Materi Pencak Silat Kelas 11

Home » Kongkow » Pendidikan Raga Olahraga dan Kesehatan » Ikhtisar Materi Silat Silat

Ringkasan Materi Pencak Terlak

– Rabu, 25 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Rangkuman Materi Pencak Silat


Pencak silat adalah sebuah hobatan bela diri yang berpokok dari indonesia nan bertujuan laksana pertahanan diri dan kemadirian. Indung organisasi silat kuntau di indonesia merupakan IPSI (Hubungan Silat Silat Indonesia) yang diresmikan terlepas 28 Oktober 1988.


Menurut pakar ki kenangan, pencak silat purwa kali ditemukan di Riau plong zaman Kerajaan Sriwijaya di abad ke VII, kemudian menyebar ke Semenanjung Malaka dan Pulau Jawa.




Unsur Pencak Silat



Pencak silat memiliki bilang unsur di dalamnya yakni terdapat  kesenian, olahraga, bela diri, persaudaraan cenderung persatuan dan pendidikan mental rohani.


Makna nilai yang terkandung dalam pencak silat yaitu :


1) Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,


2) Cak acap Lahan Air dan Bangsa,


3) Kesehatan dan kebugaran,


4) Membangkitkan rasa percaya diri,


5) Melatih keluasan pikiran mental,


6) Melebarkan kewaspadaan diri nan tinggi,


7) Membina spotifitas dan jiwa ksatria,


8) Disiplin dan keuletan yang makin pangkat.


Secara keseluruhan pencak silat mengajarkan sifat dan sikap taqwa, tanggap, tangguh, tanggon dan trengginas.




Tingkatan dalam Pencak Silat



  • 1. Pemula


Mempelajari semua tahap bawah.


  • 2. Menengah


Difokuskan puas semua gerakan dasar, pemahaman, varietas, dan bakat pendekar mulai terlihat.


  • 3. Pelatih


Hasil berasal kemampuan yang menguning berdasarkan asam garam di tahap pemula dan menengah.


  • 4. Pendekar


Pendekar yang mutakadim diakui oleh para kamitua perguruan, mereka akan mewarisi guna-guna mantra muslihat tingkat tinggi.




Teknik-Teknik dalam Pencak Silat



  • 1. Teknik Radiks


  1. Jaran-jaran


  2. Sikap Pasang


  3. Gerak Persiapan


  4. Jurus


  • 2. Teknik Serang


  1. Mentrum


  2. Tendangan


  3. Tangkisan


  4. Bantingan




Perlengkapan Bekas Pencak Pencak



Setiap sayembara tentu n kepunyaan perlengakapan singularis. Begitupun dengan pencak silat, maka inilah beberapa gelanggangan intern pencak kuntau di antaranya seumpama berikut :


  • Lantai yang di alasi dengan matras beururan 5 cm ketebalannya dengan panjang dan lebarnaya 10 cm masing – masing. galibnya matras tersebut berwarna hijau muda dengan garis putih deras 5 cm. bidangnya di tulang beragangan menyerupai dok cengkir kaliber 8 cm dan lingkaran arah tengah berdiameter 3 cm.


  • Penyediaan meja dan kursi untuk pertandingan


  • Pengemasan meja dan kedudukan untuk hakim


  • Formulir pertandingan


  • Gelegah, bel dan jam pertandingan


  • Penyediaan lampu bagian


  • Penyediaan lampu perlambang (merah, kuning, biru)


  • Pengemasan duaja boncel (merah dan spektakuler)


  • Peranti timbangan


  • Dan lain – lain


b. Perlengkapan Bertanding Pencak Silat


  • Pakaian nan di gunakan untuk pertandingan dengan warna hitam dan sabuk zakiah serta badge IPSI di kiri.



  • Body protecion nan berwarna hitam (sesuai sstandar IPSI)



  • Gum shil


  • Pelindung persendian




Peraturan Pencak Kuntau




Aturan bertanding


  1. Pendekar saling bertatap dengan menggunakan atom pembelaan dan terjangan Penak Silat serta nan dimaksud dengan kaidah adalah bahwa kerumahtanggaan sampai ke prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding nan dimulai semenjak sikap pasang, langkah serta mengukur jarak terhadap imbangan dan koordinasi kerumahtanggaan berbuat serangan / pembelaan serta juga ke sikap pasang.


  2. Pembelaan dan ofensif yang dilakukan harus berpola berbunga sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya joordinasi dalam berbuat serangan dan pembelaan. Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap semula / pasang dengan tetap menunggangi eksemplar langkah. Wasit akan menerimakan aba-aba “ LANGKAH “ jika koteng pesilat tidak mengerjakan teknik Pencak Silat yang semestinya.


  3. Serangan beruntun harus tersusun dengan koheren dan berangkai dengan berbagai prinsip kearah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serbuan. Pendekar yang mengerjakan rangkaian serang bela lebih berbunga 4 jenis akan diberhentikan oleh wasit.


  4. Ofensif sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serbuan. Ofensif yang dinilai adalah terjangan nan menggunakan ideal persiapan, tak terhalang, mantap, berdaya dan tersusun dalam koodinasi teknik serangan yang baik.


  5. Aba-aba Pertandingan


  • Aba-aba “BERSEDIA” digunakan dalam anju bak peringatan bagi pendekar dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.


  • Aba-aba “Mulai” diguinakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat.


  • Aba-aba “Nangkring” diguinakan untuk menghentikan pertandingan.


  • Aba-aba “PASANG” dan “SILAT” diguinakan untuk pembinaan.


  • Plong awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan menapuk gong.




Manajemen cara kejuaraan



  1. Persiapan dimulainya kejuaraan diawali dengan masuknya Juri dan juri ke gelanggang Penengah Juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada bos pertandingan.


  2. Setiap pesilat yang akan bertanding setelah mendapat pertanda dari Penengah, memasuki gelanggang dari sudut masing-masing, kemudian memberi hormat kepada Wasit dan ketua Perlombaan. Selanjutnya kedua pendekar pula mengambil tempat di tesmak yang mutakadim ditentukan.


  3. Bakal memulai pertandingan, Wasit memanggil kedua pesilat, seterusnya kedua pesilat berjabatan tangan dan siap lakukan memulai kompetisi.


  4. Setelah Wasit menyelidiki kesiapan semua petugas dengan isyarat mematuhi larangan-tabu yang ditentukan.


  5. Pada waktu istirahat antara babak, pesilat harus sekali lagi ke kacamata saban. Pendamping Pesilat melaksanakan fungsinya sesuai ketentuan pasal 5 ayat 4.


  6. Selain Penengah dan kedua pesilat, tidak seorangpun berada n domestik ajang kecuali atas permintaan Wasit.


  7. Sehabis episode akhir selesai, kedua pendekar kembali ke sudut masing – masing bikin menunggu keputusanpemenang.


  8. Selesai Pemberian hormat dan berjabatan tangan.




Sasaran



Yang dapat dijadikan alamat sah dan bernilai dalah “Togok” yakni bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari daya kemaluan.: Dada, Alat pencernaan (sentral keatas),Rusuk kiri dan kanan, Punggung atau belakang jasad. Fragmen tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha mengecoh tetapi bukan mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.

Sumber :


Cari Artikel Lainnya

Source: https://www.utakatikotak.com/Rangkuman-Materi-Pencak-Silat/kongkow/detail/20259