Materi Teks Hikayat Kelas 10

Hikayat
ialah materi Bahasa Indonesia Inferior 10/X, 11/XI, dan 12/XII – Materi ini membahas pengertian hikayat, jenis-tipe/variasi-keberagaman hikayat, ciri-ciri, dan struktur hikayat.

Apa nan dimaksud dengan hikayat?
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian hikayat yaitu karya sastra melayu lama nan berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah berkarakter taksiran, kuno, keagamaan, biografis, atau gabungan adat-aturan dibaca lakukan pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau namun sekedar cak bagi menghidupkan makan besar, misalnya Hikayat Hang Tuah.

Nah, kalian sudah tahu morong
apa itu hikayat.
Tentang jenis-jenis hikayat ini terdiri atas 2 jenis, diantaranya macam hikayat
beralaskan isinya
dan
berdasarkan asalnya
. Lebih jauh yang kita selidik ciri-ciri hikayat yang salah satunya inkognito maupun pengarangnya tidak dikenal.

Pembahasan yang keempat adalah mengenai struktur hikayat, antara lain tema, penokohan, latar dan ki perspektif pandang. Agar kalian makin paham, yuk kita simak secara seksama tentang materi hikayat.

Baca juga: Kredit-Kredit Hikayat




Hikayat [LENGKAP]: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Struktur

Pengertian Hikayat


Denotasi hikayat

ialah suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisahan, dan khayalan
(Wikipedia).

Sreg umumnya hikayat mengisahkan tentang keseraman atau kependekaran seseorang lengkap dengan kesaktian, keanehan serta mukjizat penggagas utama. Sebuah hikayat dibacakan untuk hiburan, bagi membangkitkan spirit juang ataupun bikin pelipur lara.

Kata hikayat berasal berbunga perkenalan awal kerja bahasa Arab nan artinya
“memberitahu”
dan
“menceritakan”. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga adapun hewan yang bersifat layaknya hamba allah, seperti kemampuan lakukan berucap. Hikayat jarang digambarkan sebagai makrifat yang bersifat sejarah
(Mcglynn 1999:76).

Diversifikasi-jenis Hikayat

Mengenai jenis-varietas hikayat ini terdiri atas 3 jenis, diantaranya jenis hikayat berdasarkan isinya berlandaskan asalnya dan berdasarkan skor historis. Penjelasan pendek cakap seperti berikut ini.

Berdasarkan Isinya

Beralaskan isinya, hikayat boleh digolongkan ke internal 3 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Spesies Rekaaan, misalnya Hikayat Malim Dewa.
  • Jenis Rekaman, misalnya Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai dan lain sebagainya.
  • Jenis Riwayat hidup, misalnya Hikayat Abdullah, Hikayat Sultan Ibrahim bin Pria dan enggak sebagainya.

Berlandaskan Asalnya

Bersendikan asalnya, hikayat dapat digolongkan ke dalam 4 macam, yaitu sebagai berikut:

  • Pengaruh Melayu Zakiah, misalnya Hikayat Indera Bangsawan, Hikayat Sang Miskin dan lain sebagainya.
  • Pengaruh Jawa, misalnya Hikayat Indera Jaya dan Hikayat Panji Semirang.
  • Pengaruh Hindia, misalnya Hikayat Sri Rama dan Hikayat Sang Boma
  • Pengaruh Arab-Persia, misalnya Hikayat Seribu Satu Malam dan lain sebagainya.

Berlandaskan Skor Historis

Bersendikan nilai bersejarah, hikayat dapat digolongkan ke dalam 3 jenis, adalah bak berikut:

  • Hikayat berunsur Hindu, misalnya Hikayat Mahabharata dan Hikayat Sri Rama.
  • Hikayat berunsur Hindu-Islam, misalnya Hikayat Sang Miskin dan Hikayat Jaya Lengkara.
  • Hikayat berunsur Islam, misalnya Hikayat jenis 1001 Malam (Debu Nawas).

