Tokoh Teori Mengembang Dan Memampat

Teori Perkembangan

Teori jalan
– Setiap basyar mengalami proses perkembangan yang berlangsung seusia hidup, tetapi perkembangan tersebut tidak persis sama antara satu cucu adam dengan anak adam lainnya, biarpun kerumahtanggaan sejumlah hal cak semau kesamaan jalan di antara individu.

Setiap individu mengalami perkembangan termasuk para tokoh-tokoh ki akbar ataupun orang nan enggak populer. Manusia memulai hidupnya berusul sejak menjadi janin, menjadi bayi, anak asuh-anak, remaja, dewasa, dan tua.

Secara garis besar proses perkembangan manusia terdiri semenjak proses biologis, kognitif, dan sosial emosional.

-Para Motor-

Proses biologis menghasilkan perlintasan manusia. Proses biologi meliputi pewarisan gen dari ayah bunda, perkembangan badan membentangi pertumbuhan berat badan dan tinggi badan, perkembangan penggerak, kesigapan motorik, dan perubahan hormon sreg tahun puber.

Proses kognitif meliputi perubahan dalam pikiran, inteligensi, dan bahasa manusia. Contoh proses kognitif terjadi dalam mengenali benda-benda pada kanak-kanak anyir, menggabung kalimat, menguasai kata, menghafaz syair, berbuat soal-cak bertanya ilmu hitung, mengibaratkan sesuatu yang akan terjadi, menemukan jawaban sebab akibat, atau mengetahui sesuatu yang tersirat internal sebuah situasi.

Proses sosial emosi merupakan pertukaran dalam kontak manusia dengan orang tidak. Perubahan emosi, dan perubahan dalam kepribadian.

Jabang bayi belajar tersenyum kepada ibunya dan khalayak-khalayak di sekitarnya. Anak laki-suami berkelahi dan berteman dengan rival sebayanya, jalan perasaan anak asuh-anak terhadap temannya nan berbeda jenis kelamin.

Kronologi sikap sosial dan anti sosial sreg anak asuh-anak dan remaja, ialah bagian mulai sejak proses sosial emoisonal dalam perkembangan manusia.

Berikut yakni 4 Teori jalan yang harus sosok ketahui

Baca Pula: Gangguan Urut-urutan sreg Anak

Daftar Isi

  • 1
    1) Teori Kronologi Kognitif Jean Piaget

    • 1.1
      Skemata Sensori Inisiator
    • 1.2
      Interiorisasi
    • 1.3
      Tahap Perkembangan Intelektual

      • 1.3.1
        Tahap Sensorimotor
      • 1.3.2
        Tahap Pra-Operasional
      • 1.3.3
        Tahap Operasional Konkrit
      • 1.3.4
        Tahap Operasional Legal
    • 1.4
      Kronologi Kemustajaban Sarjana

      • 1.4.1
        Kekuatan Organisasi
      • 1.4.2
        Kekuatan Adaptasi

        • 1.4.2.1
          Asimilasi
        • 1.4.2.2
          Akomodasi
  • 2
    2) Teori Urut-urutan Psikoseksual Freud

    • 2.1
      Teori Perkembangan Tahap Oral
    • 2.2
      Teori Perkembangan Tahap Anal
    • 2.3
      Teori Kronologi Tahap Falik
    • 2.4
      Teori Perkembangan Tahap Latensi
    • 2.5
      Tahap Seksual
  • 3
    3) Teori Perkembangan Psikososial Erick Erickson

    • 3.1
      Trust VS Mistrust
    • 3.2
      Kedaulatan VS Rasa Malu Malu
    • 3.3
      Inisiatif VS Rasa Bersalah
    • 3.4
      Kerajinan VS Inferioritas
    • 3.5
      Identitas VS kekusutan Identitas
    • 3.6
      Keintiman VS Isolasi
    • 3.7
      Generaktivitas VS Stagnasi
    • 3.8
      Integritas VS Keputusasaan
  • 4
    4) Teori Urut-urutan Belajar Sosial Albert Bandura

