Soal Uas Belajar Dan Pembelajaran


PERTANYAAN NO. 1 :

Kegiatan penerimaan dilakukan oleh dua orang pegiat, yaitu guru dan murid. Perilaku temperatur adalah membelajarkan dan perilaku siswa adalah berlatih. Berkenaan dengan hal tersebut coba Anda lakukan analisis komprehenship apa hakekat dari membiasakan dan pembelajaran yang selayaknya. Bagaimana posisi master yang mudahmudahan dalam kegiatan penataran tersebut?


Jawaban :

Berlatih merupakan salah suatu faktor nan mempengaruhi dan bermain penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlanjut melewati kegiatan belajar.







Di dasar ini disampaikan tentang pengertian sparing dari para ahli :

  • Moh. Rawi (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu cak bagi memperoleh peralihan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil berpunca pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
  • Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan intern karakter nan dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, proklamasi dan kecakapan”.
  • Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pesiaran dan sikap plonco”.
  • Hilgard (1962) : “berlatih yakni proses dimana satu perilaku unjuk perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”
  • Di Vesta dan Thompson (1970) : “ membiasakan ialah pergantian perilaku nan relatif berkampung ibarat hasil dari pengalaman”.
  • Gage & Berliner : “berlatih adalah suatu proses pergantian perilaku yang yang muncul karena pengalaman”

Dari beberapa signifikasi belajar tersebut diatas, pembukaan kunci dari belajar adalah perlintasan perilaku. Dalam kejadian ini, Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri bersumber perubahan perilaku, yakni :


1.


Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).


Pergantian perilaku nan terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari anak adam yang bersangkutan. Sejenis itu juga dengan hasil-hasilnya, individu nan bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya mutakadim terjadi transisi, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengajuk suatu proses sparing. Misalnya, sendiri mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa ia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Ilmu jiwa Pendidikan ia menyadari bahwa privat dirinya telah terjadi perlintasan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pesiaran, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.


2.


Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).

Bertambahnya pengetahuan atau kecekatan yang dimiliki lega dasarnya adalah kontinuitas berbunga pengetahuan dan kesigapan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, warta, sikap dan kesigapan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi peluasan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, sendiri mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Saat ia mengikuti perkuliahan “Kebijakan Sparing Mengajar”, maka maklumat, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Sparing” akan dilanjutkan dan boleh dimanfaatkan n domestik mengajuk perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.


3.


Perubahan yang fungsional.

Setiap perubahan perilaku nan terjadi dapat dimanfaatkan bikin khasiat hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan periode masa ini atau masa mendatang. Model : sendiri mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengumuman dan keterampilannya kerumahtanggaan psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan bikin mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan berekspansi perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.


4.


Persilihan yang berkepribadian berupa.

Perubahan perilaku nan terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, koteng mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa intern n domestik Prose Belajar Mengajar tidak wajib mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau urut-urutan perilaku dan pribadi petatar didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Ilmu jiwa Pendidikan, kamu memahami dan bertekad untuk menerapkan prinsip – pendirian perbedaan tunggal maupun prinsip-kaidah urut-urutan turunan jika dia kelak menjadi guru.


5.


Perubahan yang berkepribadian aktif.

Untuk memperoleh perilaku baru, cucu adam yang bersangkutan aktif berupaya mengamalkan persilihan. Misalnya, mahasiswa cak hendak memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan mengaji dan mengkaji buku-kiat ilmu jiwa pendidikan, berpolemik dengan bandingan tentang ilmu jiwa pendidikan dan sebagainya.


6.


Perubahan yang bersifat pemanen.

Persilihan perilaku yang diperoleh terbit proses sparing menentang berdiam dan menjadi fragmen yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa membiasakan mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer jinjing tersebut akan menetap dan terpaku dalam diri mahasiswa tersebut.


7.


Perubahan nan bertujuan dan terarah.

