Surat An Nur Ayat 60

Daftar Isi > An-Nur > An-Cuaca 60

Tindasan An-Nur Ayat 60

وَٱلْقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَٰتٍۭ بِزِينَةٍ ۖ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Arab-Latin:
Wal-qawā’idu minan-nisā`illātī lā yarjụna nikāḥan fa laisa ‘alaihinna junāḥun ay yaḍa’na ṡiyābahunna gaira mutabarrijātim bizīnah, wa ay yasta’fifna khairul lahunn, wallāhu samī’un ‘alīm

Artinya:
Dan perempuan-pemudi tua yang telah terhenti (terbit haid dan mengandung) yang tiada ingin relasi (kembali), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku moralistis yakni lebih baik bagi mereka. Dan Almalik Maha Mendengar juga Maha Bijaksana.

« An-Kilat 59 ✵ An-Cahaya 61 »

GRATIS!
Dapatkan pahala jariyah dan sendi Jalan Peranakan Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menggandeng Adapun Surat An-Nur Ayat 60

Paragraf di atas merupakan Sahifah An-Sinar Ayat 60 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada majemuk pelajaran meruntun dari ayat ini. Ada bermacam penafsiran bersumber berbagai ulama tafsir terhadap isi surat An-Nur ayat 60, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan wanita-wanita lanjut usia yang sudah tidak memiliki kemauan cak bagi berhubungan badan dan pupus nafsu syahwatnya karenan usia burit mereka, sehingga mereka lain bertekad menikah dengan laki-laki dan kaum lanang bukan berkeinginan menikahi mereka, maka enggak masalah bagi mereka bagi menggugurkan sebagian pakaian mereka, seperti kain luar yang menutup rok mereka, minus memperlihatkan dan menampakkan perhiasan. Dan pakaian mereka dengan menyarungkan kain-karet ini, untuk meliputi diri dan menjaga kehormatan, itu bertambah baik kerjakan mereka. Dan Halikuljabbar Maha mendengar ucapan- ucapan kalian, juga Maha Mencerna niat-niat dan ragam-perbuatan kalian.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pemeriksaan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah kacang Humaid (Imam Masjidil Haram)

60. Dan wanita-wanita tua yang telah mengalami mati haid dan tidak hamil lagi karena mutakadim tua, yang tidak ingin menikah lagi, mereka tiadaklah berdosa jika meluruhkan sebagian pakaian mereka sebagaimana syal dan cadar dengan tak bermaksud menampakkan perhiasan tersembunyi nan diperintahkan cak bagi disembunyikan. Dan apabila mereka tidak merontokkan sebagian pakaian tersebut makanya makin baik bagi mereka sebagai bentuk kesungguhan dan kehati-hatian nan kian dalam menutup diri dan menjaga kesucian. Dan Tuhan Maha Mendengar apa yang kalian ucapkan, sekali lagi Maha Memafhumi apa yang kalian kerjakan, tiada sesuatupun yang terselubung buat-Nya, dan Kamu pasti akan memberi kalian suratan atasnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di sumber akar pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Perguruan tinggi Islam Madinah

60. Dan wanita-wanita nan telah sepuh dan tidak memimpikan pernikahan lagi karena telah lanjur usia, maka tak berdosa untuk mereka jika melepas pakaian atas mereka seperti kerudung dan syal mereka dengan syarat mereka tidak menampakkan perhiasan nan jadi-jadian mereka seperti gelang kaki dan sebagainya. Namun menudungi diri dengan mempekerjakan kerudung dan syal sebagaimana yang dipakai para wanita muda lebih baik dan bertambah terhormat bikin mereka. Tuhan Maha Mendengar congor kalian dan Maha Melihat perbuatan kalian.


Gratis!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini lakukan detailnya

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

60. وَالْقَوٰعِدُ مِنَ النِّسَآءِ (Dan gadis-perempuan tua yang telah terhenti (berpangkal haid dan mengandung))
Yakni wanita-wanita nan mutakadim tidak bisa haidh dan hamil karena atma mereka yang mutakadim lanjut.

الّٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا(nan tiada ingin kawin (lagi))
Adalah mereka tidak lagi menginginkannya kerena vitalitas mereka yang sudah lalu bertongkat sendok.

فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ(tiadalah atas mereka dosa meluruhkan baju mereka)
Sebab para adam sudah lain lagi memiliki keinginan kerjakan menikahi mereka.
Yakni mereka dapat meluruhkan pakaian yang cak semau menutupi jasmani mereka yang nampak seperti jilbab dan lainnya, dan tidak baju yang membentangi aurat utama mereka.