    • 4.1
      Modelling
    • 4.2
      Proses Modelling

      • 4.2.1
        Perhatian (Atensi)
      • 4.2.2
        Mengingat (Retensi)
      • 4.2.3
        Reproduksi
      • 4.2.4
        Cambuk
  • 5
    Kesimpulan

    • 5.1
      Bagikan ini:
    • 5.2
      Mengesir ini:
    • 5.3
      Terkait

1) Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Teori Perkembangan

Teori Perkembangan Piaget bertambah menitis beratkan pembahasannya pada struktur kognitif. Sira meneliti dan menulis subjek perkembangan serebral ini bermula periode 1927 sampai 1980.

Farik dengan para ahli-juru psikologi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa cara berfikir anak bukan doang kurang menguning dibandingkan dengan orang dewasa karena kalah pengetahuan, belaka pun berbeda secara kualitatif.

Menurut penelitiannya pun bahwa tahap-tahap perkembangan intelektual orang serta persilihan umur sangat mempengaruhi kemampuan individu mencerca ilmu pengetahuan. Piaget mengemukakan penjelasan struktur kognitif akan halnya bagaimana anak mengembangkan konsep manjapada di sekitar mereka.

Teori Piaget comar disebut genetic epistimologi (epistimologi genetik) karena teori ini berusaha melacak perkembangan kemampuan intelektual, bahwa genetic mengacu pada pertumbuhan developmental bukan warisan biologis (keturunan).

Skemata Sensori Motor

Menurut Piaget, anak dilahirkan dengan sejumlah skemata sensorimotor, yang memberi kerangka bakal interaksi awal anak asuh dengan lingkungannya. Pengalaman awal si anak akan ditentukan oleh skemata sensorimotor ini.

Dengan kata lain, hanya kejadian nan dapat diasimilasikan ke skemata itulah yang bisa di respons oleh si anak, dan karenanya kejadian itu akan menentukan batasan pengalaman anak.

Saja melangkahi pengalaman, skemata awal ini dimodifikasi. Setiap pengalaman mengandung unsur unik yang harus di kemudahan oleh struktur kognitif anak. Melalui interaksi dengan lingkungan, struktur serebral akan berubah, dan memungkinkan perkembangan camar duka per-sisten.

Tetapi menurut Piaget, ini adalah proses yang lambat, karena skemata baru itu gegares berkembang berbunga skemata yang sudah ada sebelumnya.

Dengan pendirian ini, pertumbuhan intelektual yang dimulai dengan respons refleksif momongan terhadap mileu akan terus berkembang mencapai titik di mana anak subur memikirkan situasi potensial dan mampu secara mental mengeksplorasi kemungkinan jadinya.

Baca Juga: Provokasi Urut-urutan Plong Anak

Interiorisasi

Interiorisasi menghasilkan perkembangan operasi yang membebaskan anak dari kebutuhan untuk berhadapan langsung dengan lingkungan karena internal peristiwa ini anak sudah berada melakukan penggelapan simbolis.

Urut-urutan manuver (tindakan yang diinteriorisasikan) memberi momongan prinsip yang kegandrungan untuk menangani mileu, dan oleh karenanya, momongan mampu mengamalkan tindakan intelektual nan lebih mania. Karena struktur kognitif anak lebih terartikulasikan.

Demikian pun mileu fisik anak, jadi dapat dikatakan bahwa struktur psikologis anak mengkonstruksi lingkungan badan

Tahap Jalan Intelektual

Teori Perkembangan

Perkembangan serebral ialah pertumbuhan berfikir membumi semenjak hari bayi hingga dewasa, menurut Piaget perkembangan yang berlangsung melangkahi empat tahap, adalah:

  • Tahap sensori-motor : yang terjadi antara 0 – 1,5 tahum
  • Tahap pra-operasional : yang terjadi antara 1,5 – 6 tahun
  • Tahap operasional konkrit : yang terjadi antara 6 – 12 tahun
  • Tahap operasional formal : nan terjadi lega 12 periode ke atas

Tahap Sensorimotor

Sejauh tahap ini mulai dari lahir hingga berusia dua tahun, orok berlatih tentang diri mereka sendiri dan marcapada mereka melalui indera mereka yang madya berkembang dan melalui aktivitas motor.

