Molekul Penyusun Gula Pasir Adalah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sakarosa
Skeletal formula of sucrose
Ball-and-stick model of sucrose
Nama
Label IUPAC

(2R,3R,4S,5S,6R)-2-[(2S,3S,4S,5R)-3,4-dihydroxy-2,5-bis(hydroxymethyl)oxolan-2-yl]oxy-6-(hydroxymethyl)oxane-3,4,5-triol

Label lain

Gula; Sukrosa; α-D-glukopiranosil-(1→2)-β-D-fruktofuranosida; β-D-fruktofuranosil-(2→1)-α-D-glukopiranosida; β-(2S,3S,4S,5R)-fruktofuranosil-α-(1R,2R,3S,4S,5R)-glucopyranoside; α-(1R,2R,3S,4S,5R)-glukopiranosil-β-(2S,3S,4S,5R)-fruktofuranosida

Penanda

Nomor Ki mengasah

  • 57-50-1
    Ya
    Y

Model 3D (JSmol)

  • Gambar interaktif
3DMet {{{3DMet}}}
ChEBI
  • CHEBI:17992
    Ya
    Y
ChEMBL
  • ChEMBL253582
    Ya
    Y
ChemSpider
  • 5768
    Ya
    Y
DrugBank
  • DB02772
    Ya
    Y
Nomor EC

PubChem
CID

  • 5988
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • C151H8M554
    Ya
    Y

CompTox Dashboard
(EPA)

  • DTXSID2021288
    Sunting ini di Wikidata

InChI

  • InChI=1S/C12H22O11/c13-1-4-6(16)8(18)9(19)11(21-4)23-12(3-15)10(20)7(17)5(2-14)22-12/h4-11,13-20H,1-3H2/t4-,5-,6-,7-,8+,9-,10+,11-,12+/m1/s1Ya
    Y

    Key: CZMRCDWAGMRECN-UGDNZRGBSA-NYa
    Y

  • InChI=1/C12H22O11/c13-1-4-6(16)8(18)9(19)11(21-4)23-12(3-15)10(20)7(17)5(2-14)22-12/h4-11,13-20H,1-3H2/t4-,5-,6-,7-,8+,9-,10+,11-,12+/m1/s1

Adat

Rumus ilmu pisah

C12H22Ozon11
Massa molar 342.30 g/mol
Penampilan padatan putih
Densitas 1.587 g/cm3, padat
Titik lebur 186 °C decomp.

Kelarutan dalam air

2000 g/L (25 °C)
log P −3.76
Struktur

Struktur kristal

Monoklinik

Grup ruang

P21
Senyawa terkait

Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku lega master dan impitan kriteria (25 °C [77 °F], 100 kPa).

Ya
Yverifikasi (apa ini
Ya
Y

T
 ?)
Referensi

Sukrosa
adalah suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya nan berupa unit glukosa dan fruktosa, dengan rumus elemen C12H22Udara murni11.[2]
Campuran ini dikenal sebagai sendang nutrisi serta dibentuk maka dari itu tumbuhan, tidak maka dari itu organisme bukan sama dengan sato Penambahan sukrosa privat wahana berfungsi sebagai sumur zat arang.[2]
Sukrosa atau gula tanur diperoleh dari gula tebu atau gula beet.[2]
Unit glukosa dan fruktosa diikat oleh jembatan asetal oksigen dengan orientasi alpha.[2]
Struktur ini mudah dikenali karena mengandung enam ring glukosa dan lima cincin fruktosa.[2]
Proses pembusukan sukrosa melibatkan jasad renik yang dapat memperoleh energi berbunga substrat sakarosa dengan melepaskan karbondioksida dan produk samping berupa senyawaan alkohol.[3]
Pendayagunaan ragi (yeast) ini dalam proses fermentasi diduga yakni proses tertua dalam bioteknologi dan sering disebut dengan zymotechnology.[3]
Sukrosa diproduksi sekitar 150 miliun ton setiap tahunnya.[4]

Ciri-ciri fisik dan kimia

[sunting
|
sunting sumber]


Struktur α-D-glukopiranosil-(1→2)-β-D-fruktofuranosida

[sunting
|
sunting perigi]

Sreg sukrosa, glukosa dan fruktosa terhubung menerobos ikatan antara karbon mula-mula (C1) pada subunit glukosa dengan karbon kedua (C2) milik fruktosa. Interelasi ini disebut dengan pertalian glikosida.