غَيْرَ مُتَبَرِّجٰتٍۭ بِزِينَةٍ ۖ( dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan)
Adalah tanpa menampakkan perhiasan mereka yang diperintahkan untuk ditutupi yang disebutkan dalam firman-Nya (ولا يبدين زينتهن).
Tujuan ayat ini adalah mereka melepas jilbab mereka tidak bakal menampakkan perhiasan mereka dan tidak bermaksud untuk memamerkannya pada para lelaki.

وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَّهُنَّ ۗ( dan main-main sopan merupakan bertambah baik lakukan mereka)
Yakni tidak memperlainkan pakaian mereka lebih baik bagi mereka.

وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
Maha Mendengar dan Maha Mencerna.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan kata keterangan negeri Suriah

60. Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti mulai sejak haid, hamil dan bersalin, dan bukan berkeinginan lakukan menikah karena nyawa senja mereka, maka enggak cak semau bagi mereka itu dosa, sehingga mereka dibebaskan bikin merontokkan pakaian yang nampak, seperti jilbab, kain, dan penutup di atas khimar. Enggak ada aurat (bagi mereka) jika bukan bermaksut menampakkan perhiasan nan tersembunyi seperti gelang tangan, kalung dan gelang kaki. Dan memilih menghalangi diri dan mengenakan baju lengkap itu lebih baik bagi mereka daripada menanggalkannya, Dan Allah itu Maha Mendengar ucapan-ucapan kalian dan Maha Mengarifi tujuan kalian. Dan At-Tabarruj adalah agak membuka bagian nan sepatutnya ditutup.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Para perempuan tua yang telah nongkrong} perempuan-putri yang lemah yang telah nongkrong haid dan hamil, karena sudah tua {yang tidak lagi berhasrat menikah} enggak berkeinginan cak bagi menikah {maka tak terserah dosa bikin mereka meluruhkan pakaian (luar)} menggugurkan sebagian rok mereka seperti selendang dan kerudung {dengan tidak menampakkan perhiasan} tanpa menampakkan perhiasan mereka yang tersembunyi {dan memelihara keperawanan} dan menjaga virginitas dengan tetap mengenakan intiha dan bukan menanggalkan gaun-baju itu {lebih baik bagi mereka. Halikuljabbar Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui


GRATIS!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Makanan Ki berjebah, klik di sini bagi detailnya

📚 Kata keterangan as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H

60 “dan perempuan-perempuan lanjut usia yang telah tertunda (dari haid dan mengandung),” maksudnya para wanita yang telah berhenti dari persanggamaan dan berahi. “yang tiada ingin (kawin) juga,” maksudnya bukan ingin menikah dan enggak menjajarkan bakal dinikahi. Karena keadaannya yang mutakadim tua sehingga tak memiliki hasrat atau lantaran fisiknya jelek sehingga tidak menggelandang pun cak bagi dinikahi dan iapun tidak n kepunyaan hasrat. “tiadalah atas mereka dosa,” maksudnya keseleo dan dosa “menggugurkan gaun mereka,” merupakan pakaian yang Nampak seperti khimar (pengunci tampang) dan semisalnya, nan telah Allah perintahkan kepada para wanita,
“cak agar mereka memangkalkan khimar mereka di atas dada mereka,” (an-nur:24)
Mereka diperbolehkan lakukan membuka wajahnya karena tenang dan tenteram bersumber keresahan, baik yang muncul darinya maupun merentang kepadanya.
Tatkala diperbolehkannya merontokkan pakaian, barangkali terpahami darinya atas bolehnya mempekerjakan segala sesuatu, maka Yang mahakuasa mencegah kekhawatiran ini dengan berfirman, ”dengan tidak (berujud) menampakkan perhiasan,” maksudnya tidak menampakkan perhiasannya kepada khalayak tidak berupa tindakan menghiasi diri dengan baju yang tampak (mencolok), menutup wajahnya, dan (tak) menghentakkan kaki ke kapling supaya diketahui perhiasan yang jadi-jadian. Karena dengan perhiasan itu satu-satunya yang ada pada diri wanita, (walalupun engkau sudah menutup dirinya, dan walalupun adalah wanita yang sudah tak diminati) boleh menimbulkan caci, dan menjerumuskan orang yang melihatnya ke privat dosa.
“dan bertindak benar merupakan kian baik cak bagi mereka,” kata isti’faf maknanya menciptakan ‘iffah (kehormatan) dengan berbuat sebab kausalitas yang boleh merealisasikannya seperti menikah dan meninggalkan hal-hal yang ditakutkan menimbulkan umpat. “dan Allah MahaMendengar,” semua suara “lagi MahaMengetahui,” kehendak-niat dan tujuan-maksud. Kiranya mereka mewaspadai setiap congor dan pamrih nan jelek, dan kiranya mereka mengetahui bahwa Allah mengganjar kelakuan tersebut.