Aktivitas kognitif terpusat pada aspek alat dria (sensori) dan gerak (pencetus), artinya n domestik peringkat ini, anak semata-mata mampu mengamalkan prolog mileu dengan melalui alat drianya dan pergerakannya.

Keadaan ini merupakan dasar kerjakan perkembangan kognitif selanjutnya, aktivitas sensori penggerak terdidik melalui proses penyesuaian struktur fisik andai hasil dari interaksi dengan lingkungan.

Tahap Pra-Operasional

Pada tingkat ini, anak telah menunjukkan aktivitas psikologis internal menghadapi bermacam rupa kejadian diluar dirinya. Aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem nan teroganisasikan. Anak sudah dapat memahami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda –etiket dan simbol.

Pernalaran anak asuh pada tingkatan ini bersifat lain sistematis, tidak konsisten, dan tidak logis

Tahap Operasional Konkrit

Pada tahap ini, anak sudah memadai matang bakal menggunakan pemikiran logika atau operasi, saja hanya bikin objek jasad yang suka-suka kini. Dalam tahap ini, anak telah hilang kecenderungan terhadap animism dan articialisme.

Egosentrisnya berkurang dan kemampuannya dalam tugas-tugas konservasi menjadi makin baik. Belaka, tanpa sasaran fisik di penghadapan mereka, anak-anak asuh pada tahap operasional kongkrit masih mengalami kesulitan besar kerumahtanggaan mengatasi tugas-tugas logika.

Sebagai sempurna anak asuh-anak yang diberi tiga boneka dengan rona rambut yang berbeda (edith, susan dan lily), tak mengalami kesulitan bakal mengidentifikasikan boneka yang berbulu paling bawah tangan. Belaka ketika diberi tanya, “rambut edith lebih terang dari rambut susan. Rambut edith lebih gelap daripada surai lily. Rambut siapakah yang paling palsu?”

Anak-anak asuh lega tahap operasional kongkrit mengalami kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang lambang.

Tahap Operasional Formal

Pada usia 12 hari keatas, timbul periode operasi baru. Periode ini anak dapat menggunakan persuasi-operasi konkritnya untuk membentuk persuasi yang bertambah kompleks.

Kemajuan puas anak asuh selama periode ini ialah ia tidak wajib berpikir dengan pertolongan benda atau peristiwa konkrit, engkau mempunyai kemampuan lakukan berpikir dalam-dalam abstrak.

Anak-anak sudah mampu mencerna rencana argumen dan lain dibingungkan oleh sisi argumen dan karena itu disebut operasional halal.

Perkembangan Fungsi Intelektual

Manfaat yakni cara nan digunakan organisme buat membuat kemajuan-keberuntungan sarjana. Menurut Piaget jalan sarjana didasarkan pada 2 kekuatan adalah organisme dan adaptasi.

Fungsi Organisasi

Kemujaraban organisme untuk mensistematikkan proses fisik atau psikologi menjadi sistem yang teratur dan bersambung maupun berstruktur, seperti halnya koteng jabang bayi punya struktur-struktur perilaku kerjakan menggarisbawahi visual dan memegang benda secara terpisah.

Pada satu saat internal perkembangannya, kanak-kanak anyir itu dapat mengorganisasi kedua struktur perilaku ini menjadi struktur tingkat tinggi dengan menyambut suatu benda sinkron mengaram benda itu, dengan organisasi, struktur jasad dan psikologis diintergrasi menjadi struktur tingkat pangkat

Faedah Adaptasi

Keistimewaan kedua yang melandasi perkembangan intelektual ialah adaptasi. Andai proses orientasi skema dalam merespon lingkungan melalui proses yang enggak dipisahkan, yaitu:

Respirasi

Asimilasi ialah penyatuan (pengintegrasian) proklamasi, persepsi, konsep dan pengalaman baru kedalam yang sudah ada dalam benak seseorang.

Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang telah terserah untuk menghadapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungannya.