Basyar melakukan kegiatan belajar pasti terserah tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka singkat, jangka menengah maupun jangka pangkat. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, harapan yang ingin dicapai n domestik jenjang pendek kelihatannya sira ingin memperoleh kabar, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan intern rajah kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya kamu kepingin menjadi guru nan efektif dengan punya kompetensi yang memadai akan halnya Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan lakukan mencapai intensi-tujuan tersebut.


8.


Perubahan perilaku secara keseluruhan.


Perubahan perilaku belajar bukan cuma sekedar memperoleh pemberitaan semata, tetapi tertera memperoleh pun pertukaran dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pesiaran mengenai “Teori-Teori Sparing”, dia juga memperoleh sikap mengenai pentingnya seorang guru membereskan “Teori-Teori Berlatih”. Begitu juga, dia memperoleh kelincahan kerumahtanggaan menerapkan “Teori-Teori Sparing”.

Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), persilihan perilaku yang merupakan hasil membiasakan dapat berbentuk :


  1. Laporan verbal

    ; yaitu penguasaan informasi dalam rangka oral, baik secara tertera maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.

  2. Kecakapan sarjana

    ; yaitu keterampilan manusia dalam mengerjakan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan bunyi bahasa-simbol, misalnya: pemanfaatan bunyi bahasa matematika. Tertulis dalam ketangkasan ilmuwan yakni kecakapan intern membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit, konsep maya, sifat dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi penceraian komplikasi.

  3. Strategi kognitif

    ; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses penerimaan, kebijakan kognitif yaitu kemampuan menuntaskan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan jauhari menitikberatkan pada hasil pendedahan, sedangkan politik psikologis kian memfokuskan pada pada proses pemikiran.

  4. Sikap

    ; yaitu hasil pembelajaran nan kasatmata kecakapan individu untuk memilih variasi tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan privat diri sosok yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terwalak unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan cak bagi bertindak.

  5. Kecakapan motorik

    ; ialah hasil belajar yang riil kecakapan rayapan yang dikontrol maka dari itu urat dan fisik.

Tentatif itu, Moh. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil berlatih akan tampak dalam :

  1. Kebiasaan; seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-barangkali menghindari gaya pemanfaatan kata ataupun struktur yang keliru, sehingga risikonya ia wajib dengan penggunaan bahasa secara baik dan ter-hormat.
  2. Keterampilan; seperti : menulis dan berolah jasmani yang meskipun sifatnya motorik, kelincahan-kecekatan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran nan tinggi.
  3. Pengamatan; yakni proses menerima, meniadakan, dan memberi kebaikan rangsangan yang masuk melintasi indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai signifikansi yang benar.
  4. Berfikir figuratif; yakni berfikir dengan prinsip mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya pulang ingatan.
  5. Berfikir rasional dan perseptif yakni menggunakan kaidah-kaidah dan asal-dasar pengertian kerumahtanggaan menjawab pertanyaan peka seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).
  6. Sikap ialah tendensi yang nisbi menetap untuk bereaksi dengan mandu baik atau buruk terhadap makhluk alias barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keagamaan.
  7. Inhibisi (menyingkir hal yang mubazir).
  8. Penghargaan (menghargai karya-karya bermutu.
  9. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan mengalir perlahan-lahan, berang, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya.

Sedangkan menurut Bloom, persilihan perilaku nan terjadi bak hasil sparing membentangi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif, afektif dan psikomotor, beserta tingkatan aspek-aspeknya.


PERTANYAAN NO. 2 :

UNESCO telah membebaskan empat pilar penataran, ialah
learning to know,
learning to be, learning to life together,
dan
learning to do. Coba Engkau jelaskan apa intensi dari ke empat pilar pembelajaran tersebut. Bagaimana implementasi dan implikasinya dalam kegiatan pengajian pengkajian di madrasah ?


Jawaban :

Lakukan menghadapi dan menyetimbangkan diri dengan tuntutan perkembangan bumi yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) menyusun catur pilar belajar, merupakan: berlatih mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar spirit bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).


