Naskah Drama Kemerdekaan 5 Orang

Drama Komedi

Drama umumnya diambil terbit peristiwa yang sangat mungkin terjadi di intern jiwa sehari-hari. Drama enggak bersifat fiksi seperti cerita-cerita yang terwalak dalam novel dan sebagainya. Nah, sebelum kita ke skrip dramanya, kita akan menjelaskan malah dahulu mengenai beberapa motor yang terlibat di dalam drama ini. Diantaranya adalah sebagai berikut : o Rio : Lanjut akal, pandai mengeles , dan pembohong level akut. ozon Asep : Cengkar, tegas, dan sentimental o Renata : Kepo, komentator, cerewet, dan puitis yang dipaksakan. o Renal : Semuanya di pangkal standar o Ririn : Berilmu, kepatuhan, rajin, dan ramah

DIALOG Di suatu meja nan berada di suatu kelas. Di suatu kelas yang berada di sekolah. Di seuatu sekolah yang entah ada atau tidaknya. Hiduplah 4 basyar pesuluh yang sedang senangsenangnya, tapi semua itu berubah saat ulangan akan datang. Renata : “ Eh. Kalian udah ngapalin buat ulangan besok? “ ( Datang ) Rio : “ Belum “ Renal : “ Innalillahi “ Renata : “ What the hell, Oh my God. Jikalau biji ulangannya jelek, nanti dihukum “ Renal : “ Paling hukumannya lari di lapangan “ Renata : “ Bukan. Hukumannya kursus tambahan setiap pulang sekolah “ Renal : “ Innalillahi “ Rio : “ Aku cek dulu, siapa tahu guru “ ( Meninggalkan ) Renal : “ Ngapaling gerbang yang mana a- “ Rio : “ Suka-suka guru “ ( Dateng ) ( Semua meluluk ke pintu ) Ririn : “ Loh. Kok sepi? “ ( Cak bertengger ) Renal : “ Huuu. Katanya ada temperatur “ ( Nepuk bahu Rio ) Rio : “ Iya ini guru. Guru masa depan “ Ririn : “ Sira bisa aja “ Renata : “ Kamu udah ngapalin Rin? “ Ririn : “ Udah dong. Ririn “ Rio : “ Ellleh. Rangah amet “ Ririn : “ Biarin “ Renata : “ Udah-udah jangan berantem “ Renal : “ Iya, daripada berantem mendingan gini, kelihatannya yang nilainya minimum gede, Dia yang menang, dan yang memenangi bisa nyuruh 1 mungkin kepada yag kalah “

Ririn + Rio : “ Setuju! “ ( Asep menclok bermula pinggul ) Asep : “ Bapa juga setuju! “ Ririn dan Rio semakin mempersiapkan ulangannya matang-matang. Ririn melakukan gerakan 3B yaitu Berlatih, Ber’doa, dan Berusaha yang sudah lalu biasa dilakukan. Sedangkan Rio merangkum semua bab dan menulisnya di kertas kerdil untuk nanti dihapal ketika ulangan dengan kata lain nyontek. Akhirnya saat ulanganpun tiba. Asep : “ Baiklah anak-anak, buka rayon soalnya se-se-sekarang “ Ririn : “ Bismillah “ ( Mengungkapkan dan mengisi soal) Rio : “ Inimah enteng “ ( Mengekspos soal ) ( Detik Asep berbalik menempelkan plano di punggung Asep bagi menyontek ) Rio : “ Kalo ginikan ga akan tertangkap tangan “ ( Ngisi ) Asep : “ Bapa keluar dulu, jangan nyontek, jangan kolaborasi, dan jangan ribut “ ( Keluar ) Rio : “ Rencana B “ ( Nyilang kaki dan di hutan sepatunya suka-suka contekan ) Rio : “ Ah. Bukan yang ini “ ( Buka busana penghabus di dalamnya ada contekan “ Rio : “ Ah yang ini “ ( Nulis ) ( Ngeluarin contekan bermula dasi ) Rio : “ Ah yang ini juga “ ( Nulis ) Rio : “ Radu “ ( Liat Ririn dan yang lainnya masih belum selesai ) Akhirnya ulangan selesai dan beberapa masa kemudian Asep membagikan hasil ulangan. Asep : “ Ini “ ( Membagikan ) Ririn : “ Ye. Nilaiku 85 “ Renal : “ Hahaha. Aku ding 65, menaiki 5 dari ulangan yang lalu “ Rio : “ Lah. Pak, kok angka Saya 50? “ Asep : “ Itu karena soal nomor 11-20 di balik jeluang ga kamu isi “ Rio : “ Aduh. Kok bapa ga hidayah tahu Saya? “ Asep : “ Ia itu seyogiannya bisa sempat dengan sendirinya, jangan ceroboh “ Renata : “ Siap-siap sambut perintah Ririn aja “ Rio : “ Iya deh iya “ Ririn : “ Dengan ini Saya nyatakan Kamu tidak boleh nyontek pun “ Asep : “ Jadi Kamu nyontek?. Nilai Ia bapa kurangi 6, makara nilai Engkau -1 “ ( Mukul kepala Rio ) Akhirnya Rio tidak menunggangi cara yang yang kotor lagi. Dia menjadi lebih giat berlatih dan makin berhati-hati dalam memuati soal TAMAT