Akomodasi

Akomodasi ialah makhluk mengubah dirinya agar bersesuaian dengan apa nan dipedulikan mulai sejak lingkungannya. Laksana proses penyesuaian atau penyesuian atau penyusunan pula skema ke dalam situasi yang baru.

2) Teori Perkembangan Psikoseksual Freud

Teori Perkembangan

Teori Urut-urutan Psikoseksual Freud adalah riuk satu teori nan paling tersohor, akan sekadar juga salah satu teori yang paling kontroversial.

Freud percaya khuluk yang berkembang melalui serangkaian strata perian kanak-kanak di mana berburu kesenangan-energi dari id menjadi fokus pada daerah sensitif seksual tertentu. Energi psikoseksual, atau sensualitas , digambarkan seumpama kepentingan pendorong di belakang perilaku.

Menurut Sigmund Freud, kepribadian sebagian besar dibentuk oleh semangat panca waktu. Awal perkembangan berpengaruh besar privat
pembentukan kepribadian
 dan terus mempengaruhi perilaku di kemudian musim.

Takdirnyatahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak diolah plong tahap yang tepat, fiksasi dapat terjadi. fiksasi ialah fokus yang gigih plong tahap sediakala psikoseksual.

Sampai konflik ini tergarap, individu akan tetap “terjebak” dalam tahap ini. Misalnya, seseorang yang melekat pada tahap oral mungkin terlalu bergantung pada orang lain dan dapat mencari rangsangan oral melintasi merokok, minum, atau makan.

Baca Juga: Gangguan Kronologi plong Momongan

Teori Perkembangan Tahap Oral

Oral

Pada tahap oral, mata air terdepan jabang bayi interaksi terjadi melalui ucapan, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat terdepan.

Congor lampau penting untuk makan, dan kanak-kanak anyir berasal kebahagiaan dari rangsangan lisan melewati kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap. Karena bayi sepenuhnya tergantung sreg pengasuh (nan bertanggung jawab kerjakan membagi makan anak), jabang bayi juga melebarkan rasa tangan kanan dan kenyamanan melalui stimulasi oral.

Konflik penting pada tahap ini yakni proses penyapihan, anak harus menjadi kurang bergantung pada para pengasuh. Jika fiksasi terjadi puas tahap ini, Freud beriman sosok akan memiliki kelainan dengan ketagihan atau agresi.

Fiksasi oral dapat mengakibatkan masalah dengan minum, merokok bersantap, atau mengerutak kakas.

Teori Perkembangan Tahap Anal

Anal

Pada tahap anal, Freud percaya bahwa fokus utama berbunga sensualitas adalah padapengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus membiasakan bakal mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan yuridiksi ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian.

Menurut
Freud
, keberhasilan pada tahap ini tersampir pada mandu di mana ayah bunda pendekatan pelatihan toilet. Orang tua lontok yang memanfaatkan pujian dan penghargaan bakal menggunakan toilet pada ketika yang tepat mendorong hasil positif dan membantu anak-anak merasa produktif dan gemuk.

Freud berkeyakinan bahwa pengalaman positif selama tahap ini menjabat andai dasar orang untuk menjadi orang dewasa yang kompeten, produktif dan kreatif.

Namun, tidak semua orang tua bangka memberikan dukungan dan dorongan bahwa anak asuh-momongan perlukan selama tahap ini. Beberapa basyar tua ‘bukan memvonis, mengejek atau sipu koteng anak cak bagi kecelakaan.

Menurut Freud, respon orangtua tidak sesuai boleh mengakibatkan hasil negatif. Sekiranya orangtua mencekit pendekatan yang terlalu longgar, Freud menyarankan bahwa-yg mengusir kepribadian dubur dapat berkembang di mana makhluk memiliki, porah maupun merusak khuluk berantakan.

Seandainya orang renta sesak membedabedakan ataupun mulai toilet training terlalu prematur, Freud percaya bahwa fiil kuat-anal berkembang di mana khalayak tersebut ketat, tertib, kaku dan gandrung.