1. Belajar mengetahui (



learning to know



)



Sparing

memafhumi berkenaan dengan perolehan, penaklukan dan pemanfaatan pengetahuan. Dewasa ini terdapat ledakan mualamat dan amanat. Hal itu tidak saja disebabkan karena adanya perkembangan yang sangat cepat intern bidang ilmu dan teknologi, doang juga karena perkembangan teknologi nan adv amat cepat, terutama dalam bidang elektronika, memungkinkan beberapa segara kenyataan dan manifesto tersimpan, bisa diperoleh dan disebarkan secara cepat dan intim menjangkau seluruh planet bumi. Belajar mengerti ialah kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dengan beraneka ragam upaya masukan pengetahuan, melalui mendaras, mengakses internet, bertanya, mengikuti pidato, dll. Amanat dikuasai melalui hafalan, tanya-jawab, sumbang saran, latihan pemecahan masalah, penerapan, dll. Pengetahuan dimanfaatkan kerjakan menyentuh berbagai tujuan: memperluas wawasan, meningkatakan kemampuan, memecahkan ki aib, berlatih selanjutnya, dll.

Jacques Delors (1996), sebagai atasan komisi penyusun
Learning the Treasure Within, memfokuskan adanya dua manfaat pengetahuan, yaitu amanat umpama perangkat (mean) dan pengetahuan sebagai hasil (end). Ibarat alat, pengetahuan digunakan untuk pencapaian berbagai ragam tujuan, seperti: memahami lingkungan, kehidupan patut sesuai kondisi mileu, ekspansi keterampilan bekerja, berkomunikasi. Sebagai hasil, pengetahuan mereka dasar buat kepuasaan mencerna, mengetahui dan menemukan.

Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan publikasi mentah. Maka itu karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, apalagi ditingkatkan menjadi
knowing much
(berusaha tahu banyak).


2. Membiasakan berkreasi
(learning to do)




Agar ki berjebah menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat nan berkembang sangat cepat, maka sosok teradat belajar berkarya. Sparing bekerja berhubungan erat dengan belajar mengerti, sebab takrif memedomani perbuatan. Dalam konsep uang lelah Unesco, belajar berkarya ini punya makna khusus, ialah kerumahtanggaan kaitan dengan vokasional. Sparing berkreasi yakni balajar atau sparing memintasi keterampilan dan kompetensi kerja. Satu bahasa dengan aplikasi jalan pabrik dan perusahaan, maka kelincahan dan perlombaan kerja ini, juga berkembang semakin tinggi, tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional, semata-mata sampai dengan kompetensi profesional. Karena tuntutan karier didunia industri dan perusahaan terus meningkat, maka insan yang akan memasuki dan/alias telah masuk di mayapada pabrik dan firma perlu terus bekarya. Mereka harus mampu
doing
much
(berusaha berkreasi banyak).


3. Sparing arwah bersama
(learning to live together)




N domestik roh universal, kita tidak tetapi berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi, sahaja hidup bersama dan berkomplot dengan aneka gerombolan tersebut. Semoga berkecukupan berinteraksi, berkomonikasi, berekanan dan jiwa bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama. Tiap kelompok mempunyai latar belakang pendidikan, kebudayaan, leluri, dan tahap perkembangan nan berbeda, agar boleh bekerjasama dan hayat rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama,
being sociable
(berusaha membina semangat bersama)


4. Berlatih berkembang utuh
(learning to be)




Tantangan sukma yang berkembang cepat dan lewat kompleks, menghendaki ekspansi manusia secara utuh. Turunan yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek jauhari, emosi, sosial, fisik, maupun akhlak. Buat mengaras sasaran demikian orang dituntut banyak belajar melebarkan seluruh aspek kepribadiannya. Senyatanya tuntutan perkembangan spirit global, bukan hanya memaui berkembangnya manusia secara menyeluruh dan utuh, tetapi juga hamba allah utuh yang menjuarai. Bakal itu mereka harus berusaha banyak mencapai stempel (being excellence). Nama diperkuat dengan akhlak nan awet. Individu-bani adam global harus berupaya bersusila kuat maupun
being morally.