Sandiwara boneka Persahabatan

Berikut ini kita akan memasrahkan contoh naskah drama persahabatan yang dimainkan maka itu 7 orang. Sebelum kita melihat teksnya, lebih lagi suntuk kita akan menjelaskan akan halnya unsur intrinsiknya. Tema Pertemanan Judul Musuh Menjadi Sahabat Alur Alur yang digunakan adalah alur modern Meres Kancah Latar tempat yang digunakan cafe, warung kopi kampus, kelas, dan ruangan perpustakaan. Latar Waktu Bidang waktu yang digunakan pagi, siang, dan petang. Wara-wara Warta nan terkandung di dalam drama ini yaitu terkadang seseorang yang melakukan ragam yang tidak baik bisa dibalas dengan perbuatan yang baik. Hal itu dikarenakan semua perbuatan yang keji akan menjadi kursus cak bagi dirinya seorang bagi yang melakukannya. o Rika : Baik , Pendiem , Juara beladiri ( Mita ) ozon Eca : Jutek dan Jail ( Resa ) ozon Kara : Jail dan Cuek , Tomboy ( Zahra ) o Mario : Jail dan Asik . ( Fahri ) o Amanda : Caruk dan Baik ( Aulidia ) o Roy : Baik dan Rajin . ( Aji ) udara murni Jony : Kejam , Jail dan Pintar . ( Sony )

DIALOG Suatu ketika 4 makhluk anak asuh kampus yang jail & 1 individu anak yang baik dan rajin menggetah persahabatan . Detik itu cak semau anak hijau di kampus mereka , mereka menganggap anak asuh hijau itu akan menjadi anak yang rangah di kampus mereka. Kemudian mereka membuat satu rencana jail yang mereka anggap sebagai cara taaruf dari mereka . Momen itu hanya Roy yang menemani Rika , karena engkau msih belom mempunyai teman. Walaupun kejahatan & kejailan nan mereka lakukan terhadap Rika , tapi ia membalasnya dengan suatu masyhur yang mulia . Kemudian semua anggapan mereka dilontarkan pada Rika adalah salah , ternyata ia adalah seseorang yang baik hati. Semua itu seketika berubah menjadi sebuah pertemanan . “ Musuh Menjadi Sahabat “

Di suatu café di daerah Dago suka-suka seorang lelaki yang bernama Mario sedang menunggu teman-temannya . Mario : “Nan lainnya mana sih , lama banget,, terbit tadi gak dateng-dateng.” (Sambil duduk-duduk leha-leha) Tak lama kemudian Kara menclok menghampiri Mario . Kara : “Hey bro,, sorry ya telat datang nya macet di jalan .” Mario : “Alah lo ngomongnya aja mengadat padahal kaga , Gue telpon lo kaga di angkatangkat lagi!” ( Dengan durja kesal ) Kara : “Ih,, Suer deh macet beneran jalannya . Biasa manusia sibuk kayak gini.” ( Sederum keplak bahu Mario ) Mario : “Alah,, sok-sok an loh.” Kara : “Udahlah jangan berang-marah terus, tar durja lo jadi tambah jelek lagi kaya shaun the sheep , mending kita ngopi.“ ( Sambil becanda ) Kemudian mereka berdua memesan dua gelas kopi yang terkenal di caféz tersebut. Mario : “Eh sebenernya gue gak ngajak lo doang Ra, Tapi ngajak temen-temen yang lainnya juga” Tidak lama kemudian datanglah Jony dengan n partner-teman lainnya Jony : “Hey bro,, udah lama yah nunggunya? Sory nunggu nan tidak pulang kuliah” ( Sambil duduk) Eca : “Wihh, rajin-rajin amat kalian empat mata dateng duloan” Mario : “Apaan orang gue duluan nan dateng si Kara mah hijau ke sini-sini datengnya!’ Amanda : “Udah-udah ah mending kita selidik tentang les lektur tadi.” Kopi yang tadi di wanti-wanti lagi datang . Jony : “Eits,, ko Sahifah nya cuman dua sih ?” Mario : “Lagian kalian sih pada baru dateng” Eca : “Eh eh .. Ngomong-ngomong ada anak hijau loh di inferior gue” Jony : “siapa ca ? cak kenapa gue gak tau sih?” Eca : “kalo gak salah namanya Rika, anak kampung gitu lah,, gak usah ditanya-soal jijik gue sama anda!” Kara : “Terserah kerjaan yunior nih kayanya.” Keesokan Harinya di Kampus tempat mereka syarah. Di Kedai minum kampus mereka sedang mengobrol-ngobrol ringan Rika : “Hai selamat pagi . Dapat kenalan ?” ( Bertepatan menyodorkan tangan, mengajak bersalaman) Teguran itu mereka acuhkan , saja hanya Amanda yang membalas sapaannya dan berkenalan. Kara : “Ish” ( Dengan muka sinis ) Amanda : “Pagi juga ,, Beliau momongan baru itu ya ?” ( Bersalaman dengan Rika ) Rika : “Iya ,,Emang ada segala ?” Amanda : “Oh,, Enggak cuman nanya doing.” Sedangkan Rika dan Amanda berbincang bincang menggunjingkan sedikit tentang kampus ini Jony : “Gue punya ide gimana kalo kita karunia perkenalan ala kita.” Mario : “Hahaha,, gue sepakat dengan ide lo itu.” ( Kara & Eca sinkron menjawab “Cocok” ) Amanda pun datang setelah memadai lama berbincang-bincang dengan Rika