Teori Perkembangan Tahap Falik

Falik

Pada tahap falik , fokus utama berbunga libido yaitu pada instrumen kelamin. Anak-anak pula menemukan perbedaan antara lelaki dan wanita. Freud kembali beriktikad bahwa momongan adam berangkat melihat ayah mereka sebagai saingan bikin ibu hadiah sayang itu.

Oedipus kegandrungan menayangkan perasaan ini ingin memiliki ibu dan kehausan buat menggantikan ayah. Namun, anak pun kekhawatiran bahwa dia akan dihukum oleh ayah untuk pikiran ini, takut Freud disebut kastrasi kekhawatiran.

Istilah Electra kompleks telah digunakan bakal menggambarkan satu set sama manah yang dialami oleh gadis-perempuan muda. Freud, bagaimanapun, beriman bahwa gadis-gadis enggak dengki asam garam penis.

Akibatnya, anak menyadari mulai mengidentifikasi dengan emak yang sebabat-seks perumpamaan alat vicariously punya ayah bunda lainnya. Kerjakan momongan perempuan,

Sekadar, Freud percaya bahwa penis iri tidak aliansi sebaik-baiknya terselesaikan dan bahwa semua wanita konsisten sangkil terpatok pada tahap ini. Psikolog seperti Karen Horney sengketa teori ini, menyebutnya baik lain akurat dan merendahkan perempuan.

Sebaliknya, Horney mengusulkan bahwa suami-suami mengalami perasaan rendah diri karena mereka tidak bisa beranak momongan-momongan.

Teori Perkembangan Tahap Latensi

laten

Periode laten yaitu detik eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, sekadar diarahkan ke wilayah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini habis penting kerumahtanggaan pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan pembantu diri.

Freud menggambarkan fase latens perumpamaan riuk satu yang nisbi stabil. Lain ada organisasi baru syahwat berkembang, dan dia tidak membayar banyak ingatan untuk itu. Buat alasan ini, fase ini tidak rajin disebutkan internal deskripsi teori umpama riuk satu tahap, sekadar sebagai suatu masa terpisah.

Tahap Genital

Teori Perkembangan

Pada tahap akhirjalan psikoseksual, khalayak mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan spesies. Dimana privat tahap-tahap semula fokus hanya lega kebutuhan khalayak, kepentingan kesejahteraan makhluk tidak tumbuh selama tahap ini.

Jikalau tahap lainnya sudah selesai dengan sukses, individu sekarang harus setolok, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah bikin menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang spirit.

Baca Kembali: gangguan perkembangan Lega anak

3) Teori Perkembangan Psikososial Erick Erickson

Teori kronologi Erikson berpendapat bahwa sepanjang album arwah manusia, setiap manusia mengalami tahapan perkembangan pecah bayi setakat dengan jiwa lanjut.

Urut-urutan sepanjang hayat tersebut diperhadapkan dengan delapan tahapan yang masing-masing mempunyai nilai kekuatan nan membuat karakter substansial maupun sebaliknya, berkembang sisi kelemahan sehingga budi merusak nan mendominasi pertumbuhan seseorang.

Erikson menyebut setiap tingkatan tersebut sebagai kegentingan alias konflik yang mempunyai rasam sosial dan serebral yang lampau bermanfaat kerjakan kelangsungan perkembangan di masa depan. Berikut adalah kedelapan tahapan nan dicetuskan oleh erickson:

Trust VS Mistrust

Pada perian bayi ataupun perian pertama merupakan titik awal pembentukan kepribadian. Orok belajar mempercayai orang lain agar kebutuhan-kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Peran ibu atau turunan-khalayak terdamping seperti pengasuh yang mampu menciptakan keakraban dan kepedulian dapat mengembangkan tangan kanan dasar. Persepsi yang keseleo pada diri anak tentang lingkungannya karena penolakan dari orangtua atau pengasuh mengakibatkan bertumbuhnya pikiran bukan berkeyakinan sehingga anak memandang manjapada sekelilingnya laksana arena nan kejam. Pada tahap ini kekuatan nan terlazim ditumbuhkan pada karakter anak yakni “pamrih”.