📚 Hidayatul Basyar bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi kacang Musa, M.Pd.I

Manuskrip An-Sorot ayat 60: Demikian juga mutakadim tak senang bersenang-senang dan tidak ada rasa syahwatnya, karena keadaannya sudah tua renta alias jelek fisiknya.

Maksudnya, pakaian luar nan kalau dibuka tidak menampakkan aurat mereka, seperti mana baju lingkung (gamis), demikian pula cadarnya.

Seperti berpakaian yang menyedot, menggerakkan anggota badannya agar diketahui perhiasannya yang gadungan sama dengan kalung, gelang tangan dan gelang tungkai.

Dengan tidak melepas pakaian asing ataupun menyingkir sesuatu nan dikhawatirkan kulur fitnah.

Semua suara.

Niat dan tujuan seseorang. Maka itu karena itu, hendaknya turunan yang bermaksud dan bermaksud buruk serta nan merenjeng lidah jelek takut terhadap sikap itu, karena Allah mengetahuinya dan akan memasrahkan balasan terhadapnya.


📚 Tafsir Singkat Kementrian Agama RI / Dokumen An-Nur Ayat 60

Bila sebelumnya Almalik melarang para perawan secara umum buat menampakkan hiasan mereka, maka pada ayat ini Allah memberi pengecualian kepada perempuan tua. Dan para dayang tua yang mutakadim berhenti dari haid dan hamil, nan tak kepingin menikah pun, maka bukan ada dosa bagi mereka bikin meluruhkan baju luar yang absah mereka pakai di atas gaun lain yang menutup aurat mereka, asalkan hal itu dilakukan dengan tidak ditujukan untuk menampakkan perhiasan yang tersembunyi pada anggota jasmani yang wajib ditutup; belaka memelihara kehormatan dengan mengaryakan baju abstrak merupakan lebih baik bagi mereka daripada menanggalkannya. Allah maha mendengar, maha mengetahui. 61. Usai memberi kemudahan kepada dara berida internal hal berpakaian, plong ayat ini Tuhan menjalankan kaidah akomodasi kepada orang yang mempunyai halangan tertentu. Enggak terserah gudi, yakni enggak cak semau dosa dan tidak pun menjadi kemaksiatan bagi cucu adam buta, bukan pula untuk orang pincang, tidak pula bagi manusia guncangan, dan tidak juga kerjakan dirimu bakal makan bersama mereka di flat dia alias di rumah bapak-bapak sira, di rumah ibu-ibu kamu, di apartemen saudara-saudara kamu yang laki-junjungan, di rumah ari-ari-saudara ia yang perempuan, di rumah tali pusar-saudara bapak kamu yang laki-laki, di flat saudara-tali pusar kiai kamu yang perempuan, di rumah ari-ari-saudara ibu kamu nan suami-junjungan, di rumah saudara-saudara ibu sira nan perempuan, demikian juga di rumah yang kamu miliki ataupun dititipi kuncinya, ataupun di rumah kawan-kawan engkau, karena sendiri konsorsium tentu tidak berkeberatan menjamu kawannya. Tidak ada dok lakukan kamu makan bersama-sekelas mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendak-lah kamu membagi salam kepada penghuninya, yang itu berarti dia memberi salam kepada dirimu koteng, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Tuhan, bukan seperti salam pada masa jahiliah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagimu moga kamu mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dengan baik.


GRATIS!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Urut-urutan Kas dapur Congah, klik di sini cak bagi detailnya

Itulah sekumpulan penafsiran dari kalangan mufassirun berkaitan isi dan kemustajaban surat An-Nur ayat 60 (arab-latin dan artinya), seyogiannya-hendaknya berfaidah bagi kita semua. Tolong dakwah kami dengan
memberikan hyperlink
ke pelataran ini alias ke jerambah depan TafsirWeb.com.

Source: https://tafsirweb.com/6188-surat-an-nur-ayat-60.html