Eca : “Ngomongin apaan lo sama Rika ? Rani nan udah akrab banget Amanda : “Tidak , Cuman ngobrol-ngobrol aja.” Mario : “Oh,, Kaya nya udah akrab ya .” ( Irama sinis ) Kara : “Rio,, Kayanya kelas kita cak hendak mulai belajar deh , yok ah menghindari.” ( Berdiri dari tempat duduknya) Amanda : “Eh iya kayanya papan bawah kita pula ca, jon” Mereka pun pergi ke kelas masing-masing . Tentatif itu di kelas Jony Eca : “Jon kebetulan banget nih si momongan bau kencur itu duduknya deket kita.” Jony : “Iya , mau kita apain dulu nih ?” Amanda : “Ih,, kasian gimana takdirnya itu kali masalah buat kita.” Eca : “Ada lo aja jon.” Saat jony mengikat tas nya Rika ke tapang nya sendiri disitu lah di lihat makanya Roy Roy : “Ngapain lo jon ? Waduh wah lo jangan jangan mau ngejailin si Rika ya ?” Jony : “Apaan sih lo , ikut-ikutan aja , kalo gak tau gak usah bermegah tau.” ( Ngebela Rika ) Roy : “Emang lo ngejailin si Rika kan , gue bisa bilangin lo ke dosen masa ini juga.” ( Mengancam Roy ) Jony : “Emang lo siapanya dia sok sok makara pahlawan.” Roy : “Dih, dih gue cuman kasian dia masih mentah disini.” Jony pun melepas kembali utas yang sempat mengikat tas dan tapang nya Rika tadi. Setelah jam pelajaran abis mereka kembali berkumpul bakal merencanakan sesuatu lega Rika. Eca : “Gue punya ide , gue liat tadi dia ada di perpus . Gimana kalo kita kasih sesuatu di lantai depan perpus cak agar licin , nah memadai Rika keluar pecah Pangsa Perpus dia tentu jatoh .” Kara : “Haha,, ide lo bagus ca , gimana nih kalian setuju gak ?” Mario : “Sepakat aja sih , tapi yakin ini gak bakal nyampe bikin anda celaka.” Jony : “Gak mana tahu lah , ini cuman buat dia gak makara anak mentah yang songong.” Amanda : “Gue gak ikutan ah bersimbah kena masalah.” Depan Ruang Perpus mereka medium menyiapkan lembaga yang tadi di rundingkan. Saat Rika keloar dari Taman pustaka benar doang engkau jebluk terpeleset. Rika : “Aduh ,,, boleh jadi sih nan kayak gini. ” Dari kejauhan Roy melihat Rika nan semenjana jatuh tersungkur dilantai , Lalo ia berlari membantu Rika Roy : “Rik , Lo gak apa-apa ?” Rika : “Nggak ko cuman pinggang agak nyeri aja.” ( Menunjukkan kesakitannya ) Roy : “Ya udah , mending kita ke balai pengobatan aja biar pinggang lo agak mendingan.” Rika : “Makasih , gak usah repot repot lagian aku udah cak hendak pulang.” Roy : “Bener nih gak usah ?, kayanya gue tau deh nan ngejailin lo nyampe jatoh gini.” Rika : “Hah siapa ?” Roy : “Tadi layak di inferior gue liat si Jony & The gank gitu baru memencilkan pecah Ruang perpus , gue pikir sih kayanya mereka yang ngejailin lo Rik!” Rika : “Masa iyah ?, Ah gak boleh nething gitu , kali aja mereka juga baru berpunca Ulas Perpus.” Roy : “Ya udah lah ada , gue mau ngasih tau mereka itu memang jail momongan-anak nya .” Rika : “Oke makasih bukan kali aku akan pilih-pilih jika ada mereka.”

