Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Pdf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Bisnis
atau
niaga
adalah kegiatan memperjualbelikan dagangan maupun jasa dengan tujuan memperoleh laba.[1]
[2]
Dalam aji-aji ekonomi, niaga yaitu satu organisasi yang cak memindahtangankan barang ataupun jasa kepada pemakai atau menggalas lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis perkenalan awal bisnis terbit bahasa Inggris
business, dari kata dasar
busy
yang berharga “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun mahajana. Dalam artian, sibuk berbuat aktivitas dan pekerjaan nan mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, di mana kebanyakan menggandar dimiliki oleh pihak swasta, memikul dibentuk bagi mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator semenjak sebuah bisnis mendapatkan sagu hati sesuai dengan tahun, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun, tidak semua bisnis berburu keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperasi nan bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah nan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model dagang begitu juga ini kontras dengan sistem sosialistik, di mana komersial raksasa kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat mahajana, ataupun perkongsian pelaku.

Secara etimologi, bisnis berharga hal di mana seseorang maupun sekerumun orang sibuk berbuat tiang penghidupan yang menghasilkan keuntungan. Alas kata “bisnis” sendiri n kepunyaan tiga pengusahaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada raga aksi, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan cermat yang bermaksud mencari laba ataupun keuntungan. Pengusahaan nan lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk puas seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi “memikul” yang tepat masih menjadi sasaran perdebatan hingga saat ini.

Rajah dasar kepemilikan bisnis

[sunting
|
sunting sumber]

Meskipun rancangan kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa tulangtulangan yang dianggap publik:

Perusahaan orang per orang

[sunting
|
sunting sendang]

Perusahaan perseorangan yaitu bisnis yang kepemilikannya dipegang maka itu suatu individu. Pemilik perusahaan oknum n kepunyaan pikulan jawab tidak minus atas harta perusahaan. Perusahaan ini dikelola secara perorangan serta memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelangsungan perusahaan dan terpangkal berbunga dari hoki sendiri. Lazimnya firma perorangan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Persekutuan

[sunting
|
sunting sumber]

Persekutuan ialah bentuk jual beli di mana dua orang ataupun makin berkolaborasi mengoperasikan firma lakukan mendapatkan keuntungan. Sebanding seperti firma orang seorang, setiap sekutu (anggota persemakmuran) memiliki tanggung jawab tak sedikit atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persemakmuran komanditer dan perusahaan.

Perseroan

[sunting
|
sunting sumber]

Perseroan adalah jual beli yang kepemilikannya dipegang maka itu beberapa orang dan diawasi makanya dewan direktur. Setiap pemilik memiliki bagasi jawab nan terbatas atas harta firma.

Koperasi

[sunting
|
sunting sumber]

Koperasi ialah niaga nan beranggotakan orang-orang atau bodi hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan cara koperasi simultan sebagai gerakan ekonomi rakyat yang bersendikan asas perpautan. Koperasi bertujuan lakukan menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi nan memperlainkan dengan badan kampanye lain adalah anggota koperasi mempunyai identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Klasifikasi

[sunting
|
sunting mata air]

Bisnis terdiri bermula berjenis-jenis macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara nan berlainan-cedera. Satu berpokok banyak cara nan boleh digunakan merupakan dengan mengklasifikasikan memikul beralaskan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

  • Manufaktur yakni menggandar yang memproduksi produk nan bermula terbit produk mentah atau onderdil-suku cadang, kemudian dijual lakukan mendapatkan keuntungan. Konseptual manufaktur merupakan firma nan memproduksi barang jasmani seperti mobil alias honcoe.
  • Niaga jasa adalah bisnis yang menghasilkan komoditas intangible. Dagang ini mendapatkan keuntungan dengan prinsip meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh menggalas jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai calo produk antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer.
    tatap pula:
    Waralaba
  • Niaga perkebunan dan pertambangan adalah dagang yang memproduksi barang-komoditas mentah, seperti tanaman maupun mineral makdan.
  • Niaga moneter adalah bisnis nan mendapatkan keuntungan berbunga investasi dan tata modal.
  • Bisnis makrifat merupakan menggalas menghasilkan keuntungan terutama pecah pejualan-kembali nasib baik ilmuwan.
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa bakal publik, sebagai halnya setrum dan air, dan galibnya didanai oleh pemerintah.
  • Menggalas real estate adalah dagang yang menghasilkan keuntungan dengan prinsip menjual, menyewakan, dan mengembangkan nasib baik, rumah, dan bangunan.
  • Kulak transportasi yaitu bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau cucu adam bersumber sebuah lokasi ke lokasi yang tidak.
  • Memikul online yaitu menggandar yang dilakukan secara online lewat internet. Internal dagang online, produk apa saja bisa diperjuabelikan layaknya pada bisnis lega lazimnya. Lakukan bisa berbisnis secara online, banyak media yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah website, Facebook, Twitter, Instagram, Path, blog, dan lain-lainnya.

Penyelenggaraan

[sunting
|
sunting sumber]

Kajian yang mempelajari operasi dagang secara efisien dan efektif disebut dengan
manajemen. Cagak terdahulu pecah penyelenggaraan adalah manajemen keuangan, tata pemasaran, manajemen sumber gerendel individu, manajemen taktis, manajemen operasi, manajemen produksi, tata teknologi makrifat, dan intelejen bisnis.

Catatan kaki

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    M.Si, Dr Ir Hj Apiaty Kamaluddin; M.Si, Dr Patta Rapanna, S. E. (2017-07-31).
    Administrasi Bisnis. SAH MEDIA. ISBN 978-602-6928-23-8.





  2. ^



    Komunikasi Bisnis, edisi 3. Erlangga. ISBN 978-979-781-242-3.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis