Puisi Pendek Cinta Dalam Diam

Puisi cinta dalam diam adalah tembang nan mengungkapkan isi hati seseorang nan sedang tercantol, belaka engkau tak sanggup menyatakannya.

Sehingga cintanya hanya tersimpan di intern hati. Bukan diketahui kecuali makanya dirinya sendiri.

Berikut sebagian dari puisi-sajak cinta yang sejenis itu sedih karena enggak terungkapkan.

1. Ambruk Cinta

Dhuhur, 3 Ramadhan 1440 H

Saat kutatap wajahmu,
Sekonyongkonyong terbit perasaan
Yang tak interelasi kurasa sebelumnya.

Antara bahagia, suka, juga

Sedikit rasa keruh.

Setiap kupandangi wajahmu,
Tiba-berangkat hatiku mesem.

Dan mengalir pula rasa bahagia.

Entah karena apa?

Mungkinkah aku madya kasmaran?
Ataukah sekedar rasa kagum belaka.

Ah,
Biarlah. Kusimpan beres-kemas pikiran ini.

2. Saat Jatuh Pelalah, Kutulis Puisi Nan Luhur

tembang dalam tutup mulut

Segalanya tentangmu…
…adalah ketampanan.

Senyumanmu,
Cuaca bola matamu,
Bibir merahmu,
Pipi putih,
Terlebih sekedar mandu dudukmu:

Uh, luhur. Hanya indah.

Aku kepingin menatapmu dari jauh. Menyaksikan segala apa yang terbaik darimu.

Cak hendak kuperhatikan bagaimana loneng kepelesiran, mengulurkan uang suap lakukan hidupmu.

Aku jatuh cinta padamu. Ya, sekali lagi aku katakan, aku terikut padamu.

Tapi aku tak mau mengganggu diriku dengan segala rasa ini.

3. Tentang Cinta Privat Diam

Jika kau bertanya
Tentang cinta internal sengap.

Siapa:
Sira adalah rasa indah kerumahtanggaan dada,
Yang bukan sanggup diungkapkan.

Karena:
Ada kecemasan

Jangan-jangan harapan kan berpatut kekecewaan.

Jika kau bertanya
Adapun cinta dalam bungkam.

Bisa jadi:
Dia yaitu rasaku kepadamu,
Yang kupendam bertahun-tahun,
Berpunca dahulu, masa ini, mungkin juga nanti.

Tapi:
Aku lain kepingin mengganggumu,
Jangan-jangan kau menerima cintaku.

Sedangkan:
Mungkin cuma

Aku tidak sanggup memberi sebutir kesukaan, sekolam permata untukmu.

Itu.

4. Sajak Pendek Cinta Dalam Sengap

Aku sedang silau.
Padamu.

Ternyata,
Diam-tutup mulut merecup rasa majuh.

Cinta itu lampau ki akal,
Karena aku ambruk cinta sreg sahabat taat.

Rahasia itu cantik,
Secantik dirimu.

Tapi sayang
Cantikmu tak boleh kumiliki.

5. Puisi Bosor makan Dalam Sengap Islami

Tak mau rasanya,
Merasakan jatuh cinta ini.

Tapi aku,
Aku doang insan biasa.

Seluruh rasa itu,
Bergemuruh ke sekujur tubuhku.

Mengajak pikiranku berlarut-larut jauh,
Dan anganku mengembara: entah ke mana?

6. Namamu Kusemogakan Dalam Doa’ku

Inilah detik-detik mendebarkan
dalam bentangan usiaku.

Ketika kamu datang,
dan mencalonkan diri

menjadi pendamping hidupku.

Maka namamu selalu kusemogakan,
Di n domestik setiap doa-doaku.

Jika bersamamu mendatangkan kelebihan,
Maka satukanlah.

Jika bersamamu, menumbuhkan kepelesiran, maka pertemukanlah.