Baca Juga: Abstrak Tuntun Yang menimbulkan rasa tidak percaya

Otonomi VS Rasa Malu Malu

Konflik yang dialami momongan lega tahap ini ialah otonomi vs rasa malu serta keraguraguan. Kekuatan yang mudahmudahan ditumbuhkan yakni “keinginan ataupun kehendak” dimana anak belajar menjadi bebas buat mengembangkan kemandirian.

Kebutuhan tersebut dapat terpenuhi melalui cemeti cak bagi melakukan kepentingannya sendiri seperti berlatih makan atau berpakaian koteng, berbicara, bersirkulasi atau asian jawaban berasal sesuatu yang ditanyakan.

Inisiatif VS Rasa Bersalah

Anak plong tahap ini belajar menemukan kesamarataan antara kemampuan yang ada dalam dirinya dengan maksud atau tujuannya. Itu sebabnya momongan membidik menguji kemampuannya sonder mengenal potensi yang ada sreg dirinya.

Konflik yang terjadi merupakan Inisiatif atau terbentuknya perasaan bersalah. Bila lingkungan sosial invalid mendukung maka anak asuh kurang memiliki inisiatif

Kerajinan VS Inferioritas

Konflik pada tahap ini ialah kerja aktif vs minder, itu sebabnya khasiat nan teristiadat ditumbuhkan yakni “kompetensi” atau terbentuknya berbagai keterampilan. Membandingkan kemampuan diri koteng dengan teman sama tua terjadi puas tahap ini.

Momongan belajar akan halnya ketrampilan sosial dan akademis melalui perlombaan nan sehat dengan kelompoknya. Kesuksesan yang diraih anak memupuk rasa percaya diri, sebaliknya apabila momongan menemui frustasi maka terbentuklah inferioritas.

Identitas VS kekacauan Identitas

Pada tahap ini anak asuh start memasuki usia muda dimana identitas diri baik dalam spektrum sosial maupun dunia kerja berangkat ditemukan. Dapat dikatakan masa remaja adalah awal usaha pencarian diri sehingga anak berada puas tahap persilangan antara masa kanak-kanak dengan musim dewasa.

Konflik penting yang terjadi merupakan Identitas vs Kesuraman Peran sehingga perlu komitmen nan jelas agar terasuh kepribadian yang mantap bagi boleh mengenali dirinya.

Keintiman VS Isolasi

Pada tahap ini kekuatan radiks nan dibutuhkan ialah “kasih” karena muncul konflik antara keintiman atau keakraban vs keterasingan atau kesendirian.

Kantor cabang sosial pada tahap ini merupakan kekasih, junjungan atau isteri tercantum juga sahabat yang bisa membangun suatu bentuk persahabatan sehingga tercipta rasa kerap dan kebersamaan. Bila kebutuhan ini bukan terpenuhi, maka muncullah pikiran kesenyapan, kesendirian dan bukan berfaedah.

Generaktivitas VS Kemandekan

Seseorang sudah lalu menjadi dewasa pada tahap ini sehingga diperhadapkan kepada tugas utama untuk menjadi rani dalam parasan pekerjaannya serta tuntutan kerjakan berbuntut ki menggarap keluarga serta melatih generasi penerus.

Konflik penting plong tahap ini ialah generatifitas vs stagnasi, sehingga kemustajaban pangkal yang terdahulu kerjakan ditumbuhkan ialah “kepedulian”. Kegagalan sreg masa ini menyebabkan kelumpuhan atau keterhambatan kronologi.

Integritas VS Keputusasaan

Pribadi yang sudah memasuki spirit lanjut mulai mengalami penurunan manfaat-fungsi kesegaran. Begitu juga pengalaman waktu lalu baik kemajuan atau kegagalan menjadi perhatiannya sehingga kebutuhannya adalah buat dihargai.

Konflik utama sreg tahap ini ialah Integritas Ego vs Keputusasaan dengan kekuatan utama yang perlu dibentuk ialah pemunculan “hikmat ataupun kebijaksanaan”. Kemustajaban pengalaman hidup terutama nan bersifat sosial, menjatah makna tentang spirit.

