Sketsa Guci Dari Tanah Liat

JAMUR Seumpama ORNAMEN DEKORASI GUCI KERAMIK

Abstract

Guci keramik yaitu produk hasil olahan lahan liat yang melalui proses pembentukan habis dibakar andai tahapterakhir. Pada awalnya guci keramik berfungsi umpama alat fungsional, digunakan andai arena sebagai halnya tempat menampung air. Seiring berkembangnya zaman, guci keramik berkembang menjadi hasil karya seni. Guci keramik menjadi barang yang lampau menarik, karena keberadaannya sebagai benda hias nan galibnya dipajang diruang tamu dapat menjadi bunyi bahasa martabat seseorang. Beragam macam gambar guci yang ada membuat penulis mau menciptakan kumba keramik dengan ciri tersendiri penulis, dengan penyisipan cendawan laksana ornamen dekorasi pada badan gombang. Penerapan jamur ibarat ornamen dekorasi ini bermula berpunca afinitas penulis pada jamur, tekstur baja yang halus dan kenyal kalau dipegang namun terlihat kokoh membuat perekam cak hendak lebih memafhumi pupuk, adapun Rumusan dari ide gagasan ini yaitu : 1) ide gagasan karya guci ubin dengan dekorasi jamur. 2) proses perwujudan karya guci keramik dengan ornamen pupuk mulai dari sketsa, bahan, teknik pembentukan, dekorasi, dan pembakaran. 3) penyajian karya. Sedangkan tujuan bermula skripsi merupakan : 1) Untuk menempuh ain ceramah skripsi karya sebagai syarat kelulusan. 2) Menciptakan karya guci lantai dengan ornamen jamur yang n kepunyaan ciri khas penulis. 3) Sebagai inspirasi lakukan mengembangkan kreativitas, khususnya mahasiswa seni rupa.Metode penciptaan yang dipakai pada skripsi ini adalah teori kreativitas Graham Walls, kerumahtanggaan rahasia Irma Damajanti, dimana didalamnya suka-suka empat tahap proses kreatif, yakni : 1) tahap langkah (prepration), tahap sediakala ini penyadur melakukan pengumpulan data dan mengamati kerangka kawul dan guci secara langsung.2)tahap pengeraman (incubation),tahap ini penulis berangkat membuat sketsa alternative dan mulai takhlik uji coba objek.3)tahap munculnya nubuat (illumination) tahap ketiga ini penulis mulai melakukan proses pembentukan karya mulai sejak sketsa terpilih, 4) tahap pengujian (verification), pada tahap pengunci ini karya disajikan dalam dua rang, yaitu dalam rang penyajian berupa display karya dan penyajian berupa informasi karya. Tahap proses pembuatan, penulis menggunakan incaran tanah pekat kuning gading nan berasal dari Bantur, Malang selatan. Serta teknik yang dipakai yaitu teknik lemp engan (slab), teknik pijit (pinch), dan teknik pilin (coil).Pembukaan Siasat: Kempit, jamur, keramik

Source: https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/26689