Kemudian mereka pulang kerumah nya saban sementara itu Jony & The Gank malah tertawa dan merasa senang karena rencana yang mereka bakal berbuntut . Jony : “Haha,, Gue liat tadi si Rika jatoh , rang kita berdampak.” Mario : “Bener bener gue kembali tadi liat , berpunya nya udah layak itu jadi perkenalan dari kita.” Amanda : “Kasian gue gak tega ngeliat sang Rika kesakitan bernas gitu.” Mario : “Yok ah pencong udah sore nih.” ( Mengajak yang lain ) Kemudian mereka pulang , sekadar rumah mereka tak searah Jony & Mario pulang bareng , sedangkan Kara , Eca , & Amanda pulang sepikiran. Kapan di perkembangan ke tiga cewek itu bercocok para preman , Rika melihat mereka sedang di palak oleh para perusuh kemudian di segera berlari menolong ke tiga cewek itu. Amanda : Tolong , tolong ,,, ada preman.” ( Dengan kedahsyatan ) Kara : “Gimana nih preman itu kayanya mau malak kita.” Dari kejuhan Rika mengintai mereka ,Rika pun datang dan segera menolong mereka , karena Rika mempunyai sedikit pengalaman bela diri. Rika : “Jangan ganggu mereka , mereka itu jodoh-pasangan aku.” Para perusuh itu pun menyingkir meninggalkan mereka . Amanda : “Makasih ya,Rik , Kalau ga ada lo mungkin kita udah terpalak sejajar para preman-perusuh itu.” Rika : “Sama-sama , kebetulan aja tadi aku juga lewat jalan sini.” Amanda : “ohh.. tapi kayaknya bukan kebetulan dehh ( dengan nada cura ) Eca : “Rik , gue minta izin sebenernya yang ngejailin lo di depan Ulas Perpus itu kita.” Rika : “Iya gak segala-segala apa , aku udah maafin kalian ko.” Kara : “Iya Rik , gue kembali minta maaf , karena gue udah keji banget sama lo” Rika : “Udah ih ,, gak segala segala apa kalian udah aku maafin ko.” Keesokan harinya di kampus Amanda , Kara & Eca menceritakan semua hal kemaren lega Jony & Mario . Kara : “Ehh.. semua tau gak kemaren.. Amanda : “Iya kemaren kita hampir aja diapalak sepadan para preman,” Mario : “Terus ,, kalian gak kenapa-kenapa ketel ?” Eca : “Enggak , untung aja ada Rika nolongin kita.” Jony : “Loh mengapa bisa ? , emang sang Rika lagi ngapain disitu ?” Kara : “Rika ternyata rumah nya searah sama kita , pas di jalan dia kebetulan ngeliat kita lagi di cegat para besar kalang , Untungnya anda punya sedikit hobatan beladiri.” Amanda : “Iya jon , Rio . Kayanya kalian sekali lagi harus minta maaf deh sama Rika , Soalnya ia itu baik gak kaya nan kalian kira.” Mario : “Ya udah Jon , Sekarang aja kita minta ampunan ke Rika, Mungpung dia masih di perpus , kebanyakan cerek sira jam segini ada di perpus sederajat si Roy.” Jony : “Ya udah mari,,.” Mereka pun segera ke pergi Ruang Perpustakaan untuk menunangi absolusi pada Rika ,atas semua perbuatan yang mereka lakukan terhadapnya. Di Taman pustaka, Roy & Rika sedang membicarakan tentang hobi membaca buku nya masing-masing. Roy : “Rik , lo paling gemar baca muslihat apaan di sini ?” Rika : “Paling baca-baca taktik tentang ki kenangan album gitu lah , kamu sendiri demap baca buku apa kalo disini ?”

Roy : “Gue sih disini minimum baca buku hukum-hukum gitu.” Jony & Mario berangkat di Persuratan dan langsung menemui Rika untuk meminang maaf atas segala nan di perbuat mereka pada Rika. Roy : “Ngapain lo Jon disini, cak hendak baca pokok pula ?” Jony : “Dih,, ngapain juga baca buku males banget ye gak rio.” Mario : “Iye ,, lagian kita disini kepingin mohon belas kasihan ekuivalen Rika, Rik kita minta maaf setimbang lo.” Rika : “Aku udah maafin kalian ko.” Jony : “Makasih udah maafin kita , gue udah pelecok nganggep lo nan nggak nggak.” Rika : “Iya gak segala-apa.” Setelah beberapa lama Amanda , Kara , & Eca datang ke Perpustakaan . Eca : “Udah lo Rio , Jon mohon maaf nya.” Jony :”Udah minta ampunan ko.” Amanda :”Ohh bagus dong” Kara : “Gimana kalau kita bersahabat aja seumpama aplikasi maaf dari kita.” Alhasil permusuhan itu berujung kaprikornus persahabatan . Sewaktu-waktu Perbuatan buruk akan dibalas dengan Masyhur . TAMAT

3 Contoh Tulisan tangan Sandiwara boneka Pertemanan Komedi (5, 6, 7 dan 8 Orang Pemain) beserta Elemen Intrinsiknya Mungkin ini kita akan ceratai sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia yeitu tentang pustaka drama, berikut ini adalah 5 contoh bacaan/naskah sandiwara tradisional bahasa indonesia singkat ataupun singkat tentang pertemanan bagi 5 orang pemain, 6 orang pemain sandiwara, 7 orang pemain, dan 8 manusia pemain beserta elemen intrinsik dan sinopsisnya. Semoga boleh membantu.

