Judul Buku : Daerah 5 Menara
Pencatat : Ahmad Fuadi
Teba Kiat : 423 Pelataran
Penerbit : PT.Gramedia Referensi Terdahulu
Tahun Terbit :2009

Sinopsis
Novel Negeri 5 Menara yang di karang makanya Ahmad Fuadi ini merupakan sebuah kisah yang di gotong dari cerita riil, bahkan telah di filmkan yang di rilis plong 1 Maret 2022. Tokoh utama di novel ini adalah Alif yang di lahirkan di minangkabau.
Alif yakni seorang anak yang baru saja bablas SMP di Minanjau. Alif membentuk kesepakatan dengan sahabatnya Randai bikin sama-setimbang melanjutkan pendidikan ke SMA di Bandung,kemudian masuk ke kampus idamannya,ITB. Belaka semua impiannya pupus sejenis itu saja ketika Amaknya meminta ia melanjutkan pendidikan di saung pesantren. Perdebatan antara Alif dan Amakpun terjadi, sehingga Alif mengidas lakukan menerungku diri di kamar dengan mogok bersantap, berharap hati orang tuanya melemah sehingga menuruti keinginan Alif ikut ke SMA, namun semua tawar saja. Hingga suatu perian ia Alif mendapatkan dokumen dari pamannya nan sedang menempuh pendidikan di Kairo, Mesir. Surat itu berisi saran kepadanya mudah-mudahan bersekolah di Pondok Madani yang letaknya di jawa. Setelah mengaji surat tersebut ia berfikir, jikalau memang harus menyinambungkan ke teratak peantren, anda akan melanjutkan ke Saung Madani semata-mata ucapnya, dan hal itu di setujui oleh individu tuanya meski dengan berat hati.
Setibanya di PM, lever alif rasanya semakin kacau dan hancur. Gelanggang yang ia datangi menurutnya benar-benaar mirip penjara yang akan menahannya selama beberapa tahun. Kejadian itupun menjadikan Alif makin banyak menyendiri, dan larut dalam kepahitan. Namun seiring berjalannya waktu, semua semakin berubah saat kelas pertama di mulai. Ustadz salman,di ikuti semua murid lainnya bukan henti-hentinya meneriakkan mantra yang bermartabat-benar membuat hati Alif melemah.” Man Jadda Wajada”: sispa yang bersungguh-sungguh tentu akan berdampak.
Di PM, Alif menemukan teman baru dari berbagai daerah, merupakan: Raja, Dulmajid, Said, Atang dan Baso. Yang kemudian mereka berenam kerap di kenal sebagai Sahibul Menara, nan internal bahasa indonesianya bermakna empunya palas-palas. Di asal menara inilah mereka menghabiskan waktu berhari-musim dengan menghafal, belajar, melancarkan bahsa arab dan inggris yang merupakan bahasa terbiasa di Pm. Masa pertama mereka lewati dengan penuh cobaan dan tantangan, hanya mereka mampu melewatinya dengan semangat serta persahabatan yang semakin kental. Hingga suatu hari, Baso keluar berpunca PM, karena neneknya yang telah sakit-sakitan, di tambah lagi perekonomian yang tidak mendukung. Dengan berat lever mereka melepaskan sahabatnya itu dengan berpelukan satu persaru. Keberangkatan baso inilah yang membuat Alif dan sahibul menara lainnya merasa terdorong bagi taajul keluar dari PM dengan cepat dan tentunya hasil yang memuaskan hingga kemudian sama-sama menjadi orang nan sukses. Di bawah para-para madani, para sahibul menara selalu berfikir visioner dan berambisi segara, adalah menaklukkan dunia. Dengan kebulatan hati dan kerja persisten mereka hal itu bisa teraih. Alif berada di Amerika, Syah di Eropa, Said dan Dulmajid di indonesia, Atang di afrika dan Baso di Asia. Karena kesungguhan mereka semua cobaan dan rintangan yang enggak henti-hentinya menghadang berhasil mereka lalui dengan sukma dan intensitas mereka, di tambah lagi satu hobatan asing biasa nan selalu menyalakan hidup mereka “Man Jadda Wajada.”

Kekurangan
Dalam penyajian klimaks rasanya belum terlalu menonjol, di tambah lagi penjelasan juru tulis dalam menguraikan konflik dari pencetus yang satu dengan yang lainnya tidak secara tuntas.
Kelebihan
Cerita yang sangat menarik, membuat pembaca seakan-akan terus penasaran dengan kelanjutan ceritananya, sehingga pembaca terbayang-bayang bagaimana vitalitas di dangau pesantrebahasa nan di gunakan sepan santun, tambahan bahasa arab dengan penjelasan keefektifan di menyerahkan pembaca wawasan plonco. Banyak juga di jumpai kata-pembukaan senawat nan secara tidak langsung membuat hati pembaca ki terdorong untuk semakin meningkatkan operasi baik kerumahtanggaan berlatih maupun berkreasi.