Naskah Drama Untuk 10 Orang

Contoh Skenario Drama lakukan 10 Bani adam Contoh tulisan tangan drama untuk 10 basyar cak bagi dijadikan bahan pementasan bertema misteri memang adv amat menarik karena adanya sebuah rahasia nan harus diungkapkan oleh aditokoh melalui sejumlah penajaman. Naskah ini dimainkan maka itu 10 orang dan fakta di perdua kisah yang tak terduga menjadikannya lebih menarik. Simaklah contoh naskah drama berikut ini. Judul drama Misteri pesisir tepi laut Teluk Segara Tema Misteri Tokoh dan Karakter Gada (Pemimpin kelompok mahasiswa nan berbuat penelitian / protagonis) Lestari (Anggota kelompok mahasiswa / pelaku utama) Reja (Anggota kerubungan mahasiswa yang mempunyai aturan ingin tahu / protagonis) Tirta (Anggota kelompok mahasiswa yang pemberani / protagonis) Nawi (Perangkat desa yang bijak dan ramah / pelaku utama) Cahyadi (Penduduk desa nan berkomplot dengan kawanan penculik / imbangan) Dirman (Bos penculik yang jahat / oponen) Daus (Anggota geng penculik / saingan) Nasir (Anggota geng penculik /antiwirawan) Penjaga keamanan (Cekatan dan tegas / tritagonis) Latar Bekas : Pesisir pantai Teluk Segara Waktu : Pagi, siang dan lilin batik waktu Sosial : Penduduk di sekitar pantai pantai Teluk Besar semakin lama semakin abnormal karena adanya penculikan. Sinopsis Cerita misteri ini dimulai saat suatu persatu warga tepi laut pantai hilang sonder jejak. Kepolisian setempat telah lama mencari mereka namun belum juga menemukan tanda-tanda pekerja penculikan. Kejadian ini membuat banyak pemukim semakin ketakutan dan sejumlah diantaranya terpaksa meninggalkan tanah nan telah lama mereka diami. Misteri ini terus bergulir sampai lega suatu musim suka-suka keramaian mahasiswa melakukan penelitian di arena itu. Teks drama Babak 1 Siang hari di depan flat Pak Nawi Gada : Selamat siang semua. Anggota gerombolan : Siang… Gada : Terima kasih sudah lalu datang ke tempat ini dan marilah kepada Sampul Nawi lakukan membentangkan pesan.

Pak Nawi : Selamat menclok semua mahasiswa yang akan melaksanakan penelitian di tempat ini. Sepatutnya semuanya betah di sini. Selama berharta di sini, adik-adik mahasiswa dapat tinggal di rumah saya hingga semua pendalaman selesai. Gada : Untuk yang ingin bernaung mari mengarah ke kamar tiap-tiap. Pak Nawi : Gimana Dik Gada, kapan akan dimulai penggalian? Gada : Esok pagi Pak, kawan-sekutu sudah lelah. Pak Nawi : Wilayah ini sudah semakin sirep. Rawan Dik. Hati-hati. Penculikan masih mungkin terjadi dan kami tidak tau siapa mereka. Jangan sampai terpisah dari rombongan. Gada : Kami mengerti Selongsong. Penggalan 2 Pagi hari keesokan harinya di pesisir pantai Kuat : Wahhhhhhhhhh… Pantainya luhur banget ya sayang cak kenapa sepi gini. Reja : Kan udah pada tau ini tempat banyak penculiknya, bintang sartan kita harus terus bareng-bareng. Tirta : Terutama nan cewek tu, kemana-mana harus ditemenin. Kuat : Yeeee… Aku kan cewek sendiri bintang sartan wajar donk. Gada : Udah sekarang mending kita siapin semua alatnya. Mulai dari nan putaran barat lalu cak agar cepet jangan lupa langsung dicatet pengamatannya biar gak bolak serong. Reja : Siap Ndan. Dari sudut pesisir nan bukan Cahyadi : Itu karuan rombongan mahasiswa nan cak hendak neliti pesisir ini. Dirman : Karena mereka ikut campur urusan kita, gak cak semau perkembangan tidak kita harus terror mereka. Nasir : Pembesar yang perawan aja itu. Daus : Bener pembesar nanti kita melarikan masa dia terpisah berpokok rombongan. Babak 3 Sore musim di pesisir pantai Lestari : Duh lelah ni guys… Aku kebelet pipis. Gada : Bentar lagi ya ini juga ingin selesai. Anda ditemenin Reja aja, laporanku kurang sedikit. Reja : Sini abang anter. Kuat : Iya deh… Reja dan Awet sampai di semak-semak. Reja : Cepetan dikit napa, udah mau gelap ini. Lestari : Iya. Kawanan penculik muncul tiba-mulai dan membekap bacot Lestari kemudian menculiknya. Reja : Tar, udah kan ya… Tar… (melongok ke belakang) Lho kemana tu anak asuh. Matilah aku dicincang Gada. Gada : Lama bener pada ngapain? Reja : Ini anuuu Lestari… ilang. Tirta : Emang lejar ni bocah. Suruh jagain pula. Gada : Ini tentu penculikan, sekali lagi ke rumah Bungkusan Nawi minta pertolongan. Babak 4 Malam hari di apartemen Pak Nawi Gada : Bagaimana ini Cangkang, apa kita lapor doang ke polisi? Nawi : Kita sudah susunan melakukan ini tapi polisi tidak dapat mengamalkan apa-segala apa.