Hipotetis Referensi Sandiwara bangsawan Seperti mana yang mutakadim kita singgung diawal mengenai teks drama, berikut ini ialah contoh tulisan tangan singkat dan pendek tentang persahabatan kerjakan 5 cucu adam, 6 orang, kerjakan 7 cucu adam, dan lakukan 8 basyar pemain

Contoh Naskah Dagelan 1 Abstrak teks Dagelan yang pertama yaitu contoh naskah sandiwara tradisional sumir kerjakan 6 anak adam anak bangsawan tentang perkawanan beserta unsur intrinsiknya Unsur Intrinsiknya Skenario : Internal tulisan tangan drama ini pemainnya berjumlah 6 orang. Drama ini menceritakan sekelompok bujang nan bermula berasal batih yang sangat kreatif yang tidak mementingkan perasaan orang bukan dan selalu menganggap materi ialah segala-galanya. Berikut ini yaitu alur berasal skenario dagelan tersebut : Tema : Arti mulai sejak Sebuah Semangat Ritme :  Eksposisi dan Budi Brandon (Antiwirawan) Helen (Prontagonis) Ivan (Antagonis) Elsa (Tritagonis) Tommy (Tritagonis) Anna (Tritagonis)  Permasalahan

Brandon, Anna, Tommy, dan Ivan menyingkirkan Elsa dengan seenaknya berpangkal gadis tersebut jatuh miskin.  Komplikasi Elsa berencana untuk bunuh diri karena manusia tuanya bangkrut dan teman-temannya meninggalkan dirinya begitu saja.  Catatan 1 dan 2 Anna dan Ivan sering sekali menyakiti hati Elsa dengan mulut mereka. Helen, yakni mbakyu kelas Elsa, bangga untuk memaafkan mereka dan itu membuat mereka mengingat-ingat atas kesalahan yang mereka perbuat. Latar Tempat : Cafe dan kondominium remai Tahun : Siang hari DIALOG Brandon : Pesen nan banyak deh! Kemudian hari aku yang bayar. Pokoknya kalian harus bersantap sampe kenyang. Tommy : Baru gajian ya? Kok royal banget sih? Brandon : Nyenyeh ah! Mau ditraktir nggak nih? Anna : Ya jelas mau lah! Hari ini kan giliran kamu yang keluar duit. Tidak lama kemudian Elsa datang menghampiri meja dimana mereka duduk. Dia baru pamit berusul toilet untuk mengakui telepon. Anna : Elsa kenapa? Mengapa sedih? Pamali loh sabtu-sabtu murung gitu! Ivan : Iya kenapa sih, Sa? Dompetmu hilang? Brandon dan Tommy tertawa membalas lelucon Ivan tesebut. Elsa : Mamaku barusan telepon. Engkau bilang papaku bangkrut. Semua kondominium, mobil dan tabungan di bank ludes. (Terisak alun-alun) kami harus pindah ke gelanggang adv amat yang bertambah kumuh. Parahnya lagi semua kebangkrutan ini karena papa terlibat kasus penyelewengan dan sekarang dia menjadi buronan polisi (Menangis) Brandon : HAH? Yang bener?! Ivan : Bermanfaat kamu anak asuh buronan?! Anna : Dia jatuh miskin masa ini, Sa? Brandon, Ivan, Anna dan Tommy memasang raut muka tegang dan memandang hina

kepada Elsa nan medium menangis. Elsa : Aku mutakadim nggak mempunyai apa-segala masa ini, tapi kalian masih cak hendak morong temenan sama aku? Kita kan bersahabat sejak lima tahun adv amat. Anna menjauhkan kursinya yang tadinya mampu di dekat kursi Elsa. Ia merapat kearah Brandon yang berada disebelahnya. Anna : Ya, kamu tahu seorang lah, Sa kita ini sekumpulan pemuda-pemuda kaya. Makara, mana mungkin kamu bisa menuruti gaya vitalitas kita? Tommy : Mending engkau pulang dan toleh kejadian orang tuamu, Sa. Ivan dan Brandon hanya memandang dingin kearah Elsa. Elsa pun menatap mereka dengan tatapan yang terlampau sedih. Elsa : Kupikir persahabatan kita selama lima tahun ini berarti. Hanya kita aku roboh miskin, kalian menempakku sedemikian itu hanya! Brandon : Terimalah, Sa. Pulanglah. Betul tadi apa kata Tommy. Sudah bagus makananmu kubayari! Elsa kambuh bersimbah bermula kursinya kemudian menatap dayuh keempat temannya. Kemudian dia meninggalkan mereka dan keluar berpunca cafe. Ivan : Gila si Elsa, masa kita disuruh anggep dia teman sih. Provisional engkau udah melarat. Aku jadi nggak nafsu makan. Brandon : Sebanding nih, ya udah minta bill aja deh! Menginjak-menginjak Anna yang sudah lalu dekat menyentuh mobilnya, berlari menghampiri Brandon dan Ivan. Anna : Guys! Barusan aku boleh amanat kalo ada seorang gadis yang ciri-cirinya mirip Elsa hendak lompat berusul fly adv lewat! Ivan : Serius?! Anna : Waktu kayak gini bohong? Coba cek handphone kalian! Brandon dan Ivan memerangkapi handphone masing-masing dan menerima kabar yang sama dari wanti-wanti broadcast. Brandon : Yuk, kita langsung ke fly adv lewat itu! Kamu bareng kita aja, Anna! Hubungi Tommy, suruh beliau langsung kesana.