Jika bersamamu memahat kenangan indah, maka mudahkanlah.

7. Kau Tak Hubungan Tahu

Kau lain pergaulan tahu,
Bahwa kau telah menjebloskan hatiku: semenjak adv amat.

Kau juga tak pernah peka,
Bahwa setiap tatap ain, ucapan, serta yang kulakukan menunjukan rasa demap.

Ah,
Tapi mungkin kau berlebih baik.

Hingga tak sempat berpikir
Nan macam-macam tentangku.

8. Cinta Muslimah Dalam Sengap

Biarlah
Kusimpan rindu ini

Mudahmudahan tetap indah di sanubari.

Tak mau
Membiarkan rasa gelojoh
Mengembara dan tercacat.

Karena

Cinta terbaik yakni cinta
Yang senantiasa terjaga.

Jauh dari noda
Apalagi cak acap berlumur dosa.

Karena kuyakin,
Besar perut nan terasuh
Kan mendatangkan rahmat dari-Nya.

9. Tetapi Yang Terbaik

Kuakui
Ada pamrih dalam hatiku.

Bahwa entah bagaimana
Anda dan aku menjadi satu,
Spirit internal kano kondominium tinggi

Tapi aku tak cak hendak
Mendahului takdirku.

Bisa jadi

Engkaulah yang kuharapkan.

Namun mungkin hanya
Engkau bukan yang terbaik dalam hidupku.

Maka aku melembarkan
Untuk menyimpan gegares ini dalam bungkam.

Dan mudah-mudahan
Makin lama makin luntur.

Karena tidak cinta yang membelenggu,
Tapi cinta yang membahagiakan. Itulah yang kuharapkan.

10. Jika Kau Pulang, Lamarlah Aku

Jauh sudah dia meninggalkan.

Meninggalkan rumah berhari-musim.

Lama sudah aku menanti,
Kabar baik bersumber kultus lever.

Kalau kau bahagia,
Akupun timbrung bahagia.

Kalau kau berduka,
Disampingmu aku cak hendak berada.

Jauh sudah lalu dia menjauhi,
Sekarang mentah engkau pula.

Jika kamu datang,
Lamarlah aku jangan sampai diambil orang.

11. Tembang Mengherani

Kamu nan berjuang
Di depan mataku.

Membangun futur,
Tidak relasi kulihat mengeluh.

Maka hatiku kagum,
Buat setiap kerja gentur itu.

Maka bibirku tersenyum,
Menyaksikan kegigihanmu.

12. Mencintai Dalam Diam

Puisi Tinalaniati,


Ramadhan 1440 H.

Cak bagi cintaku
” semoga kita dipertemukan n domestik aliansi suci nan sani ”

Dan aku belum siap melangkah kian jauh denganmu,
maka aku mencintaimu dalam bungkam
kerena diamku adalah keseleo satu bukti cintaku padamu

ku mau memuliakanmu, dengan tidak mengajakmu menjalin hubungan nan gelap
ku tak mau merusak kesucian dan konservasi hatimu

karena diamku
ialah kaidah meluhurkan diri,

memuliakan kehormatan,

pula bagaikan cara menjaga hatimu.

Kali engkau yaitu seseorang nan telah Sang pencipta takdirkan untukku.

Karena dalam sengap

Suka-suka tahlil-doa nan senantiasa kupanjatkan,
Bukan sekedar untuk bersama denganmu,

Namun

Agar aku dan kamu mendapatkan yang terbaik.

Biarlah kusimpan segeh-rapi
Burung laut privat diam ini.

Jikalau memang takdirnya, Tuhan tentu

Akan satukan aku dan kamu dalam naungan sering mumbung berkah.

Dan jikalau:
Engkau tak ditakdirkan untukku,
Tuhan akan menghapus rasa ini diam-sengap.

Ia, ia adalah salah satu ceritaku
Yang mengisi salah cembung dari memori lever.