Cahyadi : Kita tunggu belakang hari hanya, pelaporan sebelum 3 hari tidak akan didengar. Kita cari jemah pagi. Nawi : O iya ini perkenalkan Cahyadi salah satu penduduk sini. Suci sini pula. Reja : (berbarengan berbisik) Aku kok curiga ya sama gerak gerik insan ini. Jangan-jangan. Tirta : Sama, kita ikuti aja yuk sapa tau nemu petunjuk. Nawi : Malam ini semua hening dulu, bahaya kalo malam-malam berkeliaran. Akan datang pagi kita cari dengan bantuan warga sekeliling. Gada : Baik Kemasan. Babak 5 Malam hari di pelawatan menuju pantai rantau. Tirta : Jalannya cepet cak sedikit keburu jauh ni. Reja : Ini pula udah cepet berisik. Gada : Diem tubin dia syak hati. Cahyadi : (bertukar ke kanan dan kidal lampau masuk ke intern jenggala hampir pantai lalu ikut ke sebuah pondok) Tiras : Itu pasti rumahnya tempat persembunyian mereka. Gada : Kita harus mendekat. Tirta : Bener, itu Langgeng. Gada : Mari pula kepemukiman warga dan segera hubungi petugas keamanan. Babak 6 Prematur periode di depan rumah Cangkang Nawi Bungkusan Nawi : Tampaknya kita harus menghalangi mereka, tembuni-saudara karena polisi baru internal perjalanan. Sekiranya primitif, dapat sekadar hal yang tak diinginkan terjadi. Warga : Kami siap bantu Pak. Seluruh warga mengarah ke dangau dan atas aba-aba Sampul Nawi kesudahannya mereka bisa meringkus para penculik ketika petugas keamanan menclok. Dirman : Ceroboh sekali kau Cahyadi gimana mereka bisa tau! Nawi : Jadi kamu juga latah Cahyadi, percuma saya percaya sepadan engkau. Gada : Anda gak apa-apa? Kuat : Enggak (bertepatan terisak) Polisi : Kami akan bawa para penculik ini untuk diinterogasi. Terima kasih atas kerjasamanya. Gada : Terima anugerah Paket. Sampul Nawi : Saya menggantikan penduduk pesisir tepi laut Teluk Segara mengucapkan sambut anugerah yang setinggi-tingginya atas jasa adik-asik mahasiswa. Tirta : Sama-sama Pak nan penting semua aman. Gada : Pagi ini kami harus kembali ke kota Pak, saya rasa semua data penelitian sudah kami dapatkan. Kemasan Nawi : Iya silakan Dik.

Source: https://idoc.pub/documents/contoh-naskah-drama-untuk-10-orang-jlk9vrqo5845