Puisi Nisan Karya Chairil Anwar

Ilustrasi Sajak Tahlil Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash




Syair


Tahlil karya Chairil Anwar menjadi salah satu karya sastra nan populer di Tanah Air. Puisi yang diciptakan penyair legendaris tersebut ditulis sejak November 1943 dan diterbitkan pertama boleh jadi privat majalah lama


Pantja Raja


puas November 1946.


Puisi Doa menyampaikan makna sungguh-sungguh adapun Rabani melewati kata-kata kiasan di dalamnya. Puisi ini juga n kepunyaan imaji yang tajam, sehingga pembaca boleh menempatkan dirinya andai subjek ataupun sang penulis.


Mengutip buku


Pembelajaran Puisi, Apresiasi Terbit Privat Kelas


karangan Supriyanto (2020), imaji, imajinasi, alias citraan merupakan kekuatan introduksi yang dapat mengirimkan pembaca bikin hadir dan bergelut dengan perasaan penyair.


Dengan pengenalan lain, imaji akan membentuk pembaca seakan melihat, seakan berada di tempat kejadian, justru seakan pembaca merupakan pelakunya.


Penasaran dengan tembang Doa karya


Chairil Anwar

? Silakan simak pembahasannya di bawah ini.

Ilustrasi Puisi Doa Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash


Puisi Doa karya Chairil Anwar



Aku masih menyebut nama-Mu



Mengingat Kau penuh seluruh



Tinggal kerdip lilin di kelam nyenyat

Ilustrasi Puisi Zikir Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash


Anasir Intrinsik Puisi Doa karya Chairil Anwar


Berikut zarah intrinsik puisi Doa karya Chairil Anwar yang dikutip berasal buku


Sosi Berilmu UASBN SD 2022


oleh Enawati Waridah, S.S, dkk. (2010):


Tema yakni gagasan pokok yang disampaikan seorang penyair dulu puisinya. Dalam tembang Doa, Chairil Anwar perumpamaan penyair berupaya mengutarakan tema adapun kepasrahan diri koteng makhluk kepada Tuhannya.


Suasana gambaran sajak menjadi gambaran keadaan yang menyertai kejadian, peristiwa, atau situasi lain nan diungkap dalam puisi. Suasana puisi dapat berupa sedih, mencekam, marah maupun bahagia.


Ini bisa dilihat dari seleksi pengenalan yang digunakan penyair. Tembang Tahmid karya Chairil Anwar menunjukkan suasana sajak yang penuh penyongsongan.


Amanat puisi merupakan pesan yang hendak disampaikan maka itu penyair melampaui karyanya. Butir-butir dalam puisi Puji-pujian yakni manusia yang senantiasa memerlukan Tuhan di dalam hidupnya.

Ilustrasi Syair Tahmid Karya Chairil Anwar Foto: Unsplash


Pendekatan Ekspresif Puisi Doa Karya Chairil Anwar


Tembang Doa karya Chairil Anwar bisa dianalisa menunggangi pendekatan ekspresif. Mengutip kancing


Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan


oleh Mukhlis, S. Pd, M. Pd (2020), pendekatan ekspresif ialah pendekatan yang menekankan plong perasaan atau tempramen.


Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada penyair. Internal situasi ini, puisi nan diciptakan dianggap sebagai gambaran pribadi pencatat.


Analisa pendekatan ekspresif puisi Tahlil karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa puisi Doa karya Chairil Anwar menggambarkan sosok penyair yang religius.


Penyadur tetap ingat kepada Tuhan meskipun sedang mengalami kesulitan. Ini dapat dilihat berpangkal lirik berikut:




  • Dalam termangu aku masih menyebut namaMu






  • Walau musykil bukan main, mengingat Kau penuh seluruh

    “.

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/puisi-doa-karya-chairil-anwar-lengkap-dengan-unsur-intrinsiknya-1wB3LmZWIF1