Anna, Ivan dan Brandon ikut kedalam mobil. Brandon mengemudikan mobil kearah fly over tempat dimana Elsa hendak basmi diri. Tiba-tiba di sekelumit perjalanan, handphone Ivan berbunyi dan raut muka Ivan berubah menjadi adv amat tegang. Ivan : Guys…. Kita terlambat. Elsa melompat dari fly over tersebut dan ia tewas. Brandon langsung menghentikan mobilnya. Anna menangis tersedu-sedu di jok belakang mobil. Ivan : Kita langsung ke Rumah Gempa bumi Permata Biru aja, jenazah Elsa dibawa kesana. Brandon menarik nafas panjang kemudia mengemudikan mobilnya kearah rumah linu itu. Sesampainya disana, mereka bertiga berlari dan didepan ira buntang mutakadim ada ibu dan Helen, ning Elsa nan duduk membisu. Anna berlari memeluk Helen. Anna : Kak, maafkan kami. Ini semua salah kami. Kalau kami kasih support ke Elsa, tentu akhirnya lain akan semacam ini. Tetapi kami tambahan pula menyingkir Elsa begitu tetapi saat dia membutuhkan kami. Helen membalas pelukan Anna dan membelai punggung Anna dengan lembut. Helen tidak bisa menahan air matanya. Helen : Cukuplah, kami sudah memaafkan kalian. Ini semua sudah digariskan maka itu Yang Maha Kuasa. Aku Tetapi memohon agar kalian terus mendoakan Elsa agar ia ranah disana. Brandon dan Ivan tersentak menatap Helen yang tidak murka kepada mereka dan malah memaafkannya. Ivan : Kami mohon maaf sebesar-besarnya, Kak. Kami tentu terus mendoakan Elsa. Helen : Tidak perlu minta ampunan terus menerus, Van. Elsa hanya tidak kuat menerima siaran bahwa kami semua anjlok miskin. Aku sangat memafhumi karena sejak kecil ia spirit dengan bergelimang harta. Brandon, Ivan dan Anna takjub akan ketinggian hati Helen dan terbit itu mereka bertekad untuk lebih menghargai manusia lain dan enggak menunggangi uang sebagai tolak ukur.

Pola Naskah Drama 2 Contoh Teks Drama berikutnya yaitu ideal skrip drama singkat pendek untuk 5 orang pemain sandiwara adapun komedi beserta unsur intrinsik dan sinopsisnya Sandiwara boneka biasanya diambil dari peristiwa yang lalu mungkin terjadi di intern atma sehari-hari. Drama tidak bersifat fiksi sebagai halnya kisah-cerita yang terdapat dalam novel dan sebagainya. Sudahlah, sebelum kita ke tulisan tangan dramanya, kita akan menguraikan terlebih dahulu mengenai beberapa tokoh nan terkebat di dalam drama ini. Diantaranya adalah misal berikut : Tokoh dan Karakter/karakterisasi : Rio : Cerdik, ahli mengeles , dan pembohong level akut. Asep : Sangar, tegas, dan sentimental Renata : Kepo, komentator, cerewet, dan puitis nan dipaksakan. Renal : Semuanya di sumber akar standar Ririn : Pintar, loyalitas, bosor makan, dan baik hati DIALOG Di satu meja yang makmur di suatu inferior. Di suatu kelas yang berada di sekolah. Di seuatu sekolah yang entah terserah ataupun tidaknya. Hiduplah 4 orang pesuluh yang medium senangsenangnya, tapi semua itu berubah ketika ulangan akan datang. Renata : “ Eh. Kalian udah ngapalin buat ulangan besok? “ ( Nomplok ) Rio : “ Belum “ Renal : “ Innalillahi “ Renata : “ What the hell, Oh my God. Jikalau biji ulangannya jelek, nanti dihukum “ Renal : “ Paling hukumannya lari di tanah lapang “ Renata : “ Lain. Hukumannya les pelengkap setiap pulang sekolah “ Renal : “ Innalillahi “ Rio : “ Aku cek dulu, siapa sempat guru “ ( Pergi ) Renal : “ Ngapaling bab yang mana a- “ Rio : “ Ada guru “ ( Dateng ) ( Semua melihat ke pintu ) Ririn : “ Loh. Kok sepi? “ ( Hinggap ) Renal : “ Huuu. Katanya suka-suka temperatur “ ( Nepuk bahu Rio ) Rio : “ Iya ini guru. Guru masa depan “ Ririn : “ Kamu boleh aja “ Renata : “ Engkau udah ngapalin Rin? “ Ririn : “ Udah dong. Ririn “ Rio : “ Ellleh. Congkak amet “ Ririn : “ Biarin “ Renata : “ Udah-udah jangan jotos-jotosan “ Renal : “ Iya, daripada bercakak mendingan gini, siapa nan nilainya paling gede, Dia yang menang, dan nan menang bisa nyuruh 1 kali kepada yag kalah “

