Merasa Asing Dengan Diri Sendiri

Apakah Anda ikatan merasa fertil di luar tubuh Ia sendiri bahkan seolah-olah memerhatikannya? Kali Beliau menganggapnya saja sebagai mimpi, namun bisa saja Kamu mengalami bisikan depersonalisasi. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu depersonalisasi?

Depersonalisasi adalah gangguan karakter yang memengaruhi mandu Anda terhubung dengan diri Anda sendiri sehingga merasa terlepas alias terputus berbunga badan dan pikiran Kamu. Gangguan kepribadian ini bisa membuat Anda merasa bahwa diri Anda tidaklah nyata.

Depersonalisasi galibnya terjadi saat seseorang merasa jiwanya terlepas berusul raganya. Sosok yang mengalami gangguan ini akan merasa bahwa dirinya berlambak di asing raga dan sedang melihat raganya tersebut, ataupun merasa seolah ia sedang bermimpi.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari gangguan depersonalisasi. Namun, kondisi tersebut selalu dikaitkan dengan stres hebat atau trauma, seperti pelecehan, kegeruhan, kekerasan, dan lainnya yang dialami atau disaksikan oleh orang tersebut.

Selain itu, faktor biologis dan lingkungan juga mungkin berperan. Penggunaan obat-obatan tertentu, sebagaimana halusinogen, ketamin, salvia, dan marijuana pun dapat menyebabkan gejala nan sangat mirip dengan depersonalisasi.

Tanda-tanda depersonalisasi

Depersonalisasi dapat berlanjut sepanjang bilang menit atau sampai-sampai bertahun-tahun. Jikalau terlalu lama atau terlalu majuh terjadi, kondisi ini karuan dapat mengganggu roh Anda. Aktivitas alias asosiasi sosial nan Anda miliki juga bisa kacau. Adapun tanda-tanda depersonalisasi yang siapa Anda miliki, yaitu:

1. Merasa berada di luar jasmani sendiri

Orang yang mengalami depersonalisasi caruk merasa dirinya berada di asing tubuhnya sendiri. Sesekali, Anda kembali memandangi dan memerhatikannya dari atas. Engkau pun merasa seolah-olah sedang bermimpi.

2. Merasa terpisah terbit diri seorang seolah-olah terasa asing

Bodi Anda terasa seperti luar bagi diri Anda sendiri bahkan seperti nihil dan enggak bernyawa. Ini tentu bisa takhlik Sira merasa terpisah bermula diri Anda sendiri.

3. Pikiran ataupun jasmani ranah rasa seperti mana seluruh hidung dimatikan

Bilang orang nan mengalami gangguan ini juga kekurangan indranya, sama dengan senggolan, rasa, dan bau. Bahkan hingga mencubit, menabok ataupun memukul dirinya sendiri hanya bagi mencoba merasa normal kembali.

4. Menghindari bercermin

Anda bukan merasakan adanya asosiasi dengan diri Anda koteng ketika mencontoh. Saat melihat refleksi diri Kamu, Anda malah mencoba menghindarinya. Bahkan sebagian individu juga menghindari keadaan lain, sebagai halnya berkumpul dengan hamba allah-khalayak.

5. Merasa seperti robot

Sewaktu-waktu, sosok yang mengalami provokasi depersonalisasi merasa dirinya seperti robot. Ia mengontrol operasi dan pikirannya berpokok luar. Selain itu, ia sekali lagi mendekati tidak merasakan emosi bahkan terhadap orang-orang terdekat.

6. Nanang bahwa manah nan dimiliki ialah milik hamba allah enggak

Anda juga boleh jadi kesulitan dalam menghafal hal-hal dalam nyawa sehari-musim, menerima informasi baru, dan mengalami kepanikan. Selain itu, Anda juga tidak merasa adanya ikatan emosional dengan pikiran Anda bahkan merasa jauh sehingga berpikir bisa jadi ingatan tersebut lain milik Anda.

7. Merasa cak semau sesuatu yang salah

Anda yakin bahwa Beliau enggak berdelusi, dan mengetahui jika sebetulnya ada sesuatu nan salah dalam diri Engkau. Hal ini mungkin boleh membentuk Anda merasa sangat berpendar, dan memerlukan bantuan.

Orang yang mengalami gangguan ini bisa menjadi adv amat depresi, cemas, panik sampai-sampai takut menjadi sinting. Jika Ia merasa diri Anda mengalaminya, segera cari bantuan psikolog ataupun psikiater yang boleh menanganinya dengan tepat.

Menuntaskan gangguan depersonalisasi

Dalam banyak kasus, sebetulnya gejala depersonalisasi akan hilang seiring masa. Pengobatan biasanya diperlukan sekadar detik gangguan tersebut berlanjut lama, terjadi secara repetitif atau gejalanya tinggal memengaruhi aktivitas koran.

Tujuan penyembuhan dilakukan untuk menyelesaikan semua impitan nan terkait dengan bisikan tersebut. Pengobatan yang cocok kembali terjemur pada individu dan tingkat keparahan gejalanya. Berikut penyembuhan nan mungkin dilakukan untuk gangguan depersonalisasi:

1. Psikoterapi

Terapi ini dilakukan dengan teknik psikologis yang dirancang buat kontributif seseorang mengenali dan mengomunikasikan pikiran dan perasaannya tentang konflik serebral yang membidik lega depersonalisasi. Biasanya, macam psikoterapi yang digunakan ialah pengobatan serebral.

2. Obat-obatan

Obat hanya digunakan seandainya cucu adam nan menderita gangguan ini juga mengalami depresi atau kecemasan. Obat antipsikotik pun kadang digunakan untuk meredakan pikiran yang terbang tersapu dengan depersonalisasi.

3. Pengobatan kreatif

Terapi kreatif menerobos seni alias irama memungkinkan pengidap mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan kaidah yang kesatuan hati dan berlambak.

4. Hipnosis klinis

Teknik perawatan hipnosis ini dilakukan dengan relaksasi intens, konsentrasi, dan perasaan terfokus sehingga memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan yang disembunyikan dari perasaan sadarnya.

Di samping bervariasi pengobatan tersebut, dukungan keluarga juga sangatlah diperlukan seyogiannya penjamin gangguan depersonalisasi bisa taajul pulih. Lain ada salahnya bagi keluarga bakal mencari adv pernah lebih lanjut mengenai provokasi ini.

Source: https://www.sehatq.com/artikel/gangguan-depersonalisasi-yang-membuat-anda-merasa-seperti-berada-di-luar-tubuh#:~:text=Advertisement-,Apa%20itu%20depersonalisasi%3F,bahwa%20diri%20Anda%20tidaklah%20nyata.