Baca Pula: Gangguan Kronologi Plong Anak

4) Teori Jalan Belajar Sosial Albert Bandura

Teori Perkembangan

Teori Kronologi kognitif sosial, nan dikembangkan oleh Albert Bandura, didasarkan atas proposisi bahwa baik proses sosial maupun proses kognitif yakni sentral bagi pemahaman adapun pecut, emosi, dan tindakan hamba allah.

Modelling

Menurut Bandura perlakuan seseorang ialah hasil interaksi faktor intern diri (serebral) dan mileu. Pandangan ini menjelaskan beliau telah mengemukakan teori pembelajaran peniruan. Dalarn teori ini engkau telab menjalankan kajian bersama Walter (1963) terbadap perilaku anak-anak apabila mereka menonton orang dewasa memukul, mengetok dengan pengetuk besi dan menumbuk sambil dering-teriakan kerumahtanggaan video.

Sesudah menonton video anak-anak diarahkan benmain di kamar permainan dan terletak reca sebagaimana nan ditayangkan dalam video. Sehabis anak-anak tersebut melihat patung tersebut, mereka meniru aksi-aksi yang dilakukan maka itu makhluk nan mereka tonton dalam video.

Berdasarkan teori ini terwalak bilang cara emulsi yaitu meniru secara Iangsung. Contohnya guru menciptakan menjadikan unjuk rasa cara membuat kapal rusuh kertas dan pelajar meneladan sceara bersama-sama. Seterusnya proses peniruan melampaui contoh tingkah laku.

Contohnya anak-anak asuh meniru tingkah laku bersorak dilapangan, jadi tingkah laku besorak ialah abstrak perilaku di lapangan. Keadaan sebaliknya takdirnya anak-anak bersorak di kerumahtanggaan kelas sinkron hawa mengajar.semestinya guru akan memarahi dan memberi tahu tingkahlaku yang dilakukan lain dibenarkan dalam hal tersebut.

jadi tingkah laku tersebut menjadi contob perilaku dalam situasi tersebut. Proses peniruan nan selanjutnya ialah imitasi. Proses ini keluih apabila sescorang melihat perubahan pada basyar enggak.

Contohnya seorang momongan-anak melihat temannya melukis bunga dan timbul kerinduan dalam diri anakanak tersebut lakukan melukis bunga. Maka dari itu karena itu. peniruan bermain apabila anak-anak tersebut melihat temannya melukis anak uang.

Proses Modelling

Perhatian (Atensi)

Teori Perkembangan– Subjek harus mencerca tingkah laku model buat bisa mempelajarinya. Subjek usic ingatan terpatok kepada kredit, harga diri, sikap. Dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seseorang pemain sandiwara music yang tidak berkepastian diri mungkin meniru tingah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri

Mengingat (Retensi)

Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa tersebut dalam sistem ingatannya. Ini membuat subjek akan mengamalkan hal itu kelak bila diperlukan. Kemampuan untuk menggudangkan deklarasi juga merupakan adegan terdepan dalam proses belajar

Reproduksi

Selepas mengetahui akan mernpelajari sesuatu tingkah laku subjek juga dapat rnenunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan segala yang disimpan n domestik bentuk tingkah laris. Contohnya: mengendarai otomobil dan bermain tenis. Jadi, setelah subyek mencerca model dan menggudangkan mualamat. Praktek lebih lanjut dan perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perombakan dan keterampilan.

Motivasi

Motivasi juga signifikan dalam pemodelan Albert Bandura karena Anda yaitu penggerak basyar untuk terus mengamalkan sesuatu. Jadi subyek harus termotivasi bagi mencontoh perilaku nan telah dimodelkan.

Baca Juga: Batu Perkembangan Pada Anak

Penali

Itulah keempat Teori Jalan nan ada di dalam diri cucu adam menurut pandangan psikologis. Yang mana keempatnya berlaku pecah masa pre-natal hingga perian post-natal atau kematian.

Source: https://psikologmudha.com/4-teori-perkembangan-menurut-para-tokoh/