Ririn + Rio : “ Seia! “ ( Asep datang dari bokong ) Asep : “ Bapa pun semupakat! “ Ririn dan Rio semakin mempersiapkan ulangannya matang-matang. Ririn berbuat gerakan 3B yaitu Belajar, Ber’doa, dan Berusaha yang sudah lalu absah dilakukan. Sedangkan Rio mengijmalkan semua pintu dan menulisnya di kertas mungil untuk kemudian hari dihapal saat ulangan dengan perkenalan awal lain nyontek. Akhirnya saat ulanganpun menginjak. Asep : “ Baiklah anak-anak, buka lembar soalnya se-se-masa ini “ Ririn : “ Bismillah “ ( Membuka dan memuati soal) Rio : “ Inimah enteng “ ( Membeberkan soal ) ( Saat Asep mentulmentul menempelkan kertas di punggung Asep buat menyontek ) Rio : “ Kalo ginikan ga akan ketahuan “ ( Ngisi ) Asep : “ Bapa keluar suntuk, jangan nyontek, jangan kerja sekufu, dan jangan ribut “ ( Keluar ) Rio : “ Rencana B “ ( Nyilang suku dan di jenggala sepatunya ada contekan ) Rio : “ Ah. Enggak yang ini “ ( Buka baju penghabus di dalamnya ada contekan “ Rio : “ Ah yang ini “ ( Nulis ) ( Ngeluarin contekan dari dasi ) Rio : “ Ah yang ini juga “ ( Nulis ) Rio : “ Selesai “ ( Liat Ririn dan yang lainnya masih belum selesai ) Karenanya ulangan radu dan sejumlah hari kemudian Asep membagikan hasil ulangan. Asep : “ Ini “ ( Membagikan ) Ririn : “ Ye. Nilaiku 85 “ Renal : “ Hahaha. Aku ding 65, naik 5 mulai sejak ulangan nan dahulu “ Rio : “ Lah. Pak, kok nilai Saya 50? “ Asep : “ Itu karena pertanyaan nomor 11-20 di putar daluang ga kamu isi “ Rio : “ Aduh. Mengapa bapa ga kasih sempat Saya? “ Asep : “ Kamu itu seharusnya bisa tahu dengan sendirinya, jangan ceroboh “ Renata : “ Siap-siap terima perintah Ririn aja “ Rio : “ Iya deh iya “ Ririn : “ Dengan ini Saya nyatakan Kamu enggak bisa nyontek lagi “ Asep : “ Kaprikornus Anda nyontek?. Nilai Kamu bapa kurangi 6, jadi nilai Engkau -1 “ ( Mukul kepala Rio ) Akhirnya Rio tidak menggunakan pendirian yang nan kotor juga. Dia menjadi bertambah giat belajar dan bertambah berhati-hati dalam mengisi tanya TAMAT

Contoh Skenario Sandiwara bangsawan 3 Ideal teks sandiwara tradisional yang ke-3 yaitu pola naskah drama ringkas pendek mengenai persahabatan lakukan 8 turunan pemain beserta zarah intrinsiknya / skrip. Unsur Intrinsik / Skenario Tema : Skor Resistansi Ritma :  Eksposisi (tokoh dan perwatakan / karakter) Protagonis : Gadis Antagonis : Gilang Tritagonis : Rista Figuran : Sinta, Intan, Bayu, Rudi  Permasalahan Perempuan berusaha keras lakukan pindah pekerjaan yang memberikan gaji yang lebih segara cak bagi mendukung ibunya nan sedang kelilit hutang di bank desanya.  Ki kesulitan Gilang cak hendak gadis loyal menjadi tenaga kerja di tokonya mudah-mudahan ia tidak kerepotan cak bagi mencarikaryawan baru yang enggak serajin Putri.  Catanan 1 dan 2 Gilang meminta uluran tangan kepada Bayu buat mewujudkan Gadis kesulitan berburu pekerjaan yang hijau. Rista mau membantu Gadis untuk segera mendapatkan pencahanan nan mentah dengan gaji yang lebih osean.  Kesimpulan Gadis berjuang persisten yang pada akhirnya engkau mendapatkan sebuah jalan hidup yang bisa membantu kerjakan melunasi hutang-hutang ibunya. Latar: Drama ini menunggangi latar medan di rumah Rista dan waktunya di sore musim.