Soal NO. 3 :

Hasil berbagai studi para ahli tentang kegiatan master dan siswa n domestik kaitannya dengan penguasaaan sasaran pembelajaran ialah model pembelajaran.


Berkenaan dengan hal tersebut coba Beliau jelaskan:

a.


Ciri-ciri Model Pembelajaran

b.


Empat jenis Transendental Pembelajaran beralaskan Teori


Jawaban :

Joyce & Weil (1980) mendefinisikan arketipe penelaahan andai kerangka contoh yang digunakan sebagai pedoman n domestik mengerjakan penerimaan. Dengan demikian, model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis internal mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai intensi belajar. Jadi model penerimaan cenderung normatif, nan relatif sulit dibedakan dengan strategi penerimaan.


a.




Ciri – ciri Model Pembelajaran

1.


Berdasarkan teori pendidikan dan teori berlatih dari para juru tertentu.

2.


Mempunyai misi ataupun maksud pendidikan tertentu

3.


Dapat dijadikan pedoman bagi perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas

4.


N kepunyaan adegan – bagian model yang dinamakan :

·


Belai langkah – langkah penerimaan
(syntax)

·


Adanya cara – prinsip reaksi

·


Sistem sosial

·


Sistem simpatisan

5.


Memiliki dampak sebagai akibat terapan sempurna penelaahan.

·


Dampak pembelajaran , yaitu hasil berlatih nan dapat diukur

·


Dampak pengiring, yaitu hasil berlatih jangka panjang

6.


Mewujudkan anju mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pendedahan nan dipilihnya.


b.




Empat keberagaman Model Pendedahan berdasarkan Teori

1.


Model Interaksi Sosial

Model ini didasari oleh teori Gestalt
(field theory).
Model ini memfokuskan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat
(learning to life together).


Aplikasi kerumahtanggaan pendedahan adalah :

·


Pengalaman (Insight/Tilikan)

·


Penataran Yang Berarti

·


Perilaku Bertujuan

·


Pendirian Ruang Hidup
(Life Space)

Strategi Pembelajarannya Seumpama Berikut :

·


Kerja kelompok

·


Persuaan kelas

·


Penceraian masalah sosial atau social inquiry

·


Bertindak peranan

·


Simulasi sosial

2.


Model Pemrosesan Mualamat

Model ini berdasarkan teori belajar serebral (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses wara-wara yang dapat memperbaiki kemampuannya. Pemrosesan informasi merujuk puas cara mengumpulkan / menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan keburukan, menemukan konsep dan menggunakan simbol oral dan visual.

Dalam penelaahan terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian terjamah sehingga menghasilkan output intern bentuk hasil berlatih. Privat pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal (keadaan cucu adam, proses psikologis) dan kondisi – kondisi eksternal (rangsangan berusul mileu) dan interaksi antar keduanya akan menghasilkan hasil sparing. Penerimaan ialah tamatan dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia
(human capabilities)
yang terdiri terbit :

·


Takrif Lisan

·


Kecakapan Intelektual

·


Ketatanegaraan Serebral

·


Sikap

·


Kecakapan Motorik

3.


Teladan Personal
(Personal Models)


Eksemplar ini terpancur dorong semenjak teori Humanistik, ialah merentang terhadap pengembangan diri individu. Perasaan utamanya pada romantis siswa lakukan mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi murid yang bernas membuat hubungan yang harmonis serta mampu memproses maklumat secara efektif.