Degradasi panas dan oksidatif

[sunting
|
sunting mata air]

Kelarutan sukrosa n domestik air berdasarkan temperatur tertentu
T (°C) S (g/ml)
50 2.59
55 2.73
60 2.89
65 3.06
70 3.25
75 3.46
80 3.69
85 3.94
90 4.20

Sakarosa akan meleleh sreg suhu 186 °C (367 °F) dan membentuk karamel. Sebagai halnya karbohidrat lainnya, sukrosa jikalau tutung akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Contohnya, untuk bahan bakar biang keladi roket amatir, sukrosa digunakan sebagai target bakar dengan dicampurkan bersama dengan kalium nitrat untuk oksidatornya.
[butuh rujukan]

48 KNO3
+ 5 C12H22Udara murni11
→ 24 K2CO3
+ 24 N2
+ 55 H2O + 36 CO2

Sukrosa dicampur dengan bersut klorat, akan menghasilkan karbon dioksida, air, dan senderut klorida:

8 HClO3
+ C12H22O11
→ 11 H2O + 12 CO2
+ 8 HCl

Sukrosa boleh didehidrasi dengan asam sulfat bakal membentuk padatan karbonium murni berwarna hitam:

H2SO4(katalis) + C12H22Udara murni11
→ 12 C + 11 H2O + seksi dan H2O + SO3
sebagai hasil panas

Hidrolisis

[sunting
|
sunting perigi]

Hidrolisis akan memecah ikatan glikosida, dan menafsirkan sukrosa menjadi glukosa dan karbohidrat. Biarpun semacam itu, proses hidrolisis sakarosa berjalan amat lambat sehingga boleh meratah waktu bertahun-masa. Proses ini bisa dipercepat bertumpuk-tumpuk dengan adanya enzim sukrase.[5]
Hidrolisis kembali dapat dipercepat dengan senderut, misalnya dengan kalium bitartrat atau jus lemon, keduanya asam lemah. Demikian juga, keasaman nafkah mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa sepanjang proses pencernaan dalam bodi.

Tatap sekali lagi

[sunting
|
sunting sendang]

  • Nektar
  • Sukrosa
  • Tipe-tipe gula lainnya:
    • Monosakarida
      • Galaktosa
      • Fruktosa
      • Glukosa
      • Ribosa
      • Xilosa
    • Disakarida
      • Maltosa
      • Laktosa

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^



    Sucrose, International Chemical Safety Card 1507 (dalam bahasa Inggris), Geneva: International Programme on Chemical Safety, November 2003




  2. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    (Inggris)
    Ophardt CE. 2003. Sucrose [terhubung berkala]. http://www.elmhurst.edu/~chm/vchembook/546sucrose.html [1 Nov 2009].
  3. ^


    a




    b




    (Inggris)
    Nguyen DN, Ton NMN, Le VVM. 2009. Optimization of Saccharomyces cerevisiae immobilization in bacterial cellulose by ‘adsorption-incubation’ method. Int Food Res J 16 : 59-64.

  4. ^

    Hubert Schiweck, Margaret Clarke, Günter Pollach Sugar” in
    Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry
    2007, Wiley-VCH, Weinheim. doi:10.1002/14356007.a25_345.pub2

  5. ^

    “Sucrase”,
    Encyclopædia Britannica Online



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Sukrosa