Materi Shalat Sunnah Kelas 8

Salah satu hikmah dan tujuan mengerjakan salat sunnah yaitu lebih dekat kepada. Sudahkah kita rajin melaksanakan salat sunnah?

Silakan kita interospeksi diri, sudahkah kita melaksanakan salat terlazim dengan benar dan abstrak? Bagaimana sekiranya ternyata dihadapan allah salat kita belum dianggap model? Nah, untuk menjaga dari ketidak sempurnaan itu mari kita mengamalkan salat sunnah.

Pengertian salat sunah berjamaah dan munfarid

Salat terdiri atas salat wajib dan salat sunnah. Salat sunnah disebut pun dengan salat tathawwu’. Salat sunnah berfungsi lakukan menambah ataupun menutupi kehilangan-kekurangan ibadah salat wajib.

Salat sunnah suka-suka nan dianjurkan kerjakan dilaksanakan secara berombongan dan munfarid. Salat sunnah berjamaah berarti salat sunnah yang dilakukan secara bersama-sama yang terdiri atas rohaniwan dan makmum.

Padri ialah individu yang menjadi majikan dalam salat dan berdiri paling depan. Imam disyaratkan sudah baligh, dewasa, dan faham pengelolaan cara salat. Sementara itu makmum merupakan insan yang mengikuti imam dan berdiri di belakang imam serta lain boleh mendahului usaha pendeta.

Salat sunnah munfarid yakni salat sunnah nan dilakukan koteng, tidak cak semau pastor atau makmum. Ketentuan salat munfarid seperti qada dan qadar salat sreg umumnya, yaitu menunaikan janji syarat dan rukun salat, suci badan, pakaian, dan tempat semenjak hadas maupun najis.

Pelaksanaan salat sunnah berjamaah

Cak semau beberapa salat sunah nan bisa dilakukan secara berjamaah. Salat sunah nan dapat dilakukan secara berombongan di antaranya laksana berikut :

  1. Salat tarawih ialah salat pada musim malam pada bulan romadhon
  2. Salat witir merupakan salat yang ganjil bilangan rokaatnya
  3. Salat idain ( dua waktu raya ) yaitu salat yang terjamah plong hari raya idul fitri dan masa raya idul adha
  4. Salat kusūf (gerhana syamsu)
  5. Salat khusūf (gerhana bulan)
  6. Salat Istisqā (meminta hujan)

Pelaksanaan Salat sunnah munfarid

Ada beberapa salat sunah yang dilakukan secara munfarid. Salat sunah yang dilakukan secara munfarid diantaranya bak berikut :

  1. Salat sunah rawatib adalah salat suanh nan mengajuk alias mengiringi salat fardu lima masa hukum salat rawatib dibagi menjadi 2 yaitu salat sunah muakadah ( dulu dipetuakan dan ditekankan pelaksanaannya)
  2. Salat tahajud adalah salat yang dikerjakan pada tahun malam setidaknya 2 rokaat
  3. Salat istikharah yaitu salat sunah 2 rokaat dengan tujuan memohan petunjuk yang baik kepada almalik swt
  4. Salat tahiyatul bandarsah ialah salat sunah menghormti langgar
  5. Salat dhuha ialah salat yang terjamah pada pagi haru sekurang-kurangnya dua rokaat

Pelaksanaan Salat idain (dua masa raya)

Salat Idul Fitri ialah salat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan lega masa raya Idul Fitri pada setiap tanggal 1 Syawal. Sedangkan salat Idul Adha adalah salat yang dilaksanakan pada hari raya Qurban atau hari raya Idul Adha. Salat ini dilaksanakan pada pagi hari rontok 10 Zulhijjah.

Karib semua ketentuan dan manajemen cara salat Idul Fitri dan salat Idul Adha ialah sama. Baik menyangkut musim pelaksanaannya, hukumnya, dan tata caranya. Adapun perbedaannya hanya sreg niatnya, dengan tata cara seumpama berikut :