Implikasi dalam pendidikan membentangi :

·


Bertingkah laku dan belajar yaitu hasil pengamatan

·


Tingkah laku yang ada dapat dilaksanakan sekarang (learning to do)

·


Semua sosok mempunyai dorongan dasar terhadap aktualisasi diri

·


Sebagian besar tingkah laku cucu adam adalah hasil berbunga konsepsinya sendiri

·


Mengajar adalah enggak hal berarti, tapi belajar petatar adalah sangat berharga
(learn how to learn)

·


Mengajar adalah membantu individu bagi meluaskan suatu hubungan nan berpunya dengan lingkungannya dan memandang dirinya ibarat pribadi nan elok

Strategi pembelajarannya sebagai berikut :

·


Pembelajaran non direktif, bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan pribadi (kognisi diri, pemahaman dan konsep diri)

·


Kursus pemahaman, bermaksud untuk meningkatkan kemampuan interpersonal atau kepedulian siswa

·


Sintetik, bakal mengembangkan kreatifitas pribadi dan menguasai masalah secara kreatif

·


Sistem konseptual, untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes

4.


Acuan Modifikasi Tingkah Laku
(Behavioral)

Model ini memercik sorong dari teori berlatih behavioristik, yaitu bertujuan untuk mengembangkan sistem yang efisien kerjakan mengurutkan tugas – tugas belajar dan membentuk tingkah laris dengan cara memanipulasi stabilitas
(reinforcement).
Paradigma ini lebih banyak menekankan pada aspek persilihan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati. Karakteristik konseptual ini ialah kerumahtanggaan hal penjabaran tugas – tugas nan harus dipelajari siswa lebih efisien dan berurutan.

Terserah 4 fase dalam model ini, yaitu :

·


Fase mesin pembelajaran (CAI dan CBI)

·


Penggunaan media

·


Pengajaran berprograma (Linier
dan
branching)

·



Operant Conditioning


dan
Operant Reinforcement

Implementasi dari model ini adalah meningkatkan ketelitian pengucapan sreg anak. Guru selalu perhatian terhadap tingkah laku sparing peserta. Modifikasi tingkah laku anak yang kemampuan belajarnya kurang dengan reward, seumpama reinforcement pendukung.

Sumber :

Rusman, Dr., 2010, Teladan – Model Pembelajaran Melebarkan Profesionalisme Hawa, Seri Penyelenggaraan Sekolah Bermutu, PT. Indah Mandiri Pers, Bandung.

http://ekagurunesama.blogspot.com/2010/07/definisi-model-pembelajaran.html


PERTANYAAN NO. 4 :

Perkembangan Teknologi Takrif dan Komunikasi membawa dampak yang luar stereotip dalam kegiatan pembelajaran. Ada empat hipotetis pembelajaran dilihat dari eksploitasi TIK atau wahana, merupakan Pola Pembelajaran Tradisional 1, Pola Penerimaan Tradisional 2, Paradigma Penataran Guru-Kendaraan, dan Ideal Pembelajaran Bermedia. Coba Ia jelaskan keempat teladan pembelajaran tersebut disertai dengan contohnya. Berasal keempat pola tersebut manakah nan minimal baik berkenaan dengan penggunaan TIK dalam kegiatan pengajian pengkajian ?


Jawaban :

Pola Pembelajaran dilihat berasal penggunaan TIK alias media dikemukakan oleh Barry Morries terdiri dari 4 macam, yaitu :



I.


Eksemplar pendedahan tradisional pertama adalah pola pembelajaran dimana hawa misal pusat berpangkal deklarasi, privat kamil guru memiliki peranan nan sangat osean kerumahtanggaan proses penelaahan, siswa cuma laksana mustami.

Model Pembelajaran Tradisional 1 :

Contohnya: Metode ceramah yang dilakukan guru saat alat penglihatan kursus IPS, dimana guru menyucikan mata tuntunan tersebut lega pesuluh, sesuai dengan pemberitaan yang suhu tersebut ketahui, dan para siswanya mendengarkan barang apa yang guru jelaskan.



II.


Pola tradisional kedua dalam proses pembelajaran sudah digunakan ki alat sebagai alat bantu dalam menyampaikan informasi kepada siswa, plong pola kedua ini guru sudah memanfaatkan media sebagai alat buat menyampaikan materi, misalnya temperatur menggunakan OHP, Flowchart, Kendaraan Audio, dan enggak-enggak. Namun plong pola ini sang guru masih dominan.

