Pertempuran Besar Antara Dua Pasukan


  • Respati hanantyo

  • Kamis, 14/04/2022

  • Pendidikan

  • 524 hits



Lukisan Georges Rochegrosse tahun 1859 mengilustrasikan suasana legiun Yunani maju bertempur di Maraton cak bagi menimpali Persia.

Nationalgeographic.co.id—Kekuasaan Persia mutakadim mencapai di Asia Kecil (Turki). Kuasa Persia di sana membuat daerah tingkat-kota Yunani di Asia Boncel melawan dalam Pemberontakan Ionia (499 SM-493 SM) karena alasan yang belum diketahui pasti oleh para sejarawan.

“Kelihatannya dikarenakan satu persekongkolan n domestik, sekalipun sejumlah ahli tarikh mempertanyakan ketidakpuasan orang Ionia, karena bani adam Persia nyaris memiliki otonomi politik dan ekonomi secarah mendunia,” catat Rupert Butler, sejarawan perang dalam buku yang ditulis bersama rekan-rekannyaPerang yang Mengingkari Album I.

“Mana tahu pemberontakan didorong oleh ii kabupaten-kota Yunani lainnya, peluang Athena dan Eretria, karena mereka segera kontributif setangga mereka di Aegea.”

Pemberontakan Ionia adalah bagian awal berpunca konflik samudra antara Yunani dan Persia saat itu. Pemberontakan itu dengan mudahnya ditundukkan karena penduduknya yang minus, dan bantuan dari daratan utama Yunani nan bukan seberapa.

Saja, ketika Darius merebut kedudukan tahun 521 SM berusul Cyrus I (kakak dari kakeknya), konflik Yunani dan Persia meningkat ketika hendak mengendalikan kekuasaannya dua tahun berikutnya.

Bahkan, kekuasaan Persia telah mencapai Thrace privat gerakan militer. Pemberontakan itu pun berhasil diredamnya dan mewujudkan kota-ii kabupaten Yunani di Asia Kecil kehilangan otonominya. Darius punya kecemburuan dengan Yunani, khususnya Athena, dalam balasan Ionia, sehingga diputuskanlah manuver militer untuk membuat mereka menyerah.

Dalam operasi, ia utus utusan ke setiap negara-ii kabupaten (polis) Yunani bagi menanyakan mereka tunduk di bawah Persia. Hanya Saronik di Aegina nan bersedia karena takut pada Persia dan hubungannya nan tak begitu bersahabat dengan Athena.

“Aegina di sumber akar kekuasan Persia berguna bahwa jalur laut ke dan bersumber semenanjung Yunani dapat diblokade, sehingga menggangu perdagangan dan mencanam keamanan Yunani,” jelas Butler dan rekan-rekan.

Akibatnya, Athena dan Sparta takhlik perantaraan kerjakan memaui Aegina menjujut ketundukannya.  “Inilah bisikan yang dibutuhkan Darius, dan dia menginjak menerapkan kerangka penyerbuannya ke daratan Yunani.”

Kampanye Darius bikin menaklukkan Yunani kebanyakan diandalkan sejarawan terbit garitan Herodotus (sekitar 484 SM-425 SM). Dia yaitu sejarawan di waktu Yunani kuno yang kerap disebut andai “Kiai Ahli sejarah”, walau selayaknya tulisannya diragukan karena mengandung bias.


Miltiades, sendiri pemukim Athena yang memimpin barisan menghadapi Persia di Maraton. Beliau yakni putra seorang atlet olimpiade

Sira menulis, Athena menyadari gerakan pasukan Persia yang hendak mengerahkan kekuatannya menjurus Eretria. Mereka serempak mengumpulkan pasukan dan mengutus Filipides, pengusung pesan kepada Sparta buat mengerahkan bantuan militer.

Posisi Sparta suntuk siap bakal membantu Athena yang yaitu plasenta sebangsanya. Masalahnya, alih-alih mereka mengirim serta merta bantuan militer, negara-kota yang langgeng ini juga sangat religius. Mereka mengidas untuk ikut bertempur sehabis berbuat keagamaan di bulan purnama yang tidak boleh ditinggalkan.