  1. Imam memimpin pelaksanaan śalat Idul Fitri diawali dengan niat yang ikhlas di relung hati.
  2. Pada rakaat mula-mula sesudah membaca do’a iftitah bertakbir sinkron mengangkat tangan sebanyak tujuh kali. Di sekedup-sadel takbir suatu dan lainnya disunnahkan mendaras: Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha ilallah wallahu akbar.
  3. Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih tersebut dilanjutkan membaca surah al-Fātihāh dan mengaji pelecok satu surah dalam alQur`ān. Namun, diutamakan surah Qāf atau surah al-A’lā.
  4. Lega rakaat kedua, setelah tahlil berdiri kemudian membaca takbir lima barangkali sambil tunjuk jari dan di antara setiap takbir disunnahkan membaca tasbih. Setelah itu mengaji surah al-Fātihāh dan surah-surah seleksian. Surah yang dibaca diutamakan surah al-Qamar atau surah al-Gāsyiyah.
  5. Śalat Idul Fitri atau Idul Adha ditutup dengan salam. Sesudah itu khatib mengumandangkan khutbah dua kelihatannya. Khutbah nan pertama dibuka dengan wirid sembilan kali dan khutbah yang kedua dibuka dengan tahmid tujuh kali. Terserah pula nan melaksanakan khutbah saja satu kali.

Pelaksanaan Salat Kusūf (Gerhana Matahari) dan Salat Khusūf (Gerhana Bulan)

Salat Sunnah kusūf (kusūfus syamsi) adalah salat sunnah yang dilaksanakan saat terjadi gerhana matahari. Sedangkan salat sunnah khusuf (khusūful qamari) adalah salat sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi situasi gerhana bulan. Syariat melaksanakan salat ini adalah sunnah muakkad.

Adapun pengelolaan cara peksanaan Salat Kusuf dan Salat Khusuf dempet sekelas. Nan membedakan adalah obstulen niatnya dan waktunya saja. Tentunya gerhana matahari terjadi di siang waktu dan gerhana rembulan terjadi di malam hari.

Adapun tata cara pelaksanaan salat gerhana ialah sebagai berikut :

  1. Berniat untuk salat kusūf (bila gerhana mentari), dan salat khusuf (bila gerhana wulan).
  2. Setelah takbiratul ihram dan selesai mendaras doa iftitah dilanjutkan membaca surah al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surah-surah yang panjang.
  3. Rukuk yang lama dan panjang dengan membaca tasbih sebanyak-banyaknya.
  4. Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah” tangan juga bersedekap di dada.
  5. Membaca surah al-Fātihah dilanjutkan dengan membaca surah al Qur’ān yang lain.
  6. Lagi melakukan rukuk yang tahapan dengan membaca tasbih nan sebanyak-banyaknya.
  7. Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah”.
  8. Sujud sama dengan biasa tetapi sujudnya agak dipanjangkan dibanding dengan śalat pada kebanyakan.
  9. Duduk di antara dua sungkem seperti biasa.
  10. Sungkem nan kedua sangka dipanjangkan.
  11. Kumat menuju rakaat yang kedua, kemudian melaksanakan rakaat nan kedua sebagai halnya rakaat yang pertama dilaksanakan.
  12. Plong sujud yang terakhir rakaat yang kedua dianjurkan lakukan memperbanyak istigfar dan rosario untuk memohon ampunan kepada Allah Swt.
  13. Setelah selesai śalat, imam atau khatib berdiri menyampaikan khutbah dengan pesan yang intinya gerhana adalah salah satu peristiwa yang menunjukkan kekuasaan Allah Swt.

Pelaksanaan Salat Istisqā (Memohon Hujan)

Salat sunnah istisqā merupakan śalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan untuk memohon diturunkan hujan abu. Salat ini disunnahkan bila terjadi kemarau yang melayang sehingga rumpil mendapatkan air. Akan halnya tata cara melaksanakan Salat istisqā sebagai berikut:

  1. Setelah semua bersiap buat salat, muazin tidak perlu mengumandangkan azān dan iqāmah,
  2. Salat sunnah dilaksanakan seperti śalat sunnah yang lainnya. Setelah membaca surah al-Fatihah dilanjutkan membaca surah-surah yang panjang.
  3. Sehabis salam, khatib membaca dua khutbah. Pada khutbah nan mula-mula dimulai dengan membaca istigfar sembilan kali dan yang kedua dimulai dengan membaca istigfar tujuh kali.

Tutorial Soal Online

Setelah membaca ringkasan materi Pendidikan Agama Islam Kelas 8 Bab 4: Lebih Akrab Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah, lakukan pengulangan pembelajaran dan ujilah pemahamanmu melalui kuis online berikut ini:

Latihan Soal Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah

Source: https://maglearning.id/2020/11/07/pai-kelas-8-bab-2-lebih-dekat-kepada-allah-dengan-mengamalkan-salat-sunnah/