Pola Pembelajaran Tradisional 2 :

Contoh: Guru menerangkan mata pelajaran IPA sesuai dengan manifesto nan sira miliki, dengan menunjukkan gambar yang telah disiapakan oleh master tersebut sebelumnya, gambar tersebut ditunjukkan pada petatar menggunakan OHP.


III.


Konseptual ketiga yakni pola penelaahan guru dan media, dalam keadaan ini guru menyampaikan materi kepada petatar dengan didampingi media. N domestik teladan ini prosentase master dan alat angkut merupakan 50%.

Pola Pembelajaran Guru dan Media :

Contoh: suhu menerangkan mata pelajaran ki kenangan, dan guru tersebut mutakadim membuat presentasi mata pelajaran sejarah sebelumnya. Dan master tersebut menunjukkan presentasinya dengan LCD Projector.


IV.


Teladan keempat yakni pola pembelajaran bermedia, lega komplet ini hawa tidak juga berlaku sebagai amung sumur informasi bagi kegiatan penataran para siswa. Akan tetapi siswa dapat memperoleh amanat berpangkal berbagai ki alat.

Pola Pembelajaran Bermedia :

Sempurna: Pada alat penglihatan pelajaran TIK hawa memerintahkan para siswanya untuk membuat e-mail, lalu master tersebut menyerahkan tugas pada siswanya dengan mengirimkan e-mail, dan pelajar dapat menjawab pertanyaan dengan browsing di internet.

Berdasarkan ke catur pola penataran di atas maka Teoretis Pembelajaran Bermedia merupakan pola penataran yang sudah menunggangi media TIK secara menyeluruh.  Privat kegiatan pembelajaran Master tidak lagi menjadi satu-satunya sumur belajar bagi petatar tapi peran guru cuma bak fasilitator dalam proses belajar pesuluh. Pembelajaran seutuhnya harus dilakukan maka dari itu murid dengan bantuan media TIK sebagai sumber belajar bagi siswa. Media atau TIK didisain berperan secara penuh privat membentangkan materi pembelajaran kepada siswa. Tugas guru semata-mata bak konsultan/penyuluh bagi siswa. Jadi kerumahtanggaan kegiatan pengajian pengkajian sudah berorientasi penuh pada pola
student center
alias berpusat plong siswa.

Sendang :

Rusman, Dr., 2010, Pola – Model Pembelajaran Meluaskan Profesionalisme Guru, Seri Tata Sekolah Bermutu, PT. Indah Mandiri Pers, Bandung.

http://sejarahfotografi.blogspot.com/2010/01/ilmu jiwa-pendidikan.html





Pertanyaan NO. 5


Salah suatu penentu kualitas pendidikan adalah Guru yang professional. Menurut Dia seperti apakah guru yang professional itu? Berikan argumentasi Anda secara utuh mengenai sosok guru nan professional tersebut.


Jawaban :

Menurut Qanun Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 akan halnya Guru, pasal 2 disebutkan bahwa Suhu wajib memiliki Kualifikasi Akademik, Kompetensi, Pertinggal Pendidik, fit jasmani dan rohani, serta punya kemampuan untuk membentuk intensi pendidikan nasional.

Kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh hawa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Kompetensi Temperatur sama dengan dimaksud membentangi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional nan diperoleh melangkahi pendidikan profesi. Kompetensi Guru bersifat holistik.


Kompetensi pedagogik

  merupakan kemampuan Guru dalam manajemen penerimaan pelajar didik yang sekurangkurangnya meliputi:

a.


Pemahaman wawasan alias landasan kependidikan;

b.


Pemahaman terhadap peserta didik;

c.


Ekspansi kurikulum atau silabus;

d.


Perancangan penataran;

e.


Pelaksanaan pendedahan yang mendidik dan dialogis;

f.


Pengusahaan teknologi pembelajaran;

g.


Evaluasi hasil belajar; dan

h.


Peluasan peserta pelihara untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.