13. Kutuliskan Puisi Cinta

Kutuliskan tembang gelojoh,
Hanya agar aku mengerti tentang rasa.

Bahwa aku menyimpan cinta di privat dada. Jauh, jauh sekali di lubuk hati, bahwa tertawan itu meresahkan usia.

Di rekata jauh,
Terserah kangen yang mencecah.

Kala dekat,
Hatiku dag dig dug bergejolak.

Ternyata kau singgahi lever ini,
Dengan membawa segaris rindu,
Tapi kau tengung-tenging,
Bagaimana menyembuhkan lever rindu miliku ini?

14. Sia-Sia Kutunggu Dirimu

Adakah penyambutan yang begitu indah,
Selain penungguan puspa hati yang pergi jauh.

Adakah cinta yang begitu sedih,
Saat orang nan kucintai

Terbiasa berjuang sebelum hinggap.

Datang meminang.

Maka akan kutunggu
Hingga gelang-gelang ini melingkar di jari.

Kaulah cahaya cintaku,
Yang menggertak keremangan serta kesedihanku.

Hanya:

Mengapa kau datang dengan berita
Yang membuat hatiku pilu.

Cak kenapa kau cak bertengger
Sahaja sekedar menyabdakan
“Selamat tinggal”?

Apakah diriku tak memadai
Bikin menunggu?

Ataukah anda

Sudah lalu bertemu dengan nan lain selain diriku?

15. Tembang Cinta Dalam Tutup mulut Singkat

Selalu kukirimkan sajak sedih
Adapun harapan yang erat hilang.

Karena cinta ini tak terujarkan
Doang di hati bersemayam.

Jatuh cinta ini menyakitkan,
jika caruk tak dipertemukan,

hanya datang kekecewaan,
mengapa cintaku hanya padamu sendiri.

Kuketuk pinta hatimu,
Dengan faedah dan doa suci.

Sahaja memang bukan untukku,
Engkau ditakdirkan dengan yang lain.

Cak hendak rasanya aku menangis,
Semata-mata air mata rasanya adv amat.

Cak hendak aku berteriak,
Namun kritik telah serak.

Kemana cerbak harus kucari,
Bila cinta pertama telah menyingkir.

Inikah kisahan cinta itu,
Hanya singgah kemudian berpulang.

16. Puisi Cinta Internal Sengap Menyentuh Hati

Aku Mencintaimu Dari Kejauhan

Dia-lah:
Nan mendatangkan rasa gegares ini,
Memekarkan ketakjuban,
Mengintensifkan kerinduan.

Aku hanya pasrah,
Tak berenergi.

Hanya tertegun menyaksikan diriku tertambat puas seseorang nan entah, cak kenapa lain ada kependekaran mengungkapkannya.

Aku hanya mengagumimu dalam bungkam.

Utuh bukan tersentuh.

Aku sejenis itu mencintaimu:
Tapi izinkan diriku tak mengganggu hatimu, bukan merusak kekhusu’an ibadahmu, tak membubarkan kebahagiaan munajatmu.

Karena diriku
Telah layak bahagia saat mengetahui anda bahagia.

Aku kinang dialiri kesentosaan spirit,
Manakala melihatmu tersenyum dalam damai selama nasib.

Biarlah kudekap perasaan ini. Kupeluk berdampingan-rapat air mataku.

“Ketika aku tak pula terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena barangkali, aku gabungan batik tentangmu dan meyapa namamu intern tiap untaian doaku” (Juniarti, 8.5.19)

Baca juga:

Memanjakan Dalam Diam
Puisi Caruk N domestik Diam Dwitasari
Puisi Cinta Dalam Tutup mulut Ringkas

Tembang Burung laut Dalam Diam Menyentuh Lever

pg. 00.90.76

Source: https://pantuncinta2000.blogspot.com/2019/05/puisi-cinta-dalam-diam.html