Butler dan rekan-rekan menulis, pasukan Athena adalah pasukan wargasama sama dengan Sparta. Yang yang membedakannya, Sparta lebih memerintahkan warganya untuk negara, sedangkan Athena tidak.

“Sekalipun direkrut berbunga pemukim biasa, infanteri Athena berdisiplin dan terbentuk baik,” terang mereka. “Mereka bisa bermanuver sebagai unit, yang disebutphallanx (sebuah ifanteri mengapalkan perisai dan tombak pangkat secara tumpang tindih) baik untuk mengaibkan maupun bertahan.”

Aswasada Athena punya tombak dan pedang yang terasuh. Senjata mereka bermanfaat kerjakan melewati padanan dengan melempar tombak.

N domestik pertahanan melawan Persia, pasukan Athena ketika itu dipimpin oleh sendiri warga yang telah ditunjuk bernama Miltiades. Di sisi lain, Persia mempunyai pasukan yang bukan kalah hebatnya di bawah komando Datis.

Secara militer, banyak yang menyengaja bahwa laskar Persia menggunakan penutup kepala dan gaun terbuat dari kain (capil dan jubah). Tetapi, Butler dan rekan-rekan berpendapat, di erot kejai itu probabilitas mereka memiliki lamina dan ketopong kerjakan mencagar badan.

Singkatnya, kedua belah pihak berlaga di Maraton yang berada 42 kilometer di timur laut Athena. Diperkirakan ada 10.000 pasukan yang dikerahkan Athena bikin berhadapan dengan 20.000 pasukan Persia. Tempat itu dipilih Persia berdasarkan saran terbit insan ‘kebal’ Athena yang dapat memiliki pengelihatan masa depan, Hippias.

Pertempuran itu diperkirakan terjadi pada Agustus dan September 490 SM. Miltiades membariskan pasukannya sedapat mungkin menyeimbangkan panjang pasukan pertahanan Persia, sehingga tampak rapuh di tengah.

Jarak antara kedua fungsi menurut Herodotus adalah okta- stadion (1,6 kilometer). Butler dan tim menulai, jarak itu tinggal jauh lakukan bertempur, doang tampaknya Athena begitu bersemangat dalam perkelahian sehingga takhlik Persia tergemap.

“Bentrokan kedua pasukan pastilah silam ganas. Dengan cepat kedua sayap berangkat hancur, belaka di bagian tengahnya bertahan dan dengan cepat memecahkan hamba allah Yunani,” ungkap Butler.

Herodotus batik, pasukan Yunani bersama-sama menjepit bagian tengah pasukan Persia, momen perlahan legiun sayap Persia sambar-menyambar menyelamatkan diri.


Filipides berlari 42 kilometer jauhnya bikin mengabarkan keberhasilan Athena atas Persia di Maraton. Peristiwa ini dikenang dalam olimpiade lari jarak jauh yang kini disebut Maraton.

Meski pada akhirnya Athena memenangkan pertempuran di Maraton, intimidasi lebih osean menggentayangi mereka. Ada banyak pasukan Persia yang meloloskan diri sehingga memungkinkan kerjakan akan adanya invasi besar-besaran di hari depan atas berita kekalahan ini. Herodotus mengingat-ingat, pertempuran ini mewujudkan Persia kehilangan 6.400 pasukannya.

Laporan kemenangan itu kemudian disampaikan maka itu Filipides, seorang pelari Athena. Dia berlari ke daerah tingkat Athena dengan jarak 42 kilometer nan membuatnya tewas kepayahan setelah menganjurkan kemenangan. Temporer pada hari berikutnya, pasukan Sparta justru bau kencur datang dan refleks mengucapkan selamat kepada mereka.


:
tanpa label

  • Alat pernapasan, 13/04/2016
    Optimalkan Penggagas
  • Sabtu, 03/05/2014
    Mengapa Pesuluh Papan bawah Online Lebih Unggul Semenjak Kelas Jamak?
  • Minggu, 26/12/2021
    James Webb, Teleskop Baru NASA Pembidik Standard Segenap
  • Source: https://www.smkn3-tng.sch.id/post/read/332/awal-konflik-besar-yunani-persia-pertempuran-maraton-yang-legendaris.html