Kompetensi fiil


sedikitnya mencakup fiil yang:

a.


Beriman dan bertakwa;

b.


Berakhlak luhur;

c.


Arif dan bijaksana;

d.


Demokratis;

e.


Mantap;

f.


Berwibawa;

g.


Stabil;

h.


Dewasa;

i.


Teruji;

j.


Sportif;

k.


Menjadi acuan bagi pesuluh didik dan masyarakat;

l.


Secara obyektif mengevaluasi prestasi seorang; dan

m.


Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.


Kompetensi sosial


merupakan kemampuan Guru sebagai putaran dari Masyarakat yang sedikitnya membentangi kompetensi cak bagi:

a.


Berkomunikasi oral, catat, dan/maupun perlambang secara santun;

b.


Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;

c.


Bergaul secara efektif dengan pelajar jaga, sesama pendidik, tenaga kependidikan, arahan satuan pendidikan, ibu bapak atau wali peserta ajar;

d.


Beramah-tamah secara santun dengan mahajana sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem kredit nan berlaku; dan

e.


Menerapkan mandu ikatan kalis dan sukma kekompakan.


Kompetensi profesional

  merupakan kemampuan Master privat mengendalikan permakluman rataan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ataupun seni dan budaya nan diampunya yang sedikitnya meliputi penyerobotan:

a.


Materi tutorial secara luas dan serius sesuai dengan tolok isi acara satuan pendidikan, mata cak bimbingan, dan/alias kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan


b.


Konsep dan metode disiplin saintifik, teknologi, alias seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau terintegrasi dengan programa satuan pendidikan, mata latihan, dan/maupun kelompok ain tutorial nan akan diampu.


Jadi seorang master dapat disebut profesional takdirnya mutakadim memenuhi ke empat Komptensi tersebut di atas. Selain itu juga sudah lalu mengajuk program sertifikasi temperatur sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.


Mata air :


http://sitimasruroh.blogspot.com/2009/11/kompetensi-guru.html


Soal NO. 6

Pemerintah melalui BSNP mutakadim membedakan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007  tentang Standar proses  Satuan Pendidikan Sumber akar dan Menengah, pelecok suatu nan distandarkan adalah perencanaan proses pembelajaran. Coba Anda untuk RPP untuk ain pelajaran TIK yang sesuai dengan patokan proses pembelajaran, dimana dalam kegiatan pembelajaran (Kegiatan Inti) ada kegiatan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi.


Jawaban :

Dalam kegiatan inti pelaksanaan penataran menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik murid didik dan materi pengajian pengkajian, yang dapat menghampari proses investigasi, elaborasi dan konfirmasi.

a.


Eksplorasi

Kegiatan eksplorasi dimaksudkan buat mencari informasi yang luas dan sungguh-sungguh bersendikan camar duka siswa jaga tentang materi yang akan dipelajari. Kerumahtanggaan eksplorasi master;

1)
mengikutsertakan petatar jaga dengan menerapkan prinsip pan-ji-panji ambang guru dan berlatih dari aneka sendang.

2)
menggunakan berbagai metode dan sarana penelaahan serta sumber belajar lain nan relevan

3)
memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik, siswa didik dengan hawa, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.

4)
melibatkan peserta jaga secara aktif dalam setiap kegiatan penerimaan.

5)
memfasilitasi peserta tuntun mengamalkan percobaan di laboratorium, padepokan atau lapangan.

b.


Elaborasi

Pada kegiatan elaborasi, temperatur ;

1)
sparing peserta ajar dalam mendaras dan menulis melangkaui tugas-tugas tertentu yang berfaedah;

2)
memfasilitasi murid didik melampaui belas kasih tugas, urun rembuk, dan lain-lain bikin memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menguasai masalah, dan berlaku sonder rasa menggermang;

4)
memfasilitasi peserta didik internal penelaahan kooperatif dan kolaboratif;

5)
memfasilitasi peserta jaga berkompetisi secara bugar lakukan meningkatkan prestasi belajar;

6)
memfasilitasi peserta didik membuat publikasi eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun garitan, secara individu alias gerombolan;

7)
memfasilitasi pelajar didik berbuat pameran, turnamen, festival, atau cara-kaidah lain yang efektif terhadap produk yang dihasilkan;

8)
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri.

c.


