirian membatalkan perikatan menurut ter- jadi maupun tidak terjadi peristiwa tersebut (Pasal 1253 KUH Perdata).

Menghafal syarat dalam ganjaran pasal tersebut maka terdapat dua macam perikatan bersyarat

  1. Gayutan bersyarat tangguh
  2. Relasi bersyarat tawar
  • Perikatan dengan presisi waktu

Suatu ketetapan masa enggak memperlambat perikatan, melainkan cuma menangguhkan pelaksanaannya (Pasal 1268 KUH Mahkamah). Perhubungan dengan Kekekalan Waktu bertolak birit dengan Perikatan Ber- syarat. Karena yang disebutkan belakangan itu mengandung peristiwa yang belum pasti terjadi, padahal yang disebutkan sebelumnya mengandung keadaan yang sudah pasti terjadi, hanya tetapi pelaksanaannya yang ditangguhkan.

Adapun kekekalan masa yang diberikan kreditur maupun Hakim ke- pada tertagih kerjakan masih boleh menepati perikatannya disebut termede grace (perian yang bertujuan mengampuni debitor dari wanprestasi). Misalnya, terdapat n domestik perjanjian timbal serong dengan syarat putus, dalam hal itu Wasit dapat menerimakan jangka waktu satu bulan sekali lagi kepada pengutang untuk memenuhi prestasinya (Badrulzaman, 1995: 59).

  • Perikatan manasuka

Perikatan semacam ini diatur dalam Pasal 1272 KUH Perbicaraan yang ber- bunyi: “Intern perikatan-kekeluargaan manasuka sang berutang dibebaskan seandainya ia mengasihkan riuk suatu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan, tetapi ia tidak dapat mengerasi si berpiutang bakal mengakui sebagian berpangkal barang yang enggak.”

Hak memilih itu terserah pada si berutang, kalau hak ini tidak secara tegas diberikan kepada pihak si berpiutang (Pasal 1273 KUH Perdata). Misalnya, si Ali mempunyai tagihan uang kepada sang Badu nan telah lama tidak dibayarnya. Kemudian Ali mengadakan perjanjian dengan Badu, bahwa Badu akan dibebaskan oleh Ali atas utangnya seandainya saja ia kepingin menyerahkan mobil alias motor kesayangannya.

Menurut Badrulzaman (1995: 60), Gayutan Sewenangwenang dapat ber- silih menjadi Pergaulan Nirmala (Bersahaja) dengan sejumlah kaidah, merupakan:

  1. bila salah satu dari dagangan yang dijanjikan enggak boleh menjadi pokok kekeluargaan (Pasal 1274 KUH Perbicaraan);
  2. bila salah satu dari produk-barang yang dijanjikan itu hilang ataupun memasap (Pasal 1275 KUH Perdata);
  3. bila salah satu berusul barang-barang yang dijanjikan karena kesalahan si berutang enggak lagi bisa diserahkan (Pasal 1275 KUH Pengadilan).
  • Perkariban bahara-menanggung

Perikatan Tanggung-bersedia dan menerima alias Perikatan Tanggung Renteng terjadi ketika di salah satu pihak terdapat sejumlah orang. Kerumahtanggaan peristiwa di pihak debitur terdiri atas sejumlah orang (ini yang baku), dikenal dengan sebutan “Perikatan Tanggung-menanggung Aktif ”, sedangkan bila sebalik- nya di pihak kreditur terdiri atas beberapa orang disebut “Perikatan Beban- bersedia dan menerima Pasif ” (Pasal 1280 KUH Perdata).

N domestik peristiwa Koneksi Barang bawaan-bersedia dan menerima Aktif, maka tiap-tiap kreditur berwenang menuntut penyerahan seluruh utangnya. Sebaliknya penyerahan nan dilakukan oleh pelecok seorang penunggak, mengasingkan debitur-debitur lainnya. Serupa itu pun penyetoran nan dilakukan sendiri debitor kepada koteng kreditur membebaskan tertagih terhadap kreditur lainnya.

  • Perikatan dapat dibagi dan tidak dapat dibagi

Suatu relasi dapat dibagi atau tidak boleh dibagi sahaja me- nyangkut soal peristiwanya, apakah boleh dibagi maupun tak. Misalnya, perikatan buat menyerahkan sejumlah dagangan (hasil manjapada merupakan perikatan dapat dibagi, sedangkan menyerahkan seekor jaran, merupakan kontak tidak dapat dibagi).

  • Perikatan dengan ancaman siksa

Kontak dengan Gaham aniaya adalah suatu predestinasi sedemi- lebih rupa, dengan mana seorang untuk persekot pelaksanaan suatu koalisi diwajibkan melakukan sesuatu manakala nikah itu tidak dipenuhi (Pasal 1304 KUH Perdata).


Perigi : Anak kunci Hukum Perikatan by I Ketut Oka Setiawan

Source: https://bantuanhukum-sbm.com/artikel-macam-macam-hukum-perikatan