DIALOG

Gadis sore ini setelah jam kerjanya menjaga toko Bu Gilang selesai, ia mengunjungi rumah Rista sahabatnya semasa SMA sangat. Gadis : Sore Ris… Rista : Sore lagi, apa pemberitahuan? Gadis : masih seperti biasanya. Merasa gila karena usai gajian sinkron jatuh miskin se miskin-miskinnya. Rista : Pindah kerja saja Dis, kamu cak semau setoran rutin dengan gaji begitu juga kutukan segitu kamu gak akan bisa makan cukup. Gadis : Maunya kembali gitu, tapi sekiranya tak lepas belum tentu aku segera bisa kerja nan baru. Nanti tambah kasihan ibuku…

Rista : Nanti coba tak tanya temen kalau suka-suka info lowongan. (Rista habis mengambil smartphone-nya, dan mengontak salah satu interelasi di sana). Rista : Hallo Intan, boleh bantu? Intan : Bantu barang apa Ris..? Rista : Kalau ada info lowongan di resto bapakmu hubungi aku ya? Intan : Wah… ingin kuliah nyambi kerja? Rista : Enggak, ini bikin temanku… ok..? (Rista menutup telepon dan seulas senyum tersirat di wajah manisnya yang kalem). Rista : Temanku bilang kalau ada lowongan kamu hubungi aku. Resto bapaknya lumayan besar, gajinya gak akan menjengkelkan. Di sana kamu boleh jatah libur, gak kerja rodi seperti mana yang kini. Nona : Iya, makasih ya Ris… Gadis hendak berpamitan pulang, momen hingga di depan pagar rumah Rista. Lewatlah sejodoh suami istri, Bu Gilang dan Pak Bayu. Gilang : Jangan tidur jauh malam Dis, ingat tulat kerja! Rista mendadak merasa marah, di luar jam kerja mash saja diurusi atasan nan cerewetnya mohon ampun. Heran Gadis dapat betah, coba kalau enggak terserah tanggungan telah lama Cewek agak kelam! Bayu : Ibu apa-apaan sih, teko sudah tak urusan kita Gadis mau tidur jam berapa. Nan berarti kelak bisa masuk kerja. Gilang : Bapak tahu gak, kalau Rista itu sepertinya mau membuat Pemudi keluar pecah toko. Besok bahaya Pak, kita bisa kerepotan! Mbok cari mandu biar Cewek gak bisa bermigrasi kerja… Bayu : Kita kan sudah menggajinya tekor, mana bisa pinda ia? Nanti juga kesulitan bagi nabung dan gak berani keluar… Gadis kini sudah lalu sebatas di kostnya, merasa lelah dan pening kepalanya. Serasa mau pecah, memikirkan nasibnya nan terasa buram nyaris suram futur. Ia hanya boleh beribadat malam ini, kiranya keajaiban cak bertengger! Tiba-tiba pintu kostnya diketuk. Rista : Dis, kita ke rumahku. Temenku datang, beberapa resto bapaknya memang butuh karyawan. Akhirnya Gadis pun kembali ke kondominium Rista. Dan bertumbuk dengan Cangkang Rudi. Rudi : Resto saya madya burung waitress. Jikalau engkau mau. Gadis : Saya cak hendak Sampul, tapi saya belum keluar dari palagan kerja nan saat ini. Rudi : Weh, sulit ya… Rista : Itu bukan masalah Kelongsong, toh Nona butuh uang buat bantu ibunya. Bapak bantu lah pak… Rudi : Beliau keluar dulu, nanti anda datang ke resto bapak.

Putri merasa pada bukan main. Waktu ini lalu selangkah juga bikin bisa keluar dari pekerjaan yang menyiksanya lahir batin. Sayangnya saat mengajukan pengunduran diri, Gadis diberi periode enam wulan. Alasanya untuk mendapatkan pegawai penggantinya justru dahulu. Perawan merasa terik sekiranya harus mengencangkan angkin sebatas 6 bulan lamanya. Resah tubuh tinggal tulang, berdiri pulang berlanggar sang ibu. Gadis : Saya gak dapat sekiranya menunggu 6 bulan lagi. Besok kemudian hari saya sudah harus bekerja di ajang baru. Gilang : Kok boleh??! Gak boleh ini…! Sinta : Cak kenapa gak bisa kenapa Bu? Wong ibu juga gak ngasih gaji layak. Ya harus terima karyawan gak bisa loyal… sudah, ayo pulang Dis. Nan terdepan telah sejumlah. Toh kelak kamu sudah kerja di tempat yang makin baik. Gilang : Kamu lain laporkan polisi loh… Sinta : Laporkan doang Bu, nanti saya juga bukan laporkan ibu ke Depnaker… biar digerus toko ibu! Bu Gilang hanya diam seribu bahasa, lain bisa berkata biarpun hanya sepatah. Gadis akhirnya meninggalkan bersama Rista. Nona : Wah… beliau nyali juga ya sama orang tua.. Rista : Sosok dzalim itu harus dilawan. Diam itu kencana Dis, tapi mengatakan kebenaran adalah intan permata. Gak akan sadar orang sekiranya kita cuma menunggu dan sengap cuma… Sinta menganggut sepakat dengan pendapat Rista barusan. Petuah sehari setelahnya, Upik kini telah bekerja di resto raksasa. Membuatnya merasa bersyukur, detik kesabarannya berbuah manis. Ia bertarget rezeki nan didapatkan akan bertambah baik, dan memberikan bantuan yang patut kepada ibunya di apartemen. Semoga tidak lagi bersusah dan bersedih.

Source: https://idoc.pub/documents/contoh-naskah-drama-komedi-dimainkan-5-orang-2nv8x96d60lk