Pemeriksaan ulang

Kegiatan pengecekan adalah memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melangkahi beraneka rupa metoda. Guru perlu :

1)
mengasihkan umpan balik aktual dan penguatan dalam lembaga lisan, tulisan, isyarat, maupun anugerah terhadap keberhasilan pesuluh didik;

2)
memfasilitasi petatar bimbing melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;

3)
memfasilitasi peserta didik kerjakan memperoleh camar duka nan berjasa dalam mencapai kompetensi dasar. Dalam hal ini guru:

·

berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator internal menjawab pertanyaan murid bimbing yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa nan baku dan benar;

·

membantu memintasi masalah;

·

memberi acuan agar pesuluh didik dapat melakukan verifikasi hasil eksplorasi;

·

memberi publikasi buat bereksplorasi makin lanjut;

·

membagi motivasi kepada murid untuk bereksplorasi bertambah lanjur


Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Sekolah

:

MTs Al Husna

Indra penglihatan Pelajaran

:

Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK)

Kelas bawah/Semester

:

IX (Sembilan) / 1 (satu)

Tolok Kompetensi

:

Memahami dasar – pangkal pendayagunaan Internet/intranet

Kompetensi Dasar

:

1.1. Menjelaskan pengertian dasar-radiks Internet/Intranet

Penunjuk

:

·


Menjelaskan pengertian internet

·


Menguraikan denotasi intranet

Alokasi Periode

:

1 x 40 menit


1.




Tujuan Pembelajaran

Sesudah melalui studi pustaka, peserta didik mampu :

·


Menjelaskan pengertian internet dengan bermoral

·


Menjelaskan konotasi intranet dengan benar


2.




Materi Penerimaan

·


Konotasi Internet/intranet


3.




Metode Pembelajaran

Pendekatan : Contextual Teaching Learning (CTL)

Model: Cooperative Learning


4.




Awalan-langkah Kegiatan Pembelajaran

1.   Kegiatan pendahuluan

·


Menunangi kepada murid didik macam – keberagaman Teknologi Informasi

·


Mengutarakan tujuan pembelajaran

·


Murid asuh membentuk kerubungan diskusi (dua siswa)

2.   Kegiatan Inti

·


Per kelompok mengaktifkan Komputer
(investigasi)

·


Kelompok beranggar pena berbuat sesuai dengan LKS
(pengkajian)

·


Peserta didik dalam kelompoknya menemukan signifikasi internet dan intranet
(pengkajian)

·


Kelompok menciptakan menjadikan resume  tentang denotasi internet dan intranet
(elaborasi)

·


Melakukan presentasi keramaian (perwakilan 3 kelompok, kelompok lain menanggapinya)—
(elaborasi)

  1. Kegiatan penutup

·


Menarik kesimpulan signifikasi internet dan intranet
(Validasi)


5.




Sumber Belajar

Komputer, kenur kerja, buku selongsong, CD Guna-guna Komputer.


6.




Penilaian

1. Teknik

      Pembuktian tertulis (kelompok)

2. Lembaga Instrumen

            Uraian

3. Peranti/Soal



1. Jelaskan signifikansi Internet!

      2. Jelaskan pengertian Intranet!

            Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Tutorial

            Dr, Hidayat Komar, S. Ag., M.MPd                          Abdul Rosid

            NIP.                                                                            NIP


Sumber :


http://smkn1kertajati.dikti.bantau/index.php?option=com_content&view=article&id=1:welcome-to-joomla&catid=1:latest-news&Itemid=50















Download Jawaban UAS Belajar & Penataran TIK







Source: http://kangochyde.blogspot.com/2010/08/jawaban-uas-belajar-pembelajaran-dr.html