Ciri-ciri Hikayat

Ciri-ciri hikayat. Pelecok satu karya sastra melayu lama yang berbentuk prosa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Anonim. Artinya pengarang hikayat pada umumnya tidak diketahui.
  • Istana Sentris. Artinya membualkan tokoh nan berkaitan dengan spirit kerajaan alias istana atau pusat ceritanya bakir didalam lingkungan istana.
  • Bertabiat Statis. Artinya tegar alias tidak banyak terjadi peralihan.
  • Bertabiat Tradisional. Artinya melanjutkan budaya/tradisi/kebiasaan yang dianggap baik.
  • Berwatak Didaktis. Artinya mendidik baik didaktis secara akhlak maupun didaktis secara religi.
  • Berwatak Komunial. Artinya menjadi milik publik.
  • Menunggangi Bahasa Stereotipe. Artinya menggunakan bahasa nan diulang-ulang.
  • Menceritakan Cerita Global Manusia. Artinya mengobrolkan kisah seperti tentangan antara yang baik dan nan bengis, dan akan dimenangkan oleh yang baik.
  • Bertabiat Magis. Artinya pengarang akan membawa pembaca ke dunia khayal/imajinasi yang serba indah.
  • Pralogis. Artinya banyak cerita pada hikayat tidak dapat diterima oleh akal busuk makhluk.
  • Statis. Artinya berperangai preskriptif dan patuh.
  • Menggunakan Kata Arkhais. Artinya pembukaan-kata yang detik ini sudah tidak lazim digunakan, begitu juga syahdan.

Adapun ciri-ciri hikayat menurut Zainuddin (1992:103), yakni:

  • Isi narasi mengenai kerajaan (istana sentris) yaitu mahamulia dan kegagalan keluarga kerajaan.
  • Isi cerita mengenai alam khayal dan fantasi.
  • Dipengaruhi kesusastraan Arab dan Hindu.
  • Berperilaku anonim.

Sedangkan menurut Aminudin (2008:27) ciri-ciri hikayat, yakni:

  • Isi kisah yang berkisar pada pelopor-tokoh raja dan keluarganya (puri sentris).
  • Bersifat pralogis, yaitu n kepunyaan logika khas yang tidak sama dengan logika umum, cak semau kembali nan menyebutnya fantastis.
  • Menggunakan banya bahasa kiasan (klise), misalnya hatta, syadan, sahibul hikayat, menurut empunya kisah, konon, dan tersebutlah perkataan.
  • Nama pengarang biasanya tidak disebutkan (bersifat inkognito).

Struktur Hikayat

Struktur hikayat terdiri dari empat molekul, yaitu:

  1. Tema: Menyangkut soal kepercayaan, pendidikan, agama, sikap hidup, adat-istiadat, percintaan, dan sosial.
  2. Penokohan: Sanding kaitannya dengan alur dan keadaan-peristiwa. Hikayat gelagatnya tidak jauh berbeda dengan Roman (baca: Denotasi Roman ). Pertentangan antara dalang terdahulu yang baik dan nan jahat. Biasanya nan baiklah nan beruntung kemenangan, sementara itu yang jahat bisa dikalahkan.
  3. Satah:
    Mileu atau menyangkut aspek yang makin luas. Memahami latar hikayat bukan lepas dari mileu pengarang pada saat itu.
  4. Sudut pandang: Mengobrolkan suatu peristiwa, pengarang boleh melembarkan sudut pandang mana ia akan mengobrolkan narasi itu. Pada umumnya, pengarang hikayat ialah pengarang pengamat. Seorang penulis hikayat seolah-olah mengetahui apa saja yang akan terjadi privat cerita nan disampaikan.

Demikianlah artikel hari ini adapun konotasi hikayat, jenis-jenis hikayat, ciri-ciri hikayat, dan struktur/unsur hikayat. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Source: https://www.materibindo.com/2018/05/hikayat.html